Minggu, 27 Januari 2013

Tingkatan Dalam Berbisnis Properti

Berbisnis Property ternyata ada tingkatannya. 
Berikut ini tingkatan-tingkatan dalam berbisnis property.


BELAJAR BISNIS PROPERTY TINGKATAN ORANG TUA KITA

Sebenarnya tanpa disadari sistem bisnis property ini telah lama diterapkan oleh orang tua kita terdahulu, sebagai contoh orang tua kita membeli tanah kemudian didiamkan saja dengan hanya menunggu soal waktu maka secara otomatis tanah tersebut akan mengalami kenaikan harga, pendek kata didiamkan saja tanah itu akan mendatangkan keuntungan dengan sendirinya dengan kenaikan harga tanah.

Walaupun membeli tanah yang lokasinya tidak strategis, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun tanah tersebut akan memiliki posisi strategis juga. Bila sudah demikian, otomatis nilai dari tanah tersebut nilainya akan meningkat. Sebab tidak ada istilah harga tanah turun. Dimanapun harga tanah itu selalu naik dari waktu ke waktu atau dengan kata lain bisnis property, bisnis yang tidak pernah rugi.

Apa semuanya ini benar tidak akan pernah turun….?? Mungkin pandangan kita langsung terlintas ada juga yang langsung turun… contoh : pasca kena gempa bumi, kena banjir dan ain sebagainya yang di sebabkan oleh alam. Tapi pada dasarnya tanah tersebut lambat laun juga akan naik dan kembali keharga semula dan setelah itu akan naik dengan berlangsungnya waktu..

Contoh satu :
Bapak A dan Bapak B sama sama bekerja, dan berdua sama sama bisa menabung Rp 50 juta sebulan, A dan B selama 3 tahun menabung terus menerus, maka tabungan A dan B masing masing berjumlah Rp 1,8 milyard plus bunga tabungan. Tapi bapak A di tahun ke tiga, setelah mengikuti seminar dan workshop oleh property plus memutuskan untuk keluar kerja dan uang yang Rp 1,8 milyard di belikan tanah dengan harga Rp 25.000 / m2 maka akan dapat tanah seluas 72.000 m2. 

Dan setelah itu bapak A keluar bekerja dan cukup menikmai hasil dari pensiunan untuk hidup keseharianya, maka bapak A sudah tidak bisa menabung tetapi memiliki tanah 72.000 m2. Tetapi bapak B terus bekerja dan menabung sampai tahun ke- 10. Maka bapak B mempunyai tabungan senilai 6 Milyard berikut bunga tabunganya. Pertanyaanya, pada tahun ke – 10 tanah Bapak A dan tabungan Bapak B sama-sama diambil dengan cara tanah Bapak A dijual dan tabungan Bapak B diambil di Bank, maka kira-kira uang Bapak A dan Bapak B banyak mana? Jadi kesimpulanya apakah benar untuk menjadi kaya harus bekerja keras terus menerus.

Contoh dua:
Bapak A membeli tanah pada tahun 2004 di daerah A seluas 10.000 m2 dengan harga per meternya sebesar Rp 50.000,-. Pada tahun 2010 beliau menjualnya dengan harga Rp 200.000,-/ m2 berapa keuntungan yang didapak Bapak A?
Harga beli
10.000 m2 x Rp 50.000,- = Rp 500.000.000

Harga jual
10.000 x Rp 200.000 = Rp 2.000.000.000,-
keuntungan = Harga Jual – Harga Beli
= Rp 2.000.000.000 – Rp 500.000,-
= Rp 1.500.000.000,- = 300%/6 tahun= 50%/tahun= 4,2%/ bulan.

Benarkah ini bisa terjadi? Hal ini bisa hanya setelah melampaui minimal tahun ke-6 dan kecil kemungkinan di tiga tahun pertama ini pun ada tekhnik-tekhnik tata cara untuk mendapatkan tanah agar kenaikanya bisa sesuai rumus diatas atau bahkan bisa lebih. Umumnya harga property di Indonesia harganya naik menjadi 2x lipat pada tahun ke 6.

BELAJAR BISNIS PROPERTY TINGKAT KONVESIONAL

Bila kita memiliki modal sendiri yang cukup kemudian membeli tanah dan dibangun rumah terus ditempati dan dijual. Setelah cukup lama ditempati maka dengan sendirinya tanpa sadar harga jual dari rumah tersebut akan naik. Suatu kenaikan harga yang tanpa disadari dan diluar perkiraan atau istilahnya mendapatkan keuntungan secara materil dan keuntungan bisa menempati rumah tersebut.

Contoh yang banyak terjadi pada saat orang tua menyekolahkan anaknya dan memutuskan orang tuanya membelikan rumah kepada anaknya daripada kontrak / kos untuk anaknya, setelah anaknya lulus rumah tersebut dijual, maka yang terjadi rumah tersebut harganya akan meningkat dan mendapatkan keuntungan dan secara umum keuntungan tersebut bisa membiayai seluruh aktifitas anaknya selama sekolah dikota yang menjadi tujuan merantau. Dalam hal ini belum memakai instrument keuangan pihak kedua tapi 100% memakai kekuatan ekonomi pribadi masing-masing.

BELAJAR BISNIS PROPERTY TINGKAT TAMAN KANAK-KANAK

Dalam menjalankan bisnis ini sudah menggunakan Instrument pihak kedua ( lembaga keuangan ) karena sebagian besar kita menjual proyeksi pendapatan untuk beberapa tahun ke depan dan dibelikan aset rumah.

Asumsi bapak A membeli rumah tipe 45/110 m2
Harga = Rp 170.000.000
DP = Rp 20.000.000
Sisa hutang Rp 150.000.000 dibeli secara KPR selama 10 tahun / 120 bulan dengan asumsi bunga sebesar 15 % diambil tertinggi dan asumsi angsuran Rp 2.250.000/bulan. Selama kurun waktu 10 tahun total pembayaran sampai lunas = Rp 2.250.000 x 120 bulan = Rp 270.000.000.
Jadi total harga rumah selama 10 tahun adalah:
DP = Rp 20.000.000.

Total angsuran = Rp 270.000.000. +

Total = Rp 290.000.000
Harga rumah untuk kredit 10 tahun kita harus memberi keuntungan kepada pihak bank sebesar = Rp 290.000.000 – Rp 270.000.000 = Rp 120.000.000
Asumsi harga mengalami kenaikan 3 x lipat = Rp 510.000.000,- ( harga rumah 10 tahun kemudian rata-rata kenaikan adalah 3 x lipat biasanya sampai dengan 4 x lipat khusus untuk rumah harga dibawah Rp 100.000.000,- semakin rendah harga rumah akan mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi atau sebaliknya contoh lihat rumah RSH sepuluh tahun yang lalu harga yang dulu dibandingkan dengan harga sekarang)
Keuntungan = Rp 510.000.000,- – Rp 290.000.000
= Rp 220.000.000
Maka untuk mengetahui keuntungan perbulan
Keuntungan = Rp 220.000.000 :
120 bulan
= Rp 1.833.000,-/ bulan

Mungkin anda tidak pernah bayangkan dengan modal awal 20 juta dan dengan cicilan perbulan Rp 2.250.000 perbulan dapat memperoleh keuntungan perbulan Rp 1.833.000,- perbulan dengan kata lain sebenarnya pada saat mengansur bulanan di bank tadi sebenarnya kita tidak membayar Rp 2.250.000,- melainkan jumlah yang sebenarnya kita bayar adalah Rp 2.250.000, - Rp 1.833.000,- = Rp 417.000,- atau menabung dan kita bisa mendapat keuntungan Rp 220 juta dengan tanpa melakukan aktifitas apapun untuk mendapatkan keuntungan ini. Jadi kumulatif pada tahun ke 10 maka kita mempunyai tabungan kurang lebih Rp 510 juta.

Apabila rumah tersebut dikontrakkan maka akan mendapatkan nilai keuntungan tersendiri sebagai contoh rumah dikontrakkan selama 10 tahun dengan asumsi rumah yang dikontrakkan hanya Rp 7.500.000./ tahun atau Rp 625.000/ bulan. Maka nilai rumah yang dikontrakkan = Rp 75.000.000 selama 10 tahun.

Sehingga real cicilan rumah perbulan menjadi gratis dari hasil kenaikan rumah dan dari hasil rumah yang dikontrakan, inipun tidak menutup kemungkinan untuk mengalami kenaikan harga kontrak rumah tiap tahunya, biasanya harga kontrak rumah naik antara 5 sampai dengan 10 % pertahun.

PELAJARAN BISNIS PROPERTY TINGKAT SEKOLAH DASAR

Bapak A memiliki uang cash sebesar Rp 200.000.000 dan ingin membeli 3 unit rumah dengan tipe luas bangunan 45 dan luas tanah 110 m 2 beliau hendak beli di daerah perumahan di lingkungan dan lokasi yang strategis. Dan untuk beberapa bulan ke depan beliau hendak jual rumahnya tersebut. Bagaimanakah caranya agar beliau mendapatkan keuntungan yang cepat?
Asumsi Rumah tipe 45/110 m2 dengan harga = Rp 170.000.000.
Beli 3 unit x Rp 170.000.000 = Rp 510.000.000.
DP 3 unit rumah = Rp 60.000.000. -

Sisa KPR = Rp 470.000.000

Angsuran perbulan dari 3 unit rumah tersebut Rp 7.050.000 dengan asumsi bunga 15 % diambil bunga tertinggi. Dari pembelian 3 unit rumah tersebut Bapak A masih memiliki sisa uang Rp 140 juta yang bisa digunakan untuk mencicil KPR selama 19 bulan. Maka pada bulan ke 20 Bapak A sudah tidak ada uang untuk mencicil angsuran tersebut.

Maka yang harus dilakukan adalah pada bulan ke 19 menjual 2 unit rumahnya. Dimana pada bulan ke 12 dilakukan penjualan rumah 1 unit pertama, maka disini akan mendapatkan kembali pokok uang yang diangsur dan keuntungan atas kenaikan harga rumah. Kemudian di bulan ke 19 rumah ke dua juga dijual dan akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga rumah.

Hal ini menurut saudara menguntungkan atau tidak? Maka untuk pembayaran cicilan rumah yang ketiga beliau sudah mendapatkan gratis uang untuk mengansur rumah ketiga dari penjualan rumah pertama dan kedua dan mungkin masih memiliki sisa keuntungan dari penjualan kedua rumahnya tersebut. Syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah beli perumahan yang minimal unit di bangun adalah 25 unit atau kawasan minimal 5000 m2 dan semakin luas kawasan maka akan semakin kecil pula resikonya. Pembelian rumah harus di unit awal pada saat perumahan itu dipasarkan.
Contoh :

* Perumahan Graha alwita di Cirebon harga awal type 45/100 m2 Rp 165.000.000 setelah di jual 1 tahun kemudian maka harga jualnya sudah menjadi Rp 288.000.000. maka sudah mendapatkan keuntungan dari pernjualan rumah tersebut Rp 123.000.000.

Dari contoh kasus diatas mengapa bisa membeli rumah ke tiga dengan gratis? Alasannya adalah lingkungan dan lokasi yang strategis maka inilah yang terjadi di dalam bisnis property dapat cepat menghasilkan keuntungan dan faktor-faktor lain yang dapat mendukung percepatan kenaikan harga, variabel ini sangat luas dan detail untuk dapat mengetahui maka sangat diperlukan pengalaman yang cukup.

BISNIS PROPERTY TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Beli rumah untuk di jadikan kos-kosan, di DP Rp 2.500.000,- setelah itu cari pihak Bank untuk melakukan penilaian terhadap rumah kos tersebut berapa nilai yang dapat dibiayai untuk KPR. Pemilik kos atau rumah yang akan dijual ditawar dibawah harga penilaian Bank yang mana sisanya bisa untuk memperbaiki kondisi kos tersebut dan mencicil angsuran di Bank minimal 3 bulan kedepan. Pada bulan ke empat harapan rumah kos tersebut sudah menghasilkan pendapatan perbulan yang besarnya diharapkan dapat untuk mengansur KPR kos tersebut di BANK.

Dalam sistem bisnis ini kemungkinan besar terjadi adalah kita tidak dapat menerima uang cash bulanan malah kadang menambah cicilan KPR karena hasil kos kadang-kadang tidak cukup untuk membayar cicilan. Dalam bisnis property ini hanya mendapatkan aset saja apabila hasil dari kos-kosan tidak mencukupi untuk menutupi cicilan KPR. Tapi tetap saja bisnis ini juga menguntungkan.

Beli ruko atau rumah dengan membeli dibawah harga standart pasaran kemudian diajukan KPR ke bank dengan harga diatas harga riil tapi bisa di atas harga pasaran, apabila penilaian Bank menyetujui sesuai harga yang harapkan maka kita mendapatkan cash back dari harga ruko atau rumah tersebut yang kita ajukan ke pihak Bank atau dengan kata lain beli ruko atau rumah dapat uang.

Dalam bisnis model ini sisa uang bisa untuk modal kerja usaha dan pendapatan dari usaha tersebut digunakan untuk mencicil KPR rumah / ruko yang dibeli. Tingkat keberhasilan sistem ini rendah karena rasanya terlalu sulit dengan modal yang 20 % tetapi harus mengcover beban 100%. Contoh punya hutang beban KPR Rp 1 milyard tetapi hanya dengan modal Rp 200 juta saja.

Kemungkinan berhasil bila sisa uang tadi bukan untuk usaha baru, tetapi hanya untuk menambahi di bisnis yang telah berjalan, atau model-model bisnis yang lain yang mengandalkan faktor menjualkan produk rumah hingga mendapatkan keuntungan terhadap selisih dari harga pembelian dan harga jual atau mendapatkan keuntungan karena lokasi rumah / ruko tersebut strategis hingga harga sewanya tinggi, baik disewa tempatnya ataupun disewa titik strategisnya untuk keperluan media promosi. Misal bisa dipasang billboard iklan, bisnis model ini berarti mencari tidak menciptakan produk.

Dalam hal ini yang beruntung sekali adalah pihak developer property karena produk rumah/rukonya laku terjual. Sistem ini dipergunakan oleh pihak developer untuk memberi motivasi kepada semua pihak dalam rangka menjual produknya. Pelaku bisnis ini hanya dijadikan sebagai alat untuk memperkaya developer.

PELAJARAN BISNIS PROPERTY TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS

Untuk menjalani bisnis property ini harus sudah ada kemitraan dengan Property Plus di kota tersebut. Contoh: ada 5 orang atau lebih diisyaratkan salah satunya memilki tanah yang bisa dikembangkan dan layak menjadi perumahan dengan luas 5000 m2 ( standart modal Rp 250.000.000 = 5000 m2 ) dari 5 orang tersebut mewakilkan 2 orang untuk terjun di bisnis property dan didampingi oleh team Property Plus. Diharapkan setelah tahun pertama sudah ada hasil proyek perumahan

Apabila tidak memiliki tanah dari ke 5 orang tersebut maka diperbolehkan untuk beli tanah dengan luas +/- 5000 m2 dengan nilai maksimal harga +/- 1 milyard. Dan pihak Property Plus akan mencarikan partner untuk pembelian tanah sebesar 25 % dari harga tanah. Sisanya akan ditanggung oleh 5 orang tersebut. Dengan ketentuan dalam pembelian tanah tersebut dapat dibayarkan dalam tempo 1,5 tahun atau lebih dan dibayarkan secara bertahap atau membeli tanah dengan luas berapapun dan dengan nilai berapapun, tetapi cara pembayaranya tanah sesuai dengan yang terjual selama harga tanah layak dan lokasinya bisa dikembangkan untuk menjadi perumahan ( pola seperti ini sangat dianjurkan dan sangat aman ) .

Pembagian keuntunganya adalah sebagai berikut:

* Pemilik tanah 25 % ( bila diantara 5 orang tersebut ada memiliki tanah )
* 5 orang mendapatkan 50 % bila tanah dibeli bersama
* Mitra pendamping 25 % ( Property Plus )

PELAJARAN BISNIS PROPERTY TINGKAT PERGURUAN TINGGI

Pelajaran bisnis ini benar-benar bisa tanpa modal tetapi untuk sekala menengah. Tetapi ke 5 orang tersebut hanya mencari konsumen / pembeli rumah milik mitra Property Plus, dan mencari orang yang memilki tanah yang bisa dikerjasamakan atau bisa membeli tanah dengan cara pembayaran sesuai dengan tanah yang terjual. Untuk permodalan diluar tanah ( karena tanahnya sudah ada yang mau diajak kerjasama ) didapat dari jasa menjualkan rumah milik mitra Property Plus maka akan dipinjami modal 10 s/d 20 % dari nilai rumah yang dijualkan yang mana uang pinjaman tersebut untuk permodalan usaha developer dan pihak Property Plus akan mendampingi dalam menjalankan bisnis developer tersebut.

PELAJARAN BISNIS PROPERTY TINGKAT MASTER

Pelajaran ini adalah dasar-dasar ilmu awal untuk seorang pengusaha developer property.
Inilah yang masih belum banyak yang tahu..
(Source : Majalah Property Plus Indonesia)

Sabtu, 26 Januari 2013

10 Tips Merintis Bisnis Properti

Jakarta - Kebanyakan anak muda yang baru bekerja masih bingung menempatkan kelebihan dananya. Salah satu yang menjadi incaran para kaum muda berinvestasi adalah properti.

Nah, biasanya kaum muda akan dibingungkan dengan banyak pertanyaan, seperti lokasi mana yang tepat, properti seperti apa yang prospeknya bagus, sampai mana yang paling menguntungkan.

Bagaimana tips memilih investasi di sektor properti? Berikut ini ada beberapa tips yang dikutip dari The Sydney Morning Herald, Rabu (23/11/2011).

1. Tanya pada diri anda, kenapa ingin berinvestasi di properti, dan apa yang ingin anda hasilkan?

Jika anda ingin kaya mendadak, maka ini bukan jalan yang harus anda ambil. Memang, kita sudah melihat lonjakan harga properti beberapa tahun ke belakang, tetapi harga properti juga seperti siklus ekonomi, menanjak secara perlahan. Meski ada krisis, tapi dalam beberapa tahun ke depan kita masih akan lihat pertumbuhan harga properti.

Rata-rata pelaku industri properti suka mengikuti tren. Atas alasan yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat, mereka justru memburu properti di saat harganya beranjak naik. Jadi, bisa dipastikan kenaikan harga masih akan terjadi di tahun-tahun mendatang.

Masih banyak faktor lain yang mendukung naiknya harga-harga properti. Tapi, sulit juga menebak kapan harganya naik dan sampai seberapa besar kenaikannya. Daripada bertanya-tanya lebih baik pasang target jangka panjang sambil ikuti perkembangan ekonomi nasional.

Saat ini, krisis sedang melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS), namun faktor eksternal ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap perekonomian negara-negara berkembang. Jadi, harga properti pun tidak akan turun atas sentimen ini.

Jika anda masih muda dan baru berniat ingin masuk ke industri properti, anda punya banyak waktu untuk menabung sambil mencermati perkembangan pasar dunia. Janganlah terburu-buru.

2. Jangan buta informasi

Begitu anda serius ingin menempatkan sejumlah dana di sebuah properti, cari informasi sedalam-dalamnya mengenai industri ini, mulai dari perusahaan sampai tren yang terjadi saat ini. Sudah banyak cerita mengenai pengembang yang meminta uang muka setelah itu raib ditelan bumi sebelum propertinya sempat diselesaikan. Jangan terpancing dengan investasi murah tapi dengan imbal hasil yang tinggi.

Ada banyak cara untuk menggali informasi seperti ini. Internet sudah membuka jendela dunia lebar-lebar. Tempat inilah yang paling tepat bagi kaum muda yang ingin mencari berita-berita soal properti. Tak hanya itu, baca juga koran dan majalah bereputasi baik yang memuat berita properti.

Internet juga menyediakan harga, lokasi sampai ke tempat anda mencari pinjaman untuk membeli properti. Jika ingin mengetahui tren yang sedang berlangsung, baca juga artikel opini dari para pelaku properti.

3. Berinvestasilah secara seimbang

Tak bisa dipungkiri, di benak kaum muda berinvestasi di properti bisa memberikan keuntungan yang tinggi. Hal ini juga biasanya didukung oleh kedua orang tua yang sudah berpengalaman punya rumah atau properti lainnya.

Tapi, jika anda masih muda dengan uang lebih dan belum punya tanggungan, tidak ada salahnya untuk menanamkan modal di tempat lain. Hal ini dilakukan supaya investasi anda seimbang, tidak berat di satu sektor saja.

Meski anda baru saja bekerja, namun tidak akan rugi jika anda menyisihkan sedikit saja penghasilan anda untuk berinvestasi di saham. Atau bisa saja anda menggenjot dana terlebih dahulu di saham. Setelah dapat untung, dananya bisa digunakan untuk membeli properti. Belajar berinvestasi sejak dini mengasah kemampuan kita mengeruk rupiah di masa mendatang.

Tidak perlu menyisihkan dana terlalu banyak untuk mulai berinvestasi, katakanlah sekitar Rp 10.000-50.000 per minggu. Meski kecil tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.

Pendekatan kecil ini mengajarkan anda untuk membagi risiko. Dana anda tidak akan hilang begitu saja jika terjadi sesuatu, berbeda jika hanya ditempatkan di satu wadah.

4. Menabunglah sebanyak mungkin sebelum membeli

Jika anda berniat menyewakan kembali properti yang anda beli, misalnya rumah atau apartemen, maka anda harus punya uang lebih untuk biaya perawatan. Kalau anda beli properti untuk ditinggali, uang ekstra tetap diperlukan, untuk uang kebersihan dan keamanan juga perawatan properti anda.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah menyimpan lebih banyak dana di tabungan sebelum membeli properti. Dengan ini, anda lebih terlindungi dari biaya-biaya tambahan lainnya.

5. Lakukan riset mengenai lokasi yang ideal

Pepatah lama mengatakan, belilah rumah yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Tidak perlu lengkap dengan fasilitas pendukung seperti lift atau gym dan kolam renang, tapi usahakan lokasinya tidak jauh dengan sarana-sarana umum.

Lokasi yang dekat dengan pusat kota memang bagus, tapi perhatikan juga pertumbuhan kotanya ke arah mana. Jangan sampai daerah pinggiran kota yang menjadi lokasi properti kita malah tidak akan dikembangkan oleh pemerintah.

Beli properti berdekatan dengan stasiun kereta selalu menjadi pilihan terbaik karena sarana tersebut akan terus digunakan dalam waktu yang cukup lama. Saat populasi semakin bertambah, sarana transportasi massa itu akan menjadi semakin penting.

Tapi hati-hati terhadap area yang punya sentimen negatif, seperti dekat bandara atau terminal yang selalu padat. Bahkan, jalan raya antar kota yang setiap harinya sangat sibuk bisa menjadi masalah. Area seperti ini sebaiknya dihindari saja.

Perhatikan warga sekitar, orang-orang seperti apa yang tinggal di area tersebut. Seleksi juga orang-orang yang berniat menyewa properti milik anda, jangan terima sembarang orang.

Belilah properti yang mudah dijual kembali di saat anda membutuhkan. Jika sebuah properti sudah ditawarkan selama berbulan-bulan tapi belum terjual juga, cari penyebabnya. Jangan sampai anda terlanjur membeli tapi ternyata kesulitan untuk menjual kembali.

6. Pegang uang tunai yang cukup setelah membeli properti

Saat anda membeli baru saja membeli properti, jangan habiskan seluruh dana anda untuk membayar cicilannya. Buatlah sebuah simpanan yang berbunga tinggi dan gampang dicairkan (jangan pilih deposito berjangka waktu lama).

Gunakan tabungan ini sebagai dana cadangan anda. Dana ini bisa digunakan untuk biaya perawatan atau bahkan pelebaran aset-aset anda. Anda harus disiplin dengan dana ini, jangan digunakan untuk hal-hal lain kecuali untuk properti anda.

7. Setelah beli, tetaplah menabung

Kalau masih memungkinkan, setelah anda membeli properti dan punya dana cadangan, anda harus terus menabung. Tapi, jika anda membeli properti untuk ditinggali, maka lebih baik anda mempercepat cicilan saja jika ada uang lebih.

Dengan membayar lebih cepat, maka total biaya yang anda keluarkan bisa lebih kecil, terutama menghindari beban bunga cicilan. Hal ini lebih menguntungkan daripada menyimpannya uang lebih di tabungan.

Akan tetapi, jika properti yang anda beli tujuannya untuk disewakan. Maka, biarkanlah uang sewa tersebut yang bertanggung jawab atas cicilan. Uang lebihnya bisa anda simpan.

8. Rombak penampilan properti anda

Jika anda membeli properti yang masih belum sempurna, anda tidak perlu khawatir. Anda punya banyak waktu untuk melakukan perombakan dan mempercantik properti anda. Akan lebih baik jika anda terjun langsung dalam perombakan ini.

Penataan ruangan, mulai dari warna dinding hingga bentuk lantai keramik, bisa dilakukan sendiri dengan sedikit belajar. Namun, untuk beberapa urusan seperti listrik, ledeng, pemasangan atap, anda bisa menghubungi pihak yang lebih profesional.

9. Jadilah induk semang yang baik

Selalu siap sedia untuk merawat dan menjaga properti anda dengan baik, usahakan selalu terlihat sempurna. Dengan begitu, anda bisa menjaring lebih banyak penyewa, bahkan dengan harga yang bersaing. Rumah sewa yang terlihat kumuh sudah pasti dijauhi penyewa, harganya jatuh pula.

10. Jangan tergesa-gesa, bersabarlah sebelum membeli properti lagi

Anggaplah anda sudah punya satu properti dalam portofolio investasi anda, dan sekarang anda ingin lebih. Jangan tergesa-gesa. Ingat, seimbangkan dulu investasi anda, jangan hanya bermain di properti saja. Ikuti dulu seluruh rangkaian tips di atas dengan baik.

Jika struktur permodalan anda sudah sangat solid, barulah anda boleh membeli properti lagi. Akan tetapi, punya dua atau lebih properti berarti risikonya semakin tinggi. Investasi properti berikutnya lebih baik untuk jangka yang lebih panjang, daripada hanya untuk dijual kembali.

Semoga investasi properti Anda berhasil...
(qom/qom/detik.finace.com)

Franchise: Cara Mudah Mencapai Sukses Bisnis

*) Purdi E. Chandra/Enterpreneur University

Pada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan finansial, saya kemudian bertanya siapa yang ingin menjadi pengusaha? Hampir semua peserta tertarik untuk menjadi pengusaha. Pertanyaan selanjutnya yang saya ajukan adalah “usaha apa yang ingin dimulai” ? Ternyata hanya sedikit orang yang mempunyai pandangan tentang usaha yang ingin dimulai.

Kesimpulan saya menunjukkan bahwa banyak orang yang ingin memulai sebuah usaha tetapi karena tidak mempunyai latar belakang sebagai wirausaha, pada akhirnya keinginan untuk memulai sebuah usaha berlalu begitu saja.

Mari kita lihat merek-merek yang dapat kita temui dengan mudah dimana-mana, seperti misalnya McD, KFC, ataupun Pizza Hut. Merek-merek ini adalah merek makanan cepat saji yang berasal dari luar negeri yang banyak kita jumpai di pusat-pusat belanja di tanah air, dan untuk di wilayah Indonesia, merek-merek tersebut dimiliki oleh orang Indonesia, bagaimana bisa ?

Ternyata, merek tersebut telah dikembangkan dengan sistem Franchise, dimana pemilik mereknya telah memberikan hak kepada partner bisnisnya di wilayah tertentu, yaitu Indonesia untuk membuka usaha sejenis dengan merek dan standar operasional yang sama dengan merek yang difranchisekan. Dengan system franchise maka calon pengusaha/partner usaha memperoleh berbagai kemudahan dalam memulai usaha barunya, antara lain :


Mengurangi Resiko Kegagalan.
Bisnis yang difranchisekan biasanya telah teruji baik produknya maupun sistemnya, sehingga dengan bekerja sama dengan merek yang telah difranchisekan maka calon pengusaha tidak perlu melakukan trial-error dalam usaha, karena segala sistem operasional maupun produknya telah disiapkan oleh pihak franchisor.

Hemat Waktu dan Biaya
Calon pengusaha tidak perlu mempersiapkan sendiri produk yang akan dijual, misalnya ingin berjualan makanan cepat saji tidak perlu latihan memasak, mencoba berbagai resep dan adonan, atau ingin buka jasa pendidikan, tidak perlu membuat materi pelajaran sendiri, karena telah disiapkan oleh pihak franchisor, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak dana untuk trial, error produk dan jasa.

Bisnis Bisa Cepat Beroperasi
Dengan dibantu oleh pihak Franchisor maka bisnis yang diinginkan dapat segera di-set-up, dan cepat beroperasi dan memperoleh keuntungan.

Mendapatkan Support dari Franchisor
Pihak franchisor akan membantu mulai dari pemilihan lokasi yang cocok untuk usaha, pemilihan tata ruang dan desain lokasi tempat usaha. Selain itu untuk masalah promosi, rekruitmen hingga pelatihan bagi karyawan juga mendapatkan bantuan dari pihak franchisor. Demikian juga supplay produk dan jasa serta sistem operasi yang diperlukan dalam usaha, akan mendapatkan support dari pihak franchisor.


Sistem franchise yang 3 tahun terakhir ini cukup marak berkembang di Indonesia dengan berbagai pilihan produk dan jasa, seperti bisnis kuliner, pendidikan, automotive, hiburan dll membuat semakin mudah dan aman bagi setiap calon pengusaha untuk memulai usaha sesuai dengan bidang yang diinginkan.

Untuk memulainyapun para calon pengusaha tinggal memilih bisnis yang diinginkan dan menghubungi pemilik merek tersebut. Calon pengusaha franchise (franchisee) kemudian akan mendapatkan informasi tentang usaha yang akan dijalankan. Apabila terjadi kecocokan maka dapat dilakukan perjanjian bisnis antara calon pengusaha (franchisee) dengan pemilik merek (franchisor) dalam bentuk MOU dengan membayar sejumlah dana yaitu franchise fee untuk persiapan pembukaan bisnis dan memperoleh hak penggunaan merek dagang dalam waktu tertentu dan membayar royalty perbulan yang besarnya sesuai dengan ketentuan oleh pemilik merek.

Selanjutnya adalah persiapan pembukaan usaha, dimana pada tahap ini, pihak pemilik merek (franchisor) akan membantu mempersiapkan usaha yang akan dibuka bersama, mulai dari survey lokasi, rekruitmen dan training karyawan, desain tempat usaha, marketing, dan layanan produk dan jasa.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dengan pola bisnis Franchise, maka para calon pengusaha dapat lebih mudah menjadi pengusaha tanpa harus repot mengurusi bisnisnya sendiri dan tidak diperlukan latar belakang usaha tertentu dan yang menarik adalah calon pengusaha tidak harus meluangkan 100% waktunya pada bisnis barunya karena didukung oleh sistem operasional oleh franchisor. Sistem Franchise juga memungkinkan seseorang dapat memiliki berbagai bisnis yang berbeda di tempat yang berbeda.

Selamat Datang Pengusaha Franchise!

Menjadi Pengusaha Properti Modal Nekad

Suatu ketika saat berada dalam penerbangan Lion, duduk disebelah saya seorang bapak yang senang berbincang-bincang, sehingga walaupun saya agak ngantuk, saya terpaksa melayani beliau berbincang. Setelah berkenalan beliau bertanya “Apa pekerjaanya mas?”, “Saya usaha di bidang property pak” jawab saya. “Wah kalo gitu pasti modalnya besar ya, anda pasti orang kaya?” kata beliau sambil memuji saya, saya menjawab,”saya bukan orang kaya pak, justru saya kepingin kaya, makanya saya bisnis property, dan lagi saya memulai bisnis property dengan modal dana yang sangat minim pak” demikian saya menimpali pertanyaannya. 

Dengan nada keheranan beliau membalas, “mas, setahu saya bisnis property itu bisnisnya orang kaya, karena tidak sembarang orang bisa berbisnis itu, perlu dana besar untuk masuk ke bisnis property lho, bagaimana anda bisa melakukannya?” tanya beliau kepada saya. “Memang pak, kalo kita lakukan bisnis property dengan cara yang konvensional akan membutuhkan modal dana yang besar sekali, untuk pembelian lahan, persiapan, pengurusan ijin dan lainnya sehingga tentu saja tidak sembarang orang bisa melakukannya, tapi karena cara yang saya gunakan berbeda maka dananya sangat kecil sekali” saya menjawab. “lho emangnya modal anda apa? koneksi, pengalaman, atau mungkin anda punya pemodal besar?”, beliau semakin penasaran bertanya, “modal saya cuma modal nekat dan penasaran pak” jawab saya. “Lho kok bisa? Bagaimana ceritanya?” rupanya beliau semakin penasaran.


Akhirnya saya terpaksa bercerita, saya pada awalnya tertarik untuk berbisnis property, akan tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Pada saat itu saya hanya punya keyakinan bahwa suatu saat saya akan berbisnis di bidang property. Rupanya Tuhan selalu mendengar dan mengabulkan keinginan hambaNya bila hambaNya benar-benar yakin akan dikabulkan. Karena saya sering berbicara akan berbisnis property maka suatu ketika datang penawaran dari seseorang untuk membeli lahan tanahnya yang bisa digunakan untuk perumahan. 

Rupanya saya tidak siap pada saat itu, sehingga saya melewatkan kesempatan pertama saya. Tak lama berselang datang lagi penawaran yang sama dari orang lain. Kesempatan yang kedua tidak saya sia-siakan. Tanpa pengetahuan dan pengalaman sama sekali di bidang property saya nekad mengambil peluang itu. Rasa penasaran membawa saya untuk “action”, karena menurut saya, kita tidak akan pernah tau hasilnya bisa kita tidak “action”.

Alhasil saya segera membayar tanda jadi kepada pemilik lahan dengan perjanjian sisanya dibayar bertahap. Sayapun segera mencari partner untuk menjalankan usaha ini, tentunya partner yang saya cari adalah orang yang berpengalaman di bidangnya, mengingat saya belum berpengalaman pada saat itu. Tapi ternyata calon partner saya mengatakan bahwa lokasi yang saya miliki tidak potensial untuk dikembangkan menjadi perumahan. Wow, saya hampir putus asa pada saat itu. 

Untung saya teringat kata pepatah “winner never quit”, kemudian saya putuskan untuk menyelesaikan “permainan” ini. Saya semakin penasaran, dan bertanya pada diri sendiri, apa benar lokasi yang saya miliki tidak potensial untuk dikembangkan?. Rupanya hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Action dan Lakukan saja, nanti akan ketahuan hasilnya.

Tidak lama kemudian saya segera action untuk membuka kantor pemasaran di lokasi yang strategis di sekitar lokasi perumahan yang akan dibangun, beberapa staf dan karyawan saya rekrut untuk menjadi marketing. Tidak hanya itu, saya juga mencari desainer untuk membuat brosur perumahan yang menarik. Tanpa saya duga ternyata respon lumayan bagus, dengan marketing program yang menarik dalam waktu 4 bulan 50 unit rumah yang kami tawarkan ludes diserbu konsumen.

Saya bersyukur bahwa respon dari konsumen cukup bagus, tapi untuk menyelesaikan pembangunan 50 unit rumah diperlukan dana milyaran rupiah, dan dana yang saya miliki jauh dari cukup. 95% konsumen lebih memilih membeli rumah dengan cara KPR, sedangkan saya hanya memiliki uang muka sebesar 10% - 20% dari harga rumah. Tidak kehilangan akal, saya kemudian menghubungi pihak Bank dan memberikan proposal pembangun perumahan beserta daftar calon konsumen yang akan membeli rumah yang tentunya akan menjadi nasabah Bank tersebut nantinya melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Singkat cerita, rupanya pihak Bank menaruh perhatian pada proposal yang saya sampaikan, dan setelah melengkapi persayaratan administrasi yang diperlukan 2 bulan kemudian pihak Bank memberikan pinjaman dana kepada saya untuk menyelesaikan pembangunan 50 unit rumah yang telah dipesan konsumen.

Alhamdullilah dalam tempo 1 tahun pembangunan selesai dan konsumen mulai melakukan akad KPR di Bank dan kewajiban ke Bank-pun segera terlunasi. Saat ini saya sedang mengembangkan perumahan tahap II di lokasi yang bersebelahan dengan lokasi perumahan tahap I, dan hingga saat ini telah 50% dipesan oleh konsumen. Selain itu saya juga sedang mengembangkan perumahan di lokasi lainnya sebanyak 100 unit rumah dan 10 buah ruko diatas lahan seluas 2 hektar.

“Luar biasa, saya ini sebenarnya lulusan Teknik Sipil lho mas, tetapi saya tidak pernah berkecimpung di bisnis property, karena saya kira bisnis property hanya untuk orang yang bermodal besar saja” teman baru saya menimpali cerita saya, “bisnis property modalnya memang besar pak, yaitu tekad dan nekadnya harus besar, biarpun modal keuangan terbatas tapi kalo modal nekat dan tekadnya besar, Insya Allah pasti bisa, dan ngomong-ngomong walaupun saya bukan lulusan teknik sipil tapi saya pernah ke catatan sipil lho pak” kata saya sambil tersenyum.

“Saya mulai mengerti sekarang bagaimana bisa menjadi pengusaha property, terus bagaimana masalah perijinan dan pembangunannya?” tanya beliau, “Intinya menurut saya, tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi, tidak ada orang yang gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat menyerah, sayapun yakin siapapun, tanpa pengalaman sekalipun di bidang property pasti bisa menjadi pengusaha property, saya sudah membuktikannya”, demikian kata saya menutup pembicaraan. Tak terasa pesawat telah sampai di tempat tujuan. Setelah bertukar nomor handphone dan bersalaman akhirnya kami berpisah di bandara.

(Eko Prianto)
“tidak ada orang yang gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat menyerah”
“Tanpa pengalaman, tanpa latar belakang di bidang property, siapapun bisa menjadi propertypreneur (pengusaha property), saya telah membuktikan”(EP).

Jangan Gunakan Strategi Timing dalam Berinvestasi


Oleh: Safir Senduk
Strategi yang paling sering digunakan orang dalam berinvestasi adalah dengan memperkirakan terlebih dahulu kapan harga dari sebuah produk investasi akan naik, lalu dibeli karena memang diperkirakan harganya akan naik. Dalam Bahasa Inggris, strategi ini disebut timing.

Sebagai contoh, Anda memperkirakan bahwa karena kondisi ekonomi dan lain sebagainya, investasi dalam bentuk properti akan sangat baik untuk waktu mendatang. Anda perkirakan, dalam dua tahun, nilai properti akan naik sekitar 50%. Disinilah Anda putuskan untuk membeli properti. 

Dalam waktu dua tahun, bila memang nilai properti Anda ternyata naik 50%, Anda menjualnya dan mendapatkan untung dari situ, karena Anda perkirakan, bahwa setelah itu harga properti akan turun lagi sehingga sangat tepat untuk menjualnya setelah dua tahun. Strategi ini disebut timing (memperkirakan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual suatu produk investasi).

Strategi timing adalah strategi investasi yang sangat populer. Ini karena kalau Anda bisa melakukan perkiraan dengan benar, maka Anda bisa mengalami untung besar dari investasi Anda. Dalam prakteknya, hanya sedikit saja orang yang betul-betul bisa melakukan perkiraan dengan benar. Kebanyakan orang salah dalam melakukan perkiraan. Nilai dari sebuah produk investasi yang diperkirakan akan naik, ternyata turun.

Sebaliknya, ada juga produk investasi yang diperkirakan akan turun nilainya, ternyata malah naik. Contoh di atas tadi, misalnya, dimana Anda memperkirakan nilai properti Anda akan naik dalam dua tahun. Bila ternyata setelah dua tahun, nilai properti tidak naik, maka Anda akan rugi. Apabila kebetulan Anda sedang membutuhkan uangnya, maka Anda mungkin akan menjual properti itu dengan harga yang lebih rendah dibanding ketika Anda membelinya.

Kebanyakan orang tidak bisa memperkirakan dengan benar. Kalau Anda mau melakukan investasi dengan membeli saham pada hari ini, dengan perkiraan bahwa harga saham itu akan naik besok, maka pertanyaan saya sekarang adalah: "Kalau begitu, Anda juga bisa memperkirakan kapan tepatnya Anda akan mengalami sakit. Betul, kan?".

Jelas. Bila Anda bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada negara ini setahun, lima atau sepuluh tahun mendatang, maka Anda bisa melakukan investasi dengan strategi timing. Bila tidak, jangan menggunakan strategi timing dalam melakukan investasi.

Realistis saja. Bila Anda memang tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di Indonesia dalam waktu enam atau duabelas bulan dari sekarang, lalu apa yang membuat Anda berpikir bahwa Anda bisa memperkirakan naik turunnya harga dari sebuah produk investasi? Apa yang membuat Anda berpikir bahwa harga rumah atau saham akan mencapai titik terendah atau titik tertinggi dalam beberapa waktu mendatang? Jelas, Anda tidak bisa melakukannya. Saya juga tidak bisa, dan tidak ada siapapun yang bisa. Kita bukan peramal, kan?
Tetapi satu hal yang pasti: pasar akan bergerak. Entah turun, entah naik. Masalahnya sekarang adalah Anda tidak tahu kapan itu akan terjadi, dan seberapa besar turun naiknya. Itulah sebabnya, saya tidak menyarankan Anda untuk melakukan investasi dengan menggunakan strategi timing. Memang ada beberapa orang yang bisa melakukan itu, tetapi mereka pun kadang-kadang juga sering salah. 

Jadi, jangan coba-coba memperkirakan kapan harga dari suatu produk investasi akan naik atau turun dalam mengambil suatu keputusan investasi. 

Jeli Memilih Lokasi Properti

Produk yang menjadi banyak perhatian semua kalangan saat ini adalah Produk Properti, sangat erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi, dan karena harganya tiap tahun selalu meningkat sesuai daya beli dan kondisi ekonominya, selain itu juga bisa menjadi salahsatu mesin uang yang ideal karena keunikan lokasi dan keindahan desainnya. Pasti anda pernah menyewa toko, ruko, kamar kost, rumah, atau bahkan menyewa hotel untuk long term dengan suatu tujuan tertentu.

Tentu anda sangat jeli dan teliti memilih lokasi properti terutama untuk berdagang, oleh karena itu properti harus punya nilai jual, dan prospek bagus pastinya. ada beberapa point yang harus diperhatikan ketika memilih properti supaya terhindar dari kerugian investasi;

Pastikan lokasi anda tidak berada di lokasi banjir, sangat besar pengaruhnya secara sosiologi, karena seindah apapun desain tapi lokasi kena banjir maka akan menurunkan harga properti anda.

Sebuah properti harus bagus, dekat dengan aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah, kampus, dan pertimbangkan kembali untuk membeli properti yang berdekatan dengan garis rawan pompa bensin, kuburan, TPA (tempat pembuangan akhir). apabila anda berencana menjualnya lagi dikemudian hari.

Apabila anda ingin menjadikan properti sebagai mesin uang dengan cara menyewakan, pastikan lokasinya sesuai dengan kriteria tertentu. misalnya disewakan berarti harus dekat dengan perkantoran, kampus, atau sekolahan. Kalau disewakan untuk iklan, pastikan properti anda berada di dekat dengan trafic light, palang kereta api, atau posisi tusuk sate di suatu jalan.

Pilihlan properti yang setidaknya bisa mobil masuk ke lokasi, karena itu akan meningkatkan harga jualnya dikemudian hari, akan lebih bagus jika berada di sisi jalan raya dengan dua arah

Mari kita beli rumah untuk investasi jangka panjang kita.

Cara Menjual Properti

Jika anda berencana untuk membeli atau menjual properti komersial, Anda perlu melihat lebih dalam beberapa faktor. Anda tdak mungkin mengabaikan beberapa fakta saat berurusan dengan masalah properti. Baik anda sebagi penjual ataupun sebagai pembeli. Anda harus cermat memperhatikan point-point yang hendak diperbaiki dalam dokumen kesepakatan.

Anda juga akan melihat kehadiran para broker dan agen yang bermaksud mendukung Anda dalam metode cepat dan mudah dalam menangani transaksi properti. Jadi, jika anda benar-benar ingin membuat sebuah langkah yang cerdas, bagaimanapun anda harus memahami dasar-dasar transaksi properti.

Hampir pasti setiap orang yang menjual propertinya berharap akan mendapatkan harga yang menguntungkan. Jadi, bila Anda ingin membuat kesepakatan terbaik dengan pembeli saat menjual properti Anda, ada beberapa hal yang benar-benar harus dicermati. Diantaranya harga dominan di sektor real estate akan mempengaruhi harga properti Anda. Karena situasi ekonomi yang kurang baik, Anda mungkin mungkin tidak lansung menemukan konsumen yang baik dengan segera, setelah anda melemparnya kepasar.


Anda harus menyadari bahwa menjual sebuah properti bukan pekerjaan mudah, dan Anda mungkin harus menunggu selama berbulan-bulan, atau setahun, untuk mendapatkan klien yang benar-benar baik. Meskipun, Anda dapat dengan mudah memakai jasa broker lokal atau agen real estate yang umumnya hanya menunggu calon pembeli yang benar-benar menguntungkan. Situasi ini mungkin tidak segera berbuah hasil. Tapi itulah solusi yang cocok untuk menjual properti Anda pada harga yang sempurna.

Namun jika Anda ingin menjual properti Anda dengan mudah, cepat dan menguntungkan, sebenarnya ada banyak pemasar properti online, menunggu untuk membantu Anda. Ada beberapa perusahaan online yang punya jaringan dengan kelompok investasi real estate yang serius dalam pembelian properti. Mereka tidak bekerja seperti agen real estate lokal pada umumnya. Juga tidak semata mendaftar/memajang property anda dalam direktori mereka sekedar untuk mendapatkan komisi belaka. Pasar online property umumnya punya penghasilan/komisi diluar dari jasa yang ditawarkannya; seperti penempatan iklan pada situs mereka.

Mereka hanya memilih penjual dan pembeli yang prospektif dan mempertemukannya secara langsung dari tangan pertama.

Tapi Anda harus tahu beberapa hal sebelum meletakkan advertorial properti Anda untuk dijual. Hal ini tentu akan mendukung Anda mendapatkan kesepakatan yang sempurna.

Pertama, Anda perlu memeriksa apakah properti Anda berada dalam kondisi sempurna untuk dijual. Anda harus membuatnya tampak cantik serta berkilau, baik interior maupun eksterior-nya. Lebih disarankan lagi agar anda bisa memperbaiki beberapa kekurangan fisik atau mengecat kembali properti Anda. Hal ini akan meningkatkan nilai properti Anda secara substansial.

Kedua, properti Anda harus tampak menarik. Setiap orang yang hendak berinvestasi pada asset properti Anda tentu menginginkan nilai investasi mereka setara dengan nilai property anda. Buatlah property anda terlihat seperti rumah impian.

Terakhir, siapkan segala jenis dokumen properti, dengan catatan semua pajak dihapus dan tidak ada hutang pada properti anda. Untuk menentukan harga properti Anda laku pada harga tertinggi, pastikan mengkomparasikannya dengan manual pajak yang bisa diperoleh di kantor-kantor pajak negara terdekat. Jika semua dokumen disiapkan lebih awal, maka penjualan akan lebih sederhana dan lebih cepat. Intinya adalah anda harus menunjukkan tanggung jawab penuh saat menjual properti Anda.

Biasanya penjual akan menunggu sampai anda goyah, dan mau melepas property pada tingkat harga terendah. Anda hanya perlu bersabar, sampai menemukan pembeli yang sempurna. Dan itu tidak akan lama. (rumahku.com)

Jumat, 18 Januari 2013

Sang Pencari Mursyid (Puisi Do'a)

Duhai Allah,
Hatiku sudah tak tahan akan kerinduan kepada-Mu.
Sedangkan diriku tak mengerti bagaimana seharusnya aku berbuat 

untuk merindukan-Mu.

Ya Karim.
Aku tahu bahwa diri-Mu Maha Mulia.
Sedangkan diriku sungguh sangat hina lagi lemah tak berdaya.


Adakah untukku Engkau beri kesempatan untuk mengagungkan asma-Mu di dalam hatiku?
Dapatkah hatiku Engkau ajarkan cara merindu kepada-Mu?

Duhai Yang Maha Bijaksana,
Sebetulnya aku malu kepada-Mu terlambat merindukan-Mu di hatiku.


Tetapi, Ya Allah,
Kapan lagi jika tidak saat ini aku harus memulai, sedangkan hatiku telah Engkau curahkan rahmat untuk merindukan-Mu?

Sungguh merugilah diriku jika tidak Engkau beri aku petunjuk kemanakah aku harus mencari wasilah untuk mendekati-Mu!

Duhai Allah,
Aku tidak tahu, sedangkan Engkau Maha Mengetahui.
Aku hanyalah seorang manusia yang telah Engkau ciptakan bukan atas keinginanku, melainkan karena kehendak-Mu!

Maka, bagaimana mungkin aku harus mengabaikan kehendak-Mu?
Padahal Engkau telah berkehendak: "Sebutlah nama Tuhanmu di hatimu."
Akan tetapi, Ya Robbi, aku tetap tidak tahu cara aku harus berdzikir sekiranya tidak Engkau bimbing aku!

Untuk itulah, Duhai Allah aku bermunajat kepada-Mu:
Agar Engkau menunjukkan kepada siapakah aku harus memperoleh bimbingan-Mu.
Di manakah dia berada sehingga aku dapat menemuinya?
Adakah dia masih hidup di alam dunia ini?

Ya Allah, kabulkanlah do'a-ku ini. Amiin.

(Ahmad Yuli Yanto)

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...