Selasa, 20 Maret 2012

Kamsuy Juara Tinju


Menurut Info dari Wikipedia, Pertandingan tinju yang pertama tercatat dalam Kitab Mahabrata yang juga mencatat sejarah pertandingan tinju. Catatan pada umumnya berisi cerita-cerita perkelahian di antara bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir.

Petinju terkenal pertama berkebangsaan Yunani bernama Theagenes dari Thaos yang menjadi juara Olympic Games pada tahun 450 Masehi. Ia melakukan pertandingan sebanyak 1.406 kali dengan menggunakan cetus sarung tinju yang terbuat dari besi.

Kebanyakan dari lawan-lawan itu tewas ketika bertarung melawannya. Meskipun boxing terkenal berabad-abad lamanya sebagai suatu bentuk hiburan, namun seorang Inggris yang bernama James Ping alias James Broughton, juara britania, yang juga merupakan orang pertama yang menggunakan sarung tinju. Peraturan dan sarung tinju ini di perkenalkan pada tanggal 10 Agustus 1973.

Kata Tinju adalah terjemahan dari kata Inggris "boxing" atau "Pugilism". Kata Pugilism berasal dari kata latin, pugilatus atau pinjaman dari kata yunani Pugno/Pignis/ Pugnare, yang menandakan segala sesuatu yang berbentuk kotak atau "box", maksudnya bahwa tinju manusia itu kalau terkepal akan berbentuk seperti kotak.

Adapun kata Yunani dari Pugno berarti tangan terkepal menjadi tinju yang siap untuk pugnos atau berkelahi atau bertinju. Dalam mitologi, bapak Boxing bernama Poliux, saudara kembar dari Castor, putera legendaris dari Jupiter dan Leda.

Adapun peraturan dalam bertinju, antara lain nilai diberikan untuk pukulan bersih dan mantap dengan sasaran ke bagian depan pinggang ke atas dari lawan. Sedangkan pukulan ke kepala dan dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan akumulasi nilai yang lebih tinggi dari perhitungan sejumlah ronde yg ditetapkan dinyatakan sebagai pemenang.

Kemenangan juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai hitungan kesepuluh dari wasit (Knockout atau KO) atau dinyatakan sudah tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan (Technical Knockout atau TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan,TKO dihitung sebagai KO.

Namun ke depan aturan dalam bertinju boleh jadi akan ada perubahan. Juara tinju mungkin saja kelak akan dihitung dari berapa gigi yang tanggal paling sedikit. Seperti pada gambar kali ini, lihat saja si Kamsuy jadi juara tinju karena gigi yang copot cuma satu jadilah ia juara satu, gigi copot dua jadi juara dua, dan copot tiga juara tiga.

Tentu saja bagi yang sudah tidak memiliki gigi lagi alias ompong kabeh tidak diperkenankan lagi untuk bertinju. Ya, karena percuma kan ga bakalan jadi juara. Bagi yg sudah ompong semua, daripada bertinju mendingan main guyonan dengan cucunya. Gigit tuh tangan cucunya, bisa dipastikan si cucu bukannya kesakitan tapi malah ketawa2. Soalnya geli kali cooyyyy...//kgm