Kamis, 28 Februari 2013

Booming Apartemen Melahirkan Ladang Emas Baru


KonsPro (27/2) JAKARTA - PERTUMBUHAN apartemen dan kondominium sangat pesat di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Fenomena itu sangat menonjol terjadi di sejumlah kota besar, seperti wilayah Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Jones Lang LaSalle menyebutkan pada tahun ini saja bakal masuk pasokan kondominium baru di Jakarta sebanyak 14.900 unit, yang datang dari 40 proyek baru. Jumlah pasokan itu bakal bertambah lagi sekitar 11.600 unit hingga 2014 sehingga total tambahan sampai 2014 mencapai 26.500 unit.


Sedangkan jumlah kondominium yang excisting mencapai 76.309 unit ditambah dengan excisting apartemen sewa sebanyak 7.814 unit. Pertumbuhan apartemen yang luar biasa itu, melahirkan peluang bisnis baru yang tidak kalah gurih keuntungannya, yaitu bisnis estate management. Banyak bisnis jasa yang muncul seiring dengan perkembangan gaya hidup di hunian vertikal. Untuk mengetahui potret bisnis itu, Kreditproperty mencoba mendalaminya dari Bambang Setiobudi, Presdir PT Prima Buana Internusa, salah satu pemain utama di bidang jasa estate management. Berikut rangkumannya:

Bagaimana Anda melihat perkembangan produk apartemen di Indonesia saat ini?

Pertumbuhan apartemen di Indonesia sangat cepat, terutama di Jakarta. Banyak apartemen baru yang bermunculan sehingga setiap tahun ada tambahan unit apartemen dalam jumlah cukup banyak. Agung Podomoro Group adalah salah satu pengembang yang banyak melahirkan proyek apartemen baru di Jakarta. Munculnya banyak apartemen baru membutuhkan jasa pengelolaan gedung karena setiap apartemen yang dibangun mesti ada pengelola yang merawat dan memberbaikinya.

Jadi banyaknya apartemen baru melahirkan bisnis baru pula?

Benar. Penghuni atau pemilik apartemen membutuhkan perusahaan pengelola gedung yang handal agar bisa memilihara gedung tempat mereka tinggal supaya tidak kumuh dan menurunkan nilai jual aset karena tidak terawat. Dalam aturan operasional gedung apartemen kan dalam 2 tahun pertama akan menjadi tanggungjawab pengembang untuk mengelolanya. Setelah itu akan diserahkan kepada penghuni melalui PPRS [Perhimpunan Penghuni Rumah Susun PPRS]. PPRS bisa mengelola sendiri apartemen yang mereka huni, tapi kalau tidak maka tentu diserahkan kepada perusahaan estate management. Di sinilah peluang itu munculnya karena kalau diserahkan kepada perusahaan estate management maka harus dilakukan oleh perusahaan profesional dengan berbadan hukum.

[NB: Pemberian jasa estate management tidak gratis. Penghuni apartemen atau rusun dikenakan biaya service charge. Rerata biaya service charge apartemen di Jakarta sekitar Rp5000 per M2 per bulan untuk kelas rumah susun milik dan sampai Rp20.000 per M2 untuk apartemen mewah atau kelas premium. Biaya service charge ini untuk layanan yang bersifat umum dalam pengelolaan apartemen sehingga tidak termasuk jasa layanan privat yang harus ditanggung lagi oleh pemilik unit apartemen]

Apa saja peluang baru yang muncul dari pengoperasian apartemen?

Agung Podomoro Group melihat banyak peluang untuk mendapatkan profit dari property management sehingga memutuskan mendirikan perusahaan ini sejak 6 tahun lalu melalui akuisisi perusahaan yang sudah berbadan hukum. Disadari, tidak mungkin Agung Podomoro mengelola sendiri semua proyek apartemennya yang jumlahnya sangat banyak. Dengan perusahaan khusus property management memungkinkan pengelolaan manajemen apartemen menjadi lebih fokus. Ada banyak jasa yang dikelola terkait dengan jasa property management ini. Kami membuat divisi secondary market untuk membantu menyewakan fasilitas umum milik pengembang dan penghuni yang menjadi bagian dari milik bersama. Juga bisa menyewakan unit apartemen yang mau disewakan. Ini cukup berhasil sejauh ini.

Bahkan kami bisa mendapatkan penyewa Base Transceiver Station (BTS) dengan nilai sewa mencapai Rp45 miliar. Hasil sewa ini diberikan kepada pemilik unit partemen melalui PPRS. Tidak hanya berorientasi profit, property management juga membidani proyek ramah lingkungan melalui program pengelolaan sampah hijau yang mengolah kompos ramah lingkungan. Ada banyak pihak terlibat dalam proyek go green ini, seperti perusahaan rekanan dan pemulung. Para pemulung mendapatkan penghasilan dari penjualan barang-barang an-organic yang dapat didaur ulang. Sisanya kami cacah menjadi kompos. Tidak berhenti sampai di situ, property management ternyata juga membuka peluang bisnis di bidang IT. Kami telah membuat beberap program billing system yang menggabungkan produk dari bank utama dengan sms billing. Ada pula mobile application untuk check list unit-unit, lelang secara eletronik, hingga kanal siaran komunitas untuk penghuni apartemen kami yang sangat banyak.

[NB: PT Prima Buana Internusa adalah anak usaha baru dari Agung Podomoro Group, yang diakuisisi sejak 6 tahun lalu. Perusahaan estate management ini saat ini mengelola sekitar 50.000 unit apartemen di 30 lokasi dengan total luas bangunan mencapai 2,9 juta M2. Pada tahun ini menargetkan mendapatkan tambahan klain baru sebanyak 5-6 proyek apartemen baru dengan tambahan sekitar 4000 unit.](kreditproperty.com)

Selasa, 26 Februari 2013

Menyoal Investasi Saham

Jakarta - Meskipun investasi saham bisa dibilang tinggi imbal hasilnya, namun belum tentu semua orang cocok berinvestasi saham. Demikian pula investasi properti, emas, obligasi, dan yang lainnya. Jika teman Anda cocok berinvestasi pada sebuah instrumen investasi, belum tentu investasi tersebut adalah yang terbaik untuk Anda. Mengapa demikian ?
Setiap orang mempunyai latar belakang dan tujuan investasi yang berbeda. Selain itu setiap orang tercipta unik dengan karakter yang berbeda-beda dan juga tingkat kemampuan finansial yang berbeda pula. Jadi jika teman Anda merasa cocok pada sebuah jenis investasi, jangan asal ikut-ikutan. Lalu, bagaimana caranya menentukan jenis investasi yang cocok bagi kita?

Yang pertama, tentukan berapa banyak modal yang Anda miliki. Dengan menentukan modal, hal ini berarti Anda sedang menghitung berapa banyak “peluru” yang Anda punya. Jika Anda memiliki modal kecil, Anda bisa memilih investasi reksa dana, yang dapat dibeli dari nominal beberapa ratus ribu rupiah saja, berjenjang hingga jutaan rupiah. Investasi obligasi, misalnya ORI (Obligasi Ritel Indonesia) membutuhkan dana minimal sebesar Rp 5 juta. Bagaimana dengan saham? 

Meskipun saat ini banyak sekuritas yang memberi penawaran sangat menarik, yaitu membuka rekening dengan dana sangat kecil, namun paling tidak Anda membutuhkan dana Rp 10 juta ke atas untuk membeli saham-saham lapis pertama hingga lapis kedua. Saham-saham lapis ketiga yang sangat murah harganya cenderung tidak likuid dan beresiko tinggi.

Yang kedua, tentukan tujuan Anda berinvestasi. Untuk apa Anda berinvestasi ? Misalnya saja, jika Anda memilih berinvestasi untuk tabungan anak jangka panjang, maka investasi saham jangka panjang, atau reksa dana saham adalah pilihan tepat. Namun jika tujuan Anda berinvestasi adalah untuk menyimpan dana untuk naik haji selama dua tahun ke depan, maka pilihan berinvestasi pada obligasi/reksa dana pendapatan tetap adalah pilihan yang tepat karena memiliki tingkat resiko lebih rendah daripada reksa dana saham.

Yang ketiga, tentukan profil resiko Anda. Investasi berdasar urutan tingkat resiko dan imbal hasil :

Deposito 
Obligasi
Reksa dana, terdiri dari Reksa dana pasar uang, Reksa dana pendapatan tetap, Reksa dana campuran, Reksa dana Saham
Saham
Berinvestasi dalam deposito memiliki tingkat resiko paling rendah,namun juga imbal hasil yang sangat rendah sekitar 6% jauh di bawah tingkat inflasi yang rata-rata berkisar 10% per tahun.

Obligasi adalah pilihan tepat bagi Anda yang memiliki profil resiko moderat, namun menginginkan imbal hasil di atas deposito. Namun, Anda harus selektif dalam memilih obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena adanya resiko gagal bayar. Untuk meminimalkan resiko gagal bayar, Anda bisa memilih obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang dapat dibeli dengan minimal dana Rp 5 juta hingga maksimum Rp 3 miliar.

Di atas obligasi, ada reksa dana dengan berbagai jenjang profil resiko & imbal hasil pula. Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang memberikan tingkat imbal hasil tertinggi namun juga resiko cukup besar. Oleh karena itu, reksa dana saham sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan bingkai waktu besar (di atas 5 hingga 10 tahun) untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Nah, pilihan investasi yang terakhir adalah berinvestasi langsung pada bursa saham. Berinvestasi langsung pada bursa saham ini sangat menarik. Mengapa ? Jika Anda jeli dan cermat dalam memilih saham, dan menentukan level beli dan jual, maka Anda memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan / imbal hasil cukup besar. Namun jika Anda tidak cermat dan tidak disiplin di dalam mengelola portofolio dan emosi (rasa takut dan serakah), maka resiko yang muncul juga cukup besar.

Jadi jika Anda berminat untuk berinvestasi langsung pada instrumen saham, sebaiknya Anda cermat dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, dengan menggunakan Analisis Fundamental, dan menentukan timing beli / jual dengan memanfaatkan Analisis Teknikal.

Jika Anda malas belajar? Hmm… sebaiknya pertimbangkan lagi niat Anda untuk berinvestasi langsung dalam bursa saham. Lebih baik serahkan dana Anda pada manajer investasi/reksa dana yang terpercaya atau instrumen investasi lainnya.

Nah, demikian sharing dari saya tentang bagaimana memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Salam profit.

*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham

Keuntungan Investasi Properti


Banyak orang yang masih bingung bagaimana cara menginvestasikan modal yang mereka miliki. Tentu, setiap orang ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi yang mereka jalankan. Inilah yang kadang membingungkan karena tidak tahu harus pilih investasi mana. Bagaimanapun yang namanya investasi pasti selalu ada resiko. Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan besar maka harus berani hadapi kerugian besar pula.

Tetapi sebenarnya tidak pula semua investasi seperti itu. Jika Anda jeli maka ada juga investasi yang punya resiko yang bisa ditekan. Investasi apa yang bisa menghasilkan keuntungan maksimal namun punya resiko rendah? Itu adalah investasi properti.

Keuntungan Investasi Properti

Kuncinya adalah bersabar dalam menjalankan investasi properti ini. Investasi properti sendiri memberikan keuntungan laba yang sangat menggiurkan untuk ke depannya. Ya, yang dibutuhkan adalah waktu yang memang bisa dikatakan tidak singkat tetapi bisa sampai beberapa tahun. Investasi properti termasuk dalam jenis investasi jangka panjang.

Meski memang butuh waktu yang cukup panjang, ada beberapa keuntungan dan alasan Anda harus mencoba jenis investasi properti ini, yakni sebagai berikut:
Harga tanah / properti hampir selalu nyaris mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. 
Tidak pernah ada yang mendengar bahwa harga tanah turun. Mengapa seperti itu? Karena penduduk bumi semakin padat, sementara itu mereka semua pasti semua butuh tanah untuk tempat tinggal atau lokasi usaha. Oleh karena itu, permintaan dan penjualan pasti akan terus berlangsung.
Investasi bagi orang kaya
Tahukah Anda bahwa menurut penelitian hampir semua orang kaya yang ada di dunia pasti punya investasi properti. Mereka punya modal yang cukup untuk membeli properti sebagai simpanan dan pastinya tidak rugi untuk berinvestasi pada properti mengingat pada poin ke-1. Oleh karena itu, banyak orang kaya yang menanamkan modal mereka ke properti.
Keuntungan berlipat
Investasi properti tidak hanya memberikan laba dari selisih harga saja tetapi berlipat atau ganda! Harga tanah yang terus mengalami kenaikan sudah dipastikan memberi keuntungan, tetapi Anda pun bisa memperoleh keuntungan dari bangunan yang didirikan di atas tanah tersebut dengan cara disewakan.
Kenaikan harga tanah melebihi kenaikan inflasi
Sudah bukan rahasia lagi jika setiap tahunnya, kenaikan inflasi begitu tinggi sehingga nilai uang semakin berkurang. Namun, properti tidak seperti itu. Bahkan kenaikan harga properti melebihi nilai inflasi sehingga dapat menjadi jenis investasi yang harus Anda coba!
Bisa menjadi jaminan
Anda yang butuh modal untuk usaha lainnya bisa menggunakan tanah / properti sebagai jaminan pada bank pemberi kredit. Dengan begitu, Anda bisa memutar keuntungan tidak hanya pada keuntungan tanah / menyewakan tetapi dengan menjadikannya agunan agar dapat membuka usaha lain dan tentunya memperoleh keuntungan.
Nilai investasi properti mengalami peningkatan terus-menerus
Anda yang ingin usaha sedikit mencari informasi bisa menekuni investasi properti ini. Caranya adalah dengan mencari daerah yang masih sepi namun berprospek ke depannya. Biasanya harga tanah di tempat seperti itu cenderung masih murah tetapi di kemudian hari dapat memberikan keuntungan berkali-kali lipat! Ya, tidak heran karena daerah yang kala itu sepi bisa saja dikembangkan menjadi daerah pusat perekonomian dan perniagaan sehingga otomatis meningkatkan nilai jualnya.

Oleh karena itu, jangan ditunda lagi untuk melakukan investasi properti jika memang Anda punya modal untuk itu. Tanah semakin sedikit sementara itu permintaan semakin banyak – keuntungan investasi properti pun semakin maksimal! (Sumber:5persen.com)

Minggu, 24 Februari 2013

7 Cara Menjadi Agen Properti Yang Powerful

1. Persiapkan diri Anda

a. Tetapkan tujuan

Bayangkan Anda sedang mencari taxi di pinggir jalan. Setelah berhasilmendapatkan taxi, Anda naik ke taxi dan Anda tidak memberi tahu kemana Anda akan pergi. Dan ketika sang supir bertanya kemana, Anda menjawab “tidak tahu, belum pasti”

Mungkin saja bapak supir taxi akan bingung (menganggap Anda gila) atau malah gembira karena dia akan membawa Anda berputar-putar keliling kota dan Anda harus membayar argonya.

Salah satu bagian dari menetapkan tujuan adalah Anda harus mengambil keputusan. Ke-PUTUS-an, jadi benar-benar putus. Ini adalah bagian yang kelihatannya sepele, tapi membutuhkan ketegasan. Tujuan Anda untuk mendapatkan penghasilan yang fantastis dari real estate, membutuhkan sebuah keputusan untuk berkomitmen menjadi yang terbaik.

Ora Et Labora. Dengan berdoa, iman kita bertambah. Seperti yang diajarkan dalam The Secret, Law of Attraction, hukum tarik menarik adalah iman. Apa yang Anda yakini, Anda imani, akan terjadi. Sebab itu ber-imanlah.

b. Siap mental entrepreneur . Sebagai Agent Anda adalah pengusaha, bukan sebagai karyawan. Anda bebas menetukan jam kerja Anda, jumlah hari kerja Anda dalam seminggu. Sebagai pengusaha Anda tentu memerlukan modal (kartu nama, brosur, iklan) dan biaya operasional seperti telpon, bensin, iklan dll. Jika Anda seorang Independen Broker atau biasanya disebut Makelar Tradisional, Anda harus menanggung semua biaya-biaya tsb, sendiri.

c. Suka memberi. The more you give, the more you get. Itulah hukum Allah. Siapa menabur, menuai pula. Anda bersedia “walk for extra mile”. Pembeli rumah Anda yang mungkin pindahan dari luar kota yang membutuhkan informasi mengenai Penyalur Babysitter, supermarket terdekat.

d. Manajemen waktu. Sebenarnya waktu tidak bisa di-manage, yang Anda manage adalah diri Anda sendiri dalam menggunakan waktu, yaitu Action Anda (aktifitas Anda). Anda harus mampu mengatur prioritas : mana yang penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, atau tidak penting & tidak mendesak. Satu-satunya hal yang penting dan mendesak dalam bidang Property Agent adalah : MENJUAL. Menjual diri Anda dan Listingan Anda. Jika Anda tidak bisa “menjual” diri Anda, sangat sulit untuk seseorang menitipkan rumahnya untuk Anda pasarkan. Menjual Listingan Anda akan dibahas dalam poin 4 (Menggunakan semua tools yang ada). Kita diberi waktu yang sama 24jamsehari. Hidup yang seimbang adalah 8 jam untuk keluarga/bersantai, 8jam untuk tidur & 8 jam untuk bekerja. 8 jam yang terakhir inilah yang harus Anda maksimalkan untuk MENJUAL.

2. Listing sebanyak - banyaknya, menguasai daerah tertentu. Marketing adalah Numbers Game. Dari 20 listing, 1 terjual. Jadi jika Anda ingin menjual 2, berarti Anda harus punya 40 listing. Rasio tergantung dari kemampuan Anda menemukan listing yang berkualitas. Semakin banyak Listing berkualitas, semakin besar kemungkinan Anda closing. Coba tanyakan kepada Agent pada umunya, berapa rasio mereka. Lalu coba periksa, berapa jumlah listingan Anda. Jika rasio rata-rata Agent adalah 1:40 (1 closing diantar 40 listing), dan Anda hanya punya 5 listing, berarti Anda sedang menunggu keajaiban.

3. Belajar menganalisa. Setidaknya ada 3 cara untuk menghitung sebuah rumah, dari sisi Replacement Value, Sales Comparison Approach dan Income Capitalization Approach. Ikuti pelatihan “Fundamental to Property Investment”

4. Menggunakan semua tools yang ada. Jika Anda sudah mempunyai cukup banyak Listing, pertanyaan selanjutnya adalah “berapa banyak orang yang tahu tentang listingan Anda?”. Semakin banyak yang tahu, kemungkinan untuk terjual semakin besar. Ibarat orang yang pergi berobat, Anda harus mencoba semuanya: dokter, tabib, dukun, sinshe dll. Begitu juga dengan menjual Listing Anda. Anda harus menggunakan spanduk, brosur, internet, iklan Koran, majalah, telpon, SMS, Open House dll, supaya orang yang tahu semakin banyak.

5. Terbuka, terus belajar. Dunia bergerak maju. Jaman berubah. Anda tentu tidak ingin ketinggalan. Anda tidak dapat menjalankan bisnis tanpa menambah pengetahuan dan skill Anda. Penggunaan Internet, mengikuti seminar pengembangan diri, pelatihan-pelatihan, suka membaca. Anda harus selalu suka belajar hal-hal baru, mengamati semua yang ada dalam dunia property,membaca semua yang berkaitan dengan property. Wawasan akan membuat Anda percaya diri dalam membangun hubungan dengan klien.

6. Mengembangkan network, menggunakan faktor kali. Satu orang Agent closing satu, satu Agent yang lain closing 444 transaksi dalam satu tahun. Apa yang membedakan? Mereka menggunakan faktor kali. Anda harus mengembangkan network, mau co-broking.

7. Pantang mundur, mengatasi keberatan & hambatan. Salah satu motivator berkata “Lipatgandakan kegagalan Anda”. Anda harus terus menerus take action, listing dan listing lagi. Jual dan jual lagi. Jika pintu yang ke 99 belum dibukakan, Anda harus terus mengetuk pintu yang ke 100 dan seterusnya. Jika Anda berhenti, siapa tahu pintu yang ke 101 dibukakan. Dan Anda tidak mendapatkannya, hanya karena kurang 1 langkah saja.

-------------------------------------------------------------------
FREE

FAST-START PROPERTY AGENT TRAINING SENILAI Rp 1,495,000
Syarat & ketentuan berlaku
Hubungi NITA TOBING - Pinrumah.com di 633 8080

Jumat, 22 Februari 2013

Memilih Investasi Terbaik

Jakarta - Meskipun investasi saham bisa dibilang tinggi imbal hasilnya, namun belum tentu semua orang cocok berinvestasi saham. Demikian pula investasi properti, emas, obligasi, dan yang lainnya. Jika teman Anda cocok berinvestasi pada sebuah instrumen investasi, belum tentu investasi tersebut adalah yang terbaik untuk Anda. Mengapa demikian ?

Setiap orang mempunyai latar belakang dan tujuan investasi yang berbeda. Selain itu setiap orang tercipta unik dengan karakter yang berbeda-beda dan juga tingkat kemampuan finansial yang berbeda pula. Jadi jika teman Anda merasa cocok pada sebuah jenis investasi, jangan asal ikut-ikutan. Lalu, bagaimana caranya menentukan jenis investasi yang cocok bagi kita?

Yang pertama, tentukan berapa banyak modal yang Anda miliki. Dengan menentukan modal, hal ini berarti Anda sedang menghitung berapa banyak “peluru” yang Anda punya. Jika Anda memiliki modal kecil, Anda bisa memilih investasi reksa dana, yang dapat dibeli dari nominal beberapa ratus ribu rupiah saja, berjenjang hingga jutaan rupiah. Investasi obligasi, misalnya ORI (Obligasi Ritel Indonesia) membutuhkan dana minimal sebesar Rp 5 juta. Bagaimana dengan saham?

Meskipun saat ini banyak sekuritas yang memberi penawaran sangat menarik, yaitu membuka rekening dengan dana sangat kecil, namun paling tidak Anda membutuhkan dana Rp 10 juta ke atas untuk membeli saham-saham lapis pertama hingga lapis kedua. Saham-saham lapis ketiga yang sangat murah harganya cenderung tidak likuid dan beresiko tinggi.

Yang kedua, tentukan tujuan Anda berinvestasi. Untuk apa Anda berinvestasi ? Misalnya saja, jika Anda memilih berinvestasi untuk tabungan anak jangka panjang, maka investasi saham jangka panjang, atau reksa dana saham adalah pilihan tepat. Namun jika tujuan Anda berinvestasi adalah untuk menyimpan dana untuk naik haji selama dua tahun ke depan, maka pilihan berinvestasi pada obligasi/reksa dana pendapatan tetap adalah pilihan yang tepat karena memiliki tingkat resiko lebih rendah daripada reksa dana saham.

Yang ketiga, tentukan profil resiko Anda. Investasi berdasar urutan tingkat resiko dan imbal hasil :

Deposito
Obligasi
Reksa dana, terdiri dari Reksa dana pasar uang, Reksa dana pendapatan tetap, Reksa dana campuran, Reksa dana Saham
Saham
Berinvestasi dalam deposito memiliki tingkat resiko paling rendah,namun juga imbal hasil yang sangat rendah sekitar 6% jauh di bawah tingkat inflasi yang rata-rata berkisar 10% per tahun.

Obligasi adalah pilihan tepat bagi Anda yang memiliki profil resiko moderat, namun menginginkan imbal hasil di atas deposito. Namun, Anda harus selektif dalam memilih obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena adanya resiko gagal bayar. Untuk meminimalkan resiko gagal bayar, Anda bisa memilih obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang dapat dibeli dengan minimal dana Rp 5 juta hingga maksimum Rp 3 miliar.

Di atas obligasi, ada reksa dana dengan berbagai jenjang profil resiko & imbal hasil pula. Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang memberikan tingkat imbal hasil tertinggi namun juga resiko cukup besar. Oleh karena itu, reksa dana saham sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan bingkai waktu besar (di atas 5 hingga 10 tahun) untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Nah, pilihan investasi yang terakhir adalah berinvestasi langsung pada bursa saham. Berinvestasi langsung pada bursa saham ini sangat menarik. Mengapa ? Jika Anda jeli dan cermat dalam memilih saham, dan menentukan level beli dan jual, maka Anda memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan / imbal hasil cukup besar. Namun jika Anda tidak cermat dan tidak disiplin di dalam mengelola portofolio dan emosi (rasa takut dan serakah), maka resiko yang muncul juga cukup besar.

Jadi jika Anda berminat untuk berinvestasi langsung pada instrumen saham, sebaiknya Anda cermat dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, dengan menggunakan Analisis Fundamental, dan menentukan timing beli / jual dengan memanfaatkan Analisis Teknikal.

Jika Anda malas belajar? Hmm… sebaiknya pertimbangkan lagi niat Anda untuk berinvestasi langsung dalam bursa saham. Lebih baik serahkan dana Anda pada manajer investasi/reksa dana yang terpercaya atau instrumen investasi lainnya.

Nah, demikian sharing dari saya tentang bagaimana memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Salam profit.

*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham

Kamis, 21 Februari 2013

Masalah KPR dan Antisipasinya

Banyak problem di seputar penyaluran KPR. Misalnya, permohonan KPR ditolak sehingga DP dipotong dan uang tanda jadi (booking fee) hilang. Untuk meminimalisir kemungkinan itu, kiat paling mudah adalah meminta KPR secara realistis atau yang benar-benar mampu dicicil.

Untuk itu sebelum mengajukan KPR, datangi kantor cabang bank dan buka komputer simulasinya. Masukkan data harga rumah, DP yang akan dibayar, periode dan bunga KPR reguler, serta penghasilan Anda per bulan. Komputer akan menampilkan cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Supaya lebih safe simulasi jangan hanya dengan satu bunga.

Kalau simulasi pertama 12 persen, yang kedua 13 atau 14 persen. Ini untuk mengantisipasi bila bunga naik akibat kenaikan bunga pasar, Anda tetap mampu membayar cicilan. Ingat, cicilan KPR tidak boleh lebih dari sepertiga penghasilan bersih. Bahkan, akan lebih baik bila rasio cicilan itu diturunkan menjadi seperempat atau seperlima dengan menambah DP, memperpanjang masa KPR, atau mencari rumah yang lebih murah.

Kiat itu juga berguna untuk menghadapi kemungkinan kenaikan tingkat bunga. Misalnya, kalau gaji Rp5 juta, ambil KPR dengan cicilan maksimal Rp1,3 juta/bulan. Jangan berspekulasi merekayasa data atau me-mark up gaji karena akan membuat KPR ditolak dan menyulitkan membayar cicilan kelak. Bila dari simulasi itu cicilan KPR masih memberatkan, ulangi simulasi dengan menambah uang muka, atau perpanjang periode KPR. Setelah didapat angka yang pas, baru ajukan KPR. Kalau dengan menambah DP dan memperpanjang periode KPR cicilan masih terasa tinggi, Anda harus mencari rumah yang lebih murah.

BI checking
Kalau pernah mendapat kredit di bank lain, sebaiknya riwayat cicilannya cukup baik. Terlebih, kini ada sistem yang disebut “BI checking”. Melalui sistem itu bank bisa melacak riwayat kredit Anda di bank lain. Soalnya, kalau riwayat kredit Anda jelek, besar kemungkinan pengajuan KPR ditolak meskipun Anda sangat mampu mencicil.

Saat mengajukan KPR, seperti telah disinggung di atas, pertimbangkan juga faktor usia, profesi, jarak rumah ke kantor cabang bank, dan lain-lain. Bila Anda PNS dan saat mengajukan kredit sudah berusia 45 tahun, jangan memaksa meminta periode KPR 15 tahun karena KPR Anda akan ditolak.

Kalau Anda staf di sebuah perusahaan besar, bank akan dengan cepat mengabulkan permohonan KPR. Sebaliknya bila Anda artis, meskipun berpenghasilan ratusan juta sekali main sinteron, bank akan selektif memberikan KPR. Periodenya pun pendek. Pasalnya KPR adalah kredit jangka panjang. Sementara penghasilan artis sangat fluktuatif.

Mengajukan lewat developer
Baik juga mengajukan KPR ke bank yang bekerjasama dengan developer. Kemungkinan diterima lebih tinggi karena developer akan mengajukannya bersama konsumen lain secara kolektif. Bank juga senang karena dibantu developer dalam meneliti kelayakan debitor.
Pembelian rumah juga lebih aman karena bank tidak akan begitu saja bekerjasama dengan developer kalau track record-nya jelek. Developer pun berhati-hati memilih konsumen yang akan diajukan KPR-nya, yang benar-benar yang butuh rumah dan mampu membayar.

Tak ada salahnya membuat perjanjian dengan developer, uang muka baru dibayar setelah permohonan KPR dipenuhi. Bayar tanda jadi dulu. Kalau developer menolak, minta waktu dua tiga minggu untuk melunasi DP. Ini sangat mungkin karena sekarang umumnya uang muka bisa dicicil.

Dalam masa itu ajukan permohonan KPR. Biasanya paling lama dua minggu bank sudah memberi kepastian: permohonan KPR Anda diterima atau ditolak. Kalau lebih dari dua minggu belum ada kabar, hubungi bank untuk meminta kepastian. Di sini pentingnya mengajukan kredit ke bank yang profesional menyalurkan KPR.

Memiliki rekening dan menyertakannya dalam aplikasi KPR juga membantu meyakinkan bank akan kemampuan finansial Anda. Akan makin bagus bila sebagian dana di rekening itu dipindahkan ke bank di mana Anda meminta KPR.
Bisa juga permohonan KPR ditolak karena bunga KPR di sebuah bank terlalu tinggi dan periode KPR yang disediakan terbatas. Kalau ini soalnya, cari bank yang memberikan bunga lebih kompetitif dan masa KPR lebih panjang.

Status rumah
Status rumah juga suka menentukan. Bila yang dibeli dengan KPR rumah pertama yang akan dihuni sendiri, bank cenderung mengabulkan pengajuan KPR-nya meskipun gaji Anda pas-pasan. Pasalnya, untuk rumah pertama orang cenderung akan berupaya keras melunasi cicilannya. Sebaliknya untuk rumah kedua dan seterusnya bank akan jauh lebih ketat. Anda harus benar-benar memenuhi syarat.

Bisa juga permohonan KPR ditolak (sebutlah bank A) karena developer rumah yang Anda beli menerima kredit konstruksi dari bank yang berbeda (misalnya bank B). Sebenarnya ini jamak dalam dunia perbankan sepanjang pembayaran kredit konstruksi itu lancar. Bank B tinggal menyerahkan sertifikat yang sudah dipecah ke bank A, dan sebagai gantinya menerima dana sebesar KPR yang diminta debitor. Tapi, karena kredit konstruksi bermasalah, developer kesulitan mengurus pemecahan sertifikat karena sertifikat induk dijaminkan di bank B. Bank A pun menolak permohonan KPR Anda.

Ini menjelaskan kenapa di sejumlah perumahan developer membatasi pilihan KPR di bank tertentu. Dalam hal ini yang bisa Anda lakukan adalah mencari perumahan yang kredit konstruksinya tidak bermasalah, atau perumahan yang kredit konstruksi dan KPR-nya dari bank yang sama. Ringkasnya, beli rumah di perumahan yang dikembangkan developer yang kredibel.

Sertifikat
Masalah lain, sering saat KPR lunas sertifikat rumah belum bisa diambil. Penyebabnya beraneka. Misalnya, developernya nakal. Harusnya 3 – 6 bulan setelah Anda membayar bea balik nama (BBN), developer sudah memecah sertifikat dari sertifikat induk. Tapi, sebagian pengembang menunggu konsumen lain sehingga bisa mengajukan pemecahan sertifikat ke kantor pertanahan secara kolektif agar lebih murah. Akibatnya, bank juga terlambat menerima sertifikat.

Bisa juga developer sudah lama mengajukan pemecahan sertifikat. Tapi, kantor pertanahan belum memprosesnya. Atau bank kurang profesional menyalurkan kredit ke developer yang tanahnya bermasalah, sehingga pemecahan sertifikatnya juga bermasalah. Atau sertifikat sudah dipecah tapi pengadministrasiannya kurang rapi.Di sini, sekali lagi, pentingnya membeli rumah di perumahan yang dikembangkan developer dengan track record bagus, dan mengambil KPR dari bank yang profesional dalam penyaluran KPR. Dengan pengalaman panjang di bisnis KPR, bank tahu di mana potensi problem dan kiat meminimalisirnya. (housing-estate.com)

Jumat, 08 Februari 2013

Delapan Strategi agar Pinjaman Kita Disetujui Bank


Berikut delapan strategi agar pinjaman kita bisa disetujui oleh bank menurut pakar properti Bapak Joe Hartanto :

1. Mengajukan kredit ke sebanyak mungkin Bank
Kita seharusnya jangan pernah mengajukan kredit hanya satu bank jika berkenaan dengan pinjaman untuk investasi, karena setiap bank punya kebijakan yang berbeda-beda.


Kita selayaknya menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin bank agar peluang kita semakin besar, lagi pula dengan mengajukan kredit ke banyak bank, kita bisa membandingkan penawaran mana yang terbaik yang bisa kita ambil nantinya.

2. Ambil jangka waktu kredit bank yang paling lama. Makin lama waktu pinjaman kita, akan semakin menguntungkan, alasannya yaitu :


- Kalau jangka waktunya pendek, maka cicilannya menjadi besar dan menjadi terasa berat bagi kita, sehingga cashflow menjadi sedikit.


- Pengaruh inflasi, yaitu nilai cicilan kita semakin lama, semakin menurun walaupun angkanya sama, hal ini terjadi karena pengaruh inflasi yang semakin lama semakin tinggi.


- Nilai aset kita makin lama makin meningkat, sedangkan pokok hutang kita makin lama makin berkurang.

3. Mengetahui kemampuan kredit kita.


Analis bank akan menetapkan kemampuan membayar cicilan sebesar sepertiga dari penghasilan kita.


Misalkan, penghasilan kita 20 juta, kemudian ditambah penghasilan istri atau yang lain misalnya 10 juta, maka total penghasilan kita menjadi 30 juta setelah ditambahkan.Ini berarti kemampuan kita membayar cicilan kredit bank sebesar 10 juta perbulan (sepertiga dari jumlah penghasilan kita).

4. Ketahui harga reproduksi baru dari properti yang akan kita beli.


5. Pelajari siklus pengucuran kredit bank.


Dengan mengetahui siklus ini, kemungkinan besar kredit kita akan dicairkan, dibanding kita tidak tahu menahu tentang siklus pengucuran bank.

6. Menggunakan cashback dengan bijak.


Jika kita mendapatkan uang lebih dari pengucuran kredit bank, maka sebaiknya digunakan untuk tujuan produktif, atau kita investasikan lagi ke properti lain sehingga nantinya dapat menghasilkan keuntungan yang semakin berlipat.

7. Menjaga kepercayaan bank.


Maksudnya yaitu, kita harus menjaga nama baik kita dimata bank. Misalnya, kita jangan sampai telat membayar cicilan kredit setiap bulannya, karena dengan terlambatnya kita, maka dimata bank kita menjadi nasabah yang tidak disiplin, dan untuk jangka panjang jika kita mengajukan kredit lagi akan lebih sulit di cairkan.

8. Meminjam lagi Pinjaman pertama yang telah disetujui oleh bank akan menjadi catatan bagi kita, karena jika catatan kita baik dimata bank, maka untuk kedepannya kita bisa meminjam lagi, dan kemungkinan besar pasti disetujui oleh bank karena catatan baik ini. (Sumber PCM)

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...