Sabtu, 31 Desember 2011

Kamsuy dan Toilet Wanita


Sewaktu Kamsuy duduk termenung di ruang tunggu poliklinik ia merasakan ada sesuatu. Sesuatu itu lama2 koq jadi sesuatu banget. Ia sepertinya merasakan ada yang tidak beres dengan "tralalanya." Ia pun mulai sadar dan baru ngeuh kalau dirinya tengah kebelet pengen pipis. 

Tanpa peduli lagi dengan panggilan suster...sreeettt  Kamsuy melesat ke toilet. Setelah bebannya lepas betapa nyaman dan plongnya. Namun di luar dugaan ketika keluar dari toilet sudah berdiri seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Essy (bukan nama sesungguhnya) sedang bertolak pinggang dengan pandangan sinis ke arah Kamsuy.

Essy: “Heh, sampean itu bisa baca ga sich...”

Kamsuy: “Eh, ibu jangan menghina saya yah, saya ini masuk Telkom dari sarjana, gitu loh...”

Essy: “Masabodo sampean dari sarjana atow sarjono, yang saya tanya sampean bisa baca ga sich...”

Kamsuy: “Ealah, galaknya ibu ini, ya udah saya bisa baca bu, mangnya ada apa sich...??”

Essy: “Coba sampean baca yang diatas pintu itu, apa bacaannya?”

Kamsuy: (melirik ke tulisan) “To-i-let-wa-ni-ta...”

Essy: “Iya toch sampean tau kan kalo toilet ini untuk wanita?”

Kamsuy: “Iyah tau bu...”

Essy: “Terus kenapa sampean masuk toilet buat wanita?”

Kamsuy: (mulai jengkel dan menjawab sekenanya) “Eh, bu, saya tau toilet ini buat wanita, tapi harap Ibu juga tau yah, ini juga buat wanita???” (Kamsuy menunjuk ke arah sletting celana dan langsung ngeloyor pergi lagi ke ruang tunggu).

Essy : !$%#69@?? (cemberut).

====N425

Pesan moral: "Hidup tidak akan hidup jika Anda tidak membuat kesalahan.” (Joan Collins, artis Inggris)

Wawancara Imajiner dengan sang koruptor


(Wawancara Imajiner dengan Nurani Koruptor)








Catatan awal: Berikut adalah wawancara imajiner. Jawaban Sang Koruptor bukan lewat  mulutnya, tapi dari bisikan qolbunya. Pewawancara pun masuk ke dalam nuraninya. Sehingga  terasa begitu sangat intim hingga terbebas dari kebohongan. Sebuah wawancara blak-blakan, tanpa tedeng aling-aling. Bagaimana kalau kita simak saja...


Apa yang ingin Anda sampaikan di malam pergantian tahun ini?

Disaat detik-detik pergantian tahun ini, seperti umumnya disampaikan orang-orang, Aku pun ingin menyampaikan: “Goodbye 2011 dan Welcome 2012.” 

Namun entah mengapa, ya, terlintas dalam ingatanku ada kesedihan mendalam atas beberapa musibah yang dialami saudara-saudaraku di berbagai daerah. Aku pun pada kesempatan ini rasanya harus menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya atas berbagai musibah yang terjadi di udara, laut dan darat di negeri ini yang kerap terjadi begitu dahsyat hingga harus menelan banyak korban.

Ada uneg-uneg barangkali?

Ya, benar. Untuk menyambut kehadiran tahun baru kali ini, rasanya aku juga ingin mengumbar segala uneg-unegku. Tentang segala kejengkelan, kekalutan dan kebencianku. Tentang segala dosa, kekejian dan kezolimanku. Tentang ini dan itu yang acapkali tak bisa kupahami mengapa semua itu harus terjadi. Aku sesungguhnya ingin menumpahkan renungan seluruhnya di malam pergantian tahun ini.

Isu yang berkembang Anda seorang koruptor, benar?

Benar. Aku adalah Seorang Raja Koruptor. Tapi asal tau saja, aku adalah koruptor paling beruntung. Ini tentu saja lantaran mendapat kepercayaan menjadi “orang penting”. Lihat saja, hartaku begitu melimpah, hingga Aku kebingungan mau dikemanakan dan bagaimana cara menghabiskannya. Aku adalah seorang boss yang kata orang bernasib sangat mujur. Wajar, jika Aku terbiasa mendapat pujian dan dielu-elukan banyak orang. Terutama oleh para bawahanku, para mitra kerjaku, mitra aparat keamananku, para aparatur peradilanku, para tetanggaku, tidak terkecuali para sejawatku.Jadi masabodo dengan isu yang berkembang.

Wow, apa kiat suksesnya?

Selama ini Aku terbiasa didaulat sebagai orang hebat dan luar biasa. Hebat karena keberanianku, luar biasa karena kenekatanku. Mungkin, karena aku selalu berada dalam dua dimensi cukup ekstrim. Sebagai seorang pejabat tinggi sekaligus pejabat korup. Seorang pebisnis sejati sekaligus pebisnis licik. Seorang politisi terpandang sekaligus politisi busuk. Seorang idealis sekaligus seorang munafik.

Anda seorang pemimpin kontradiktif yang beruntung dong?

Orang-orang percaya, kalau aku dinaungi dewi fortuna. Bahkan Aku pun mendapat sandangan sebagai seorang pemimpin panutan. Seorang pemimpin yang berani, keras, tegas, tandas dan tanpa tedeng aling-aling. Walaupun sesungguhnya aku merasa diriku “tak berkepala.” Ingat "kepala" itu identik dengan pemimpin. Jadi jika aku tak berkepala itu berarti aku tak berkepemimpinan. Intinya adalah Aku sesungguhnya tak punya jiwa pemimpin.

Berarti Anda orang cerdas donk. Tapi darimana Anda peroleh harta yang melimpah itu?

Hartaku memang melimpah, namun itu lebih banyak dari hasil korupsi, kolusi dan nepotisme. Aku memang gemar memeras keringat bawahan. Aku manfaatkan orang-orang yang tak berdaya dan tentu saja Aku pemeras tangguh para mitra vendorku. Tapi jika ada orang menganggapku sebagai orang cerdas, hahahaha...aku rasa mereka keliru dan tertipu. Dalam nilai raport dan ijazah, rankingku berada di bawah rata-rata dan bahkan beberapa kali nyaris tidak naik kelas. Barangkali kehebatanku karena aku jago membual, jago menjilat ke atas, menekan ke bawah. Ahli menyikut ke samping kiri dan kananku. Selain, tentu saja, terampil memeras, menipu, berbohong dan berculas diri.

Berarti Anda termasuk orang nekad. Bagaimana bisa lepas dari jeratan hukum?

Aku memang tergolong orang teramat nekad hingga pernah didaulat si edan paling nekad. Tapi jangan lupa, gerak langkahku selalu dipandu ramalan feng sui dan jampi-jampi dukun sakti. Sehingga seberat apa pun Aku berhianat atau berbuat jahat pada orang, tak pernah sampai terjerat hukum. Apalagi kalau harus mendekam di sebuah pulau kecil terpencil nun jauh di seberang Cilacap sana.

Anda Luar biasa!! Sebagai pebisnis, bagaimana Anda memandang para mitra vendor?

Sebagai seorang pebisnis, aku sering tersenyum melihat kegoblokan para mitra kerja, termasuk para vendor di dalamnya. Mereka itu begitu gampang dibodohi dan ditaklukan, hingga tak sanggup lagi untuk mengatakan ’tidak’ padaku. Kuncinya tak terlalu sulit, cukup dengan upaya menekan dan mempersulit dengan prosedur berbelit. Kalau sudah begitu biasanya mereka akan segera melobiku. Aku pun diajaknya ke hotel berbintang lima. Atau ngajak "bercanda" lewat sepukul dua pukul di padang golf.

Lalu apa yang mereka berikan atau janjikan?

Pastinya aku diberikan "sesuatu" seraya “dijanjikan” kesenangan dunia. Ya, mulai dari pemberian sejumlah harta hingga kiriman wanita. Ini menjadikan kemitraaku dengan mereka semakin kental dan menyatu. Walaupun aku sadari yang mereka berikan itu adalah uang dari instansiku juga yang notabene adalah uang rakyat.Jadi antara Aku dan Vendor sesungguhnya adalah saling peras-memeras.

Lalu apa yang Anda berikan pada mereka itu?

Ya itu tadi, sebagai balas budi, maka kuberikan ia jalan mudah menuju tol bebas hambatan. Dalam arti aku mengganjarnya lewat kemenangkan tender.Tapi sebelum tender dimenangkan harus ada kejelasan berapa fee yang akan diberikan untuk dibagi-bagi dengan tim. Bila perlu fee itu diberikan duluan. Nominalnya 10% sebelum tender dan 10% lagi setelah tender dimenangkan.

Pernah disatroni penegak hukum?

Ya, pernah suatu ketika ada sebuah kasus menimpaku. Aparat hukum mendatangiku. Itu biasa. Mereka juga ingin kecipratan rezeki. Investigasi mereka seringkali mengada-ada. Tujuannya sama demi fulus. Karena itu, Aku begitu tenang seraya menguji sampai sehebat mana para petinggi hukum kita dalam membedah dan menuntaskan sebuah perkara. Aku  sudah hafal bagaimana mentalitas para penegak hukum dan aparatur peradilan kita. Apalagi jampi-jampi penyumbat mulut telah kugenggam erat. Bahkan aku sangat ahli menggunakannya dan kapan harus memanfaatkannya. Seperti biasa teori ”win-win solution” - semua senang semua tenang – telah sanggup membersihkan seluruh debu2 perkara. Bagai sebuah kemoceng menyapu debu di atas meja. Sementara jika ada yang tertangkap basah KPK. Itu karena apes saja. Mungkin karena mereka kurang bersodaqoh...hahaha....

Sebagai pebisnis, Anda juga sebagai pejabat negara, apa tidak cukup hidup dari gaji Anda?

Sebagai seorang pejabat negara aku sesungguhnya malu pada diriku untuk berterus terang. Malu karena harus kuakui, Aku pejabat yang tak pernah bisa jujur. Mungkin karena kondisi lingkungan yang korup dan watak dasar yang mengharuskan bermain-main dengan penghianatan. Namun kalau mau jujur dan hanya mengandalkan dari gajiku, darimana aku bisa makan di restoran jepang atau hotel five-star. Mana cukup untuk membiayai sekolah anak-anakku yang di luar negeri. Belum lagi arisan istri-istriku, tiga pembantuku, tip sekretarisku, dan tetek bengek biaya ekstra jatah maksiat. Darimana aku bisa bayar rekening listrik, telepon, PAM, gas, dan beberapa istri simpananku. Serta bagaimana aku harus menjaga prestasi dan prestiseku kalau hanya mengandalkan dari take home pay seorang pejabat. Rasanya no way untuk memenuhi seluruh biaya hidup keseharianku.

Kalau begitu jadi pejabat itu hanya untuk menumpuk harta?

Ya, begitulah. Ketika aku dipercaya menjadi seorang pejabat, maka dengan serta merta tahap pertama adalah membenahi kondisi ekonomiku. Menjadi pejabat juga dibeli, jadi modal harus kembali dulu. Tentu saja, Aku pun mulai turut terlibat dan “bermain kotor”. Ternyata, setelah menjadi pejabat tinggi sungguh tak sulit bermain seperti itu. Tak ada bedanya dengan anak balita yang main tak umpet dengan teman tetangga seusianya. Teknisnya pun tak sulit, selama masih ada sebuah meja berkolong. Atau selama masih ada yang jualan map, amplop dan cek wisata. Atau selama masih memiliki nomor rekening sebuah bank. Semuanya akan berjalan lancar-lancar saja. Karena kekuasaanku yang disalahgunakan itulah aku pun semakin berkutat dalam lumpur dosa dan perbuatan nista.

Wah, wah, wah..,kalau begitu tindakan Anda sudah keterlaluan?

Memang seringkali aku berbuat keterlaluan. Mungkin karena keserakahan yang mengalir dan melekat dalam jiwa, hingga seringkali aku harus disoroti, dicurigai dan dituduh pejabat paling rakus. Mungkin karena Aku sering membuat transaksi yang sangat mencolok mata. Perbuatan mark-up, memeras mitra vendor dan konsultan atau bermain-main dengan komisi dan diskon yang sudah kuanggap sebagai perbuatan biasa. Semua itu kuhadapi dengan pasang wajah dingin tanpa dosa. Dengan sedikit menekan seraya menyelewengkan aturan, maka tak sulit kalau sekadar berkeinginan dihadiahi sebuah rumah, kendaraan mewah plus deposito. Apalagi, kalau yang namanya permainan kongkalikong lewat jual beli kesepakatan di jagat mafia pertenderan sudah bukan rahasia umum lagi. Semua paham, bagaimana cara “bermain mata” dan berkongkalikong dengan vendor apalagi jika nilai kontraknya melimpah. Mereka harus diperas dan dipersulit prosedurnya untuk menimbulkan efek jera si mitra, hingga berbalik menjadi penuh pengertian.

Anda pun menjadi seorang Anggota DPR. Apa yang Anda lakukan disana?

Ya, Aku pun menjabat sebagai Anggota DPR. Keahlianku dalam menerapkan ilmu retorika, tak disangsikan lagi. Maka tak heran saat kampanye, aku bak orator kawakan. Berbekal ilmu psikologi massa dan ilmu komunikasi yang seadanya, aku pun mulai berkampanye yang penuh dengan bualan dan janji-janji palsu. Segala jurus propaganda dan agitasi kukerahkan sepenuh tenaga. Aku pun sadar kalau saat itu, sesungguhnya aku sudah melakukan penggiringan isu untuk kepentinganku dan partaiku. Aku jadi terbiasa melakukan  kebohongan publik. Bahkan penghianatan kepada hati nurani rakyat.

Apa Anda tidak merasa berdosa berhianat pada rakyat seperti itu?

Aku tak perduli. Yang penting adalah bagaimana caranya agar aku bisa segera bertengger di kursi jabatan yang terhormat. Memang benar dan kurasakan sendiri, kursi DPR itu begitu empuk dengan pendingin yang sejuk, hingga menjadi sebuah tempat nyaman dan strategis untuk sekedar baca koran dan tertidur lelap. Gajiku pun dibayar boleh dibilang nyaris gaji buta, karena tanpa harus menumpahkan banyak energi. Namun aku sering lupa mengambil gajiku, karena aku harus mengurus pendapatan lain yang lebih berarti dalam jumlah lipatan kali. Rejeki haram itu kuperoleh atas jasa sebuah statement “acc” dari sebuah kebijakan yang akan diluncurkan pemerintah atau Instansi. Tak perduli, kalau pada gilirannya kebijakan itu merugikan perusahaan, mencekik karyawan atau membuat rakyat melarat.

Anda lakukan itu untuk mengejar kemewahan?

Pastinya donk. Lihat saja, Aku menjadi sangat makmur. Hingga ke kantor pun harus bermobil mewah seharga milyaran rupiah. Teman-temanku juga sama. Kalau tidak percaya, lihat saja di halaman parkir Senayan. Kalian akan terkagum-kagum melihat rekan-rekanku lomba adu pamer mobil mewah disana. Sebenarnya untuk menjadi orang kaya di DPR yang sesungguhnya diisi oleh para jago kandang itu, tidak lah sulit. Disitu ada pelbagai macam pos anggaran, mulai dari anggaran pihak ketiga, benchmark ke luar negeri, kendaraan, perumahan, reses, sampai pada beberapa pos anggaran yang tidak jelas peruntukannya hingga menjadi semacam uang siluman, dll.

Bagaimana strategi untuk menutupi kebusukan itu?

Untuk menjadi kaya di DPR, cukup bermodalkan presentasi dan berjiwa pembela rakyat, sekali pun itu harus dilakukan dengan penuh keterpaksaan dan kepura-puraan. Ya, kupikir, namanya juga usaha, maka segala cara dan daya harus diupayakan. Walau sesungguhnya itu, tak hanya telah menghianati rakyat, bangsa dan negaraku, namun juga telah menghianati sejawat dan diriku sendiri yang harus aku pertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terompet tahun baru telah berbunyi, pergantian tahun segera bergulir. Anda barusan telah menyebut nama Tuhan. Bagaimana Anda menatap tahun depan, apakah Anda akan bertobat?

(Sang Koruptor menitikan air mata). Kini Aku mulai sadar. Bahwa hartaku yang melimpah ini ternyata tidak membawa kebahagiaan pada hidupku dan keluargaku. Aku malah merasa tersiksa dengan segala dosa dari perbuatanku selama ini. Maka kini kutanamkan pada diriku, Aku ingin berikrar dan bertekad bahwa mulai tahun 2012 ini, aku harus menjadi orang yang lebih baik dan wajar, lebih arif dan bijak, lebih jujur dan apa adanya. Akan kutanamkan untuk menggempur segala kemudharatan diri. Akan kubentangkan tekad untuk menggapai derajat taqwa sekuat iman.

Syukurlah Anda mulai sadar dengan segala kekeliaruan Anda. Apa sesungguhnya yang menyadarkan Anda?

Aku mulai menyadari bahwa jatah umurku telah berkurang satu tahun. Kemudian aku berpikir sampai kapan Aku mau berbuat zolim seperti ini. Jadi menjelang tahun baru ini Aku ingin jadikan menjadi semacam harapan baru. Mungkin kah aku masih diberikan umur dan bisa menjalani hidupku dalam setahun ke depan. Mungkin kah masih diberikan kesempatan untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan wajar. Aku mulai berpikir untuk mulai membuat rencana-rencana besar hidupku yang bernuansa spiritual. Aku akan membuat target-target besar yang berorientasi ke kehidupan akhirat.

Jadi maksudnya pergantian tahun ini akan Anda jadikan sebagai resolusi  untuk berintrospeksi dan berbenah diri secara total?

Ya, benar. Pergantian tahun ini, tak hanya akan Aku jadikan sebagai sebuah momentum untuk berintrospeksi diri. Namun juga untuk berbuat yang terbaik. Bagaimana agar dalam menjalani kehidupan di tahun 2012 ini menjadi lebih berarti bagi hidupku, bagi bangsa dan negaraku, bagi agama dan tempatku bekerja. Minimal bagi diriku sendiri yang kuakui penuh cacat dan cela, yang penuh aib dan penghianatan, yang penuh kerakusan dan pemerasan, yang telah mengotori darah keluargaku dengan harta haram. Akan kubersihkan semuanya. Akan kusumbangkan sebagian besar hartaku untuk membangun tempat-tempat ibadah dan yayasan-yayasan anak yatim dan kaum dhuafa.

(Ending: Sang Raja Koruptor rupanya telah mendapat hidayah Tuhan dari wawancara di pergantian tahun ini. Maka, ketika detik berdetak, manakala menit mencubit, saat jam berdentam, waktu hari berharu, disaat bulan mengalun, tahun pun mengayun menjadi rangkaian peristiwa dan potret diri yang penuh bayangan kelam. Suka, duka, sedih, pilu, haru, biru, canda, tawa dan nestapa, semuanya telah menjadi memori bunga-bunga kehidupan. Sementara seluruh sikap dan perilaku, ketidakwajaran, kerakusan, kebohongan, penghianatan, pemerasan, penyelewengan, pemutarbalikan fakta, dan seluruh kejahatan dan kekhilafan, telah terekam dalam sebuah kaset kehidupan. Sebuah kaset kehidupan yang boleh jadi akan dipertaruhkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pertanggungjawaban kehidupan selama di dunia. Maka sejatinya siapa pun patut untuk bersujud dan bersyukur pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat dan nikmat yang diperoleh kita saat ini. Termasuk nikmat kesehatan dan kecukupan rezeki yang Insyaallah didapatkan dengan cara halal. Itulah karunia Tuhan yang sesungguhnya untuk kita semua...)

Bandung, akhir Desember 2011

Catatan akhir:
Wawancara imajiner adalah wawancara khayalan.
Bukan kejadian yang sebenarnya.
Pertanyaan dan jawaban sekedar persepsi dari penulis.
Bisa benar, bisa juga tidak.
Jadi mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan di hati.
Salam hormat...tetap bersabar dan bersyukur pada Allah SWT.
===============nana suryana==========

Kamis, 29 Desember 2011

Kisah Unik Tatto Kamsuy


Kamsuy datang lagi ke Poliklinik Yakes. Tujuannya mau kemana lagi kalau bukan ke dokter Kulit dan Prikitiew. Dokter langganannya yang tempo hari sempat membuat Kamsuy cengengesan karena lumayan malu.

Kali ini ia ingin konsultasi untuk menghilangkan tatto yang belum lama dibuatnya di Bali. Seperti biasa begitu dapat panggilan ia buru2 masuk ke ruang dokter.

Dokter: “Mau apa lagi kamu kesini Kamsuy?”

Kamsuy: “Ya, mau konsultasi atuh dokter...masa mau perang anggar...”

Dokter: “Tralala kamu merah2 lagi kah?”

Kamsuy: “Dich dokter ngenye aja. Saya mau ngilangin tatto dok...”

Dokter: “Tatto huruf yang ada di dikedua pahamu itu yah...”

Kamsuy: “Ich dokter koq tau sich. Och iyah, dokter pasti lihat waktu periksa tralala saya waktu dulu itu ya dok...”

Dokter: “Buka celananya dan berbaring di ranjang...!!”

Dokter: “Siap, beres dok.." 
(Tanpa malu lagi sama Suster, Kamsuy buka celana panjangnya dan dokter pun mulai periksa tatto di paha Kamsuy. Di paha kanan atas ada tatto huruf R dan di paha kirinya ada huruf A).

Dokter: “Maksudnya ini tatto apa sich terdiri dari dua huruf begini?”

Kamsuy: “Di paha kanan huruf R Itu tatto nama pacar saya dok, namanya RIA...”

Dokter: “Koq cuma dua huruf R dan A, terus I nya mana?”

Kamsuy: “Kan ini dok..!!!” (Kamsuy buka celana dalamnya dengan telunjuk mengarah ke tralala-nya).

Dokter: “Astaghfirullah...”

=====N425

(Catatan: Mohon maaf jika kurang berkenan ini cuma sekedar joke akhir tahun. Mari kita sambut 2012 dengan optimis, senyum sumringah dan penuh suka cita...Selamat Tahun Baru...Selamat bakar kembang api...dan ga perlu pake bakar rumah atau bakar diri segala ocheeyy...).

Minggu, 25 Desember 2011

Sebelum Mati Kamsuy Berwasiat


(Seri Kamsuy Jilid-7)
Kehidupan Kamsuy itu memang boleh dibilang kurang mujur. Bahkan nasib apesnya itu hingga sekarat alias nyaris is dead. 

Saat itu Kamsuy sedang tergeletak tak berdaya di sebelah istrinya. Ia pun menyampaikan wasiat pada istrinya.

Kamsuy: “Istriku, sebelum aku mati nanti.. aku ingin berpesan padamu.."

Essy: "Iya, kang.. ada pesan apakah gerangan...?.." kata i
strinya seraya menangis tersedu-sedu.

Kamsuy: "Aku mau kau menikah dengan Acuy, istriku... "

Essy: “Iiich.. akang ini gimana sich.. kan si kang Acuy itu musuh berat akang selama ini?! Apa akang rela menyerahkan tubuh saya kepadanya..? "

Kamsuy: "Ya istriku, aku rela, malah rela banged, karena Aku ingin dia menderita seperti penderitaan yang aku alami selama 20 tahun bersamamu..."

(hehehe Kamsuy...Kamsuy...penderitaan koq mau diwariskan ke orang lain).

Sabtu, 24 Desember 2011

Bunyi Lonceng Versi Kamsuy


(Seri Kamsuy Jilid-6)
Jelek2 gitu juga Kamsuy sebenarnya termasuk sayang pada istrinya. 

Baginya bunyi jam 12 siang dengan jam 12 malem ada perbedaan yang sangat mencolok.

Kalau ditanya sama dia, Kamsuy bagaimana bunyi jam 12 siang? Maka dia akan cepat menjawab dengan menirukan bunyi lonceng: "neng, neng, neng…"

Terus kalau jam 12 malem bunyinya gimana Kamsuy: Kamsuy pun menirukan: “Neeeng...neeeng… pintunya bukain neeeng…Akang kedinginan neng..." hehehe...

Pesan moral: "Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” (Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat)

Istri Kamsuy Mau Melahirkan


(Seri Kamsuy Jilid-5)
Istri Kamsuy yang tengah hamil 9 bulan mengerang. Itu pertanda kalau istrinya mau melahirkan dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Melihat gejala itu Kamsuy lumayan panik.

Kamsuy pun berlari dengan tergesa-gesa ke rumah sakit. Namun sesampainya di bagian persalinan, si Kamsuy tiba-tiba langsung pingsan. Mahfudin salah seorang pengunjung rumah sakit, bertanya pada seorang suster.

Mahfudin: “Suster, boleh tahu kenapa lelaki yang baru datang tadi tiba-tiba pingsan?"

Suster Essy: "Oh iya dia terburu-buru datang kesini karena isterinya akan segera melahirkan, tapi sepertinya dia lupa sesuatu,"

Mahfudin: "Lupa apa, Suster?" 

Suster Essy: "Dia lupa membawa istrinya."
(hehehe Kamsuy Kamsuy...istri mau melahirkan koq malah ketinggalan di rumah...)

Pesan mutiara: "Jangan biarkan keadaan mengontrolmu. Kamulah yang mengontrol keadaan.” (Jackie Chan, aktor laga asal Hong Kong)

Jumat, 23 Desember 2011

Mengapa Kamsuy ke Dokter Kulit dan Tralala


Seorang pengurus muda Sekar, Kamsuy (nama sinetron) bujangan yang dikenal lumayan playboy datang ke Yakes Telkom untuk konsul dengan dokter Kulit dan Tralala. Kamsuy sepertinya datang tergesa-gesa karena selain tampak lusuh juga seperti belom mandi. Kamsuy gelisah menunggu. Akhirnya setelah mendapat panggilan suster, Kamsuy pun buru2 masuk ruang dokter.

Dokter: (Yg sdh kenal baik dg Kamsuy) “Mau apa kamu kesini?”

Kamsuy: “Idich dokter...ya mau berobat lah, masa mau main gaple...”

Dokter: “Apa keluhanmu?”

Kamsuy: “Ini dok...tralala saya kenapa merah-merah ya dok?”

Dokter: “Buka celanamu, masuk kamar periksa, langsung berbaring!!”

Kamsuy: “Siap, beres dok. Tapi susternya suruh keluar dulu dok, mayu nich....”

Dokter: “Halah kamu tuch muya mayu muya mayu, cepet buka saja celananya!!!”
(Kamsuy pun nekad buka celana dan dokter mulai meriksa tralala Kamsuy dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya seraya geleng2 kepala).

Kamsuy: “Gimana dok tralala saya, bahaya ga dok, menular ga dok, ada obatnya ga dok, ntar bisa punya anak ga dok?”

Dokter: “Begini saja, obatnya mudah koq. Nanti bilang pada pacarmu, kalau pake lipstik jangan tebal2 ocheeeyyyy???”

==========N425

Pesan mutiara: "Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan.” (Lao Tzu (600–531 SM), filsuf asal China)

Kamis, 22 Desember 2011

Nunun dan Zainuddin Ditanya Guru

Nunun dan Udin, dua orang siswa SD Negeri Legok Hangseur, ditanya gurunya.

Guru: “Nunun coba jawab pertanyaan Ibu: Siapakah penemu pesawat telepon?”

Nunun: “Lupa lagi bu guruuuu...”

Guru: “Tuch kan, kebiasaan kamu mah setiap kali ditanya selalu saja bilang lupa...Coba kamu Udin Zainuddin, jawab siapa penemu pesawat telepon....dari tadi bengang bengong mulu?”

Udin: “Anas Urbaningrum bu?”

Guru: “Ah, ngaco kamu mah...Jawaban yang benar adalah Alexander Graham Bell...”

(Udin seperti tidak puas dan tampak seperti berpikir keras).


Guru: “Udin kenapa kamu masih cemberut kayak lagi mikir negara saja?

Udin: “Bukan, begitu bu...Saya masih bingung...Kalo si Alexander yang menemukan telepon, lantas siapa yang menghilangkannya ya bu?”

Guru: “&*!!??*&???

===n425

Pesan mutiara: "Lebih mudah memperbaiki hati nurani yang buruk daripada mengatasi reputasi yang hancur.” (Friedrich Nietzsche (1844–1900), filsuf terkemuka Jerman)


Tahan Asas Cara Ustadz


Kang Rudi, seorang pengurus Sekar yg dijuluki ustadz diajak naik metromini di Jkt. Entah takut copet atau bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya, beliau ingin berdiri di pintu masuk. Karuan saja mendapat teguran dari kenek. 

Kenek: “Maaf pak, lebih baik bapak masuk dan duduk di dalam saja!!”

Rudi: “Ga ah, saya mau berdiri disini saja”

Kenek: “Tapi bpk mengganggu jalan keluar masuk penumpang...”

Rudi: Ga juga, nih masih ada jalan, cukup koq..” (sambil berdiri menyamping)

Kenek: (membujuk dgn agak jengkel) “Kalau bpk berdiri disini nanti bpk masuk angin..”

Rudi: (ga kalah jengkel) "Heh, tenang saja yah bang kenek, bagi saya masuk angin no problem, yang penting tidak masuk agama lain, ocheeyyyy???”

Kenek: !^%??*&!!??

===============N425

Pesan mutiara: "Kelemahan sikap akan menjadi kelemahan karakter.” (Albert Einstein (1879–1955), ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Jerman)

Rabu, 21 Desember 2011

Kisah Cep Acuy dinas ke Semarang


Pengurus Sekar yang satu ini, Acuy (nama asli ada di saku penulis) kembali berjaya. Dia lagi lagi dapat perjalanan dinas (PD). Kali ini PD-nya ke Semarang. Biasanya dari Bandung ke Semarang ia naik kereta api Harina. Tapi kali ini ia melakukan terobosan baru dengan naik bis antar kota. Tentu saja dengan segumpal harapan: “Siapa tau bisa berdampingan dengan seorang mahasiswi, ya ga?” begitu pikirnya.

Namun keberuntungan rupanya belom berpihak pada Acuy. Alih2 ingin berdampingan dgn mahasiswi, eh, malah nenek2 yang didapat. Wajar saja kalo Acuy lumayan cemberut. Soalnya ntu nenek mulai duduk disampingnya naga2nya seperti kurang sehat. Mukanya pucet lengkap dengan bau keringat bercampur balsem. 

Kini Acuy baru faham, rupanya beginilah yang dikatakan orang dengan “bau 7 rupa” itu. Duduk Acuy pun sedikit bergeser agak membelakangi si nenek karena tampaknya dia mau muntah. Namun Acuy kaget ketika si nenek mulai menegur.

Nenek: “Aa...aa...bisa minta tolong?” (Ceileee si nenek manggil aa ke Acuy)

Acuy: “Iyah nenek. Ada apa panggil2 saya..”

Nenek: “Bisa minta tolong? Nenek ingin liat wajah aa sebentaaar saja...”

Acuy: (agak terperanjat) “Boleh saja nek, tapi mengapa nenek pengen lihat wajah saya...”

Nenek: “Biar muntah nenek cepet keluaaarrr...” (Wakakak....)

======N425

Pesan Mutiara: "Sejumlah godaan akan datang kepada mereka yang tekun dan rajin, tapi seluruh godaan akan menyerang mereka yang bermalas-malasan.” (Charles H Spurgeon (1834–1892), pendeta asal Inggris)

Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-1)


Setiap tgl 3 Maret ultah Sekar biasa diselenggarakan pertandingan sepak bola kemitraan atau pertandingan eksekutif antara tim Sekar dengan tim Manajemen. 

Seperti ultah tahun ini. Pertandingan akan digelar di LC Telkom Gegerkalong. 

Tersiar kabar pada pertandingan kali ini tim Manajemen akan merangsek tim Sekar dengan menurunkan pemain terdiri dari seluruh direksi dan komisaris. 

Targetnya minimal mencetak 5 gol ke gawang Sekar. Isu ini terdengar oleh tim Sekar. Sebelum pertandingan dimulai, seorang reporter, Ferdi Rosman, melakukan wawancara dgn ketua tim Sekar.

Ferdi: “Gawang anda ditargetkan dijebol minimal 5 gol oleh Manajemen, apa komentar anda?”

Wisnu: “Oh, itu, kami tak gentar yah. Target boleh setinggi langit yah, tapi tidak akan mudah meraihnya yah...”

Ferdi: “Wah Anda optimis sekali rupanya...lalu siapa penyerang atau striker andalan dari tim Sekar”

Wisnu: “Saya pasang cukup Sdr. Nana saja”

Ferdi: “Hah, kang Nana yang kerempeng itu? Apa anda yakin dia bisa lari dan mencetak gol”

Wisnu: “Yups...wait and see, ochey!!”

(Pertandingan pun segera dimulai. Tapi Ferdi melihat ada yang ganjil karena terlihat hanya Nana saja yang ada di lapangan tengah. Ferdi pun kembali menghubungi tim Sekar)

Ferdi: “Pertandingan akan dimulai, kenapa cuma Nana yg ada di lapangan tengah, sebenarnya strategi apa sih yang akan diterapkan tim Sekar?”

Wisnu: “Kali ini agak berbeda. Kami akan menerapkan strategi dengan pola sembilan satu..”

Ferdi: “Maksudnya?”

Wisnu: “Sembilan bertahan di depan gawang dan satu penyerang. Dengan strategi ini Insyaallah kami tak akan kebobolan..”

=================N425

Pesan mutiara: "Integritas adalah menceritakan kebenaran pada diri sendiri; kejujuran menceritakan kebenaran kepada orang lain.” (Spencer Johnson, penulis dan motivator Amerika Serikat)

Selasa, 20 Desember 2011

Kalo boss Sekar ngambek


Seorang petinggi Sekar gi ngambek ke stafnya. Maklum, ada disposisi yang high priority  tidak jelas progress reportnya, alias ga dikerjain.

Muhlis: “Sampean ini gimana sich, sdh berkali-kali saya ingatkan agar surat yang dari SDM itu segera ditindaklanjuti..!!”

Staf: “(menunduk, diam tak bergeming)...”

Muhlis : “Sampean kan tau kalau surat itu berhubungan dengan kesejahteraan anggota Sekar yang notabene seluruh karyawan. Itu misi utama Sekar, faham ga sich...!!”

Staf: “(membisu seribu basa dan sejuta kata)”...

Muhlis: “Kalo begini caranya sampean itu persis seperti KEDELAI...”

Staf: “(terperanjat, agak geli menahan tawa)”...

MUhlis: “KEDELAI saja tidak akan dua kali masuk ke lubang yang sama, tau ga..!!”

Staf: “(meledaklah tawanya) Wkwkwkwkwkw....KELEDAI kali boss...”

Muhlis: “Masabodo amat ach...cepet anter gue ke kantin...jadi laper nich...”
=====N425

Pesan mutiara: "Seluruh kearifan manusia bisa digabungkan dalam dua kata: menunggu dan berharap.” (Alexandre Dumas Père (1802–1870), penulis Prancis)


Minggu, 18 Desember 2011

Kamsuy Cekcok Dengan Istri


(Seri Kamsuy Jilid-4)
Kamsuy memang termasuk orang kurang mujur. Waktu sekolah sering dimarahin gurunya. Di rumahnya ibunya tak henti2nya ngomel. Sudah remaja sakit2an terutama mencret akut. Sudah kerja jadi supir truk dirampok bajing luncat mulu. Kini sdh berumah tangga eh kerjanya cekcok melulu ma bininya. 

Suatu waktu istri Kamsuy marah besar ke si Kamsuy:

Essy: “Heh, loe itu Kamsuy, emang suami ga tau diuntung yah..”

Kamsuy: "Loh memangnya Kena apa??" 

Essy: “Dengar!! kata istrinya, "Dulu banyak cowo ngelamar gue, tapi gue akhirnya cuma milih elu...bukannya bersyukur loe...”

(Mendengar istrinya sewot gitu si Kamsuy ga mau kalah gertak)

Kamsuy: “Heh, denger yah, Gua juga mau bilang ke elu...dulu gue banyak ngelamar cewe, tapi semua cewe nolak gue...cuma elu yg mao terima lamaran gue. Paham loe...??”

(Dijawab begitu istrinya bengong alias melongo..)===n425

Pesan mutiara: "Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah.” (Aristoteles, filsuf Yunani, 384—322 SM)

Do'a Wong Cilik


Secangkir Anggur Merah (Edisi-18)

*) Tulisan ini didedikasikan untuk rekan kita, Alm. Ramlan (semoga arwah beliau mendapat tempat terbaik di sisiNya) yang mempertanyakan masalah kesenjangan perbedaan ini kepada saya)

Apabila kita bertanya pada seseorang, apa yang diharapkan dari kehidupan ini? Jawaban paling top, pasti, ingin mendapatkan kebahagiaan, kelezatan dan kenikmatan hidup di dunia dan akhirat. Ingin beroleh kehidupan tenang, tentram, bahagia, sejahtera, serta terjamin keselamatan dan kesehatannya. Singkat kata, ingin meraih keselamatan di dunia dan akhirat dalam naungan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Harapan untuk mencapai tujuan hidup itu, tentu berlaku untuk semua orang, tidak terkecuali bagi karyawan. Atau secara khusus bagi karyawan, pasti mengharapkan agar terhindar dari segala macam bentuk musibah dan penyakit. Baik di perjalanan saat pergi dan pulang kantor, maupun di lingkungan saat bekerja. Ujung-ujungnya ingin berkumpul bersama keluarga dan menikmati rezeki yang barokah.

Sekarang, jika kita bertanya pada Manajemen, apa yang diharapkan dari karyawannya? Pastinya berharap agar seluruh karyawan, dapat bekerja dengan tenang, disipilin, terampil, produktif, jujur, dan bertanggung jawab. Bahkan berharap pula agar terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Sebab melalui pekerja yang demikian lah, maka perusahaan akan mampu mencapai tingkat produktivitas perusahaan yang diharapkan.

Dengan demikian jelas lah, bahwa masing-masing pihak sesungguhnya mempunyai harapan sama. Mencapai produktivitas kerja yang tinggi serta terhindar dari segala bentuk musibah dan penyakit. Akhirnya, berharap perusahaan dapat berkembang semakin maju menuju kejayaannya, sehingga seluruh stakeholders, termasuk karyawan didalamnya, lebih sejahtera.

Jika ada kesamaan harapan seperti itu, lantas mengapa Manajamen membedakan perlakuan dalam berbagai hal? Perbedaan dalam perlakuan memberikan fasilitias kesehatan, misalnya, acapkali terlalu senjang. Walaupun itu bisa kita terima dengan sepenuh mafhum. Perbedaan yang terasa mencolok itu antara lain perlakuan kesehatan terhadap band I – III dibandingkan dengan band IV – VII.

Padahal kita belum lagi berbicara tentang perbedaan lainnya yang sepertinya masih belum puas mendera para wong cilik Telkom. Perbedaan dari sisi THP, fasilitas dan tunjangan, misalnya, rupanya masih belum cukup mampu menunjukkan bahwa betapa semakin lebarnya kesenjangan yang terjadi.

Tentu saja kaum wong cilik bukan tidak mensyukuri apa yang telah diterima dari perusahaan selama ini. Apalagi kalau itu terkait dengan limpahan rezeki dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemeberi Rezeki. Hanya saja barangkali perlu dilakukan penataan dan kebijakan ulang agar kesenjangan menyoal kesejahteraan saat ini tidak terlalu ekstrim.

Terlebih dalam hal kesehatan yang tak hanya merupakan kebutuhan mendasar manusia. Namun juga bagi manajemen ditujukan untuk mencapai tingkat produktivitas kerja yang diharapkan. Lalu mengapa harus terjadi perbedaan, mengapa manajemen harus pelit hanya soal USG saja, misalnya. Belum lagi menyoal biaya rawat-inap, biaya operasi dan obat yang acapkali kaum wong cilik harus nombok biaya dibuatnya. Rupanya falsafah tentang kesehatan perlu direnungkan kembali oleh rekan-rekan HR yang notabene sebagai ”eksekutor” dalam kebijakan ini.

Tampaknya SEKAR pun harus turut ambil bagian memikirkan dan memberikan solusinya. Ingat bahwa ukuran keberhasilan SEKAR itu, tak bisa diukur dari kemampuannya atau keberhasilannya melengserkan Manajemen. Atau melakukan investigasi dan demo akibat kebijakan yang jomplang. Namun yang lebih penting justru bagaimana agar keberadaannya mampu memberikan arti kesejahteraan yang essensial bagi kaum wong cilik.

Beberapa waktu lalu kita diberikan jasprod. Memang berkat perjuangan SEKAR mengalami kemajuan. Kini range atau rentang perbedaan yang terjadi dari yang mendapat jasprod terbesar dengan terkecil adalah empat kali lipat. Padahal sebelumnya mencapai tujuh kali lipat. Ini adalah kisah sukses Sekar yang perlu mendapat ganjaran dua jempol.

Namun sukses sesungguhnya adalah apabila Sekar mampu menjungkirbalikan fakta dimana band VII mendapat empat kali lipat dibanding band I. Misalnya pendapatan jasprod Band VII Rp. 20 jt dan Band I mendapat Rp.5 jt. Jika terjadi seperti ini ha ha ha ha...bukan hanya menunjukkan kehebatan SEKAR. Namun do’a para wong cilik kepada para pejabat yang bijak akan semakin kental dan lebih fokus. Barangkali akan demikian bunyi do’anya:

Terima kasih Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Semoga Manajemen yang bijak itu diberikan kesehatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga beliau-beliau itu mendapat limpahan karunia, taufik dan hidayahMu. Semoga mendapat rezeki yang semakin melimpah serta senantiasa mendapat lindunganMu. Kiranya Engkau membukakan pintu hati para Senior Leader, BOD dan BOC itu untuk senantiasa mengambil kebijakan yang sesuai dengan kemurahanMUsehingga melalui tangannya terlahir kebijakan terbijak yang lebih berpihak pada kaum wong cilik dan para pensiunan.

Nah apa para petinggi Telkom tak ingin kah mendapat d’oa-doa’a dari kaum wong cilik seperti itu? Kiranya dapat direnungkan...
===N425


Jumat, 16 Desember 2011

Terapi Dokter Mata Paling Aneh


Dokter mata yang berpraktek di perumahan Jempol Koreng itu memang luar biasa. Pasiennya sangat banyak hingga harus antri. Namun dalam dua hari terakhir dokter itu menerapkan terapi yang agak aneh kepada pasien-pasiennya. Kebetulan Kamsuy  salah seorang pengurus Sekar lagi sakit mata.

Setelah terdaftar jadi pasien Kamsuy melihat terapi si dokter. Yaitu, setiap pasien disuruh menghadap ke luar pintu jendela yang terbuka lalu disuruh menjulurkan lidahnya dgn mata dijulingkan. Setiap pasien melakukan itu masing-masing setengah menit. Karena semua melakukan itu Kamsuy pun terpaksa mengikutinya. Namun karena penasaran di akhir praktek dia tanya pada si dokter.

Kamsuy: Dokter boleh tahu kenapa sih prakteknya seperti itu.
(Berkali-kali Kamsuy tanya itu tapi si dokter tak mau menjawab. Mungkin karena didesak terus, akhirnya si dokter pun buka rahasia).

Dokter : Tapi jangan bilang-bilang sama pasien lainya yah?

Kamsuy : Ochey, dok!

Dokter : Aku lagi bermusuhan dengan tetangga depan rumahku.

Kamsuy:??!!??!(dalam hati: Ealah dasar dokter kampret, punya musuh pasien yang dikorbanin!)

Pesan moral: "Menyalahgunakan kekuasan merupakan tindakan tidak bermoral. Apalagi itu dilakukan untuk kepentingan pribadi. Apapun kekuasaan yang melekat pada kita hendaknya dapat dilaksanakan sesuai dengan amanahnya. Apapun jabatan, predikat atau profesi yang dimiliki." ===n425

======N425

Kala Kata Kata


Saat kata kata
Melepas makna
Adakala mendera rasa

Ketika kata kata
Mengubah arti
Boleh jadi mengiris hati

Manakala kata kata
mengumbar makna
terkadang menoreh luka

Namun percayalah
Itu dilakukan
Agar rangkaian kata memiliki ruh dan jiwa
Supaya keseimbangan tetap terjaga

=======N425

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...