Tampilkan postingan dengan label Humor KMMK (Ketawa Mati Model Kangnana). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor KMMK (Ketawa Mati Model Kangnana). Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

Kamsuy Rekor Jual Majalah

DENGAN


Manajer Marketing itu heran mengapa si Kamsuy yang gagap itu bisa menjual majalah sangat banyak setiap harinya, bahkan bisa mengalahkan teman2nya yg normal.

Setelah ditanya dan dipaksa apa yang menjadi rahasia penjualannya, ia pun mulai buka rahasia.

“Ss…ssa..ssa...ya...gggakk...mmm...mmu...luk...mmmu..llluk koq... sss...ssayyaa...ccu..cummma....nnn...nna...wwwarin...kkke...cccc...cccalon...ppp..ppem...bbbelinya...Aaa…anda mmau bb…beli..mm...maajaalahhh...iii...ini...atau…mm...mmau..ss..sa..saaa yaa …bb…baca…iinnn...aaa..aja…..??” jelas si Kamsuy kepada Manajer Marketingnya.//kgm

Pesan moral: "Jangan sepelekan orang yg memiliki kelemahan atau kekurangan secara fisik, karena boleh jadi dibalik kelemahan/kekurangan itu ada kekuatan energi yg tidak dimiliki manusia normal lain."

Sabtu, 05 April 2014

Kamsuy dan Guru Matematika



Kamsuy pindah sekolah. Kepindahannya, bukan karena dikenal hobi tawuran. Bukan pula karena otaknya yang rabe alias rada bego, namun juga si Kamsuy emang terkenal suka jahil pada teman2 wanitanya.


Pernah suatu waktu pada jam istirahat ngajak temen2 perempuannya untuk mentraktir mie ayam di si uwak jabrik. Waktu itu terkumpul sekitar 10 cewek. Cuman dasar si Kamsuy, sewaktu pada asyik makan mie ayam, eh, dia malah ngilang alias kabur entah kemana. Wajar saja kalo temen2nya pada nyumpahin moga dia terpeleset jatuh dan mukanya kena taik kebo.

Untuk itulah daripada ia ngendon di kelas alias gak naik kelas, ia pun pindah sekolah. Sebagai murid baru, tak urung Kamsuy dapat cerita dari Budi seorang teman barunya.

"Hey, suy, hati2 loh ma guru matematika," begitu kata Budi temen duduknya di bangku belakang. Kalo jawaban lo ngaco lo bakal digampar. Itu guru nyebelin banget suy, udah jelek, gembrot, juling, hidung pesek, jerawatnya gede2, bibir dewer pecah2, giginya bolong pula," kata temannya.

"Iyee, kalo soal itu mah gw udah tau koq," kata Kamsuy.
"Hah, tau darimana? kan lu baru masuk?" tanya temennya.
"Gw tau karena gw anaknya dongo!!," jwb Kamsuy.

Mendengar jawaban si Kamsuy, sambil menutup kepalanya dengan tangan si Budi langsung ngeloyor pergi ke tempat duduk sebelahnya yg kosong. Takut ditampol si kamsuy kali hehhe....//kgm/ki gempur mudharat/


Pesan moral: "Kenali dengan baik sahabat atau lawan bicara kita, jangan sampai keliru menyampaikan info yang justru menyinggung perasaannya karena terkait dengan kehidupan pribadinya."

Jumat, 04 April 2014

Pertanyaan anak monyet


Serial Si Kamsuy (23)
Pertanyaan anak monyet...
Anak Monyet itu begitu fokus melihat si Kamsuy yg sedang mandi di sungai. Kebetulan Kamsuy memang sedang berada di hutan yang rindang nan sepi. Melihat sungai dengan air yang sangat jernih Ia pun mandi. Malah, maaf, dengan tanpa pakaian alias bertelanjang.

Tanpa Kamsuy sadari, ia tengah mendapat perhatian induk monyet dan anaknya.

Anak Monyet itu pun dengan penuh perhatian dan pengamatan, asyik melihat si Kamsuy yang lagi mandi. Ia pun mulai bertanya pada induknya.

"Mamih, Mamih, sebenernya apa sieyyy bedanya manusia dengan kita?" tanya anak Monyet ke induknya yang juga melihat pemandangan yang sama.

Karena induknya bingung harus menjawab apa, ia pun menjawab sekenanya. "Bedanya gak terlalu jauh sayang, kalo kita ekornya di belakang, kalo manusia ekornya di depan, tuch kayak orang itu," jawab induknya sambil menunjuk si Kamsuy.


Pesan moral: "Kita saja berkecenderungan mengambil suatu keputusan pintas dari fakta yang tampak terlihat mata. Apatah lagi Om Onyet..."

Kamis, 03 April 2014

Tabrak lari...Saya bapaknya...!!!

Suatu waktu Si Kamsuy berniat pergi ke pasar baru. Tujuannya ingin beli celana kolor, maklum celana kolor yg dimiliki satu2nya itu sudah mulai kumal, karetnya putus, bolong2 bekas rokok pula.

Dengan uang disaku secukupnya, ia pun naik angkot. Namun di perjalanan ia melihat orang2 pada bergerombol. Sepertinya telah terjadi kecelakaan dan sayup2 terdengar orang2 bicara telah terjadi tabrak lari.

Tampak Orang2 sedang merubung korban. Kamsuy penasaran ingin melihat langsung karena siapa tau korban adalah orang yg dikenalnya. Ia pun bergegas turun dari angkot. Namun ketika mau lihat, Kamsuy kesulitan alias gak bisa mendekati melihat korban karena terlalu padatnya orang.

Namun Kamsuy tak kehilangan akal. Ia pun mulai berulah.

“Maaf...maaf...maaf ya...saya bapaknya, maaf ya saya bapaknya ya!” teriak Kamsuy kepada orang2 yang merubung korban.

Tentu saja orang2 pun pd minggir kasih jalan pada Kamsuy. Akhirnya Kamsuy pun bengong melihat yg terkapar berlumuran darah...seekor monyet.//kgm


Pesan moral: Jangan ceroboh dalam mengambil keputusan sebelum diperoleh fakta dan data yang valid.

Rabu, 02 April 2014

Prajurit Ceroboh

Kamsuy seorang Komandan Perang. Suatu saat Kamsuy sangat marah ketika menemukan sebuah pisau belati milik seorang prajurit dalam suatu latihan perang.

Wajah Kamsuy merah membara menandakan emosi tingkat tinggi. Ia bertekad untuk memberikan sangsi berat kepada si prajurit ceroboh itu.

Kamsuy pun mulai mengumpulkan para prajurit di lapangan.

"Wahai, serdadu!! aku menemukan pisau belati ini. Yang merasa kehilangan pisau belati ini cepat ke depan!!!" teriak Kamsuy dengan mata mengamati pasukannya.

(Namun tak ada yang berani ke depan barisan).

"Aku tau siapa prajurit yang ceroboh itu, karena namanya terukir dalam pisau ini. Jadi sebelum aku sebutkan namanya, cepat maju ke depaaannn!!!" ujar si Kamsuy seraya mengacungkan-ngacungkan sebuah pisau belati.

(Suara Kamsuy yang melengking itu semakin menambah takut para prajurit. Semuanya bungkam dalam posisi istirahat di tempat).

"Kalau begitu Aku panggil namanya...Steel!!! cepat ke depaannn!!!"

(Masih tak ada yang bergerak. Akhirnya si Kamsuy tak sabar lagi untuk memanggil sebuah nama dengan suara menggelegar).

"Stainless Steel...Cepat ke depaaannnnn!!!!".//kgm/kigempurmudharat


Pesan moral: "Jangan sok atau merasa orang paling hebat, padahal pengetahuan atau ilmu yang dimilikinya masih terbatas atau sangat dangkal."

Selasa, 01 April 2014

Bekas karung terigu

Di malam pertama pernikahannya Kamsuy agak grogi. Dengan gemetar dan harap2 cemas Kamsuy pun mulai merayu istrinya dan mulai buka celana panjang. Aksi itu tentu yg disaksikan langsung istrinya.

Namun sungguh diluar dugaan, begitu Kamsuy tinggal bercelana dalam, tanpa basa-basi istrinya langsung melesat lari menuju kamar ibunya.Wajahnya pucat pasi dengan nafas tersengal penuh ketakutan.

Melihat reaksi anaknya seperti itu, tentu saja Ibunya bingung.

“Eh, kamu kenapa masuk kamar ibumu bukannya di kamar pengantin dengan suamimu?” tanya ibunya setengah kaget.

“Anu bu, Ich, takut bu, masa di celana dalam kang Kamsuy ada tulisan berat bersih 25 kg, aku takut bu bisa mati kalo seberat itu bu!” jelas anaknya seraya gemeteran ketakutan.

Ibunya bingung. Ibunya pun ngeloyor pergi menemui Kamsuy di kamar pengantin. Setelah ibunya menemui Kamsuy barulah jelas.

“Eh, nduk, kata mas Kamsuy, maafkan katanya, celana dalamnya itu dibuat dari bekas karung terigu,” kata ibunya sambil menggandeng anaknya masuk lagi ke kamar pengantin. //kgm.


Pesan moral: "Persepsi yang salah bisa berakibat fatal kalau tidak segera diluruskan."

Senin, 10 Maret 2014

Aduh!! tolong anak saya dok...

"Dokter kenapa mulut anak saya mangap terus dengan mata melotot seperti bola matanya mau keluar, aduh tolong dok, sembuhkan!!" kata si ibu dengan tergesa2 memaksa masuk ke ruang praktek padahal masih ada pasien lain di dalam.

"Waaduuhhh!!Kasian amat...Ya, sudah, ibu tunggu diluar saja ya," kata dokter.

Tidak kurang dua menit dokter menemui si ibu dgn bawa anaknya yg sudah baik. Si ibu pun sontak kaget.

"Lho, dokter koq anak saya bisa cepet baiknya, diapain dok, berapa bayarnya?" kata si ibu penuh bahagia.

"Ah, ini mah gratis bu...Cuma saya ingatkan pd ibu, kalo pasang bando itu harus bener dan jgn terlalu ketat ya bu!," kata dokter.//kgm

Pesan moral: "Sebelum melakukan tindakan untuk menyelesaikan suatu masalah kepada orang lain seyogyanya terlebih dahulu dicari sendiri penyebabnya. Jangan tergesa dan hadapi suatu masalah dengan tenang dengan tetap berfikiran jernih."

Sabtu, 18 Februari 2012

Serda Keponakan Kamsuy Ketemu Kakeknya


Masih ingat kan keponakan si Kamsuy yang ceriwis dan songong itu? Ya, bener, namanya si Serda (tapi maaf, jangan sampai lupa pula kalau Serda itu bukan Sersan Dua yah...).

Nah, pada hari minggu Serda diantar Om-nya, Kamsuy, berkunjung ke rumah kakeknya. Sesampainya di rumah kakek, Serda ditinggal dan Kamsuy pun balik lagi. Saat itu kakeknya sedang duduk di kursi goyang di teras rumah seraya menikmati kopi dan pisang goreng. Sementara neneknya memasak. 

Serda dan kakeknya pun mulai melepas kangen, sapa menyapa lalu mulai ngobrol naglor ngidul. Lama-lama songong si Serda mulai keluar.

Serda: “Kakek, kakek, koq kakek sekarang mirip gambar yang ada di rumah Serda sich...”

Kakek: “Lho, memangnya Serda di rumah punya gambar apa?”

Serda: “Gambar tikus lagi ketawa kek, giginya persis kayak kakek, tiga biji...”

Kakek: “Hehehe Iyah, bener, pinter, emang kakek kayak tikus cucuku. Malah kata si 
                 nenek, kakek ini mirip celeng tuch...”

Serda: “Celeng paan kek?”

Kakek: “Itu yang suka diburu kayak yang di TV itu loh, yang ditembak2in dari atas 
                 mobil...”

Serda: “Och, babi hutan yach kek?

Kakek: “Iyah, betul...” (kakek dan cucunya itu tertawa senang)
                 Nah, sekarang kakek mau tanya nich sama Serda, kalau sudah besar nanti Serda
                 cita-citanya pengen jadi apa, ayo?”

Serda: “Serda sich pengen jadi kayak kakek aja....”

Kakek: “Hah, jadi Serda pengen jadi lurah yah?”

Serda: “Bukan kek, Serda pengen jadi pensiunan, kayak kakek, kan enak gak kerja tapi 
                dapet duit tiap bulan...”

Kakek: “Iyah, bener juga, tambah pinter yach cucu kakek...hehehe..sekarang coba ambilkan
                 obat mata kakek yang diatas toilet dekat TV yah..”

Serda: “Ya, kek, yang tutupnya orange ya kek..”

Kakek : “Iyah, coba bawa kesini terus tetesin mata kakek ya, pelan2, jangan lupa baca dulu
                  aturan pakainya..”

Serda: “Ya, kek. Nich, aturan pakenya: teteskan dan tunggu dua menit...”

(Kemudian Serdapun meneteskan ke mata kakeknya yang sudah mulai rabun itu)

Kakek: “Serda, kenapa obatnya perih sekali yah trus mata kakek koq jadi ga bisa dibuka,
                 coba liat bacaan pada obat matanya apa disitu?”

Serda: “AL-TE-CO kek....”

Kakek: “Haaahhhh..!!!”//kgm

Pesan moral: "Bijak dan lebih hati2 dalam menggunakan obat, teliti kemasan dan aturan pakainya, jika salah menggunakannya tentu akan berakibat fatal."

Minggu, 12 Februari 2012

Ketika Kamsuy Kena Tilang


Ditilang polisi merupakan peristiwa paling menyebalkan nomor dua. Tentu saja setelah peristiwa menyebalkan nomor satu yaitu ditolak cinta mentah2. Tapi itu spesial bagi kaum bujangan sich. Bagi yang sudah berbini dan beranak-pinak, ketika ditolak cinta, biasanya dianggap sebagai musibah saja. Walaupun tetap saja lumayan menyesakkan dada bahkan sakitnya bisa menyayat hingga ke ulu hati. 

Tapi ini bukan cerita menyoal cinta, tapi soal pengalaman si Kamsuy ditilang polisi.

Yang paling jengkelin kalo lagi enak2 berkendara tiba2 disuruh minggir pak polisi. Dengan alasan tidak jelas atau dicari-cari, ya, akhirnya diminta menunjukkan sim dan stnk juga. Alasannya macam2 . Biasanya: helm tidak SNI, kaca spion kurang satu, suara kenalpot kegedean sampai pada kondisi ban yang sudah botak. 

Kalau tilang untuk alasan seperti itu biasanya tarif Rp.25 ribu bayar ditempat sudah lumrah. Seperti beberapa waktu lalu ketika si Kamsuy ditilang polisi.

Polisi: “Selamat siang. Saudara tidak pake helm SNI seperti yang dianjurkan, jadi saudara saya tilang...”

Kamsuy: “Ini juga helm pak, sama-sama untuk melindungi kepala pak, lagian saya kan jalan pelan2 pak...”

Polisi: “Helm apanya? Ini kan ember bekas cat tembok 5 kg. Saudara ini bagaimana? Kalau mau ber-ulah di jalan raya, sekalian saja pake ember yang masih ada cat temboknya, biar cat temboknya lumer menutupi muka saudara, dengan begitu saudara dianggap orang sinting...” (kata polisi itu sambil menempatkan telunjuk di jidatnya dengan posisi miring).

Kamsuy: “Tapi saya juga bawa helm beneran pak, ini apa pak..” (Kamsuy pun menunjuk pada helm yg disimpan diatas speedometer).

Polisi: “Justru itu, napa helm ini ga dipake? Malah speedometer motornya yang dikasi helm. Sudah jangan banyak cingcong, pokoknya saudara saya tilang...”

Kamsuy: “Ya, udah kalo gitu, tapi kita damai saja ya pak, ni ada buat bapak Rp.25 ribu pak...”

Polisi: “Maksud saudara apa, nanti dibilang saya memeras atau polisi kena suap, terus ditulis di media sosial atau dilaporkan ke polres lagi.”

Kamsuy: “Gak deh pak, bener, cuma kita bertiga aja yang tau pak...”

Polisi: “Beneran nih? Ya, udah cepetan, dari tadi kek ngomong...”

Kamsuy pun mengeluarkan dompet dan melihat isinya. Rupanya uang Kamsuy tinggal selembar-lembarnya Rp.50 ribu. Dia bingung. Dia pun minta bantuan ke teman yang diboncengnya. Temennya hanya menggelengkan kepala pertanda gi tongpes (maklum penganggur abadi). Mau minta kembalian ke pak polisi ga enak. Mau tukar uang disekitar TKP ga ada pedagang. Satu2nya yang tampak pedagang tukang bubur ayam. Setelah pamit sebentar ke pak polisi Kamsuy pun meninggalkan motor dan temannya lalu ngeloyor jalan kaki kesana.

Polisi itu pun membiarkan Kamsuy pergi dan sepertinya sudah bisa menduga: kalo orang itu mau tukar duit. Namun apes dech. Mau tukar uang disitu, katanya baru dapat Rp.30 ribu. Tak ada cara lain bagi Kamsuy, harus makan bubur ayam dulu. Kamsuy pun memberi isyarat pada temannya untuk datang menghampiri. Kini tinggal polisi itu berdiri menunggu disamping motor si Kamsuy.

Kebetulan lapar dan dahaga Kamsuy dan temannya di siang yang terik itu lumayan menyiksa. Mereka pun dengan lahapnya menyantap bubur ayam lengkap dengan es teh manisnya. Sekali2 mereka nengok ke pak Polisi yang sepertinya sudah kegerahan. Sudah berkali-kali pak polisi itu mengeluarkan saputangan untuk mengusap keringat di mukanya. Setelah sekitar 30 menit berlalu, Kamsuy dan temannya pun kembali menuju motornya yang ditunggu pak Polisi dengan setianya.

Kamsuy: “Maaf pak tadi mau tukar uang tapi ga ada. Katanya cuma ada Rp.30 ribu, jadi kami terpaksa makan bubur ayam dulu. Bubur ayam dengan es teh manisnya maknyuss banged pak, bener pak, sumpah. Sekarang giliran bapak dech makan bubur ayamnya. Ini pak Rp 25 ribu. Saya ikhlas, semoga barokah ya pak...”

Polisi: “Sini cepet...kalian itu ga punya perasaan..!!”
(Pak Polisi itu pun segera pergi dengan menggunakan motornya dan sangat kulihat dengan jelas menuju tukang bubur ayam...).

Catatan: Cerita ini full rekayasa. Bukan kejadian sebenarnya dan tak ada niat untuk merendahkan citra Polisi. Cerita ini hanya untuk tujuan hiburan semata. Saya percaya saat ini tak ada polisi yang berperilaku seperti itu. Tentu saja, kecuali para oknum yang dengan sengaja menyalahgunakan kewenangannya sebagai polisi lalulintas.

Rabu, 08 Februari 2012

Kamsuy dan Dua Wanita Bohay


Sudah lama saya tidak pernah ketemu Kamsuy. Kemarin memaksakan diri datang ke rumahnya. Kebetulan dia ada sedang duduk di ruang tamu sambil baca koran. 

Saya pun dipersilakan masuk lalu duduk bersamanya. Sebelum duduk saya sempat melihat dua wanita lumayan bohay (kalau diukur dengan cahaya lampu sekitar 80 watt-an lah). Mereka di dapur tampaknya sedang asyik memasak. Sayapun bertanya.

Saya: “Suy...siapa tuch ada dua cewek manies dan bohay di dapur...?”

Kamsuy: “Och itu, yang baju merah Shinta, yang baju biru Santi...”

Saya: “Kayaknya suka ke salon yach?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Shinta dulu dech...”

Kamsuy: “Och, kalau Shinta emang suka ke salon..”

Saya: “Terus kalau Santi?”

Kamsuy: “Santi juga...”

Saya: “Biasanya ke salon mana tuch 'Suy?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Sekarang Santi dulu dech....”

Kamsuy: “Och, kalau Santi ke Salon Setiabudi...”

Saya: “Terus kalau Shinta?”

Kamsuy: “Shinta juga...”

Saya: “Sama yah, terus sukanya masak apa dia?”

Kamsuy: “Siapa tuch, Shinta atau Santi?”

Saya: “Sekarang Shinta dech...Shinta dulu.!”

Kamsuy: “Kalau Shinta kesukaannya masak semur jengkol...”

Saya: “Terus Santi?”

Kamsuy: “Santi juga..”

Saya: “Kamu tuch gimana sich Kamsuy, bikin emosi saja. Kalau jawabannya sama napa harus nanya siapa tuch...siapa tuch segala..???”

Kamsuy: “Soalnya kalau si Shinta yang baju merah itu istri saya...”

Saya: “Terus si Santi yang baju biru???

Kamsuy: “Santi juga..”

Saya: (dalam hati: buesyeeet dach...dasar si Kamsuy dodolll...)

Pesan moral: "Jaga mulut kita. Tidak baik untuk membuat kesal atau membuat jengkel sahabat kita, apalagi ketika sahabat bertamu ke rumah. Perlakukan tamu dengan sebaik2nya dan buatlah sebahagia2nya."

Minggu, 05 Februari 2012

Pertandingan Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-7)



Seperti dimaklumi pertandingan sepakbola eksekutif Sekar Vs Manajemen, pada jilid-6, boleh dibilang berlangsung kacau-balau alias acak-acakan. Penyebab utamanya bola raib bagai ditelan hantu (hehehe mank ada gitu hantu suka nelen bola?). Berdasarkan musyawarah untuk mufakat kedua kapten kesebelasan, maka bola pun diganti dengan buah duren. 

Sialnya, para pemain ngebangkang pada kapten kesebelasannya masing2. Malah pake melakukan aksi mogok segala. Alasan mereka mogok sudah dapat diduga karena tak sudi kaki dan kepalanya amburadul akibat kena duri durian yang tajamnya bagai pisau belati itu.

Kalau dicermati mogok para pemain ini hampir mirip dengan mogok Sekar di Silang Monas sewaktu menentang merger Flexi-Esia. Cuma caranya saja yang berbeda. Mogok Sekar dengan mengibarkan spanduk seraya tereak2 “Tolak Merger” sepanjang Jl Merdeka Barat hingga ke depan Istana Presiden. Tapi aksi mogok para pemain sepakbola ini lebih lunak. Mereka cukup berkumpul di tiang gawang masing-masing sambil bermain remi, gaple, catur dan ular tangga. 

Lainnya ada yang ngrumpi soal si Afriani yang nyetir sambil mabok hingga nabrak dan menewaskan 9 orang. Tak luput juga ngrumpi soal Angelina Sondakh yang naik status jadi tersangka. Serta Anas Urbaningrum yang diperkirakan akan terpeleset dari tangga kekuasaaan partai Demokrat. Tentu saja gara-gara nyanyian merdu vokalis cadas M. Nazaruddin.

Sementara di tengah lapang sedang terjadi acara belah duren yang disantap bersama oleh Wasit, kedua kapten kesebelasan, Sekjen dan MPO. Ketika menikmati duren rasa JUARA seperti itu, mereka bagai terlena. Bahkan tampak cuwek bebek kalau sedang ditonton ratusan orang. Sepertinya tak ambil pusing kalo direspon penonton dengan suara koor: “huuu...huuu...huuu...”. 

Sikap masabodo itu nyaris persis seperti masabodonya para penikmat fasilitas perusahaan terhadap turunnya kinerja perusahaan dan mandeknya karir karyawan. Apalagi kalo makan durennya sampe teler, mungkin akan lebih masabodo juga kalo revenue Flexi mengalami decline secara intens. Mabok duren dan mabok ekstasi rupanya bisa sama bahayanya dengan mabok jabatan.

Dalam kondisi kacau seperti itu, sekonyong-konyong terdengar suara voraider meraung-raung memasuki area Learning Center. Mobil polisi itu berwarna putih dengan lampu merah berputar-putar layaknya di tempat dugem. Mobil itu mengawal sebuah mobil kijang bak terbuka dengan dua kursi panjang berhadapan. Semua yang ada di sekitar lapangan mendadak terdiam. Tentu saja semua ingin tau apa yang bakal terjadi. Dalam benak setiap penonton pasti ini razia dan bakal ada yang dicokok lalu diangkut ke Polres. Mungkin juga akibat membuat keramaian tanpa ijin polisi.

Seorang Polisi berseragam lengkap turun dari mobil menuju lapangan. Polisi itu diterima langsung Sekjen Sekar. Sepertinya mereka memanggil Ketua Penyelenggara pertandingan. Itu karena Ganjar langsung berlari menuju lapangan setelah mendapat isyarat Asep untuk datang. Terjadilah dialog Polisi dengan Ketua Penyelenggara. Namun kedengaran penonton dialognya seperti berikut:

Polisi: “Clabclubcleb wakwekwok krekek krekek ochey...”
Ganjar: “Wasweswos kriukkriuk wesweswes siippp...”
Polisi: “Cratcretcrot crutcrut prikitiew...dimana?”
Ganjar: “harherhor tuirtuir blesss...di polres saja...”
Polisi: “Jamjimjem...jempoljempol...”

Akhirnya Polisi itu pun berpamitan setelah bersalaman dengan Ganjar dan para petinggi yang berada di lapangan. Kini giliran Ganjar yang mengumumkan kepada seluruh pemain lewat sound system bahwa yang ada dalam kijang bak terbuka itu adalah nasi bungkus untuk seluruh penonton (hehehe lebay banged nich bawa nasi bungkus mpe dikawal voraider). 

Karuan saja seluruh penonton bersorak-sorak bergembira karena akan dapat makan nasi bungkus dengan menu telor dadar plus sambel pete.

Nasi bungkus pun mulai dibagikan panitia. Lapangan sepakbola saat ini bagai haram dipake untuk bertanding. Karena kini telah berubah menjadi semacam pesta makan bersama sekaligus menyambut tahun baru 2012. Disaat seperti itulah para petinggi Telkom dan Pengurus Sekar serta para wong cilik Telkom bergabung bersama. Mereka tampak akrab. Sambil ngobrol ngalor ngidul dengan penuh suka, canda dan tawa.//kgm

Pesan moral: "Musyawarah diantara para pejabat harus memperhatikan kondisi anak buah. Jangan mengorbankan anak buah untuk menyepakati suatu kebijakan yang tidak populer."

Senin, 30 Januari 2012

Kalo Pensiunan Ketemu di Yakes



Sudah menjadi tradisi kalau Poliklinik Yakes menjadi semacam tempat strategis untuk reunian kaum manula alias para pensiunan. Para mantan pejuang perusahaan itu walau diliputi keprihatinan hidup sepertinya tetap optimis. Bahkan tampak sumringah ketika bertemu dengan sahabatnya. 

Seperti kisah pertemuan dua pensiunan, Ki Mustika (KM) dan Ki Imron (KI) di Ruang Tunggu Yakes. Biasa kalau mereka ketemu selalu saja ada yang dibangga-banggakan. Kali ini yang mereka banggakan adalah cucunya masing-masing. Waktu itu KM sedang di ruang tunggu lalu KI nongol.

KM : “Ech, 'mron, ki Imron, sini euy...wah, makin bongkok saja kau...pake bawa tongkat segala...sakit apa kah?”

KI : “Weh eh eh...ada ci Emus...how ar yu pren....Kau juga sudah peot Mustika...Keriput di mukamu sudah ga kehitung tuch...Gw mah biasa aja masih suka sakit perut dan mencret2 Mus...!!”

KM : “Ah, kau, punya penyakit ga elit ngkali...salah makan ngkali kau...”

KI : “Itulah Mus...tadi pagi masih ngantuk gw minum kopi...tiba2 perut gw terasa sakit sekali...eh, rupanya, cangkirnya ketelen Mus...”

KM : “Ah, kau, sudah tua bangka masih suka guyon rupanya. Macam mana pula cangkir bisa ketelen. Macam debus saja...”

KI : “Hehehe...ya ga lah Mus...ini tadi pagi si Nenek kasi sarapan rujak cingur...efeknya lumayan dahsyat...jadi mencret2 dah gw...”

KM : “Trus sakit pinggang kau sudah baek? Cucunya dah gede belom?”

KI : “Ach, kayak ga tau aja kau Mus...kan sakit pinggang gw mah kambuhnya tiap jum'at pagi kalo abis sunah rosul hehehe...Eh, Mus, cucu gw sekarang sudah 6 tahun Mus...cowok, soleh, pinter, gagah dan ganteng sekali. Pokoknya kalo dah gede pasti bakal mirip bentang pelem 007, bakal mirip si mas Roger Mur itu loh Mus...terus cucumu gimana Mus..?”

KM: Kalo cucu gw masih kecil baru dua tahun 'mron...cewe, lucu tapi pinter nyanyi dan energik. Pokoknya manies dan cantiknya ga kira2 'mron...kalo sudah gede bakal mirip si ayu tingtring tuch anak...”

KI : “Wah, kalo begitu pgimana kalo dah gede kita kawinin sajah...biar kita sudaraan...setuju ga Mus???”

KM: “Apa kau bilang dijodohin? dikawinin? Cucu gw kan baru 2 tahun cucu kau 6 tahun...berarti bedanya 3 kali lipat toch...Walah bahaya...kagak bisa ah 'mron, ga mau gw, ga sudi pokonya...Coba saja kalo beda umurnya 3x lipat, berarti nanti pas cucu gw berumur 20 tahun... cucu kau sudah 60 tahun...walah kasian dach cucu gw...kagak sudi 'mron ach....” (sambil keduanya ditarik suster dan tergopoh-gopoh menuju ruang periksa dokter...karena sudah beberapa kali dipanggil suster tak digubris alias dicuwekin)//kgm/kigempurmudharat.

Pesan moral: "Yang namanya persahabatan tak kenal waktu dan usia. Kerinduan pada masa lalu ketika bersama bekerja di usia muda menjadi bagian memori2 terindah dalam hidupnya sebelum mendapat antrian dipanggil YMK."

Rabu, 25 Januari 2012

Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-6)



Setelah ada kompromi diantara kedua kapten kesebelasan pertandingan siap dilanjutkan. Kesepakatannya bola yang hilang diganti dengan buah durian pemberian Atang. Wasit Ipung menjinjing bola durian yang telah terikat tali rafiah ke tengah lapangan. Setelah durian ditaro di titik tengah wasit Ipung meniup terompet ampe terpingkal-pingkal seraya mengarahkan para pemain agar menempati posisi.

Namun, entah mengapa, para pemain bagai terserang penyakit budek. Mereka kagak ada yang mau maju ke lapangan. Malah berkumpul dan pada duduk di gawangnya masing-masing. Boleh dibilang mirip unjuk rasa. Mungkin para pemain tak sudi kakinya rontok gara2 nendang bola durian. Apalagi kalo disuruh nanduk, wadouw, bisa nyangkut di kepala tuch duren.

Mengingat pertandingan tertunda hampir satu jam para penonton mulai melolong. Penonton protes dan menuntut minta ganti rugi pada panitia. Mungkin meniru sanksi di penerbangan jika terlambat sekitar empat jam maka para penumpang harus mendapat kompensasi Rp. 300 ribu rupiah. Namun karena terlambat sejam, penonton pertandingan ini cukup toleran, berbaik hati dan tidak sombong. Mereka cuma menuntut agar diberikan nasi bungkus dengan telor dadar plus sambel secukupnya saja. Sepertinya para penonton menderita laparnya sudah ga kira-kira. Sebab dari tadi mereka secara bersamaan meneriakan yel2: “lapar..lapar..lapar...dst...”

Ganjar selaku ketua penitia kelabakan dengan tuntutan penonton. Namun dia bertindak cukup sigap dan segera kasi disposisi pada stafnya Santi untuk beli nasi bungkus di Jl Setiabudi. Diumumkan Ganjar lewat sound system agar penonton bersabar, nasi bungkus sedang disiapkan. Para penonton tiba2 diam dan di beberapa tempat sempat terdengar ucapan: “Alhamdulillah...”sambil mengusap-usap perutnya.

Sementara di lapangan tengah hanya tinggal bertiga. Wasit Ipung, Kapten Manajemen Rinaldi dan Kapten Sekar Wisnu. Ketiganya juga bingung. Karena tak tau apa yang harus diperbuat akhirnya mereka duduk bertiga mengelilingi buah durian. 

Dalam kondisi kebingungan seperti itu, tiba-tiba ada seorang penonton yang berteriak: “Sudah...makan saja duriannyaaaaa...!!!!” demikian teriak seorang penonton yang diketahui seorang anggota MPO dari Jatim bernama Budhi. Rupanya Budhi tak hanya berteriak namun langsung ke tengah lapangan sambil membawa golok.

Ketika Budhi mengacung2kan golok menuju tengah lapangan dicegat Sekjen Sekar, Asep Mulyana. Mungkin Asep khawatir akan terjadi sesuatu yang bisa berakibat sesuatu banged. Terjadilah dialog:

Asep: “mangmengmong...mungmingmeng...mongapaiiiin..?”
Budhi: “blahblehbloh..blihbluhblahduren...”
Asep: “ahihoh..ahuhihoooch...”

Tanpa cingcong dan bla ble blo lagi, Budhi diikuti Asep langsung ke tengah lapang untuk membelah duren. Setelah duren terbelah, mereka berlima akhirnya asyik makan duren dengan sangat akrabnya dan menjadi tontonan di tengah lapangan. Malah kapten Rinaldi berkali-kali mengacungkan jempolnya ke atas. Pertanda durian itu sepertinya tak hanya MAKNYUUSSS tapi juga JUARA. Karuan saja penonton merespon dengan suara koor: “Huuuuuu...huuuuu....huuuu....”//nas/kgm//

Pesan moral: "Siapapun pejabatnya dan apapun jabatannya dengarkan suara pelanggan."

Kamis, 19 Januari 2012

Keponakan Kamsuy bikin tepok jidat



Kamsuy ke dokter lagi dengan membawa keponakannya. Kali ini mau ke dokter umum yang prakteknya tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Jempol Bengkak. Walaupun Kamsuy tergolong kurang cakep alias lumayan jelek tapi siapa sangka punya keponakan yang lumayan cantik. Kalau dikira-kira secara kasar sudah gedenya ntu anak bakalan mirip Ayu Tingtong.

Keponakan kamsuy itu namanya Serda (maaf bukan sersan dua) dan baru berumur 7 tahun. Untungnya anak ini masih kecil. Coba kalo umurnya dua puluhan pasti sudah digangguin Kabid OKK, Teguh Herman tuch. Serda tak hanya lumayan agresif dan lumayan centil, tapi juga lumayan ceriwis.

Ceriwis alias cerewetnya Serda seringkali membuat Kamsuy tepok jidat. Soalnya setiap apapun yang terlihat Serda suka langsung diomongin pada orangnya. Coba saja, pernah ketemu seorang mahasiswa yang berkacamata minus tebal. Serda spontan ngomong: “Om...Om...kacamata punya Om tebalnya seperti pantat toples Serda yang di rumah loh Om...”

Sebenarnya Kamsuy agak gusar membawa keponakannya itu. Ya, itu tadi khawatir ketemu orang yang rada aneh, si Serda suka spontan songong. Kamsuy pun sedikit mengancam pada ponakannya, boleh ikut tapi agar bisa menjaga mulutnya dan tidak asal ngomong. Serda pun mengiyakan.

Kamsuy bersyukur ketika berada di ruang tunggu tak ketemu orang aneh. Kini ia mendapat panggilan suster untuk masuk ke ruang periksa. Kamsuy dan ponakannya langsung masuk ke ruang dokter. Begitu menghadap dokter wanita dihadapannya Kamsuy langsung lemas. Soalnya itu dokter, maaf, matanya juling banget. Kamsuy pun buru2 kasi kode pada Serda agar tutup mulut. Serda pun diam setelah memberi anggukan. Cuma yang sudah jadi tradisi Kamsuy tiap berhadapan dan ngomong dengan orang juling, dirinya pun suka ikut2an juling.

Dokter: “Ya, tuan Kamsuy, ada keluhan apa?”
Kamsuy: (ikut terbawa juling) “Ini bu dokter, sepertinya ada gejala yang tidak beres dalam perut saya...”
Dokter: “Maksudnya ada gejala hamil gitu?”
Kamsuy: “Terserah dokter, pokoknya seperti ada yang bergerak-gerak gituh...”
Dokter: “Terus setelah itu apa yang terjadi?
Kamsuy: “Muntah2 dan mencret2 dok..”
Dokter: “Och, itu namanya muntaber. Tadi sarapan pagi dan makan siang dengan apa?”
Kamsuy: “Dengan semur jengki habis satu rantang dok...”
Dokter: “Apa itu?”
Kmsuy: “Hehehe...maksudnya semur jengkol...”
Dokter: “Och, ya udah saya kasi obatnya. Lain kali makan jengki jangan banyak2 yach”
Kamsuy: “Siap dok!!”

Begitu selesai diperiksa...si Serda rupanya sudah tak kuat lagi puasa ngomong dan langsung songong pada dokter: “Tante dokter...tante dokter...Serda punya tante, namanya Tante Santi. Tante Santi juga matanya bisa digituin seperti tante dokter...tapi tante Santi caranya harus dengan naro telunjuk dulu diantara dua mata baru bisa...dah gitu kalo tante Santi ga bisa lama seperti tante dokter. Koq tante dokter bisa lama sich matanya digituin...diajarin di sekolah ya tante..???”=====n4N45

Pesan moral: "Kepolosan, keluguan dan keberanian seorang anak merupakan kepribadian bawaannya. Jangan dimatikan tapi kembangkan dan arahkan dengan benar."

Minggu, 15 Januari 2012

Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-5)



Babak II pertandingan sepakbola eksekutif Sekar Vs Manajemen segera dimulai. Gemuruh tepuk tangan penonton sempat membuat daun2 berguguran. Teriakan2 histeris dipadu dengan koor terompet tahun baru semakin menyemarakan suasana lapangan Learning Center Gegerkalong, yang kalau tak ada kegiatan sungguh sepi bagai di kuburan. Beberapa penonton yang tidak kebagian tempat terpaksa harus menikmati pertandingan ini dari atas pohon. Bahkan tampak ada ibu2 yang nekad naik ke atas pohon untuk sekedar memberikan support pada kedua tim.

Para pemain pun mulai nongol dari tempat persembunyiannya. Tim Manajemen muncul dipimpin kiper Eddy K diikuti Rinaldi sebagai striker sekaligus kapten kesebelasan. Dibelakangnya tampak enam pemain penggempur lainnya yakni: Ermady, Nyoman, Bobby, Rudiantara, Faisal dan Sudiro yang langsung menempati posisi di sekitar gawang Sekar. Sementara tiga pemain lainnya Arief, Prasetyo dan Indra, menempati posisi lapangan tengah.

Sementara dari tim Sekar dipimpin Asep Kusnadi sebagai kiper diikuti Wisnu sebagai kapten kesebelasan. Dibelakangnya ada Asmul, Dedy, Rusman, Muhlis, Rono, Teguh, Candra, Mahfudin dan Nana. Semuanya tampak cengar cengir dengan senyum direnyah-renyahin yang boleh jadi cukup menggoda ibu2 yang mau pada pensiun. Seperti biasa tim Sekar langsung membentengi gawang kecuali Nana yang sendirian berada di lapangan tengah.

Wasit Ipung mulai meniup terompetnya pertanda pertandingan segera dimulai. Namun wasit lupa membawa bola dan minta pada panitia agar diberikan bola. Panitia pun kebingungan karena merasa tidak diberikan tanggung jawab ngurus si kulit sapi bulat itu. Wasit Ipung mulai nunjuk2 ke tempat istirahat. Yang maksudnya mungkin: “Cepet lari ke tempat istirahat mungkin bolanya ketinggalan disana~!!”. Tapi ternyata disana pun bola tak jelas juntrungannya.

Pertandingan terhenti. Pengamat bola, Januar, melalui sound system mengimbau seluruh penonton agar mencari si kulit bundar. Penonton sangat responsif dan mulai sibuk mencari bola yang hanya satu2nya itu kesana-kemari. Sudah seperempat jam menunggu dan mencari tapi tetep saja ntu bola tak juga menunjukkan batang kulitnya. Wasit Ipung bingung sambil berpegang dagu.

Atang salah seorang penonton mengusulkan bagaimana kalo bola diganti saja dengan buah duren. Soalnya kebetulan dirinya baru pulang dari Tasik bawa buah duren persis segede bola. Wasit mulai mempertimbangkan usul cerdas itu dan memanggil kapten kedua tim. Terjadilah kompromi serius berikut ini.

Ipung: “Wasweswas...weswis wiswus...weswes wosswoss..ochey?”
Rinaldi : “Husshass...hesshiss hoosheesss...hiiissshuusss....how?”
Wisnu : “Wakwekwokk...wesswiisss....hesshisshuss...wekwikwwukkk....sip toch?”
Ipung : “Wasswesswosss...thumb!!!”
Rinaldi : “Hisshesshuss...ochey3”

Akhirnya pertandingan pun dilanjutkan dan disepakati dengan menggunakan bola dari buah duren. Penonton sangat senang karena pertandingan akan semakin seru dan pastinya akan lebih mencekam donk. Sementara panitia sibuk nelpon rumah sakit agar segera dikirim ambulance.++++N425

Pesan moral: "Tak ada rotan akar pun jadi. Pribahasa ini dapat dimanfaatkan dalam situasi apapun dan ketika berada dimana pun."

Sabtu, 14 Januari 2012

Berburu minuman bekas Sultan HB X

Pada saat serahterima TK Sekar Kuncup Mekar dari Sekar Telkom kepada Kanjeng Sultan Hamengkubuwono X ada peristiwa cukup menarik. Entah apa alasannya yang jelas kebiasaan masyarakat Jogja juga info dari rekan2 Jogja bahwa minuman di gelas bekas Sultan biasanya menjadi sasaran perburuan untuk diambil dan diminum.

Isu yang berkembang itu cukup menjadi alasan saya untuk membuktikan kebenarannya. Selepas penandatanganan prasasti dan peninjauan gedung, Sultan pun duduk satu meja dengan Ketum Sekar Wisnu Adhi Wuryanto. Setelah ngobrol ngalor ngidul seputar penanggulangan dampak erupsi Merapi, Sultan pun mulai siap beranjak dari tempat duduk. Kru protokol dan undangan pun mulai beranjak dan mendekat Sultan.

Sayangnya saat itu meja Sultan mulai terhalang orang2 yang mulai pada berdiri. Rupanya mereka ingin berfoto bersama Sultan. Saya pun langsung menusuk masuk mendekat meja bekas Sultan. Dan bener saja dalam sekejap meja dengan beberapa gelas minuman mineral di meja Sultan itu sudah tak ada isinya. Termasuk gelas minuman bekas Ketum Sekar. Tidak jelas siapa yang punya inisiatif aneh itu.

Pada kesempatan Sultan pamitan dan kembali ke Jogja, saya pun bertanya pada Ketum.

Saya : “Bung Wisnu, apa sudah tahu ada kebiasaan kalau minuman bekas Sultan jadi rebutan?”

Wisnu : “Ya, saya tau itu dikasi tau temen2 Jogja. Saya juga merasakan ada beberapa orang yang selalu mengamati ke meja Sultan...”

Saya : “Apa bung tahu ketika bung dan Sultan beranjak dari tempat duduk menuju ke halaman TK, dalam sekejap meja dengan beberapa gelas yang saya liat masih terisi setengah, termasuk gelas bekas bung sudah kosong semua?”

Wisnu : “Wah, masa sich, saya tidak tau itu...”

Saya : “Tapi saya curiga, minuman bekas Sultan itu anda yang minum?”

Wisnu : “Hehehe...kalo soal itu no comment ochey...”==========N425

Pesan moral: "Indonesia terkenal memiliki ragam budaya yang unik. Gunakan kacamata budaya, bukan kacamata spiritual agama."

Seorang Karyawan Dipecat



Kisah ini terjadi di era Orde Baru dibawah cengkeraman rezim otoriter pimpinan Soeharto. Seorang karyawan PT. Pos yang sehari-harinya bertugas sebagai tukang stempel terpaksa harus dipecat.

Kasusnya sebenarnya lumayan sepele walaupun tergolong tindakan cukup serius. Dia mematahkan stempel seminggu sampai dua biji atau sebulan delapan stempel rusak dengan kondisi tangkainya patah dan karet dan bantalan logamnya sampai amburadul.

Ketika ditanyakan pada Kepala Bagian Kepegawaian tentang mengapa hanya karena merusak stempel sampai dipecat, pejabat itu menjawab: “Begini mas, soal mematahkan stempel itu merupakan tindakan hukuman administratif dengan hukuman disiplin ringan. Tapi menunjukkan kebencian dan menghina kepala negara itu tindakan yang tak bisa diampuni mas...”

"Hah! maksudnya membenci dan menghina kepala negara bagaimana?"

Rupanya yang dilakukan karyawan tersebut adalah pada saat nyetempel surat-surat yang ada perangko bergambar orang berpeci (gambar kepala negara), dia jejerkan tiga surat. Lalu dengan emosi dan sekuat tenaga ketiga prangko itu dia stempel dengan berteriak: “RASAIN LU!...RASAIN LU!...RASAIN LU!...”

===N425

Pesan moral: "Jaga emosi agar tak merugikan diri sendiri."

Kamis, 12 Januari 2012

Si Jujur dan Si Moral



Disela-sela rapat Pra PKB V di Jogja, menjelang santap siang terjadi obrolan tidak jelas antara Jurnalis Sekar, Cak Nur (Nursidik) dengan Ketua-I DPP Sekar, Rusman Nadeak. Obrolan terkait persoalan-persoalan aktual yang tengah dihadapi karyawan dan para senior leader kita saat ini. Misalnya ada kecenderungan terjadinya degradasi dalam segala hal.

Cak Nur: “Bang Rus, sebagai karyawan terlebih senior leader kan dituntut untuk memiliki sikap dan prilaku yang jujur dengan moral yang baik?”

Bang Rus : “Ach, sampean itu ngomong apa. Tidak ada itu yang namanya Jujur dan Moral...”

Cak Nur : “Maksud Abang?”

Bang Rus : “Jujur dan Moral itu sudah tak ada lagi sekarang ini. Mereka itu sudah pada minggat...”

Cak Nur : “Maksude opo aku ora mudheng iki..”

Bang Rus : “Ech Cak, si Jujur dan si Moral itu sekarang sudah pada pergi. Yang ada sekarang tinggal Jujur Sarjono dan Moral Simatupang saja. Itulah yang tersisa sekarang. Mereka itulah kawan-kawan kita. Itu maksud saya...”

Cak Nur : &!!%^???(*!!!(masih melongo kebingungan...)

Pesan moral: "Nilailah seseorang dari pertanyaan yang dia ajukan, bukan dari jawaban yang ia katakan.” (Voltaire,1694–1778, penulis dan filsuf Prancis).

Senin, 09 Januari 2012

Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-4)

Pertandingan sepakbola eksekutif babak kedua antara Sekar Vs Manajemen segera dilanjutkan. Wasit Ipung telah meniup terompet pertanda pertandingan harus segera dimulai (hehehe maklum pertandingannya digelar pada malam tahun baru bung). 

Rupanya terompet yang ditiup wasit tidak berhasil mengeluarkan para pemain dari ruang peristirahatannya. Berkali-kali wasit meniup terompet, herannya para pemain tak juga nongol. Wasit resah, penonton gelisah.

Selidik punya selidik rupanya bukan para pemain yang budek tapi terompet wasit kalah bising oleh suara riuh rendah penonton yang mulai melolong disertai tiupan terompet yang membahana. Kembang api mulai dibakar penonton dari berbagai tempat menjadikan lapangan sepakbbola Training Center Geger Kalong Hilir yang remang-remang menjadi terang benderang. Bahkan tampak ada penonton yang rela buka baju dan membakarnya. 

Dari sekian banyak penonton, tampak salah seorang pengamat bola, mantan Ketua Pengurus DPW Wilsus, Januar, yang sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan. Melihat gelagat seperti itu Ferdi Rosman cukup peka dan mulai nyamperin Januar untuk wawancara.

Ferdi: “Dari tadi saya lihat bung gelisah sekali. Melihat ke kiri dan kanan seperti ada sesuatu yang dicari. Atau ada apa sebenarnya?”

Januar: “Och, iya, disini dingin sekali bung. Saya lupa bawa jaket. Dari tadi saya cari teman yang bawa jaket. Maksudnya saya mau pinjam jaket gituch...”

Ferdi : “Och, ini pake jaket saya saja. (Ferdi pun meminjamkan jaket). Saya ingin komentar anda bagaimana suasana pertandingan malam ini?”

Januar: “Begini. Tapi sebentar saya akan tenangkan dulu penonton. Saudara2 sekalian mohon perhatian saudara2 dan teman2 semua untuk tenang dulu. Mohon untuk tenang sebentar saja karena saya akan diwawancara. Terimakasih atas kerjasamanya. (lucunya penonton tiba2 tenang, suasana jadi sunyi, penonton seperti ingin mendengar isi wawancara). Jadi begini, bung, yang saya rasakan, penonton sepertinya tidak puas dengan permainan ini....”

Ferdi : “Tidak puas kena apa kah?”

Januar : “Anda lihat sendiri, gawang Sekar digempur habis2an tim Manajemen. Tujuh pemain Manajemen terus2an menendang bola ke gawang Sekar. Sementara 10 pemain Sekar termasuk kiper cuma menjadi garda belakang mempertahankan gawang. Permainan macam apa ini. Lihat saja sudah ada 3 pemain Sekar yg kena tendangan dan diamankan di tempat istirahat. Ada yg kena mukanya hingga giginya rontok, ada yg ketampol kepalanya hingga gegar otak ringan, bahkan ada yang pingsan terkena burungnya yg dibawah puser. Saya prihatin dengan permainan Sekar kali ini.”

Ferdi : “Jadi harapan bung, permainan Sekar harus bagaimana?”

Januar : “Sekar harus berani nyerang bung. Maju dan serang lawan! Sekar harus maju terus pantang mundur bung! harus tunjukan permainan cantik dan elegan bung! Jangan cuma bertahan yang megundang banyak korban bung!! Ini Sekar bung!! Bukan sekumpulan anak mamih yg culun bung!!”

(Penonton yang mendengar isi wawancara yang disiarkan via sound system itu mulai menyambutnya dengan teriakan2: “Setujuuuuuu...setujuuuu...Sekar majuuuu...jangan impoteeeennnnn....).
====N425

Pesan moral: "Keunggulan paling tinggi terjadi ketika Anda mampu menghentikan perlawanan musuh tanpa pertempuran.” (Sun Tzu, penulis dan petinggi militer China, lahir pada 500 SM”)

Ketika 700 BUMN Dibantai: "Obral Mati Berdalih Efisiensi"

( Secangkir Anggur Merah, Edisi-45) Pendahuluan: Presiden Prabowo Subianto baru saja mengguncang panggung ekonomi nasional. Tak pelak, pern...