Minggu, 25 Desember 2016

4 Jenis Usaha Bakal booming di 2017

Di tahun 2017 ini ada banyak sekali peluang usaha yang dipastikan akan segera booming. Tidak hanya bisnis berskala besar bahkan bisnis rumahan pun nampaknya akan menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan.

Boleh jadi seperti itu, pasalnya selain minimnya persaingan yang ada juga pemerintah Indonesia kini memang lebih berfokus untuk memperbaharui usaha kecil menengah di Indonesia dengan memberikan kredit pinjaman bunga rendah kepada para wirausahawan yang ingin memulai usaha. Nah, tak heran jika di tahun 2017 nanti akan ada banyak peluang usaha yang berpeluang besar untuk meraih kesuksesan.

Di lansir dari berbagai media terpercaya setidaknya ada 4 jenis peluang usaha yang bakal booming di tahun 2017 nanti yang berhasil kami rangkum, 4 jenis peluang usaha tersebut dibagi menjadi 4 bagian seperti peluang usaha bisnis online, peluang usaha fashion, peluang usaha kuliner dan peluang usaha properti. 


Bagi anda yang berniat membuka peluang usaha di tahun 2017  dianjurkan untuk menyimak uraian berikut ini.

Peluang Usaha Bisnis Online


Sama halnya di tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2017 peluang usaha berbasis online di Internet akan menjadi sebuah peluang usaha sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan ada banyak perubahan iklim ekonomi yang terjadi di Indonesia, masyarakat yang dulunya belum mengenal kegunaan internet kini mulai memahami dan berupaya mengoptimalkannya. Nah, jika anda ingin membuka peluang usaha baru, maka tidak ada salahnya jika anda membuka peluang usaha berbasis online di internet seperti toko online, jasa pembuatan website ataupun menjadi seorang blogger yang bisa mendatangkan para pengiklan.


Peluang Usaha Bisnis Properti

Jika anda ingin cepat kaya maka bisnis properti sangat cocok bagi anda, namun untuk memulai usaha bisnis properti setidaknya anda harus memiliki modal yang sangat besar. Bisnis di bidang properti memang sangat membutuhkan modal yang besar namun keuntungan yang di dapat juga sangatlah besar. Menurut Direktur PSPI  bahwa peluang bisnis properti ini akan semakin meningkat sekitar 12 - 15 % di tahun 2017.


Peluang Usaha Bisnis Kuliner

Peluang usaha kuliner memang dikategorikan sebagai peluang usaha yang tidak ada matinya. Bisnis kuliner merupakan sebuah peluang usaha yang akan terus tumbuh selama manusia membutuhkan makanan. Di tahun 2017 nanti peluang usaha kuliner ditengarai akan terus menggeliat seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Nah, jika anda sedang membutuhkan sebuah usaha baru maka peluang usaha kuliner layak anda coba.

Namun usaha kuliner, tak hanya membutuhkan keahliaan khusus dalam memasak, namun juga anda perlu menyiapkan modal  lumayan besar. Adapun agar usaha kuliner anda cepat berkembang pesat, maka salah satu pertimbangannya adalah tempat yang strategis. Dan tentu saja menu pasakannya yang bercita rasa tinggi, harga murah atau bersaing, serta lebih variatif dan menyajikan menu dan pelayanan berbeda dengan pesaingnya.

Peluang Usaha Bisnis Fashion

Peluang usaha yang ditengarai akan booming di tahun 2017  adalah peluang usaha bisnis fashion. Anda bisa menjalankan bisnis fashion ini dari membuat atau memperjual belikan, mulai dari pakaian sampai pada aksesorisnya seperti tas, gelang, kalung atau barang barang simple yang kini sedang ngetrend terutama yang berbau korea. Menurut survey yang kami lakukan demam fashion korea akan terus tumbuh subur di Indonesia. Nah, jika anda memang memiliki minat dan sangat tertarik di bidang fashion, maka tidak ada salahnya jika anda mulai mencoba membuka usaha fashion pakaian di daerah anda. semoga bermanfaat. (bisnisbook.com)

Kamis, 22 Desember 2016

Imam Al-Ghazali, Sufi Termashur

Ia pembaharu tasawuf dan filsafat dalam Islam. 
Gagasan dan karya-karya Hujatul Islam ini, menjadi rujukan sampai sekarang.

Dalam rak-rak di sebuah toko buku, tampak berjejer buku-buku tentang sufi. Tetapi ada hal yang mencolok. Buku-buku karya Al-Ghazali begitu dominan. Hampir dua puluh buku karya ulama besar ini banyak diminati calon pembeli. Karya Imam Al-Ghazali memang menarik. 

Tulisannya tidak hanya memikat, tetapi juga selalu aktual sepanjang zaman. Tidak salah jika gagasan dan pikirannya tentang Tasawuf banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Imam Ghazali adalah ulama yang mampu mendiskripsikan tasawuf, syari’at dan Akhlak dengan jelas dan argumentatif.

Nama lengkapnya adalah Abu Hamid ibnu Muhammad ibnu Ahmad, lahir di Khurasan, Iran, pada tahun 450 H atau 1058 M. Karya masterpiece-nya Ihya Ulumuddin yang empat jilid itu menjadi bacaan wajib bagi orang-orang yang ingin belajar tasawuf. Ia hidup dalam keluarga yang sangat taat beragama. Ayahnya yang berasal dari desa Ghazalah adalah seorang pemintal Wool. Nama desa inilah yang kelak menjadi nama sebutan bagi anaknya, Abu Hamid, yaitu Ghazali.

Sejak kecil sudah tampak tekadnya yang kuat untuk mendalami ilmu-ilmu agama. Mula-mula ia belajar kepada Ahmad ibnu Muhammad al-Razhani al-Thusi. Setelah merasa cukup, ia melanjutkan studi ke Kota Jurjan, belajar di sekolah yang dipimpin oleh intelektual terkenal saat itu, Abu Nash al-Ismail. Selain itu ia juga belajar kepada sufi besar Syekh Yusuf al-Nasaj (wafat 487 H).

Rasa haus akan ilmu membawanya melanglang buana ke berbagai kota. Ia sempat belajar kepada Abu Maal al-juwaini di Naisyaburi yang tersohor karena mendapat julukan Imam al-Haramain. Di Naisyaburi, ia juga belajar Tasawuf kepada Syekh Abu Ali al-Fadhl ibnu Muhammad ibnu Ali Farmadi. Di Naisyaburi inilah kepiawaiannya mulai dikenal orang. Ia tidak hanya berguru, tetapi juga sudah menulis dan memberi beberapa kajian fikih.

Setelah Imam Juwaini wafat, Al-Ghazali melanjutkan studinya ke Kota Muaskar. Di sinilah segala pergumulan intelektual ia lalui dengan prestasi cemerlang.. karena prestasinya ia diangkat sebagai guru besar sebuah perguruan tingg bergengsi Al-Nidzomiyah di Bagdd pada tahun 484 H. di sini ia mengajar sambil memperdalam kajian filsafat Yunani dan Islam.

Di tengah hidupnya yang mapan, jiwanya guncang, ketika muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis di benaknya: Apakah pengetahuan yang hakiki itu?, pengetahuan dapat diperoleh melalui indra atau akal? Hampir dua bulan pertanyaan-pertanyaan filosofis itu sempat membuatnya linglung. Belakangan problem filosofis ini ia bahas dalam kitab: Al-Munqiz min al-dzalal. Dalam kitab itu ia memperoleh jawaban: jalan sufilah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kebenaran hakiki.

Mempersiapkan Batin

Ia menulis, “Setelah itu perhatianku kupusatkan pada jalan sufi. Ternyata jalan sufi tidak dapat ditempuh kecuali dengan jalan ilmu dan amal, dengan menempuh tanjakan-tanjakan batin dan penyucian diri. Hal itu perlu untuk mempersiapkan batin, kemudian mengisinya dengan dzikir kepada Allah. Bagiku, ilmu lebih mudah daripada amal. Maka segeralah aku mulai mempelajari ilmu dari beberapa kitab, antara lain,Qut’al Qulub, karya Abu Thalib al-Makki, juga beberapa kitab karya Haris Al-Muhasibi, serta ucapan-ucapan Junaid al-Bagdadi, Al-Syibli, Abu Yazid al-Bustami dan lain-lain.

Ghazali melanjutkan tulisannya ”Penjelasan lebih jauh terdengar sendiri dari lisan mereka. Jelas pula bagiku, hal-hal yang khusus bagi mereka hanya dapat dicapai dengan Dzauq (perasaan), pengalaman dan perkembangan batin sangat jauh memaknai sehat atau kenyang dengan mengalaminya sendiri. Mengalami “mabuk” lebih jelas daripada hanya mendengar keterangan tentang arti “mabuk”. Padahal yang mengalaminya mungkin belum pernah mendengar keterangan tentang itu. Dokter yang sedang sakit lebih banyak mengetahui tentang cara agar dia tetap sehat, tetapi dia sedang tidak sehat. Mengetahui arti dan syarat zuhud tidak sama dengan bersifat “Zuhud”.


KETIKA GHAZALI TENGAH ASYIK BERPIKIR SECARA FILOSOFIS, PADA SAAT YANG SAMA IA HIDUP BERKECUKUPAN. TETAPI JUSTRU SITUASI INI MEMBUATNYA GUNCANG. HAMPIR ENAM BULAN IA TEROMBANG-AMBING ANTARA MEMPERHATIKAN PERSOALAN DUNIAWI DAN UKHRAWI. KETIKA ITULAH, MENDADAK PADA TAHUN 488 H ATAU 1095 M IA MEMUTUSKAN PERGI DARI BAGDAD MENUJU DAMASKUS – UNTUK MENCARI KETENANGAN DAN KESEJATIAN HIDUP. IA TINGGAL DI MASJID UMAWI BERSAMA SUFI. PERNAH SELAMA BEBERAPA BULAN IA MELAKUKAN ITIKAF DI MENARA MASJID, RIYADHAH DAN MUJAHADAH JUGA DIKERJAKANNYA HAMPIR SETIAP HARI.

Tak lama kemudian ia beranjak dari Damaskus menuju Palestina. Di Baitul Maqdis, Palestina, setiap hari ia bermunajat kepada Allah SWT. Di Qubah Asy-Syakhrah – gua di bawah batu cadas di tengah masjid tempat para nabi bermunajat. Semua pintu ia kunci, sehingga tidak ada yang mengganggunya. Setelah itu ia mengunjungi kota al-Khalil dan berziarah ke makam nabi Ibrahim. Setelah merasa cukup melakukan perjalanan rohaniyah, ia menuju Hijaz, (kini Arab Saudi), untuk menunaikan ibadah haji di Mekah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah.

Setelah menunaikan rukun Islam yang kelima, ia pergi ke Iskandariyah, Mesir dan tinggal beberapa lama di kota pelabuhan itu. Tetapi berkali-kali perguruan tinggi Nidzamiyah memanggilnya. Akhirnya ia kembali ke Baghdad untuk mengajar. Namun baru beberapa bulan tinggal di sana, ia tidak betah. Maka pergilah ia ke Thus mendirikan sebuah Madrasah bernama Khanaqah untuk memperdalam tasawuf. Di sana pula ia wafat pada usia 55 tahun pada tahun 1111 M atau 505 H.

Ikon tersendiri

Di kalangan para sufi, Imam Ghazali adalah ikon tersendiri. Ia sangat produktif, sementara karya-karyanya sungguh luar biasa. Dalam beberapa tulisannya, tasawuf disuguhkan dalam penalaran dan argumentasi yang sungguh mencengangkan. Hampir semua karyanya menjadi rujukan dan bahan penelitian hingga kini.

BAGI GHAZALI, TASAWUF MERUPAKAN HIMPUNAN ANTARA AKIDAH, SYARIAT DAN AKHLAK. BAGINYA PERJALANAN SPRITUAL SESEORANG MAMPU MENJERNIHKAN HATI SECARA BERKESINAMBUNGAN SEHINGGA MENCAPAI TINGKAT MUSYAHADAH (KESAKSIAN).

Menurut Ghazali, kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna kecuali dengan mengikuti jalan Allah yang di lalui secara bertahap. Tahapan itu antara lain tobat, sabar, kefakiran, zuhud, tawakal, cinta dan makrifat. Setelah ketujuh tahapan itu, manusia memperoleh Ridla. Oleh karena itu seseorang yang mempelajari taawuf wajib mendidik jiwanya. Lebih dari itu juga harus mendidik akhlaknya. Menurut dia, hati adalah cermin yang sanggup manangkap makrifat. Kesanggupan itu terletak pada hati yang jernih dan suci.

Setiap karya Ghazali mempunyai keunikan tersendiri dengan gagasan-gagasan yang orsinil. Tidak kurang dari 228 kitab ditulisnya, meliputi berbagai disiplin ilmu, anatara lain, tasawuf, Fikih, Teologi, Logika, dan Filsafat.

Di antara karya-karyanya adalah “Ihya Ulumuddin, Bidayat al-Hidayah, Misykat al-Anwar, Minhaj al-Abidin ila Jannati Rabbil Alamin, al-Munqidz min al-Dhalal, al-Arbain fi Ushuluddin, dan lain-lain. Yang paling berbobot ialah Ihya Ulumuddin, yang terdiri dari empat jilid, kitab ini memuat segudang teori dan jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang mendalami tasawuf. Hingga kini kitab yang sangat monumental ini menjadi bacaan wajib di beberapa pesantren salaf.

JANGAN LUPA, GHAZALI BUKAN HANYA PAKAR TASAWUF, IA JUGA KAMPIUN DALAM ILMU FILSAFAT. DUA KARYANYA DI BIDANG FILSAFAT YANG SANGAT MENGAGUMKAN IALAH TAHAFUTU AL-FALASIFAH DAN MAQASISHID AL-FALASIFAH. DI ZAMANNYA BELUM ADA SEORANG PUN YANG MAMPU DAN BERANI MENGKRITIK PEMIKIRAN PARA FISUL DENGAN SENJATA LOGIKA. MAKA LAYAKLAH JIKA MENDAPAT JULUKAN HUJJATUL ISLAM ATAU TEMPAT KAUM MUSLIMIN MERUJUK ILMU AGAMA.

Sayang, sebagian besar karya besar Imam Ghazali yang sudah menjadi harta budaya dan khasanah intelektual itu musnah dibakar oleh tentara mongol yang menyerbu Baghdad abad XIII, sehingga yang tersisa tinggal 54 kitab. Kitab tafsirnya yang 40 jilid ikut musnah. Bayangkan, betapa kaya khasanah intelektual kita andai semua karya Hujjatul Islam masih utuh….!

Pujian dan Teguran Sang Adik

Banyak cerita menarik seputar Imam Ghazali, yang paling terkenal ialah cerita tentang Ahmad, adiknya, melalui jalan saudaranya inilah jalan tasawuf menjadi pilihan Ghazali. Saking berterima kasihnya Ghazali mendedikasikan sebuah kitabnya, Madhunun bih Ala Ghairi Ahlih, untuk sang adik. Cerita tentang adik kakak ini sering diperdengarkan di pesantren-pesantren.

Alkisah, suatu hari Ghazali menjadi Imam shalat di masjid, sementara adiknya menajdi makmum. Ketika itu adiknya melihat tubuh sang kakak berdarah, maka ia pun membatalkan makmum kepada kakaknya, dan meneruskan shalat sendiri. Usai shalat, Ghazali bertanya, “Mengapa kamu membatalkan makmum kepadaku?” jawab Ahmad, adiknya, “Aku melihat kanda penuh darah.”

Sejenak Ghazali termenung. “Memang dalam shalat saya sedang berpikir tentang persoalan haid.” Adik kandung Imam Ghazali memang dikenal sebagai ahli Kasyf, mampu melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang awam. Seketika itu Ghazali sadar tentang pentingnya dunia sufi. Dan kejadian inilah yang mendorongnya mendalami tasawuf.

Maka ia memutuskan untuk menjadikan tasawuf sebagai jalan mengenal Allah – yang tujuan akhirnya disebut makrifat. Menurut Ghazali, makrifat tidak hanya berarti mengenal Allah, tetapi juga mengenal alam semesta. Makrifat bukan hanya pengenalan biasa, meliankan juga ilmu yang tak diragukan kebenaranya, yang disebutAinu al-Yaqin – tersingkapnya sesuatu secara jelas, tidak ada keraguan, tidak mungkin salah dan keliru.

Makrifat sebenarnya diperoleh melalui llham. Allah memancarkan Nur ke dalam kalbu seseorang agar ia mengenali hakikat Allah dan segala ciptaannya. Hanya kalbu yang bersihlah yang bisa menerima Nur Ilahi. Apa syaratnya? Harus menyucikan diri dari dosa dan tingkah laku tercela, membersihkan diri dari keyakinan selain keyakinan kepada Allah. Kalbu harus total berdzikir kepada Allah sehingga dapat mencapai fana (kesirnaan) secara total. Jika sudah mampu mencapai tahapan ini (maqamat), ia bisa mendapatkan mukasyafah (mampu menjawab persoalan) dan musyahadah (mampu melihat Allah dalam hati).

Banyak pujian dialamatkan kepadanya, orientalis beken seperti H.A.R. Gibb menyejajarkan Imam Ghazali dengan filsuf Nasrani ST Agustinus atau pembaharu Kristen Martin Luther. Gibb menulis dalam sebuah bukunya, nama yang terkait dengan pembaharuan pemahaman agama adalah Al-Ghazali, pembaharu agama yang sederajat dengan St. Agustinus dan Martin Luther dalam pendangan keagamaan dan kemampuan intelektual. Cerita tentang perjalanan spritualnya sungguh menawan hati dan sangat bernilai. Bagaimana ia menemukan dirinya sendiri dalam pemberontakannya melawan keruwetan para teolog yang berusaha mencari realitas tertinggi lewat seluruh sistem keagamaan dan filsafat muslim pada masanya.

Sementara menurut Samuel M. Zwemer, ilmuwan asal Jerman dan peneliti dunia sufi, ada empat tokoh yang paling besar jasanya terhadap Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari RA yang berjasa dalam pengumpulan Hadits, Imam Asy’ari sebagai teolog terbesar dan penentang rasionalisme, dan Imam Al-Ghazali sebagai sufi dan pembaharu.

Al-Ghazali telah meninggalkan pengaruh paling luas atas sejarah Islam dibanding siapapun setelah Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 21 Desember 2016

Kisruh Kronis Pengelolaan Apartemen

DI PROPINSI DKI JAKARTA ADA SEKITAR 184 KAWASAN APARTEMEN YANG DIHUNI SEBAGIAN BESAR WARGA JAKARTA DENGAN JUMLAH BERKISAR : 1 (SATU) JUTA UNIT.

Kisruh pengelolaan rumah susun/apartemen, bagai penyakit kronis yang sulit disembuhkan.
Dalam kondisi sepert itulah pada hari Rabu 21 Desember 2016 segenap warga yang mewakili Pemilik dan Penghuni Rumah Susun/Apartemen di Jakarta datang menemui Bapak DR. Soni Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta. Adapun maksud dan tujuannya guna menuntut penyelesaian permasalahan Rumah Susun/Apartemen di DKI Jakarta yang telah berlangsung puluhan tahun yang hingga kini belum ada jalan keluarnya untuk diselesaikan secara tuntas.

Banyaknya laporan dan keluhan yang terjadi dari pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen terkait tindakan kesewenang–wenangan para pengelola/anak perusahaan dan/atau perusahaan afiliasi dari perusahaan pengembang/pihak swasta/Badan Pengelola (BP). Mereka memang berkemampuan financial yang besar, sehingga begitu entengnya melakukan tindakan kesewenang-wenangan kepada warga pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen. Tak ayal lagi pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen merasa jengkel dan nyaris putus asa, karena selaku warga negara Indonesia dibuat bingung harus kemana lagi mencari keadilan atas hak-hak nya telah direnggut oleh segelintir pihak korporasi (Pengembang) yang hanya mementingkan profit dan kapitalisme semata.

Adapun permasalah yang kekrap muncul ke permukaan, antara lain:

1. Persoalan PLN dan PAM

a. Tidak ada Pendaftaran secara sah atas Warga sebagai konsumen resmi PT. PLN dan PT. PDAM sehingga muncul swastanisasi pengelolaan dan penjualan listrik secara illegal yang dimana PLN lepas tangan tidak mau melayani.

b. Penetapan harga jual satuan atas listrik yang semena-mena oleh pengelola yang ditunjuk pelaku pembangunan melebihi dari tarif yang ditentukan pemerintah berdasarkan Peraturan Perundang-undangan dimana dilakukan oleh swasta/Pengembang.

c. Penyalahgunaan alat KWH meter dijadikan sebagai alat indimidasi kepada warga dengan cara pemadaman listrik dalam setiap perselisihan/permasalahan dengan warga.

2. Harta milik Bersama

a. Sertifikat HGB tanah milik bersama tidak bersedia (sangat lama) dilakukan balik nama kepemilikan (masih tetap atas nama pengembang).

b. Sertifikat Hak Milik atas ruang milik bersama tidak bersedia dibalik nama kepada badan hukum (P3SRS bentukan warga) sehingga masih atas nama Pengembang.

c. Benda milik bersama masih dikuasai oleh Enjinering dan sekuriti Pengembang.


3. Sertifikat Perorangan
a. Pengembang Tidak memberikan Pertelaan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari sertifikat Perorangan.

b. Banyak apartemen yang sampai saat ini tidak melakukan penerbitan/pecah sertifikat perorangan (yang merupakan kewajibannya). Sehingga tidak ada kepastian hukum dan warga disebut sebagai pinjam pakai, keadaan ini telah berlangsung puluhan tahun.

4. Pengelolaan

a. Dengan rekayasa hukum seperti diatas pelaku pembangunan melakukan Pengelolaan yang semena-mena dengan cara main hakim sendiri seperti halnya hukum rimba.

b. Pengelolaan dana IPL tidak transparan dalam penggunaannya dan membuat tagihan dengan cara memaksa warga agar mengakui hutang.

c. Badan Pengelola ditunjuk tanpa tender bersifat Monopoli sehingga tidak kompetitif, pelayanan tidak maksimal, kualitas tidak standar tidak ada Good Corporate Governance.

d. Pengelolaan bersifat menguasai harta kekayaan untuk hak dan kepentingan pengembang atas asset yang sudah terjual.

5. Keberadaan P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun)

a. Pemerintah/Pemprov DKI Tidak bersedia mengesahkan P3SRS bentukan warga sesuai UU No. 20 Tahun 2011 dengan alasan pemerintah menunggu perintah/persetujuan dari pengembang, dimana permohonan pengesahan yang diajukan warga kepada Pemprov DKI semua masih dipending dikarena pengembang belum menyetujui.

b. Pengaduan Warga atas sejumlah P3SRS yang diduduki oleh pihak luar (bukan warga setempat) bukan pemilik/penghuni adalah staf pengembang agar dikoreksi dengan memfasilitasi pemilihan ulang tidak pernah dilayani. P3SRS boneka ini selalu semena-mena dalam menetapkan biaya IPL serta membuat perjanjian hutang kepada pengembang secara melawan hukum.
c. Sejumlah P3SRS Warga yang telah ada pengesahan dari Pemprov diabaikan oleh pengembang dan permohonan penyelesaian kepada Pemprov hanya menjadi ajang saling lempar tanggung jawab antara Pemprov dan Disperum.

Sebelum nya pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen telah melakukan pengaduan keseluruh jajaran instansi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun yang didapatkan bukannya penyelesaian tetapi bentuk kriminalisasi kepada warganya. Aparat penegak hukum dalam hal ini institusi POLRI telah mentersangkakan beberapa pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen yang menuntut haknya sebagai warga negara Republik Indonesia, dan juga telah menyampaikan pengaduan kepada Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian ESDM, PT. PLN, Kementerian Keuangan dalam hal ini DIRJEN PAJAK, KPK, namun hingga saat ini belum mendapat jawaban atas pengaduan tersebut.

Para owner, selaku warga negara indonesia yang dijamin hak konstitusionalnya dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu : “setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan bebas dari intimidasi pihak manapun”. menuntut penyelesaian dari instansi berwenang dari banyaknya permasalahan dilakukan terutama oleh pengembang yang dapat menjadi isu nasional pemecah Negara Kedaulatan Republik Indonesia dan mengakibatkan terjadinya beberapa aksi demonstrasi/tindakan anarkis di beberapa Rumah Susun/Apartemen terkait dengan permasalahan yang telah terjadi bertahun tahun lamanya tanpa adanya kepastian hukum penyelesainnya.

Oleh karena itu pemilik/penghuni Rumah Susun/Apartemen memohon kepada Bapak DR. Soni Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta agar dapat :

1. Menindak tegas aparat/dinas terkait yang menyalahgunakan kewenangannya.
2. Menghentikan tindakan intimidasi terhadap penghuni satuan rumah susun.
3. Menginstruksikan jajarannya untuk segera bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait UU Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun.
4. Menginstruksikan jajaran/dinas terkait untuk memfasilitasi serah terima pengelolaan dari pengembang kepada P3SRS bentukan murni warga agar dikemudian hari tidak lagi dijumpai permasalahan yang serupa.

Hal ini disampaikan semata-mata karena jajaran dibawah kepemimpinan Bapak (dalam kapasitas sebagai. Gubernur DKI Jakarta) tidak berfungsi selayaknya sesuai peraturan perundang-undangan. Kami merasa miris dengan sikap Gubernur DKI Jakarta yang tidak berpihak kepada warga Rusun, bahkan telah putus asa dan bingung harus kemana lagi mencari keadilan atas hak-hak kami yang direnggut oleh segelintir pihak korporasi (Pengembang) yang hanya mementingkan kapitalisme semata.

Segenap warga Rumah Susun/Apartemen berharap Bapak DR. Soni Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta dapat segera menyelesaikan permasalahan2 kami secara tuntas dan sesegera mungkin. Sehingga dengan demikian diharapkan terjalinnya hubungan harmonis dan damai serta sejahtera di antara pemilik/penghuni dengan pengembang/badan pengelola serta dengan pemerintah Republik Indonesia sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.