Jumat, 07 Desember 2012

USeeTV, Bagi Pemilik Gaya Hidup Modern


"Seiring dengan berkembangnya teknologi dan semakin tingginya pengguna internet di Indonesia, PT. Telkom Indonesia senantiasa mengawalnya di posisi terdepan. Kami terus berupaya untuk mengembangkan sayap bisnis melalui produk-produk yang lebih inovatif disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat terkini."

Demikian disampaikan Direktur Konsumer, Sukardi Silalahi, melalui siaran pers-nya, di Jakarta.

Menurut Sukardi Silalahi, salah satu jawaban guna memenuhi kebutuhan life style modern masyarakat Indonesia, Telkom meluncurkan produk terbarunya, yakni UseeTV. Produk bernuansa entertainment via internet ini diyakini akan sanggup memberikan pengalaman baru bagi kaum penikmat dunia maya Indonesia. “Bahkan ditengarai akan mampu mendobrak pasar Indonesia dalam menikmati hiburan melalui Internet,” jelas Sukardi.

Layanan multimedia untuk keluarga Indonesia ini, tambah Sukardi, disajikan dengan variasi konten dan genre seperti drama, actions, Hollywood blockbuster, konten lokal, konten anak, drama celestial, komedi dan Bollywood.

“Tak hanya itu, UseeTV.com juga menyajikan konten bebas mengudara, seperti tayangan televisi (TV). Pelanggan pun dapat bebas memilih konten sesuka hati,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Vice President Public Relations, Agina Siti Fatimah, bahwa UseeTV ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan gaya hidup modern di mana pelanggan kita bisa mendapatkan akses hiburan tanpa henti dengan cara yang mudah, melalui perangkat pribadi, seperti ponsel, tablet, laptop atau PC. Hal ini memungkinkan mereka untuk menonton semua program kapan saja dan dimana saja.

Karena mobilitas yang tinggi saat ini, kata Agina, ditengarai jumlah penonton televisi telah mengalami penurunan secara intens. Maka UseeTV kini hadir yang memungkinkan pelanggan untuk menyaksikan video atau tayangan yang tidak sempat ditonton hingga 7 (tujuh) hari ke belakang. Tak hanya itu UseeTV juga menayangkan langsung terbaru.

Menurut Agina, beberapa cara registrasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

Dengan SPEEDY:
Registrasi melalui website my.telkom.co.id
Konfirmasi pendaftaran dan link aktivasi akan dikirimkan melaui email
Masukan nomor speedy Anda di website my.telkom.co.id
Login di useetv.com menggunakan Telkom ID dan nikmati banyak film gratis

Dengan KARTU HALLO
Dial *111#
Pilih 8 Mobile Entertainment
Pilih 1 UseeTV
Pilih 1 Registrasi Gratis

Dengan FLEXI:
Dial *116#
Pilih 8 UseeTV
Pilih 1 Registrasi Gratis

Live TV dan TV on Demand (TVoD)
Seperti yang kita ketahui dari paragraph sebelumnya, di USeeTV, kita dapat nonton siaran langsung TV Free to Air yang ada di negeri tercinta ini, kami menyediakan siaran tv nasional : Trans TV, Trans 7, Metro TV, SCTV, TV One, Indosiar dan ANTV serta TVRI. Sejalan dengan waktu akan makin bertambah lagi, tidak menutup kemungkinan siaran TV dari manca negara juga dapat kita tonton di USeeTV.

Selain siaran langsung, kita bisa nonton TV untuk waktu 7 hari sebelumnya. Berbagai tontonan yang terlewati, bisa kita lihat lagi sesuai program acara yang tersedia. Penyediaan fitur ini ditujukan hanya buat pelanggan Telkom yang pastinya ingin selalu update dan tidak ingin ketinggalan berita.

MOVIE
Selain itu UseeTV juga menyajikan movie, baik lokal maupun internasional. Dan yang pasti, seru-seru semua. Memang belum terlalu banyak, belum tersedia ribuan katalog, tapi masih dalam jumlah ratusan film katalog saja. Kami menyediakan berbagai film tersebut dalam berbagai genre, mulai dari drama, thriller sampai dengan SciFi. Karena kami memang ingin memberikan pilihan buat pelanggan, tetapi kami tidak ingin menimbulkan kebingungan di kamu dalam memilih. Satu lagi, bagi yang suka film India, di UseeTV juga tersedia.

MUSIK
Apakah di USeetv.com tersedia layanan streaming musik? Iya bener, kami menampilkan klip-klip video dari berbagai lagu : Indonesia, Barat, bahkan Korean Pop (K-Pop) yang sudah kita kenal dan kita dengar beritanya dimana-mana. Saat ini jumlah video yang dapat kita tonton masih dalam jumlah ratusan klip video. Ke depan kami akan terus menambah katalog musik. Bagi yang suka karaoke atau “sing alone”, kami menyediakan pilihan Karaoke juga, untuk bisa kita nikmati dan menyalurkan bakat bernyanyi.

RADIO ONLINE
Selain tayangan TV dan film, kita juga bisa mendengarkan Radio. Dari berbagai stasiun radio streaming di berbagai daerah akan menyatu disini, di USeeTV. Disamping kita bisa memilih jenis stasiun radio nya, kita juga bisa langsung memilih jenis siarannya, apakah itu berita, musik, talkshow dan lain-lain. Di menu siaran musik, kamu bisa memilih lagi atas berbagai pilihan ; pilihan generasi tahun ataupun genre musik. Dari mulai slow rock, heavy metal, pop sampai dengan keroncong, kita bisa memilih dan mendengarkan lagunya.

Inovasi layanan baru kami ini ke depan akan terus bertambah, sesuai dengan keinginan kami untuk memuaskan pelanggan. Bagi yang suka membaca, ke depan, kita akan menemukan aplikasi eBook di USeeTV. Dengan layanan three play screen, UseeTV.com, bisa dinikmati di layar apapun. Jadi membaca eBook akan sama nyamannya dengan membaca buku, dapat kita baca sambil tidur atau sambil duduk di sofa.

Jadi langsung saja akses ke www.useetv.com. Klik register, lalu ikuti petunjuknya. Nanti akan mendapatkan notifikasi melalui email untuk mengaktifkan account useetv.com. Silakan mencoba. (*nas)

Senin, 03 Desember 2012

Mendidik Anak: Right to Fight


by: Jemy V Confido

Setiap anak terlahir dengan hak istimewa untuk berjuang dan setiap orang tua bertanggung jawab agar mereka tidak kehilangan haknya saat kelak tumbuh dewasa. (JVC)

Suatu ketika seorang anak menyaksikan sebuah kepompong sedang bergerak-gerak. Tak lama kemudian, sesosok bentuk yang lucu dan mengibakan muncul dari dalam kepompong tersebut. Ternyata makhluk mungil itu adalah kepala seekor ulat yang tengah berubah menjadi seekor kupu-kupu.

Sang ulat kemudian bergulat dengan balutan kepompong, berusaha melepaskan diri. Perlahan-lahan, sang ulat pun berhasil mengeluarkan sebagian tubuhnya. Sang anak tadi kemudian segera sadar apa yang sedang dilakukan sang ulat yaitu membebaskan diri dari balutan kepompong tersebut. Ia pun kemudian mengulurkan tangannya dan membukakan balutan kepompong tersebut. Singkat cerita, sang ulat pun kemudian terbebas dari balutan kepompong berkat bantuan sang bocah.

Di bagian punggung sang ulat tampak sepasang sayap kupu-kupu yang indah. Sang ulat yang kini sudah menjadi kupu-kupu itu pun kemudian membentangkan kedua sayapnya. Ia bersiap-siap untuk mengepakkan sayapnya dan terbang untuk pertama kalinya. Namun apa daya, sayapnya tidak bisa mengepak dengan sempurna dan sang kupu-kupu baru itu pun tidak bisa terbang. Rupanya, niat baik sang bocah telah menimbulkan akibat yang buruk terhadap perkembangan sang kupu-kupu.

Proses yang sejatinya berlangsung berjam-jam, telah diubah menjadi beberapa menit saja oleh sang anak. Hal ini menyebabkan sang kupu-kupu kehilangan kesempatan terbaiknya untuk melatih otot-ototnya sehingga otot-ototnya tidak cukup kuat untuk terbang. Kondisi ini sulit untuk diperbaiki kemudian selain karena tidak tersedia fasilitas khusus untuk melatih otot-ototnya, elastisitas otot-ototnya juga sudah berkurang seiring pertambahan usia kupu-kupu ini.

Sebagai orang tua, saya juga pernah merasakan situasi serupa. Kehadiran putri kami yang merupakan anak pertama sungguh memberikan kebahagiaan. Terlebih lagi kelucuan dan kadang kehebohan yang diciptakannya sungguh memberikan kegembiraan tersendiri bagi kami. Semua ini membuat kami berusaha memberikan yang terbaik dan terkadang agak memanjakan putri kami tersebut. Setelah melalui masa-masa yang penuh dengan keceriaan tersebut, maka tibalah putri kami untuk memasuki masa-masa persiapan sekolah. Setelah melalui masa pra sekolah dengan baik, tahun ini putri kami pun masuk ke kelas TK Kecil. Di tahap ini, putri kami sudah dituntut untuk mulai menulis huruf dan angka.

Tak ayal, saya dan istri pun mulai mengajarinya. Pertama-tama kami berusaha mengajarinya dengan sabar namun lambat laun kesabaran kami semakin berkurang karena melihat putri kami tidak cukup tertarik untuk belajar. Kami pun mulai mendidiknya dengan keras. Untuk beberapa saat, putri kami seperti terkejut dan protes terhadap tindakan kami. Matanya seolah bertanya mengapa kelemahlembutan ibu dan kebersamaan ayah berubah menjadi kemarahan? Mengapa saya tidak bisa dibebaskan saja dari tuntutan untuk belajar ini dan bisa bermain dengan gembira?

Saya dan istri pun berdiskusi. Putri kami rasanya masih terlalu kecil untuk diberi tugas menulis. Apakah kami terjebak dalam ambisi orang tua dan kemudian merampas kegembiraan putri kami ataukah kami benar-benar sedang mendidiknya agar ia kelak bisa menggunakan salah satu hak istimewa yang dimilikinya yaitu hak untuk berjuang. Dalam hal ini, kami sadar bahwa bukan hasil tulisannya yang penting bagi kami tapi keinginan untuk mencoba menulis itu yang kami coba timbulkan dalam diri putri kami. Setelah melalui berbagai upaya, dalam beberapa minggu berikutnya, putri kami terlihat semakin tertarik mencoba menulis. Meskipun awalnya berat, namun pada akhirnya kami semua sangat bergembira karena kemajuan yang diperlihatkan oleh putri kami tersebut.

Tanpa disadari oleh setiap anak yang terlahir ke dunia ini dan juga tanpa disadari oleh kebanyakan orang tuanya, sesungguhnya setiap anak memiliki hak untuk berjuang agar ia mampu menghadapi kerasnya kehidupan ini dan menjadi orang yang berhasil. Hak ini seringkali dirampas tanpa disadari oleh orang-orang di sekitarnya terutama orang tuanya sendiri dengan alasan tidak ingin mengambil kebahagiaan anak-anak mereka. Sungguh suatu perbedaan yang tipis sepertinya namun dengan pikiran yang jernih dan hati nurani yang ikhlas, setiap orang tua bisa dengan bijak membedakannya. Ketika kita membuat anak-anak kita tertawa bahagia, maka kita sedang memberikan kebahagiaan kepada mereka. Kecuali, bila kebahagiaan tersebut membuat mereka tidak mau berusaha, maka kita sesungguhnya sedang mengambil hak mereka untuk dapat berjuang.

Agar kita tidak merampas hak anak-anak kita untuk berjuang, berikut tiga tips sederhana yang bisa saya bagikan kepada para pembaca:

1. Didiklah anak untuk terbiasa bertanggung jawab sejak dini.

Hal-hal kecil seperti memasang sepatu dan kaos kaki sendiri akan melatih anak untuk bisa mandiri dan lebih siap untuk berjuang nantinya. Biasakan juga anak untuk menerima kenyataan bila ia memang melakukan kesalahan dalam proses memikul tanggung jawab ini. Hindari kebiasaan buruk seperti menyalahkan lantai bila anak terjatuh karena ia kurang berhati-hati. Beri pengertian kepadanya bahwa bila ia kurang berhati-hati maka ia bisa terjatuh.

2. Hargailah setiap usaha yang diperlihatkan oleh anak.

Para orang tua tentu berharap bahwa anak-anak mereka akan berhasil nantinya. Namun hasil tidak selalu tercapai seketika. Karena itu, beri perhatian pada usaha yang dilakukan oleh sang anak, bukan kepada hasil yang diperolehnya. Bila sang anak sudah belajar keras namun nilai ujiannya belum memuaskan, beri penghargaan kepada usahanya. Terus beri semangat bahwa hasil yang baik akan datang dari usaha yang baik pula. Bantu sang anak untuk menemukan usaha yang lebih efektif serta beri dukungan yang diperlukan terutama dukungan moril.

3. Rangsang anak untuk memiliki tujuan dan yakinkan bahwa ia harus berjuang untuk mencapainya.

Setiap orang tua selalu tertarik untuk mendengar cita-cita para anaknya. Bahkan tidak jarang justru orang yang memberikan cita-cita kepada anakn-anak mereka. Namun kegairahan untuk meraih cita-cita harus dibarengi juga dengan kesediaan untuk memperjuangkannya. Sambil menunggu tercapainya cita-cita yang besar, akan sangat membantu bila anak-anak juga memiliki tujuan-tujuan antara. Misalnya menjadi juara kelas atau memiliki tas sekolah baru. Ajak mereka untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan tersebut seperti belajar dengan lebih tekun atau menabung. Ciptakan simulasi-simulasi yang menarik dan menantang bagi mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Dalam memberikan hak bagi anak-anak untuk berjuang tersebut, kita harus selalu ingat bahwa semakin awal kita mengajarkannya kepada mereka maka akan semakin baik hasilnya. Sebaliknya, semakin terlambat kita mengajarkannya, maka akan semakin sulit bagi mereka untuk menerimanya. Hal ini terutama disebabkan oleh terbentuknya kebiasaan kontra produktif yang justru membuat mereka lebih memilih untuk menghidari tantangan dan tanggung jawab.

Sang bocah dalam kisah di atas mungkin merasa iba melihat sang ulat yang kesulitan keluar dari balutan kepompong. Namun ia tentunya akan merasa lebih iba manakala melihat sang ulat yang telah menjelma menjadi kupu-kupu tidak memiliki saya yang dapat berfungsi dengan baik. Demikian pula sebagai orang tua, mungkin kita akan sedih bila melihat anak kita mengalami kesulitan. Namun kita akan lebih bersedih lagi bila melihat mereka tidak memiliki kesiapan sama sekali untuk menghadapi kesulitan tersebut.
(Catatan: Artikel ini dimuat di Lionmag edisi September 2012.)

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...