Sabtu, 27 April 2013

Ganasnya Ciinta

"Cinta Oh Cinte, betape kejamnye." Barangkali itulah yang terbersit dalam hati dan benak si BOgem TAKena (si botak) ini. 

"Kata orang cinte itu sangat indeh, tapi mengapa yg Ane rasain cinte itu bikin suseh en blangsek aje. Kata orang cinte itu bikin hati bahagie, tapi yang Ane dapetin cuma nestape bercampur derita aje," begitu gerutu si botak pada botol disampingnya.

"Coba aje ente bayangin," kata si Botak, "Ane sudeh habis2an berkorban buat dapetin cinta si Sherly, anak tante Madonne tukang jahit tetangge sebelah rumah Ane, eh, tapi ternyate si Sherly cuma nganggap Ane sebagai teman doank. Sakitnye tuh disini coy."

"Maef ye botak kite kan cuman beteman aje," gitu kata si Sherly dengan nada jutek beberapa waktu lalu.

Memang selama ini si Sherly cuma mau diajak pergi, kalo mau ditraktir mie ayam dan ketoprak saja. Padahal untuk nraktir mie ayam ke tempat si uwak gondrong lumayan jauh pake harus naik ojek segala. 

"Tapi demi cingtrong yg udeh kadung kesengsem, Ane harus terpakse cari duit dengan jual sepatu basket. Demi nraktir si buah hati HP pun tak jarang Ane gadein. Semua itu Ane lakuin demi cinta Ane pada si Sherly sang buah hati. Tapi kini semuanye udeh ludes. Kalo begini caranye, rasanya Ane dah gak kuat lagi Sherly, Ane udeh abis2an, Ane mau ngundurin aje dech, ini semua karenamu sayang...goodbey ye mey lep...!!," begitulah suara lanturannya.(KGM).

Selasa, 23 April 2013

Pilihan Investasi: Emas Kehilangan Trust, Properti?

Lama sekali emas dipercaya dan terbukti menjadi instrumen dari portofolio investasi terbaik. 

Dalam rentang satu dekade terakhir, emas menghasilkan tingkat investasi terbaik seiring dengan lonjakan harga emas.

Simpanan emas perhiasan maupun emas batangan telah mampu mendorong menaikan nilai rupiah kekayaan orang yang memilih menyimpan dananya dalam bentuk investasi emas.

Sepuluh tahun lalu harga emas per gram masih berkisar Rp140.000. Bandingkan dengan harga emas awal 2012 yang sempat menyentuh Rp545.000 per gram. Ini era manis investasi emas yang mampu mendorong banyak pihak makin yakin dengan pilihan investasi di emas perhiasan maupun emas batangan.
Akan tetapi suasana bulan madu itu mulai antiklimaks menyusul munculnya tren penurunan harga emas pada kuartal I 2013 karena dipicu oleh faktor China dan Amerika Serikat yang menghadapi pelemahan perekonomian domestiknya.

Sebab itu, harga kontrak berjangka (futures) emas di dunia mengalami penurunan mingguan terbesar sejak 1,5 tahun lalu. Dampak lebih lanjutnya adalah para pengelola dana memangkas kelolaan dana investasi pada portofolio emas dengan nilai terbesar sejak 2007 dan menjadi paling bearish seperti yang pernah terjadi pada gula dan kopi. 

Hal itu dilakukan seiring kekhawatiran bahwa the Fed- Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat yang sangat berpengaruh di seluruh dunia itu akan memperlambat program stimulus yang mendorong harga untuk bahan baku turun tajam pada tahun ini.

Harga emas memang belum turun secara ekstrem- paling tidak masih di atas Rp500.00 per gram, namun trennya terus turun dan menimbulkan dampak psikologis pada masyarakat investor yang cenderung menarik dari dari investasi emas.

Di Indonesia telah muncul gejala menurunnya kepercayaan terhadap investasi emas- bahkan dihebohkan oleh produk gadai emas di sejumlah perbankan yang merugikan banyak nasabah- yang juga menjadi korban dari tren penurunan harga emas.

Risiko Pengempisan Gelembung Harga Properti

Sebagaimana emas, properti adalah pilihan favorit lain bagi masyarakat investor untuk membiakkan dananya. Sifat properti yang memberikan kenaikan harga aset yang tinggi (capital gain) dan pendapatan hasil sewa (yield) menjadi daya tarik besar untuk berinvestasi produk properti.

Lalu bagaimanakah dengan investasi properti di Indonesia? Sudah sejauh mana tren pertumbuhan harga properti yang meroket dalam beberapa tahun belakangan ini- paskakrisis 1998- membentuk gelembung harga dan seberapa besar gelembungnya. Ini sangat mudah dilacak. Lakukan saja perbandingan harga rumah dalam lima tahun terakhir. 

Rumah tipe 39/90 di Ciledug, Tangerang pada 2005 masih bisa dibeli seharga Rp135 juta- Rp150 juta. Kini untuk rumah tipe 36/78 saja di kawasan yang sama harus merogoh kocek hingga Rp350 juta- Rp400 juta. Perbandingan harga itu akan semakin drastis untuk daerah seperti Serpong dan Cibubur yang meruakan daerah yang paling intensif pertumbuhan pasar propertinya.

Lalu mungkinkah pergerakan harga itu akan terus menaik trennya? Kalau tren penaikan harga itu konsisten berjalan tentu investasi di properti akan menjadi primadona, bahkan berpotensi menguat karena akan ada peluang masyarakat beralih dari investasi emas ke investasi properti untuk yang memiliki dana investasi dalam jumlah yang memadai.

Dan sebaliknya, kalau tren pergerakan harga properti menjadi tertahan bahkan stagnan dalam jangka waktu lama, maka properti juga akan dihindari sebagai portofolio investasi seperti halnya investasi emas. Akan semakin berat lagi kalau harga properti malah turun sebagai akibat dari hukum besi gelembung harga properti.

Melihat seberapa besar gelembung harga itu ada baiknya kita melihat struktur pembangunan harga yang terjadi salam ini.

Pertama: Kalau harga properti merupakan harga kenaikan wajar yang muncul karena hukum pasok dan permintaan, maka niscaya tren kenaikan harga properti berada dalam zona yang sangat sehat. Ini sangat mungkin karena ada angka statistik masyarakat yang belum memiiki rumah yang diklaim mencapai 8 juta- bahkan angka terakhir BPS menyebutkan naik menjadi 13,6 juta unit/ atau tepatnya 13,6 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Defisit itu bertambah pula 800.000 unit per tahun akibat kurangnya pasokan.

Kedua: Kalau tren kenaikan harga rumah atau properti merupakan proses dari kartel harga yang diciptakan oleh monopoli pengembang besra, maka harga properti pada saat ini ada pada zona kuning aalias awas. Ingat beberapa pengembang besar menjadi tuan tanah yang menguasai lahan perumahan hingga ratusan ribu hektar di sejumlah lokasi. Di wilayah Jakarta- Bogor- Bekasi, depok- Tangerang- Bekasi saja, pengembang seperti Sinar Mas Group, Ciputra Grup, Lippo Group, Summarecon Group, Metropolitan Land Group hingga Megapolitan Group memiliki sejumlah proyek dengan luas lahan per proyek mencapai hingga 6000 hektar.

Kalau ternyata listing harga properti saat ini merupakan harga yang terbangun yang lebih dominan akibat pembentukan harga oleh pengembang-pengembang besar ini, maka harga yang ada sangat mungkin harga gelembung. Artinya bersiap siap lah menunggu gelembung itu pecah dan kempes yang kemudian menyebabkan terjadi krisis ekonomi.

Menghadapi potensi kartel harga properti ini sebaiknya pemerintah melalui Menteri Perumahan Rakyat dan Kementerian Perdagangan perlu lebih memberi pengawasan atas perkembangan harga. Pemerintah harus mencegah pengembang terlalu kemaruk dalam menetapkan harga. Harus dicegah pengembang mengeruk untung terlalu besar dengan mengangkat harga terlau berlebihan.

Di sisi lain, Bank Indonesia harus lebih mengawasi perbakan sebagai lembaga pendukung dari sisi pembiayaan. Perbankan juga salah satu unsur penting dalam pembentukan harga properti melalui taksiran agunan aset properti maupun appraisal kredit.

Dengan begitu diharapkan pergerakan industri properti bisa berjalan dengan sehat dan tidak meninggalkan bom waktu yang bisa merusak perekonomian. Bahkan lebih dari itu, properti bisa terus dipercaya menjadi salah satu produk investasi yang paling menjanjikan dan aman bagi masyarakat investor. (La Coga/kreditproperty.com)

Awas Bahaya Membeli Properti Pre-sales


Calon pembeli properti secara pre-sales diingatkan agar berhati-hati dalam memilih rumah atau apartemen karena berpotensi dirugikan oleh pengembang.

Hampir semua orang pernah mengalami atau paling tidak melihat pemasar menjual properti dengan memperlihatkan brosur proyek yang akan dibangun. Istilahnya, bermodalkan gambar yang hebat, para pengembang berlomba merengkuh dana calon konsumen dengan menjual proyek yang baru sebatas dalam bentuk brosur. Itu tentu dengan janji akan membangunkan dalam jangka waktu tertentu.

Membeli secara pre-sales memang ada untungnya karena harga biasanya masih murah dan harga itu akan terus naik seiring dengan penyelesaikan konstruksi proyek. Semakin dekat untuk dioperasikan atau diserah terimakan, maka harganya akan naik cukup signifikan dibandingan dengan saat dibeli secara pre sales. 

Akan tetapi, ada baiknya konsumen lebih berhati-hati membeli properti secara pre-sales. Menurut Tony Eddy, CEO Tony Eddy & Associates, salah satu pakar pemasaran dan konsultan properti, banyak yang tidak bahwa sebagai pembeli properti atau kondotel yang unitnya belum dibangun oleh pengembang, pembeli sebenarnya adalah kreditur bagi pengembang.

Dalam hal ini, lanjutnya, semestinya posisi pembeli secara pre sales semestinya kuat karena menjadi pemodal bagi pengembang yang kebanyakan membiayai proyeknya dari hasil penjualan secara pre sales.

"Apakah anda [pembeli pre sales] sudah mengecek apakah developernya kredible dan layak dapat kredit anda atau tidak? Hal terpenting dalam investasi properti atau kondotel adalah kapan anda bisa balik modal dan kemudian bisa menikmati free cashflow dari investasi anda," ujarnya, baru-baru ini.

Tony ada benarnya ada sejumlah kasus proyek properti yang dijual secara pre sales ternyata kemudian pengembangnya melakukan wanprestasi alias tidak menyelesaikan pembangunan apartemen atau rumah yang telah dibeli konsumen. Ada sejumlah kasus di masa lalu dan masih terjadi saat ini.

Ambil contoh ribuah konsumen perumahan Bukit Sentul yang ditupu pengembangnya karena tidak kunjung dibangunkan rumah yang telah dibeli. perkembangan selanjutnya kasus ini mencapai perdamaian setelah sempat dipailitkan melalui Pengadilan Niaga dengan kesanggupan pemilik baru untuk memenuhi komitmen membangunkan rumah yang menjadi hak konsumen. 

Ada pula konsumen pembeli apartemen Pallazo di Kemayoran yang jumlahnya ribuan tertipu karena pengembang tidak kunjung menyelesaikan gambar apartemen yang sudah dibayar lunas oleh pembeli. Terakhir kasus ini juga menjalani perdamaian di bawah pangawasan kurator yang kemudian berkomitmen untuk membangunkan apartemennya. 

Tim Kurator PT Pelita Propertindo Sejahtera, pengembang pallazo yang pailit, kembali melanjutkan pembangunan apartemen itu dengan janji memenuhi hak 1000 orang pembeli yang tidak kunjungi dipenuhi haknya sejak 2007 atau 90% dari total aset yang dijual Pallazo.
Beberapa tahun yang lalu muncul pula kasus apartemen Hollywood yang berlokasi di belakang Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan. PT Tradisi Sejahtera selaku pengembangnya telah melarikan dana konsumen yang terlanjur disetor dan bangunan apartemen tidak jadi dibangun.

Yang terbaru adalah PT Mitra Safir Sejahtera yang wanprestasi kepada pembeli apartemen Kemanggisan Executive Residence yang dikembangkan di Jakarta Selatan. 

Pada umumnya dalam kasus wanprestasi model ini disebabkan oleh mismanajemen dalam pengelolaan dana konsumen yang sudah mereka kumpulkan. Kemungkinan besar dana itu tidak digunakan untuk membiayai proyek yang semestinya mereka bangun, tapi dipergunakan untuk kepentingan lain yang kemudian ternyata merugi.

Resiko lain dalam membeli properti secara pre sales adalah kemungkinan menjadi kelinci percobaan oleh pengembang. Pengembang yang menjual brosur kepada calon pembeli tidak sedikit tengah melakukan tes pasar, terutama terjadi pada bangunan tinggi. Perhitungannya jika 30% dari total unit apartemen yang akan dibangun bisa diserap pasar baru pengembang mau membangun proyeknya. Akan tetapi, jika anda termasuk yang membeli perdana dan penjualannya tidak mencapai target 30%, maka siap-siap anda tidak mendapatkan properti yang anda beli. 

Dalam kasus seperti ini biasanya lebih bagus penyelesaiannya karena akan dilakukan refund kepada pebeli sehingga dana yang sudah dibayarkan tidak akan hilang. hanya saja pembeli akan direpotkan untuk menjalani proses mendapatkan uang itu dari pengembang yang urung membangun proyeknya.
Di ajang pameran umumnya jualan brosur

Kiat Membeli Properti Pre-sales

Tony mengatakan mengenali rekam jejak dan reputasi pengembang merupakan salah satu cara untuk berhasil mendapatkan properti berkualitas.
Menurut dia, pembeli secara pre sales perlu mengetahui pengembang sehingga tidak asal beli produk properti.

Dia memberi contoh pembeli kondotel yang harus mengetahui sampai kepada calon manajemen atau operator propertinya. Hal itu, ungkapnya, menyangkut kesukseskan operasi kondotel sebagai barang investasi.

Dalam kasus kondotel, tuturnya, malah tidak hanya memastikan propertinya selesai dibangun, tapi juga keberhasilan dalam mengelolaa kondotelnya.

"Hal terpenting dalam investasi kondotel adalah kapan anda bisa balik modal dan kemudian bisa menikmati free cashflow dari investasi condotel anda. Karena percuma saja dapat propertinya jika investasi anda tidak pernah balik modal, bahkan nombok setiap tahunnya jika managemennya tidak baik."

Cara lain yang bisa digunakan untuk prudent dalam membeli properti secara pre sales adalah memastikan seluruh legal dokumen perizinan proyek yang akan dibeli sudah beres di tangan pengembangnya. Salah satunya berupa ijin Prinsip, Surat Ijin Penggunaan Peruntukan Tanah (SIPPT), dan Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kalau semua hal itu sudah beres maka barulah mantap untuk membeli apartemen atau rumah yang dinginkan. 

Ini menjadi sangat penting karena hampir 80% proyek properti yang dikembangkan di Indonesia menggunakan sistem penjualan secara pre sales atau mengantungkan pembiayaan proyek pada setoran dana pembelian dari calon pembeli. (La Coga/kreditproperty.com)

Senin, 22 April 2013

Lima Alasan Tepat Berinvestasi Properti

Sangat dianjurkan untuk berinvestasi dalam properti yang berlokasi di pusat wisata dan pusat bisnis. Dua lokasi tersebut adalah target yang tepat dan besar bagi para investor properti karena semakin banyak peminatnya, selain pusat perumahan yang telah diketahui sebelumnya. 

Anda harus mencari target lokasi baru yang akan mendatangkan timbal balik dalam hal properti. Pertimbangkan sebuah lokasi yang menawarkan kombinasi unik dari insentif yang besar untuk infrastruktur bisnis.

Berikut ini lima alasan yang membuat Anda harus memilih berinvestasi dalam properti :


Tingkat Pengembalian Investasi yang Besar
Penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konsultan real estate menunjukkan bahwa tarif sewa dalam tujuan wisata terkemuka telah meningkat sebesar 17%. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam properti.


Menjadi Sumber Pendapatan
Dengan peningkatan wisatawan dan investor yang, diperkirakan permintaan properti akan memiliki lonjakan stabil. Investasi properti memberikan keuntungan lain yaitu bisa menjadi sumber pendapatan. Sehingga pendapatan tersebut dapat digunakan untuk usaha lain seperti berinvestasi dalam saham.


Nilai Properti Meningkat
Meskipun nilai properti dapat menurun, namun pada dasarnya memiliki sifat yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.


Lebih Mudah Dikontrol
Berbeda dengan saham, investasi properti merupakan investasi yang lebih mudah, sehingga cocok untuk investor yang masih pemula. Karena konsep-konsep di dalamnya lebih mudah dimengerti.


Jaminan yang Baik
Properti adalah salah satu hal yang sangat tepat dan baik untuk dijadikan jaminan ketika Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha lain. Dalam kenyataannya, sebagian besar orang telah melakukan hal tersebut karena jaminan properti dipercaya oleh banyak orang.

Jika Anda ingin berinvestasi dalam jumlah yang besar, lebih baik berinvestasi untuk apartemen dan hotel di pusat kota. Pusat kota adalah salah satu lokasi yang paling dicari karena banyak mendatangkan penawaran untuk wisatawan dan pengusaha. Apartemen dan hotel diperkirakan memiliki lonjakan permintaan karena menawarkan kombinasi unik dari suasana nyaman dan keramahan. (Tung Desem Waringin)

Cara Berbisnis Apartemen

Bisnis properti saat ini tengah berkembang pesat. Tidak terkecuali dalam bisnis apartemen. Bagi anda yang tertarik untuk berinvestasi di apartemen, ada beberapa tips yang dapat dijadikan acuan dalam memilih apartemen sebagai investasi:

* Pertama, kektika akan membeli apartemen, tanyakan terlebih dulu kelengkapan surat izin yang layak untuk berdirinya sebuah apartemen, seperti blok plan, Izin Pendahuluan, IMB, sertifikat atas tanah (hak guna bangunan/HGB), dan bank pemberi kredit untuk pembangunan apartemen, biasanya bank dimaksud akan memberi juga KPA (kredit pemilikan apartemen). Jangan sampai pengembangnya berspekulasi membangun apartemen hanya dengan mengandalkan uang dari konsumen.

Biasanya, apabila belum terjual dalam jumlah tertentu akan mempengaruhi pembangunan apartemen tersebut atau pembangunannya berhenti di tengah jalan. Akibatnya, uang muka cicilan yang telah diterima akan sulit ditarik kembali. Jangan sampai membeli apartemen dengan status kepemilikan tanah yang tidak jelas atau bukan HGB agar status kepemilikan unit apartemen yang dibeli tidak tersangkut masalah.

* Kedua, pengalaman pengembang dan tingkat kepercayaan untuk menyelesaikan pembangunan apartemennya. Dapat disaksikan sampai sekarang, kerangka apartemen di Menara Gading Tujuh di Kelapa Gading dan apartemen di Jalan Gajah Mada (eks Tjandra Naya) yang tak kunjung diselesaikan oleh pengembangnya.

Konsumen yang telah membayar uang muka untuk pembelian unit di sana tidak tahu bagaimana caranya agar uangnya dapat kembali. Atau sampai kapan pembangunannya akan diselesaikan oleh pengembangnya. Begitu juga dengan pengalaman pengembang, sangat menentukan kualitas bangunan dari apartemen tersebut, terutama daerah basah seperti kamar mandi, toilet, dan dapur yang sering mengalami kebocoran sehingga mengganggu kenyamanan bagi penghuni yang ada di bawahnya.

* Ketiga, lokasi. Pada umumnya yang tinggal di apartemen adalah orang asing, seperti Jepang, Korea, Australia, dan lainnya. Letak tempat kerja dan tempat mereka berkumpul untuk bersosialisasi ikut mempengaruhi lokasi yang akan mereka tinggali.

Oleh karena itu, lokasi yang dekat dengan pusat bisnis lebih diminati. Begitu juga dengan akses keluar masuk dari dan ke lingkungan apartemen sangat mempengaruhi para penghuni untuk tinggal lebih lama di sana. Setiap bangsa mempunyai anggaran untuk biaya sewa apartemennya.

Bangsa Amerika, Eropa, Australia, dan Jepang mempunyai anggaran uang sewa lebih tinggi daripada bangsa Korea, Singapura, dan Hongkong meski mempunyai jabatan yang sama di Jakarta. Carilah lokasi favorit dari masing-masing bangsa sesuai budget investasi yang akan dilakukan.

* Keempat, fasilitas yang tersedia, baik dalam jenis maupun ukurannya. Fasilitas yang lebih diperhatikan ialah fasilitas olahraga, seperti berapa jumlah lapangan tenis indoor atau outdoor yang tersedia, restoran dan kafe, ukuran kolam renang olimpik atau setengah olimpik, fasilitas club house, jumlah parkir penghuni dan tamu, taman, jumlah dan merek lift, serta ketersediaan lift-mempengaruhi waktu menunggu lift pada saat naik atau turun. Perlu diketahui merek lift, waktu pemakaian lift, dan kerusakan yang akan dialaminya.

Listrik emergency yang disediakan juga perlu diketahui apakah memenuhi kebutuhan listrik bagi operasi apartemen secara normal dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengoperasikan gensetnya apabila listrik PLN mendadak padam.

* Kelima, luas ruangan. Lebih baik membeli unit apartemen yang mempunyai dua atau tiga kamar tidur karena para penyewa orang asing kebanyakan membawa keluarganya. Lantai yang menjadi pilihan di atas lantai delapan karena suara bising dari luar dan nyamuk berkurang. Tipe studio atau satu kamar biasanya lebih sedikit peminatnya karena dapat bersaing dengan kamar hotel yang harganya relatif sama, tetapi pelayanan lebih baik.

* Keenam, pengelolaan atau properti manajemen dari apartemen sangat mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada penghuni maupun tamunya. Pengelolaan apartemen dapat juga memakai jasa pengelola hotel, seperti Mercure, Aston, dan lainnya. Pengelolaan ini mempengaruhi umur dari alat yang dipakai, kualitas kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama tinggal di apartemen tersebut.

* Ketujuh, apabila pembelian unit apartemen untuk disewakan, pilihlah lokasi yang disukai para pekerja asing. Biasanya para pekerja asing lebih senang berkumpul dengan sesama bangsanya di apartemen yang sama. Misalnya, apartemen Kintamani lebih banyak dihuni orang Korea. Di Pondok Indah, umumnya bangsa Jepang, begitu juga di Menteng, lebih banyak bangsa Eropa dan Amerika. Tingkat disiplin dari setiap bangsa berlainan satu sama lain. Biasanya bangsa Korea tidak sebersih warga dari Eropa dan Amerika dalam menggunakan barang yang ada. Kelebihannya, bangsa Korea tidak terlalu cerewet dengan kondisi barang yang ada di dalam unit tersebut.

* Kedelapan, dana yang dibutuhkan. Selain untuk membeli unit apartemen, harus pula disediakan dana untuk mengisi ruangan interior, yang sesuai dengan selera penghuninya. Perlu juga ditanyakan kepada para pengembang, jenis interior apa yang disediakan pengembang, seperti lemari pakaian, kitchen set, kompor, air conditioning, dan lainnya sehingga tidak perlu mengeluarkan modal lebih besar. Untuk penyewaan unit apartemen dalam kondisi full furnish, para penyewa hanya membawa koper pakaian saja.

(Sumber: sewa-apartemen.net)

Sabtu, 20 April 2013

Kalau Sudah Kebelet

Begitulah salah satu fitrah manusia. Jika sudah kebelet pengen buang air besar, ga ada artis cantik, ga ada anak presiden, ga ada pejabat, ga ada anggota dewan, gak ada koruptor, ga ada laki perempuan atau banci, ga ada orang kaya or miskin, semuanya pasti yang dicari adalah: TOILET.

Para dokter bedah Gastro Entestinal Mengungkapkan bahwa akhir – akhir ini pasien di RS tempat mereka praktek mengalami peningkatan jumlah pasien CA Colon atau bahasa umumnya kanker usus. 

Menurut Info Kesehatan, penyebab Kanker usus ini belum di ketahui secara pasti, akan tetapi dokter yakin bahwa kanker usus ini penyebab terbesarnya adalah efek dari menahan BAB (buang air besar).

Mengapa? Karena pada saat kita ingin buang air besar dan berupaya menahannya, maka usus-usus di dalam tubuh kita berkontraksi sebegitu kuatnya. Tentu saja itu dilakukan untuk menahan tinja (kotoran) agar tidak nyelonong keluar begitu saja. Kanker usus ini biasa di derita kalangan yang sering mengulur-ngulur waktu pada saat ingin BAB.

"Apabila kita terbiasa menahan buang air besar maka resiko terkena kanker usus ini semakin besar. Pada saat kita menahan buang air otot–otot usus akan berkonstraksi menahan dan lama-kelamaan otot ini akan mengalami edema (pembengkakan). Jika hal ini terjadi didalam usus akan fatal akibatnya. Bengkak yang tidak di tangani secara cepat dan tepat akan dapat mengakibatkan radang dan infeksi pada usus. Sehingga sel–sel kanker mulai tumbuh dalam usus tersebut," demikian menurut Info Kesehatan.

Nah, seperti yang dialami si teteh Neneng tuh, saat perjalanan ke luar kota, maka ketika sudah tak kuat lagi menahan beban di sekitar perut segeralah mencari toilet. Tak hanya dalam upaya melepas derita yang menyiksa itu, tapi juga sadar terhadap efeknya terhadap kesehatan.

Ketemulah dengan toilet tradisional. Dengan serta merta si teteh cantik itu turun dari mobil dan berlari menuju toilet absurd itu. Cuman, ya gitu deh. Aroma hajat milik sendiri dan hajat warisan orang lain terpaksa ikut tercium. "Ala maaakk, baune ora kiro2," begitu keluhnya.
Yah, nikmatin aja neng, namanya juga kondisi darurat...hehehe...(kgm)

Rabu, 10 April 2013

Nikmatnya Mengkhayal

Tak ada undang-undang yang melarang orang untuk melamun alias mengkhayal. Kapanpun dan dimanapun orang bebas untuk mengkhayal. Mengkhayal adalah bagian dari hak asasi manusia. Cuma, ya, kalau mengkhayal harus kira-kira. Maksudnya jangan kebangeten. Misalnya pengen jadi Superman atau Supergirl atau orang paling hebat sejagad. Misalnya pengen bisa terbang kayak capung, merayap di tembok kayak Spiderman, berjalan di air, atau mengkahayal yang tidak mungkin, seumpama menghayal menjadi anak pak presiden Jokowi.

Konon, mengkhayal yang ekstra kebangetan bisa menjadikan otak lemah, ingatan berkurang dan menimbulkan tekanan batin, serta terjadinya kerusakan pada sel-sel otak. Ujung2nya bisa mengalami ora waras alias gangguan jiwa.

Menurut penelitian seorang ahli psikologi, ternyata bahwa para pengkhayal cenderung berumur lebih pendek. Hal ini bisa dibandingkan dengan para pemikir yang cenderung berumur lebih panjang. Penelitian membuktikan bahwa para sarjana pengkhayal pada umumnya memiliki masa hidup antara 50 s.d 60 tahun. Bandingkan dengan para profesor dengan masa hidup antara 60 s.d 80 tahun.

Berkhayal agak berbeda dengan berimajinasi. Jika berkhayal melibatkan pikiran secara total, mengawang-awang, dan tidak jelas juntrungannya. Tapi berimajinasi sekalipun melibatkan pikiran di dunia maya, namun lebih realistis dan ada upaya merintis ke arah terwujud khayalannya. Misalnya, berimajinasi menjadi jutawan, menjadi pengusaha properti sukses, menjadi politikus kenamaan, menjadi pengacara handal, atau menjadi artis ibukota, dll.

Nah, kini, tahukah anda apa yang dikhayalkan kedua gadis seperti pada foto kali ini? Kabarnya sih pengen jadi artis hollywood. Ya, boleh saja, sah-sah saja sih. Mengkhayal menjadi artis Hollywood tentu saja nikmat, senikmat jongkok membuang hajat besar di kali. 

"Awas loh, kalau para pembaca pada ngintip, sumpahin bisulan dech matanya" begitu kira2 peringatannya. Idih ngancem nih yee...(KGM/kigempurmudharat)

Jumat, 05 April 2013

Ada 124.000 Wali Allah

Subahanallah Walhamdulillah Allahuakbar.

Tasawuf bukan membaca buku-buku Tasawuf dan mengkaji dari berbagai teori tasawuf seperti Ibnu Arabi, Syadzili, Qodiri, Mevlevi Rumi seperti banyak kajian tasawuf diberbagai Masjid saat ini. Itu hanya baru mempelajari mengenal tasawuf bukan bertasawuf. 

Sangat berbeda jauh antara bertasawuf dan mempelajari buku atau hadir dalam ceramah tasawuf.. Begitu jauh, dampak dan pemahamannya bagai setetes air dibanding samudera. Bertasawuf adalah melaksanakan dzikir dan mengambil Mursyid dengan berbayat. Bila ia mendengarkan ceramah dari Mursyid tasawuf yang Wali Allah, maka ia akan mendapatkan ilmu sekaligus Hikmah.

Ilmu seperti pesawat terbang yang indah bentuknya. Hikmah seperti Bahan Bakarnya. Begitu banyak orang yang bangga dengan keindahan ilmunya, tetapi tanpa bahan bakar hikmah ia tetap didarat tak dapat terbang. Hikmah didapatkan dari mendengarkan langsung dan bersama Wali Allah, sementara ilmu dari ulama biasa kadang membebani. Hikmah tak dapat terlupa dan menguatkan, sementara ilmu ketika kita sudah tua, maka yang menghancurkan ilmu adalah LUPA ( Hadist Nabi saw). 

Hikmah adalah langsung mendengar dan bertemu, karena ada dua macam ilmu. Ilmu Awroq (tulisan) dan Ilmu Azwaq (Rasa). Ketika kita mendengar seorang Kekasih Allah/Wali Allah bicara, maka ilmu rasa yang ditransfer langsung kedalam kalbu kita. Ketika kita menulis dari ceramah Wali Allah, maka yang semula kita terima dalam bentuk Hikmah, berubah menjadi Ilmu. Hikmah adalah RASA, pertemuan langsung dengan Para Wali Allah. Berjamaah dengan wali Allah, bagaikan ia ibadah 70 tahun, maka carilah para Wali Allah.

Itulah sebabnya Umar ra ketika berencana membunuh Nabi saw dan ketika berhadapan langsung dengan Nabi saw, maka ia bergetar tubuhnya kemudian masuk islam. Inilah ilmu Rasa yang tertransfer melalui tatapan mata, melalui pertemuan langsung. ilmu para Nabi dan Kekasih Allah yang mampu merubah benci menjadi cinta. 

Ada dua macam ilmu, Ilmu dari ucapan ulama biasa dan Ilmu sejati yang ditransfer langsung melalui pembicaraan dari hati ke hati. Ilmu Ulama yang bukan Wali Allah, ketika kita mendengarnya kadang ego menolak, karena berasal dari luar. Tetapi Ilmu Wali Allah bekerja dengan dua cara, dari luar dan dari dalam. Dari luar berupa ucapan sedangkan dari dalam berupa ilham ilahiah yg dimasukkan kehati setiap muridnya (Salik). Dan ketika muridnya melakukannya ia merasakan hal itu dari inspirasinya sendiri sehingga ia ihklas melakukannya tanpa beban sedikitpun. Itulah cara kerja Wali Allah dalam membersihkan dan membimbing para muridnya.

Seorang siswa kedokteran ahli bedah, tidak bisa menjadi ahli bedah hanya dengan membaca buku2 tentang ilmu bedah. Seperti orang yang menulis tentang mabuk tetapi ia sendiri belum pernah merasakan mabuk. Seorang ahli bedah haruslah telah menjalani praktek bedah, melakukan latihan dengan langsung membedah dibawah bimbingan dokter ahli bedah yang berpengalaman.

Demikian pula tasawuf, ada banyak profesor, doktor mendalami tasawuf dan mengajar tasawuf, tetapi ketika ditanya siapa Mursyidnya, mereka mengatakan tidak memiliki Mursyid. Artinya bagaimana seorang penulis tentang jantung bicara tentang membedah jantung padahal dia bukan dokter ahli jantung, padahal dia belum pernah melakukan pembedahan? Bagaimana seorang yang belum pernah memiliki mursyid bicara tentang tasawuf padahal dia belum bertasawuf? Tasawuf adalah pengalaman rasa, bukan teori atau ilmu tulisan. Tasawuf adalah Ilmu Azwaq (Ilmu Rasa) bukan ilmu Awroq atau Ilmu tulisan. Tasawuf adalah mengambil bay’at dari Mursyid hakiki dan melaksanakan dzikir yang telah ditetapkan sesuai tariqahnya, dan menjalankan amalan hanya dengan perintah Syaikh/Mursyid yang Hakiki.

Ada begitu banyak sufi palsu, ada begitu banyak Guru sufi palsu yang justru hanya menjelekkan citra sufi. Misalnya, secara syariah mereka tidak mengerjakan, secara sunah mereka menjauhinya. Tak ada tariqah tanpa syariah, karena seumpama syariah adalah lilin penerang untuk menjalani jalan tariqah agar tak tersesat dan menuju hakikat. Imam Malik, Imam Mazhab Maliki mengatakan Syariat tanpa tasawuf adalah zindik, dan tasawuf tanpa syariat adalah sesat. Jadi muslim sejati harus memiliki keduanya, untuk mencapai maqam mukmin (memiliki iman yg sejati) dan mencapai maqam muhsin (ihsan, dimana ketika solat seolah berhadapan dgn Allah, Allah selalu melihat kita).

Setiap orang perlu pembimbing ruhani sejati, hanya 124.000 wali disetiap masa yang merupakan pembimbing sejati. Berdoalah,”Ya Allah kirimkanlah para KekasihMU untuk membimbing hamba yang lemah ini”. Siapa berdoa, maka ia akan medapat jawabannya. Siapa yg mencari Mursyid sejati, maka ia akan menemukannya. Tetapi saat ini tak sedikit orang bangga dengan dirinya, mereka mengatakan gurunya cukup dengan buku. Padahal ketika mereka secara fisik sakit dan harus menjalani operasi, mereka bagaikan orang lemah yg setuju harus menandatangani berita acara operasi. Bahkan tanpa mereka perlu membacanya, karena mereka telah pasrah dengan penyakitnya.

Tetapi ketika qalbu mereka sakit, ketika hati mereka berkarat, ketika mereka tak mampu mengalahkan egonya, mereka tetap tak mau mencari obat dari Sang Pembimbing Ruhani Sejati para Wali Allah. Mereka para Awliya (Wali-Wali Allah) tak butuh uang anda, tak butuh pujian, mereka orang yg ikhlas bekerja sepanjang hari tak kenal lelah tanpa bayaran, cukup Allah dan Rasulullah saw bagi mereka. Ketika kita akan menyebrang padang pasir yang tak dikenal, tentu kita memerlukan penunjuk jalan, agar tak tersesat, agar tahu bahaya yg menanti disetiap langkah. Mungkin badai pasir, binatang buas, ular, pasir yang menelan dsb. Tentu saja penunjuk jalan itu telah melalui padang pasir itu berkali2 sehingga mengetahui karakter padang pasir.

Lalu apakah ketika kita meniti jalan ruhani jauh lebih mudah daripada menyebrang padang pasir tak dikenal? Tentu saja tidak. Kalau kita dapat mengalahkan ego kita, maka kita tentu memerlukan bimbingan seorang guru ruhani sejati. Seorang Mursyid sejati dapat mengetahui cara memotong tangan2 gurita ego dari muridnya. Oleh karena itu setiap orang yang berkeinginan melalkukan perjalanan ruhina menunju cahayaNya maka perlu mencari seorang Mursyid atau Wali Allah sebagai pembimbing. Bahkan termasuk para ulama sekalipun yang terkadang masih memiliki ego yang tinggi.

Ilmu Ulama biasa dibanding Wali Allah, ilmunya bagai setetes air dari samudera ilmu wali Allah. Ilmu Wali Allah dibanding ilmu sahabat Nabi saw, bagai setetes dari samudera ilmu sahabat. Dan ilmu sahabat Nabi dibanding Nabi saw, bagai setetes dari samudera ilmu Nabi saw. Carilah Wali Sejati sebagai pembimbing, begitu banyak jalan tariqah sufi ini telah ditunjukkan, walaupun terkadang ego selalu menolak. 

Ketika kita akan melangkah kepada yang Haqq, maka seratus setan dalam bentuk manusia, jin mencegah kalian untuk mendekati yang Haqq. Berjuanglah untuk mencari yang Haqq. Ada dua kubu dalam islam, Islam yang Penuh Cinta dan Islam yang penuh kebencian. Hanya jalan CINTA yang nanti akan Allah ridhoi. Hanya jalan cinta yang merupakan jalan Nabi saw. Mengapa kita tak megikuti Nabi saw ketika dihujani batu di Thaif tetapi tetap mendoakan umatnya agar selamat, tanpa dendam, itulah jalan cinta.

Mengapa kita perlu Mursyid? Imam Ghazali dalam buku Ihya Ulumudin mengatakan tanpa Mursyid maka mursyid kalian adalah setan. Ya, setan bermain dengan ego kita, karena kita selalu akan terhambat mencapai kemajuan spiritual bila tak memiliki bimbingan. Bahkan untuk belajar matematika saja kita perlu guru. Tentu berbeda matematika SD dan Perguruan tinggi. Tentu berbeda islamnya kita ketika kecil dan untuk mencapai iman dan ihsan. Untuk mencapainya kita perlu mensucikan jiwa, membersihkan dari ego, membersihkan karat hati dari maksiat. Jalan pintas tercepat adalah memiliki guru para Wali Allah yang penuh cinta, dialah pembimbing sejati.

Mengapa kita perlu guru dan bay’at? Karena di Mahsyar nanti meskipun mereka ahli tahajud, ahli quran, ahli puasa, mereka akan ditanya, Siapa Imam-mu? Apa yang kita jawab, kita tak punya Imam, maka kita akan dibiarkan di mahsyar selama 50.000 tahun dimana sehari sama dengan seribu tahun. Sampai kita mendapat syafaat Nabi saw atau ampunan Allah baru kita diperkenankan masuk surgaNYA. Itulah sebabnya di Al-Quran dikatakan masukilah rumah melalui pintu2nya. Artinya mengenal agama ini melalui
pintu2nya. 

Nabi saw mengenal Islam melalui Malaikat Jibril as, Abu Bakar ra mengenal agama melalui Nabi saw, terus hingga tabiin, tabiit, Imam Mazhab dan sampai kepada Wali Akhir Zaman ini. Beliaulah yang perlu kita ikuti. Insya Allah siapapun yang mencari dan berdoa, untuk memdapatkan Pembimbing Sejati Para Kekasih Allah, maka mereka akan mendapatkannya. Amin Ya Rabbal alamin. Karena Allah selalu menjaga Walinya. Ada 124.000 Wali disetiap jaman. Mereka adalah manusia yang mencintai dan dicintai Allah SWT. Mereka yang senantiasa terjaga dan dijaga Allah. (www.kafe-sufi.blogspot.com)

Tanda Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah

Apa saja tanda husnul khatimah dan su’ul khatimah?  Pertama: Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal Dari Mu’adz bin Jabal radhiyal...