Jumat, 24 Februari 2012

Olahraga Cara Si Oma


Setiap perbuatan biasanya punya tujuan. Tapi melihat tingkah polah si nenek itu, terus terang sampai detik ini saya masih bingung. Kira-kira gi ngapain ya si Oma itu. Mau ngukur tinggi tiang dengan kaki kah? Mau ngeliat bulu kaki yang mulai memutih kah? Mau liat sepatu karena nginjek sesuatu kah? Atau, oh ya, barangkali si nenek itu sedang melakukan aksi olahraga. Luar biasa.

Kalau begitu persoalannya, memang, American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar kita bisa olahraga secara intens setidaknya 75 s.d 150 menit per minggu atau cukup jogging 10 s/d 30 menit setiap pagi. Tujuannya, tentu saja untuk kebugaran, selain guna menurunkan resiko penyakit jantung atau kardiovaskular. Boleh juga dengan jenis olahraga dengan intensitas sedang sampai tinggi seperti jalan cepat, berkebun, melakukan pekerjaan rumah tangga, berenang, hiking, bersepeda, dan tenis.

Sementara hasil penelitian di New York Columbia University dan Florida University of Miami, melaporkan bahwa orang yang tidak berolahraga teratur memiliki resiko lebih tinggi terserang silent stroke daripada orang yang aktif berolahraga secara teratur sampai usia manula. Silent stroke adalah stroke yang tidak diawali dengan gejala-gejala stroke pada umumnya, seperti sakit kepala yang parah, pusing, kesulitan berbicara, dan kelumpuhan. Silent stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah dan mengakibatkan masalah pada memori yang berakibat kehilangan ingatan. Hal ini sangat berbahaya karena tanpa adanya gejala awal stroke, tanpa disadari penderita dapat kehilangan ingatan seketika.

Tapi mengingat umur, jangan pula olahraga kayak si nenek itu. Begitu atraktif dan demonstratif. Soalnya kalau kaki sampe copot, duh, urusannya bisa jadi berabe tante...!!!//kgm

Selasa, 21 Februari 2012

Monyet Berlagak Manusia...


Benarkah bahwa manusia itu berasal dari kera? Pastinya kita akan protes keras. Bahkan dengan segenap sumpah akan menyangkalnya. Tak ada manusia yang mengatakan itu. Tentu saja kecuali si Charles Darwin dan pengikutnya. 

Tak perlu lah kita membuka dalil agama kalau manusia itu diciptakan Tuhan dimulai dengan penciptaan Adam dan Hawa, karena pasti si Charles tak akan paham soal agama. Pada akhirnya semua agama pun menentangnya. Bahkan tuan Charles Darwin pun pada gilirannya mulai meragukan. Karena ternyata  ilmu pengetahuan secara empiris telah membuktikan bahwa manusia tak masuk akal alias mustahil kalau berasal dari monkey.

Teori evolusi Darwin itu muncul pada abad ke-18, dimana pengetahuan masih sangat primitif dan ortodox. Pada saat itu ilmu pengetahuan masih bersifat perseptif dan penuh imaginatif. Akhirnya para evolusianis itu menduga-duga kalau manusia itu dari monyet. Dibuatlah rekaan-rekaan gambar dengan sejumlah kemiripan biologis. Tersebarlah pada buku-buku pelajaran di sekolah. Manusia pun dibuat bimbang dan ragu.

Tak jarang kelakuan monyet dimirip-miripkan sehingga berlagak kayak manusia. Begitupun sebaliknya, ada sejumlah manusia yang kelakuannya mirip monyet. Untuk mendekatkan keduanya munculah istilah Cinta Monyet. Yang kalo ga ketemu sehari katanya pengen bunuh diri...Wouwww...

Lantas bagaimana dengan gambar monyet berpakaian seksi itu? Barangkali ini adalah salah satu monyet yang bercita-cita jadi manusia. Atau kera yang pro pada teori Darwin. Walaupun dia tak sepenuhnya ingin diakui sebagai manusia. Setidaknya dia ingin mengatakan kepada seluruh warga manusia, bahwa: “Monyet juga bisa berlagak manusia, wew...” hehehe...Onyet...Onyet...

Perubahan, bulshit?

*) Secangkir Anggur Merah (Edisi-4)

Kita harus berubah! Ya, ucapan bernada instruksi ini kerap dilontarkan para petinggi dan para senior leader. Sampai-sampai ucapan itu menjadi terasa klise. Bulshit atau Omdo, kata orang sekarang. Bahkan ada yang protes: ”Sekarang zamannya role model bung! Sebelum memberi instruksi lakukan dulu perubahan diri sendiri.”

Mengapa, tekanan bernada perintah kepada akar rumput, bisa berbuah apatisme? Karena melakukan perubahan, dirasakan kurang nyaman. Itulah sebabnya tidak banyak orang yang  menyukai perubahan. Untuk berubah ke arah yang lebih baik, biasanya memang tidak gratis. Ada harga yang harus dibayar. Ada pengorbanan yang harus diganjar! Boleh dalam bentuk pengendalian sikap, prilaku, manajemen waktu, sampai pada tuntutan untuk fokus. Terkadang turut mengimbas pula pada pengorbanan keluarga.

Memang yang paling gerah adalah mengubah attitude. Betapa tidak, selama ini mungkin kita sangat suka dan terlanjur nyaman dengan sikap yang dimiliki. Apalagi jika telah terlanjur terbuai zona nyaman. Ucapan seperti "mana ada urus" atau "bukan urusan saya" telah menjadi kalimat sanggah yang paling diandalkan. Sampai-sampai, harus memvonis orang lain agar rela untuk menerima sikap dirinya semau gue.

Lalu bagaimana jika tiba-tiba diminta untuk melakukan perubahan sikap dari yang selama ini disukai? Mungkin siapa pun akan mulai berpikir dan mencari alasan pengingkaran. Boleh jadi akan keluar kalimat argumentatif, seperti ini: “Untuk apa sih gue ini harus kerja gini-gini amat! kaki dibikin kepala, kepala dibikin kaki (maksudnya kerja sampai jungkir balik, red.), padahal gaji gue dengan si polan yang gebleknya ga kira2 tak ada bedanya!!”

Kalau selama ini kita tergolong orang yang senang dilayani, lalu diajarkan untuk berubah menjadi orang yang suka melayani, sudah tentu, pastilah ini tidak mudah. Bisa saja terjadi banyak pergolakan batin. Bermunculan keluhan atas kesulitan hingga terjadi tekanan emosi yang menghimpit. Contohnya, tengoklah kondisi para karyawan kita belakangan, banyak yang mengeluh sampai keinginan untuk dikabulkan pensiun dininya (pendi). Mengapa? karena tak tahan sewaktu ditantang harus berjualan produk dan memberikan pelayanan kepada calon pelanggan.

Namun apapun alasannya, siapapun kita termasuk para pensiunan, mendapat tuntutan untuk berubah. Perubahan harus sudah dimulai dan harus terus berjalan. "With or without you," kata seorang Senior Leader yang rada jujur. Memang sepertinya kita tak punya pilihan lain. Option-nya hanya satu,: “We must change!” Kita harus berubah. Terpaksa atau dipaksa harus berubah. Siapapun kita itu, dimanapun kita berada, di level apapun tanggungjawab kita. Semua harus berubah! Mengapa? Karena situasi dan kondisi kehidupan saat ini yang semakin memaksa untuk berubah.

Lantas mengapa perubahan telah menjadi sesuatu yang amat penting? Sebab, itulah resep orang-orang sukses di jagad raya ini. Karena mereka berani berubah. Mereka bersedia keluar dari zona kenyamanannya. Apapun kondisinya, baik itu kekurangan diri, kelemahan diri, sesungguhnya tak bisa dibilang sebagai kendala.

Karena perubahan, Julius Caesar, si penderita epilepsy, berhasil menjadi seorang jenderal lalu menjadi kaisar. Napoleon, yang terlahir dari keluarga melarat, juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven menghasilkan lagu terbaiknya justru setelah telinganya tuli total. Charles Dickens terkenal menjadi penulis novelis Inggris terbesar dari keluarga miskin dengan kaki pincang. Atau Milton yang menggubah sajak-sajaknya yang terindah sepanjang masa setelah ia menjadi buta.

Orang-orang itu, sungguh, telah sanggup mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Kekurangan menjadi prestasi. Hambatan dijadikan peluang. Kini yakinlah bahwa keunggulan, kemenangan, keberhasilan dan kejayaan adalah fungsi garis lurus dari kemauan, kemampuan dan keberanian untuk berubah.

Menurut para psikolog bahwa keberanian adalah 50% dari kesuksesan. Sementara kemauan merupakan 50% menjadi kemampuan. Namun sialnya, banyak dari kita yang mampu tapi tidak mau. Banyak yang mau tapi tidak mampu. Dan banyak yang mampu dan mau tapi tidak berani.

Inikah yang disebut demotivasi? Atau telah kehilangan jati diri? Wadouuww...jadi puyeng dech...!! (N425)

Senin, 20 Februari 2012

TelkomCloud Jembatani UMKM Modernisasi Bisnisnya

Elaborasi teknologi informasi (TI) pada bisnis UMKM ternyata bisa berdampak besar: menekan capex (biaya investasi),tingkatkan produktivitas usaha,menjawab tantangan bisnis,serta memiliki daya saing tinggi di pasaran. Telkom Sigma sendiri punya cukup alasan mengapa layanan komputasi awan TelkomCloud mereka belakangan ini terus dipush ke segmen Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM). 


Pada 2010,jumlah UMKM di Indonesia mencapai 51,3 juta unit usaha,terbesar di ASEAN. Sedangkan peran UMKM juga teramat penting: menjaga ketahanan ekonomi negara karena meliputi 20% cadangan devisa Indonesia.Dengan peran yang amat penting itu tentu UMKM perlu fondasi kuat. Perlu sebuah proses bisnis yang efektif dan efisien sehingga produk yang dihasilkannya memiliki daya saing tinggi. Caranya,menurut Presiden Direktur PT Sigma Cipta Cara (Telkomsigma) Rizkan Chandra adalah dengan memodernisasikan diri,mengelaborasi serta mendorong pemanfaatan TI dalam lini bisnis.


Menurut Rizkan,tantangan UMKM untuk berkembang adalah kemampuannya dalam mengontrol biaya produksi dan meningkatkan produktivitas usaha.Ketidakmampuan menjawab tantangan menimbulkan risiko berupa tingginya biaya produksi,hilangnya kesempatan bisnis,serta berujung pada menurunnya kinerja bisnis.”Melalui optimalisasi IT UMKM diharapkan dapat merencanakan, menjalankan,mengontrol, serta mengevaluasi aktivitas bisnisnya secara akurat dan cepat,” ujarnya. 


TelkomCloud sendiri menjadi salah satu pilar solusi cloud computing guna meningkatkan performa bisnis UMKM di masa depan. Dengan menggunakan TelkomCloud, menurut Rizkan,ada pergantian capexmenjadi opex.Karena UMKM tidak perlu lagi mengeluarkan biaya investasi besar. Sebagai gantinya, UMKM hanya membayar biaya operasional, bisa per bulan atau per tahun (tergantung kesepakatan),serta biaya IT yang dibayar sesuai kebutuhan dan kemampuan UMKM itu sendiri. 


Layanan cloud TelkomSigma sendiri meliputi SaaS (Software as a Service) dan IaaS (Infrastructure as a Service).IaaS dapat digunakan jika UMKM tersebut sudah memiliki aplikasi sendiri,jadi hanya infrastruktur (data center, jaringan,tenaga ahli) yang akan disiapkan.Sedangkan SaaS dapat digunakan jika UMKM tersebut membutuhkan infrastruktur,aplikasi, jaringan,dan lainnya. 


TelkomCloud,menurut Rizkan, mampu menjawab kebutuhan IT UMKM guna menjalankan bisnisnya melalui penyedian jaringan luas (dukungan Telkom), data center yang menjamin keandalan serta keamanan,aplikasi yang tersedia sesuai kebutuhan unit usaha,serta SDM terpercaya.Beberapa bentuk layanan TelkomCLoud,antara lain e-Toko, e-Koperasi,e-Sekolah,e-Apotik,e- Radio,e-Puskesmas,e-Campus (SIA),dan e-Bengkel.


Menurut Rizkan,semua layanan tersebut masih terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Beberapa solusi yang siap kepasar dan sudah digunakan oleh klien TelkomSigma adalah M force, Project Management tools system,V-Machine,V-Datacenter, hingga private cloud.Menurut Rizkan,layanan cloud TelkomSigma sendiri sudah digunakan oleh UMKM sejak awal 2010 melalui layanan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) “Satu”.


Aplikasi untuk BPR dan koperasi ini sudah digunakan oleh 25 unit BPR dan koperasi dari seluruh Indonesia. Di layanan BPR dan Koperasi, yang tentunya tergolong sebagai UMKM,Telkomsigma masih memegang market share terbesar, untuk kategori BPR yang perkiraan valuasi asset di atas Rp30 miliar,yakni 500 outlet (57 BPR) dari 1000 outlet (250 BPR).


Bisnis model yang ditawarkan ini menjadi sangat menguntungkan bagi BPR yang memiliki keterbatasan biaya investasi untuk melakukan implementasi IT,karena setiap BPR yang telah menjadi anggota Satu akan dapat menggunakan berbagai komponen IT ( perangkat / infrastruktur , aplikasi,network dan datacenter) dengan cara membayar secara bulanan.”Tahun ini adalah tahun cloud computing. 


Layanan ini menjadi blue chip services yang terus menerus dikembangkan oleh Telkomsigma yang bersinergi dengan Telkom untuk memberikan additional value service kepada semua klien,”paparnya. (Harian Seputar Indonesia)

Sabtu, 18 Februari 2012

Serda Keponakan Kamsuy Ketemu Kakeknya


Masih ingat kan keponakan si Kamsuy yang ceriwis dan songong itu? Ya, bener, namanya si Serda (tapi maaf, jangan sampai lupa pula kalau Serda itu bukan Sersan Dua yah...).

Nah, pada hari minggu Serda diantar Om-nya, Kamsuy, berkunjung ke rumah kakeknya. Sesampainya di rumah kakek, Serda ditinggal dan Kamsuy pun balik lagi. Saat itu kakeknya sedang duduk di kursi goyang di teras rumah seraya menikmati kopi dan pisang goreng. Sementara neneknya memasak. 

Serda dan kakeknya pun mulai melepas kangen, sapa menyapa lalu mulai ngobrol naglor ngidul. Lama-lama songong si Serda mulai keluar.

Serda: “Kakek, kakek, koq kakek sekarang mirip gambar yang ada di rumah Serda sich...”

Kakek: “Lho, memangnya Serda di rumah punya gambar apa?”

Serda: “Gambar tikus lagi ketawa kek, giginya persis kayak kakek, tiga biji...”

Kakek: “Hehehe Iyah, bener, pinter, emang kakek kayak tikus cucuku. Malah kata si 
                 nenek, kakek ini mirip celeng tuch...”

Serda: “Celeng paan kek?”

Kakek: “Itu yang suka diburu kayak yang di TV itu loh, yang ditembak2in dari atas 
                 mobil...”

Serda: “Och, babi hutan yach kek?

Kakek: “Iyah, betul...” (kakek dan cucunya itu tertawa senang)
                 Nah, sekarang kakek mau tanya nich sama Serda, kalau sudah besar nanti Serda
                 cita-citanya pengen jadi apa, ayo?”

Serda: “Serda sich pengen jadi kayak kakek aja....”

Kakek: “Hah, jadi Serda pengen jadi lurah yah?”

Serda: “Bukan kek, Serda pengen jadi pensiunan, kayak kakek, kan enak gak kerja tapi 
                dapet duit tiap bulan...”

Kakek: “Iyah, bener juga, tambah pinter yach cucu kakek...hehehe..sekarang coba ambilkan
                 obat mata kakek yang diatas toilet dekat TV yah..”

Serda: “Ya, kek, yang tutupnya orange ya kek..”

Kakek : “Iyah, coba bawa kesini terus tetesin mata kakek ya, pelan2, jangan lupa baca dulu
                  aturan pakainya..”

Serda: “Ya, kek. Nich, aturan pakenya: teteskan dan tunggu dua menit...”

(Kemudian Serdapun meneteskan ke mata kakeknya yang sudah mulai rabun itu)

Kakek: “Serda, kenapa obatnya perih sekali yah trus mata kakek koq jadi ga bisa dibuka,
                 coba liat bacaan pada obat matanya apa disitu?”

Serda: “AL-TE-CO kek....”

Kakek: “Haaahhhh..!!!”//kgm

Pesan moral: "Bijak dan lebih hati2 dalam menggunakan obat, teliti kemasan dan aturan pakainya, jika salah menggunakannya tentu akan berakibat fatal."

Menyikapi Kegagalan


*) Secangkir Anggur Merah (edisi-3)

Kalau kita mau jujur dan masih dalam koridor waras alias sehat lahir batin, kita pasti tak sudi menerima kegagalan.

Mengapa? Karena kegagalan adalah sesuatu yang tidak mengenakan. Tidak nyaman. Bahkan mungkin akan terasa menyakitkan. Oleh karena itu dengan sekuat urat dan tenaga, kita pasti akan berupaya untuk mengusir kegagalan dari kehidupan kita.

Namun demikian, kegagalan rupanya sudah terlanjur akrab dalam setiap denyut nadi kita. Kegagalan telah menjadi bagian dari hidup kita. Tak ada manusia di jagat raya ini yang belum pernah mengalami kegagalan. Sebagai seorang pegawai, misalnya, tentu pernah merasakan adanya target yang tidak tercapai. Banyak sasaran yang melenceng dari target. Atau kegagalan menghadapi kehidupan lainnya, misalnya cinta kasih yang tak sampai ke pelaminan. Akhirnya yang namanya sukses menjadi harapan tinggal lah harapan. Dalam istilah yang menyentil dikatakan juga dengan "gigit jari."

Lantas mengapa kita harus mengalami kegagalan? Atau mengapa kita tak ramah dengan sukses, malah lebih suka bersua dengan wajah kekecewaan? Apakah kegagalan sebuah realitas hidup yang wajib dan mutlak keberadaannya. Lantas mengapa sebuah kegagalan harus disikapi dengan bijak?

Tapi, ah, rupanya kegagalan tak harus terjadi dalam semalam. Sukses pun tak lantas tercapai dalam sehari. Kedua tesis di atas sangat sederhana namun cukup teruji kebenarannya. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah kemampuan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil guna menggapai hasil yang besar. Dan sebuah kegagalan sebenarnya adalah ketidakmampuan menghindari hal-hal kecil. Hingga ia menumpuk sedemikian besar dan tak terelakan lagi.

Mari kita ambil sebuah contoh kasus gagal jantung. Sesungguhnya serangan jantung tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi bertahun-tahun bahkan memakan waktu puluhan tahun. Penyakit jantung mungkin telah tertimbun sejak mulai merokok, serta pola makan yang tidak sehat atau tidak seimbang. Bisa pula akibat kondisi stress dan malas berolahraga. Akibatnya sedikit demi sedikit pembuluh darah semakin menyempit. Dampak lanjutannya cukup serius, terjadi kegagalan jantung. Kini yakin lah seperti yang dikatakan para dokter jantung bahwa kegagalan jantung itu sesungguhnya terjadi secara bertahap. Secuil demi secuil.

Demikian halnya tentang sebuah keberhasilan. Ia pun sesungguhnya berlangsung dengan modus yang sama. Sedikit demi sedikit ditumpuk secara intens sehingga kesuksesan itu lama kelamaan menjadi numpuk. Bahkan semakin besar dengan menghasilkan buah manis dan ranum.

Contoh yang agak teoritis demikian. Jika seseorang mempelajari lima kata bahasa Inggris per hari maka dalam setahun dia akan memiliki hampir dua ribu kosa kata dan dalam lima tahun pasti bisa menguasai sepuluh ribu kosa kata. Tetapi berapa banyak kah orang yang sanggup melakukannya? Tentu tak banyak, termasuk para mahasiswa dan kaum sarjana serta tentu saja penulis sendiri. Sehingga kalau ada pertanyaan, berapakah lulusan perguruan tinggi yang mampu berbahasa Inggris dengan lancar? Tentu saja tidak banyak. Mengapa? Karena mereka gagal membunuh kemalasan hingga tak sudi menghafal lima kata Inggris per hari. Persis seperti yang dialami penulis.

Ada beberapa rahasia kegagalan yang bisa menjadi bahan renungan kita. Diantaranya adalah gagal mengucapkan terima kasih. Gagal minta maaf. Gagal memberi perhatian pada seorang staff. Gagal meningkatkan kesejahteraan karyawan. Gagal megurus organisasi. Gagal bertekun saat bekerja. Gagal berolahraga setengah jam per hari. Gagal membawa mobil ke bengkel untuk service rutin. Gagal menabung 5% dari penghasilan per bulan. Gagal menutup mulut dari ucapan tak bermutu. Gagal mendirikan sholat tepat waktu. Gagal berlaku jujur dengan vendor. Gagal melakukan transformasi, Gagal mendidik keluarga. Dan yang paling parah adalah gagal tersenyum alias cemberut seumur-umur.

Serta tentu saja masih ada ribuan kegagalan lainnya yang ujung-ujungnya bisa gagal ginjal dan gagal jantung sampai pada gagal bernafas sehingga gagal hidup lebih lama. Yang paling repot dan justru paling dikhawatirkan adalah gagal masuk surga. Alaaa Maaakkk...! (N425) ).

Jumat, 17 Februari 2012

Asap Kendaraan Merusak Sel Otak


Tahukah anda bahwa asap kendaraan bermotor menyumbang 26 persen dari total emisi di Indonesia. Menurut data Bappenas, setiap kali kendaraan mengeluarkan asap, sekitar 1.000 unsur beracun yang terkandung di dalamnya turut mengotori udara. Polusi ini dapat memicu penyakit fisik dan mental. Misalnya, sifat agresif dan gelisah.

Peneliti dari Cairo University menemukan perilaku agresif dan gelisah pada tikus setelah diberi paparan asap beracun dari bensin. Tikus-tikus yang mengirup asap tersebut berubah menjadi sangat agresif, saling mencakar dan bertarung satu sama lain. Setelah dianalisis, otak tikus yang menghirup bahan kimia dari bensin ternyata mengalami kerusakan sel.

Asap kendaraan bermotor ditengarai paling berbahaya dan menimbulkan penyakit kronis pada manusia. Konon, kandungan berbagai jenis bahan kimia dalam asap, tak hanya dapat merusak sel-sel otak dan memicu berbagai penyakit, namun juga mengundang penyakit kanker. Beberapa studi sebelumnya mengaitkan antara asap kendaraan dengan risiko keguguran, penyakit pikun, dan alergi.

Apesnya, nyaris setiap hari kita terkena dan menghirup asap hasil pembakaran bensin (gasolin). Mulai dari saat mengisi bensin hingga terkena asap kendaraan di jalanan. Bisa kita bayangkan, penyakit apa saja yang bercokol dalam tubuh kita sebagai efek asap kendaraan yang kita hirup. Nah, bagaimana pula kalau asap beracun yang kita hiruf itu keluarnya dari saluran yang berbeda seperti pada gambar...Wouuuwww...bahayanya bisa dua kali lipat cooyyy...//kgm

Spiritual Marketing

*) Secangkir Anggur Merah (Edisi-1)

Pendekatan spiritual tampaknya telah merambah ke setiap sendi kehidupan. Aktivitas spiritual, dalam persepsi masyarakat biasanya diarahkan dalam konteks ibadah atau untuk  membangun komunikasi vertikal dengan  Sang Khaliq, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Namun kini, istilah ini mulai populer dan digunakan di lingkungan perusahaan. Misalnya, guna meningkatkan etos dan produktivitas kerja. Tidak terkecuali sudah menjalar ke dunia marketing. Maka kini dikenal lah dengan nama spiritual marketing atau spiritual branding.

Menurut suhu Marketing, Hermawan Kartadjaya, pendekatan spiritual dalam membangun brand, misalnya, diyakini tidak hanya sanggup mendongkrak profit, lebih dari itu mampu menebarkan value yang menjamin kelanggengan merek. Bahkan sanggup membentuk diferensiasi yang tak tertandingi. Lalu dimana sesungguhnya efek luar biasanya?

Kata sang suhu, bahwa pemasaran tidak hanya dalam pengertian the meaning of marketing, melainkan juga dalam pengertian marketing of the meaning. Yang berarti adanya tuntutan agar dunia pemasaran menunjukkan nilainya. Bahwasanya pemasaran tidak hanya produk dengan manfaat fungsional ataupun manfaat emosional, melainkan mesti pula menonjolkan manfaat spiritual.

Tentu saja bahwa maksud sang suhu, bahwa pendekatan pemasaran wajib dilakukan dengan berbasis nilai spiritual. Dengan mendasarkan pada nilai-nilai (spiritual), dapat dipastikan akan mendapatkan  hasil yang berbeda. Ini berarti bahwa perusahaan atau pemilik merek itu tidak sekadar memberikan jaminan kepuasan atau hanya mengincar an-sich profitabilitas, melainkan juga harus lah memiliki compassion (rasa kasih sayang/rasa iba/peduli) dan sustainability.

Contoh penerapan spiritual branding seperti yang diterapkan Grameen Bank, yang secara konsisten telah menanamkan nilai kemanusiaan kepada nasabahnya. Begitupun The Body Shop, melalui pemberdayaan para petani lemah sebagai pemasok.  Serta Story TBS yang telah sukses mengkampanyekan untuk tidak melukai binatang. Ternyata semuanya telah berhasil mendapat tempat di hati masyarakat dan kastamernya dengan meraih nilai di atas rata-rata.

Merek mereka memiliki reputasi tinggi dengan dayasaing (diferensiasi) yang sulit tertandingi. Tidak seperti umumnya produk lain yang hanya didorong dan menawarkan added value (nilai lebih) saja.  Tapi pendekatan  spiritual, berhasil mengantarkan merk-nya dari value menjadi values.

Dengan demikian jika proses kerjanya sudah menggunakan nilai spiritual, maka produk atau jasa yang dihasilkannya pun dengan sendirinya mengandung nilai spiritual. Inilah yang disebutnya sebagai spiritual marketing. Sama halnya dengan konsep VBM (Buku terbaru Hermawan K), bagaimana pemasar menyampaikan value dengan values. Sehingga produk/jasa yang dihasilkannya memperlihatkan compassion, mengunggulkan hasrat, mengincar keberlanjutan, dan terlihat sangat berbeda dari produk lain.

Nah, kini bagaimana dengan branding dari beberapa produk Telkom, seperti Speedy, Flexi, Yes-TV, Delima, Groovia, dll...Sudahkah bernuansakan atau membawakan nilai spiritual? Memang tak mudah untuk menciptakan sebuah brand yang bernilai spiritual. Diperlukan pemahaman dan pemilihan isu  yang benar-benar sangat menyentuh nilai kemanusiaan. Diperlukan suatu rancangan atau sebuah Story yang mengacu pada value kemanusiaan kastamer kita.

Jadi tak cukup dengan hanya mendompleng pada beberapa kegiatan olahraga saja, seperti Speedy Tour d'Indonesia atau Garuda Speedy pada olahraga bola basket. Sebetulnya masih banyak bidang atau isu lain yang lebih menyentuh. Misalnya, dengan mengangkat isu mengenai polusi udara, narkoba dan aids, pramuka atau lewat seni budaya...(N425).

Menuju Era Baru, Telkom Baru, Citra Baru


Secangkir Anggur Merah (Ed-15)

Dunia terus bergulir. Peradaban kian berkembang. Kemajuan terus melesat. Perubahan yang tak terelakan. Sementara bisnis Telkom pun kian terseret, masuk dan berkutat dalam putaran turbulensi. The wind of change yang luar biasa ini menerpa hampir ke seluruh sendi kehidupan. Aspek budaya, tatanan kemasyarakatan, tren teknologi, lifestyle, sampai pada aspek regulasi dan masih banyak lagi.

Lalu apa yang dapat kita perbuat dengan serentetan peristiwa itu? Haruskah kita berdiam diri dinina-bobokan buaian comfort zone. Haruskah kita melongo terus melihat kompetitor melakukan manuver bisnisnya. Atau malah sebaiknya kita masabado saja lewat tatapan sendu seraya menghisap sebatang  rokok  atau ngemil kacang di atas kursi goyang? Dengan sayup-sayur terdengar lagu Jayalah Telkom Indonesia?

Menurut referensi dari buku2 yang sempat dibaca. Sebuah perusahaan yang berumur panjang atau yang tetap survive itu, antara lain: Bahwa perusahaan haruslah sensitif terhadap perubahan, haruslah piawai dalam berinvestasi, haruslah memiliki SDM yang kompeten dan haruslah memiliki budaya perusahaan yang kuat.

Hal ini sebenarnya mengindikasikan bahwa yang namanya Manajemen sejatinya harus terus bergerak dan berubah. Harus terus berbuat dan mengambil sikap. Harus segera mengambil keputusan secara cepat, tepat, kuat dan terukur. Terutama  dalam mengambil kebijakan di bidang tarnsformasi, SDM, investasi dan budaya perusahaan (corporate culture).

Beberapa waktu lalu pernah dilakukan survey terhadap persepsi stakeholder terhadap Telkom. Hasilnya membuktikan bahwa stakeholder, baik  internal (karyawan) maupun external menginginkan adanya sebuah perubahan mendasar di tubuh Telkom.

Untuk itulah mengapa transformasi yang di Telkom sudah keempat kalinya ini digelar. Bahkan untuk yang terakhir tahun 2009 silam  dilakukan lebih spektakuler sepanjang sejarah Telkom. Mengapa? Karena dilakukan secara lebih fundamental, menyeluruh dan terintegrasi. Ada empat aspek mendasar ditransformasi, yaitu: transformasi bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi serta transformasi human resourcess.

Berkenaan dengan itu dilakukan pula perubahan mendasar dari sisi brand. Tujuannya guna meningkatkan citra perusahaan dimata seluruh stakeholder-nya serta menetapkan perubahan portopolio bisnis, positioning, value, tagline dan corporate identity .

Seperti diketahui portopolio bisnis TELKOM yang baru yaitu TIME (telecommunication, information, media dan edutainment). Telkom pun memiliki positioning baru yaitu life confident. Selain itu memiliki value baru dan tagline baru yaitu the world in your hand. Bahkan corporate identity pun baru yaitu life in touch.

Hari jadi 23 Oktober

Telah diputuskan, kini Telkom menetapkan Hari Jadi-nya yaitu tanggal 23 oktober . Penetapan hari jadi ini mengacu pada pengoperasian layanan jasa telegrap elektromagnetik pertama yang menghubungkan Batavia (Jakarta kini) dengan Buitenzorg (Bogor) pada tanggal 23 Oktober 1856. Dengan demikian peringatan hari jadi Telkom untuk pertama  telah dilakukan pada tahun 2009 silam sebagai hari jadi yang ke-153 .

Tentu saja seluruh rangkaian transformasi sampai pada perubahan logo dan penentuan Hari Jadi Telkom, sesungguhnya guna memenuhi keinginan stakeholders, agar Telkom melakukan perubahan secara mendasar. Agar Telkom mampu  menampilkan sesuatu yang baru. Dikatakan Telkom yang mampu menampilkan sesuatu yang baru karena pada gilirannya tidak hanya mengganti corporate identity (logo) saja. Namun yang terpenting adalah kini Telkom telah  mendeklarasikan sebuah perubahan business portofolio dari Infocomm ke TIME sebagai satu-satunya operator TIME di Indonesia.

Perubahan pada tubuh Telkom telah bergulir selama hampir tiga tahun, dengan positioning baru, value baru, taqline baru, corporate identity baru serta culture baru. Harapannya, citra baru Telkom ini mampu meningkatkan ekspektasi stakeholder pada Telkom. Salah satu stakeholders, yakni kastamer, tentu saja ingin mendapatkan dan merasakan sebuah layanan yang berbeda dari sebelumnya. Layanan yang lebih baik dari operator manapun yang pernah mereka kenal dan rasakan. Sebuah layanan yang akan membangkitkan  gairah baru dan experience baru yang benar-benar memorable. .

Ya, karena itu dilakukan sejalan dengan upaya yang telah dirintis sejak tiga tahun silam menuju Telkom dengan Era Baru, Bercitra Baru,  dan tentu saja dengan tag-line baru: the world in your hand. Dunia dalam genggaman tangan anda...Namun, apakah semua itu telah mencapai sasaran yang diharapkan? Khususnya bagi kaum stakeholders? Mari kita introspeksi dan tanya pada diri  masing-masing....
=======================================n425
http://www.nanasuryana.com

Gadis Bersusu Sapi


Saat ini tidak sedikit ibu-ibu yang ogah menyusui anaknya. Kalau alasannya masuk akal sich no problem. Misalnya, air susunya ora ono alias dilanda musim kemarau sehingga kering kerontang. Atau mungkin puting susu si ibu yang cuma seifrit alias setitik, sehingga si bayi bisa kebingungan dan kepayahan buat nenen.

Namun dari hasil survey yang asal-asalan, bahwa si ibu tak sudi nyusuin jabang bayinya itu lantaran ada kekhawatiran. Kekhawatirannya itu terdiri dari dua perkara. Perkara pertama, tentu saja takut bentuknya rusak. Misalnya, yang tadinya bentuknya lancip ke depan menjadi layu menatap bumi. Atau yang tadinya kekar dan sintal menjadi letoy dan rayud seperti balon dikasi air. Walaupun kekhawatiran seperti itu cuma dicari-cari, tapi tetap aja si ibu mbandel alias keras kepala.

Si ibu sepertinya kurang memperhatikan efeknya. Bayi yang tidak dikasih ASI atau dibiasakan mengkonsumsi susu sapi akibatnya lumayan dahsyat. Si bayi dalam perkembangannya akan melakukan kompensasi dan terus-terusan terobsesi untuk bisa menyusui. Dalam kondisi seperti itu, maka ia tak bisa melihat yang namanya puting susu atau sejenisnya. Biasanya langsung saja disosor untuk dinenen.

Contohnya si Neng Londo Kacrut tuch. Begitu lihat susu sapi langsung saja menyelinap di bawahnya. Dia pun langsung nyosor susu segar dari sumbernya. Masabodo kalo dia dituduh sekadar bersensasi. Bahkan tak ambil pusing kalau apa yang dilakukannya itu mungkin sebagai ajang training persiapan memasuki pernikahannya...hehehe maaf, punten, nuwun sewu kalo agak seronok...//kgm

Kamis, 16 Februari 2012

Peringatan Bagi Bike to Work Community


Ada kabar gembira bagi Komunitas Bersepeda ke Kantor (Bike to Work Community). Menurut laporan terbaru dari American Journal of Sports Medicine disebutkan, bahwa saat ini ada banyak teknologi baru dalam perlengkapan sepeda.

Kini pengendara sepeda cenderung lebih aman. Seperti teknologi rem cakram dan dual suspensi yang memberikan kontrol bagi pengendara. Teknologi terbaru di bidang persepedahan ini berdampak pada menurunnya kecelakaan sepeda hingga 56%.

Kecelakan sepeda yang sering terjadi adalah 27% tulang patah karena terjatuh dan 24% cidera pada jaringan lunak. Rincian cederanya, pada badan bagian atas mencapai 27%, bahu 20% dan kaki 20%. Kecelakaan dalam kondisi terjatuh mencapai 70%, sedang terlempar dari sepeda mencapai 14% saja.

Nah kalau kecelakaan sepeda nyungsep seperti pada foto tersebut sangat jarang terjadi. Yang mengalami kecelakaan seperti itu pasti sedang mengalami apes luar biasa.

Dukungan peralatan sepeda yang baik membantu pengendara dalam mengendalikan sepeda. Untuk mengurangi cidera dalam berkendara sepeda, seorang ahli dari Ohio University mengatakan para pengendara sejatinya tetap mengunakan peralatan pelindung. Jadi pakai perlengkapan khusus bila tidak ingin cidera ketika berkendara sepeda. Apalagi ketika di musim hujan. Jangan sampai anda mengalami nasib naas seperti yang diderita si bapak itu. Tragis bukan..???//kgm

Selasa, 14 Februari 2012

Kader Ketua Umum SEKAR


 Serbuuu..!!! Serbuuu..!!!,” katanya. Tidak jelas apa yang mau diserbu si dede ini. Maksudnya mungkin susu ibunya ngkali yaaakkk. 

Namun yang jelas ekspresi si dede ini sepertinya sedang meneriakan yel-yel untuk menggerakan pasukannya. Persis seperti para orator Sekar ketika demo di depan Istana Presiden karena ogah adanya merger Flexi-Esia. 

Walaupun pada kenyataannya, rekan2 kita di Flexi sedang “puyeng” lantaran menanggung beban berat revenue yang “manurung” tiada henti.

Si dede, bayi yang baru seumur jagung ini, walau wajahnya lumayan “boros” sepertinya sedang dipersiapkan bapaknya yang orang Sekar (maaf, bapaknya bukan saya loh...). Kalau tak ada aral melintang, bapaknya yang hobi demo ini berharap kelak bisa masuk Telkom (mungkin anaknya pak Rosman Nadeak nich..). Dengan begitu siapa tau dia bisa dikader di Sekar dengan puncak karir paling hebring menjadi Ketum Sekar.

Maklum, salah satu syarat untuk menjadi Ketum Sekar, ya itu tadi, harus piawai berorasi, suara lantang dengan sedikit ekspresi lumayan garang. Justru itu, si dede ini, sepertinya sedang dijadikan kelinci percobaan. Dia sedang digodok dan “diprogram” untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan dikondisikan sejak melek melihat alam dunia yang acakadut dan kacau suracau ini.

Nah, jadi mari kita tunggu saja 25 tahun ke depan. Itupun kalau kita panjang umur. Saat ini kita hanya bisa menduga-duga saja. Mungkin saja kelak dia akan menjadi seorang dokter kulit dan prikitiew, atau menjadi pakar jembatan gantung anti roboh, atau ahli gunung berapi kebal lahar, atau mungkin menjadi pioneer penyumbat lumpur Lapindo. Sedangkan kalau ia masuk Telkom, maka sangat mungkin ia menjadi Ketum Sekar atau bahkan Dirut Telkom. Itupun kalau Telkom-nya masih eksis...hehehe uuups...//kgm

Minggu, 12 Februari 2012

Icon Cinta Kasih...

Beginilah cara orang mengekspresikan karya seni. Media apapun bisa dimanfaatkan. Tidak terkecuali lewat jempol dan kuku.
Jalinan kasih yang terungkap lewat karya seni  memberi citra nuansa tersendiri. Sejumput kedamaian dalam irama harmoni. 

Semoga seperti inilah hubungan kemitraan antara Manajemen Perusahaan dan Organisasi Perserikatan. Tak sekedar saling berpegang erat. Namun juga saling menjaga dan melindungi dalam damai.

Tak ada gontok-gontokan. Yang ada adalah soliditas....//kgm

Ketika Kamsuy Kena Tilang


Ditilang polisi merupakan peristiwa paling menyebalkan nomor dua. Tentu saja setelah peristiwa menyebalkan nomor satu yaitu ditolak cinta mentah2. Tapi itu spesial bagi kaum bujangan sich. Bagi yang sudah berbini dan beranak-pinak, ketika ditolak cinta, biasanya dianggap sebagai musibah saja. Walaupun tetap saja lumayan menyesakkan dada bahkan sakitnya bisa menyayat hingga ke ulu hati. 

Tapi ini bukan cerita menyoal cinta, tapi soal pengalaman si Kamsuy ditilang polisi.

Yang paling jengkelin kalo lagi enak2 berkendara tiba2 disuruh minggir pak polisi. Dengan alasan tidak jelas atau dicari-cari, ya, akhirnya diminta menunjukkan sim dan stnk juga. Alasannya macam2 . Biasanya: helm tidak SNI, kaca spion kurang satu, suara kenalpot kegedean sampai pada kondisi ban yang sudah botak. 

Kalau tilang untuk alasan seperti itu biasanya tarif Rp.25 ribu bayar ditempat sudah lumrah. Seperti beberapa waktu lalu ketika si Kamsuy ditilang polisi.

Polisi: “Selamat siang. Saudara tidak pake helm SNI seperti yang dianjurkan, jadi saudara saya tilang...”

Kamsuy: “Ini juga helm pak, sama-sama untuk melindungi kepala pak, lagian saya kan jalan pelan2 pak...”

Polisi: “Helm apanya? Ini kan ember bekas cat tembok 5 kg. Saudara ini bagaimana? Kalau mau ber-ulah di jalan raya, sekalian saja pake ember yang masih ada cat temboknya, biar cat temboknya lumer menutupi muka saudara, dengan begitu saudara dianggap orang sinting...” (kata polisi itu sambil menempatkan telunjuk di jidatnya dengan posisi miring).

Kamsuy: “Tapi saya juga bawa helm beneran pak, ini apa pak..” (Kamsuy pun menunjuk pada helm yg disimpan diatas speedometer).

Polisi: “Justru itu, napa helm ini ga dipake? Malah speedometer motornya yang dikasi helm. Sudah jangan banyak cingcong, pokoknya saudara saya tilang...”

Kamsuy: “Ya, udah kalo gitu, tapi kita damai saja ya pak, ni ada buat bapak Rp.25 ribu pak...”

Polisi: “Maksud saudara apa, nanti dibilang saya memeras atau polisi kena suap, terus ditulis di media sosial atau dilaporkan ke polres lagi.”

Kamsuy: “Gak deh pak, bener, cuma kita bertiga aja yang tau pak...”

Polisi: “Beneran nih? Ya, udah cepetan, dari tadi kek ngomong...”

Kamsuy pun mengeluarkan dompet dan melihat isinya. Rupanya uang Kamsuy tinggal selembar-lembarnya Rp.50 ribu. Dia bingung. Dia pun minta bantuan ke teman yang diboncengnya. Temennya hanya menggelengkan kepala pertanda gi tongpes (maklum penganggur abadi). Mau minta kembalian ke pak polisi ga enak. Mau tukar uang disekitar TKP ga ada pedagang. Satu2nya yang tampak pedagang tukang bubur ayam. Setelah pamit sebentar ke pak polisi Kamsuy pun meninggalkan motor dan temannya lalu ngeloyor jalan kaki kesana.

Polisi itu pun membiarkan Kamsuy pergi dan sepertinya sudah bisa menduga: kalo orang itu mau tukar duit. Namun apes dech. Mau tukar uang disitu, katanya baru dapat Rp.30 ribu. Tak ada cara lain bagi Kamsuy, harus makan bubur ayam dulu. Kamsuy pun memberi isyarat pada temannya untuk datang menghampiri. Kini tinggal polisi itu berdiri menunggu disamping motor si Kamsuy.

Kebetulan lapar dan dahaga Kamsuy dan temannya di siang yang terik itu lumayan menyiksa. Mereka pun dengan lahapnya menyantap bubur ayam lengkap dengan es teh manisnya. Sekali2 mereka nengok ke pak Polisi yang sepertinya sudah kegerahan. Sudah berkali-kali pak polisi itu mengeluarkan saputangan untuk mengusap keringat di mukanya. Setelah sekitar 30 menit berlalu, Kamsuy dan temannya pun kembali menuju motornya yang ditunggu pak Polisi dengan setianya.

Kamsuy: “Maaf pak tadi mau tukar uang tapi ga ada. Katanya cuma ada Rp.30 ribu, jadi kami terpaksa makan bubur ayam dulu. Bubur ayam dengan es teh manisnya maknyuss banged pak, bener pak, sumpah. Sekarang giliran bapak dech makan bubur ayamnya. Ini pak Rp 25 ribu. Saya ikhlas, semoga barokah ya pak...”

Polisi: “Sini cepet...kalian itu ga punya perasaan..!!”
(Pak Polisi itu pun segera pergi dengan menggunakan motornya dan sangat kulihat dengan jelas menuju tukang bubur ayam...).

Catatan: Cerita ini full rekayasa. Bukan kejadian sebenarnya dan tak ada niat untuk merendahkan citra Polisi. Cerita ini hanya untuk tujuan hiburan semata. Saya percaya saat ini tak ada polisi yang berperilaku seperti itu. Tentu saja, kecuali para oknum yang dengan sengaja menyalahgunakan kewenangannya sebagai polisi lalulintas.

Jumat, 10 Februari 2012

SPEEDY dan FLEXI Tetap Pilihan Pelanggan


Produk-produk andalan Telkom seperti Speedy dan Flexi, masih menjadi pilihan utama pelanggan. Terbukti dengan diraihnya penghargaan Top Brand Award 2012, pada Selasa (7/2) di Hotel Mulia Jakarta. Penghargaan diserahkan Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan dan Editor in Chief Majalah Marketing, PJ Rahmat Susanta, kepada Deputi EGM Commerce Divisi Telkom Flexi, Muhammad Firdaus.

Menurut Handi Irawan, Top Brand Award merupakan penghargaan terhadap merek-merek yang tergolong top. Kriteria top didasarkan atas survey Frontier Consulting Group. Penghargaan ini diberikan untuk lebih dari 100 kategori produk.

Satu kunci keberhasilan pengelolaan merek, kata Handi,  dengan melakukan pengukuran atas kekuatan merek. Melalui Top Brand Survey, yang merupakan survey kekuatan merek selama 12 tahun berturut-turut ini, dinamika kekuatan merek dapat dievaluasi, terutama dalam hal konsistensi kinerjanya.

Top Brand Award diberikan kepada merek-merek dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria yaitu; merek-merek yang memperoleh Top Brand Index minimum sebesar 10%. Selain itu merek-merek yang menurut hasil survey berada dalam posisi top three dalam kategori produknya. "Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek agar ia berhak menyandang predikat top brand. Melalui dua kriteria ini, maka dalam 1 kategori produk tidak menutup kemungkinan terdapat lebih satu merek, maksimal 3 merek, yang meraih predikat Top Brand," jelas Handi.

Top brand survey 2011 dilakukan di 6 kota, yakni Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya. Total sample random sebesar 2400 responden. Sample booster kemudian ditambahkan untuk meningkatkan jumlah incident rate produk premium sebesar 200 responden. Jadi, total responden yang disurvei sebanyak 3600 responden. (dip/portal/telkom)

Kamis, 09 Februari 2012

Kamsuy Frustasi Ngerjain Soal Ujian

Bagaimana rasanya ketika menghadapi soal ujian  matematika, lalu anda tak bisa ngerjain? Biasanya dada menjadi terasa sesak, tubuh gemetar, mendadak demam, keluar keringat dingin dan gelisah tak terkira. 

Apalagi kalo teman disebelah pelitnya ga kira2 ketika diminta tolong sekedar nyontek.

Disaat seperti itu, rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya sampe kaca jendela kelas pecah berantakan. Kemudian si pengawas terpental ke luar  lewat jendela  kelas hingga terbang ke langit. Dengan begitu kita bisa asyik contek2an.

Sebenarnya kalau tak malu pada teman2 dan guru pengawas, rasanya  jidat ini pengen dijedot-jedotin saja ke bangku kelas...hehehe bener ga..??

Dalam kondisi frustasi seperti ini, yang paling nyebelin kalo lihat muka bintang pelajar. Temen2nya lagi stress, eh, dia senyam-senyum sendiri sambil meriksa kertas ujiannya yg tampaknya sudah beres semua.

Frustasi ngerjain soal matematika yang berbau integral, tak cuma dialami kita sewaktu sekolah, Kamsuy pun turut merasakannya.

Tapi bagaimana cara Kamsuy meluapkan kefrustasiannya? Mari kita tengok dech di kertas lembar jawaban si Kamsuy...//kgm

Rabu, 08 Februari 2012

Kamsuy dan Dua Wanita Bohay


Sudah lama saya tidak pernah ketemu Kamsuy. Kemarin memaksakan diri datang ke rumahnya. Kebetulan dia ada sedang duduk di ruang tamu sambil baca koran. 

Saya pun dipersilakan masuk lalu duduk bersamanya. Sebelum duduk saya sempat melihat dua wanita lumayan bohay (kalau diukur dengan cahaya lampu sekitar 80 watt-an lah). Mereka di dapur tampaknya sedang asyik memasak. Sayapun bertanya.

Saya: “Suy...siapa tuch ada dua cewek manies dan bohay di dapur...?”

Kamsuy: “Och itu, yang baju merah Shinta, yang baju biru Santi...”

Saya: “Kayaknya suka ke salon yach?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Shinta dulu dech...”

Kamsuy: “Och, kalau Shinta emang suka ke salon..”

Saya: “Terus kalau Santi?”

Kamsuy: “Santi juga...”

Saya: “Biasanya ke salon mana tuch 'Suy?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Sekarang Santi dulu dech....”

Kamsuy: “Och, kalau Santi ke Salon Setiabudi...”

Saya: “Terus kalau Shinta?”

Kamsuy: “Shinta juga...”

Saya: “Sama yah, terus sukanya masak apa dia?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Sekarang Shinta dech...Shinta dulu.!”

Kamsuy: “Kalau Shinta kesukaannya masak semur jengkol...”

Saya: “Terus Santi?”

Kamsuy: “Santi juga..”

Saya: “Kamu tuch gimana sich Kamsuy, bikin emosi saja. Kalau jawabannya sama napa harus nanya siapa tuch...siapa tuch segala..???”

Kamsuy: “Soalnya kalau si Shinta yang baju merah itu istri saya...”

Saya: “Terus si Santi yang baju biru???

Kamsuy: “Santi juga..”

Saya: (dalam hati: buesyeeet dach...dasar si Kamsuy dodolll...)

Pesan moral: "Jaga mulut kita. Tidak baik untuk membuat kesal atau membuat jengkel sahabat kita, apalagi ketika sahabat bertamu ke rumah. Perlakukan tamu dengan sebaik2nya dan buatlah sebahagia2nya."

Selasa, 07 Februari 2012

Cara Kencing Anak Pinter


Mungkin Anda pernah membaca tulisan di suatu tempat “Dilarang Kecing Disini Kecuali Monyet!!!” Si pemberi peringatan, tentu saja, ingin menegaskan pesan kalau kencing jangan di tempat itu alias jangan sembarangan. Apalagi kalau habis mengonsumsi semur jengki alias jengkol yang membuat penciuman anda jadi kacau-balau. 

Buang hajat kecil secara serampangan, bahkan termasuk di halaman rumah sendiri bisa mengundang apes luar biasa.

Seperti yang diderita Ibu Sukarwati bin Jamal. Gara-gara membuang hajat kecil itu, warga jalan Ngadisimo Utara, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, harus mendekam di tahanan Lapas Kelas 2 A Kediri. 

Kasus itu berawal saat Tatik Muntoah yang kost di rumah Sukarwati melaporkan dirinya ke Polsek Kota Kediri dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Sukarwati dilaporkan gara-gara membuang air kencing yang berbau tujuh rupa di halaman tempat Tatik kost.

Polsek Kota Kediri memproses kasus ini dan pada tanggal 14 November 2011, kasusnya dilimpahan ke kejaksaan dan langsung menahan Sukarwati. Tentu saja Sukarwati merasa tidak bersalah karena merasa membuang kencing di halaman rumah milik sendiri. Tapi menurut Kalapas Kelas 2 A Kediri, Subiantoro, tersangka dijerat Pasal 335 yakni perbuatan tidak menyenangkan. Sukarwati pun masuk bui disatukan dengan tahanan wanita lainnya sambil menunggu proses persidangan.

Nah, sekarang bagaimana dengan kencing sembarangan gaya si anak “pinter” itu? Yah, namanya juga anak kecil coy. Masabodo kalo lagi perang dengan desingan peluru berseliweran disana-sini. Yang penting nunut perintah ibu, jangan ngompol atau kalau kencing jangan di kasur. Jadi kencing dimanapun, termasuk di kepala serdadu itu, ya, sah-sah saja. “Emang gue pikirin?” barangkali begitulah yang terlintas di benak si anak yang lumayan cerdas itu....//kgm

Minggu, 05 Februari 2012

Berlatih Golf di Toilet


Permainan golf tak semata olahraga. Atau bukan sekadar cuci mata menikmati pemandangan seraut wajah para cady ber-rok mini. Yang kalo roknya tertiup angin tampak celana dalamnya berwarna pink atau merah. 

Golf menurut tradisinya identik dengan kegiatan lobi yang diarahkan untuk tujuan bisnis. Karena itulah ada istilah golf bisnis. Melalui golf akan lebih mengenal lebih dekat lawan main kita yang notabene adalah mitra bisnis kita. Serta untuk membangun hubungan yang lebih dekat. Dengan demikian urusan bisnis bisa lebih lancar2 saja.

Namun dalam bermain golf ada tatacara dan strateginya. Misalnya, pembicaraan bisnis hendaknya pada saat istirahat saja. Jangan sedang bermain nyerocos terus bicara soal tender dengan janji2 kasi fee 20% dll. Pemain golf hendaknya bermain cepat alias jangan letoy yang bikin jengkelin lawan main. Juga jangan emosional alias gampang marah. Apalagi kalo gara2 salah pukul lantas mengumpat dengan menyebut beberapa binatang. 

Dan yang terpenting, tentu saja  harus bisa bermain golf. Jangan sampai pada saat memukul bola, bolanya masih tetap nongkrong ditempat. Itu artinya anda sedang memukul angin. Kalo anda pas kentut maka itu sama artinya anda sedang memukul kentut.

Nah salah satu cara untuk pandai bermain golf, ya, harus berlatih bung. Contohnya si bapak itu tuh. Berlatih golf sambil nongkrong di toilet. Daripada melamun peyempuan idaman lain yang nyata2 telah menolak anda mentah2. Atau melamun tidak karuan yang bisa berujung kesambet jurig toilet. Ya, mending sambil bermain golf, ya gak? 

Tuh coba lihat...asyik kaannn....Tak perlu ragu atau bimbang kalau anda memang tertarik untuk mengikuti si bapak itu. Sekali nongkrong bisa diambil dua manfaat. Perut anda jadi plong dan anda semakin piawai bermain golf. Sip, kan...!!!//kgm

Pertandingan Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-7)



Seperti dimaklumi pertandingan sepakbola eksekutif Sekar Vs Manajemen, pada jilid-6, boleh dibilang berlangsung kacau-balau alias acak-acakan. Penyebab utamanya bola raib bagai ditelan hantu (hehehe mank ada gitu hantu suka nelen bola?). Berdasarkan musyawarah untuk mufakat kedua kapten kesebelasan, maka bola pun diganti dengan buah duren. 

Sialnya, para pemain ngebangkang pada kapten kesebelasannya masing2. Malah pake melakukan aksi mogok segala. Alasan mereka mogok sudah dapat diduga karena tak sudi kaki dan kepalanya amburadul akibat kena duri durian yang tajamnya bagai pisau belati itu.

Kalau dicermati mogok para pemain ini hampir mirip dengan mogok Sekar di Silang Monas sewaktu menentang merger Flexi-Esia. Cuma caranya saja yang berbeda. Mogok Sekar dengan mengibarkan spanduk seraya tereak2 “Tolak Merger” sepanjang Jl Merdeka Barat hingga ke depan Istana Presiden. Tapi aksi mogok para pemain sepakbola ini lebih lunak. Mereka cukup berkumpul di tiang gawang masing-masing sambil bermain remi, gaple, catur dan ular tangga. 

Lainnya ada yang ngrumpi soal si Afriani yang nyetir sambil mabok hingga nabrak dan menewaskan 9 orang. Tak luput juga ngrumpi soal Angelina Sondakh yang naik status jadi tersangka. Serta Anas Urbaningrum yang diperkirakan akan terpeleset dari tangga kekuasaaan partai Demokrat. Tentu saja gara-gara nyanyian merdu vokalis cadas M. Nazaruddin.

Sementara di tengah lapang sedang terjadi acara belah duren yang disantap bersama oleh Wasit, kedua kapten kesebelasan, Sekjen dan MPO. Ketika menikmati duren rasa JUARA seperti itu, mereka bagai terlena. Bahkan tampak cuwek bebek kalau sedang ditonton ratusan orang. Sepertinya tak ambil pusing kalo direspon penonton dengan suara koor: “huuu...huuu...huuu...”. 

Sikap masabodo itu nyaris persis seperti masabodonya para penikmat fasilitas perusahaan terhadap turunnya kinerja perusahaan dan mandeknya karir karyawan. Apalagi kalo makan durennya sampe teler, mungkin akan lebih masabodo juga kalo revenue Flexi mengalami decline secara intens. Mabok duren dan mabok ekstasi rupanya bisa sama bahayanya dengan mabok jabatan.

Dalam kondisi kacau seperti itu, sekonyong-konyong terdengar suara voraider meraung-raung memasuki area Learning Center. Mobil polisi itu berwarna putih dengan lampu merah berputar-putar layaknya di tempat dugem. Mobil itu mengawal sebuah mobil kijang bak terbuka dengan dua kursi panjang berhadapan. Semua yang ada di sekitar lapangan mendadak terdiam. Tentu saja semua ingin tau apa yang bakal terjadi. Dalam benak setiap penonton pasti ini razia dan bakal ada yang dicokok lalu diangkut ke Polres. Mungkin juga akibat membuat keramaian tanpa ijin polisi.

Seorang Polisi berseragam lengkap turun dari mobil menuju lapangan. Polisi itu diterima langsung Sekjen Sekar. Sepertinya mereka memanggil Ketua Penyelenggara pertandingan. Itu karena Ganjar langsung berlari menuju lapangan setelah mendapat isyarat Asep untuk datang. Terjadilah dialog Polisi dengan Ketua Penyelenggara. Namun kedengaran penonton dialognya seperti berikut:

Polisi: “Clabclubcleb wakwekwok krekek krekek ochey...”
Ganjar: “Wasweswos kriukkriuk wesweswes siippp...”
Polisi: “Cratcretcrot crutcrut prikitiew...dimana?”
Ganjar: “harherhor tuirtuir blesss...di polres saja...”
Polisi: “Jamjimjem...jempoljempol...”

Akhirnya Polisi itu pun berpamitan setelah bersalaman dengan Ganjar dan para petinggi yang berada di lapangan. Kini giliran Ganjar yang mengumumkan kepada seluruh pemain lewat sound system bahwa yang ada dalam kijang bak terbuka itu adalah nasi bungkus untuk seluruh penonton (hehehe lebay banged nich bawa nasi bungkus mpe dikawal voraider). 

Karuan saja seluruh penonton bersorak-sorak bergembira karena akan dapat makan nasi bungkus dengan menu telor dadar plus sambel pete.

Nasi bungkus pun mulai dibagikan panitia. Lapangan sepakbola saat ini bagai haram dipake untuk bertanding. Karena kini telah berubah menjadi semacam pesta makan bersama sekaligus menyambut tahun baru 2012. Disaat seperti itulah para petinggi Telkom dan Pengurus Sekar serta para wong cilik Telkom bergabung bersama. Mereka tampak akrab. Sambil ngobrol ngalor ngidul dengan penuh suka, canda dan tawa.//kgm

Pesan moral: "Musyawarah diantara para pejabat harus memperhatikan kondisi anak buah. Jangan mengorbankan anak buah untuk menyepakati suatu kebijakan yang tidak populer."

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...