Selasa, 13 Januari 2009

Makna Ditatap

Suatu tatapan kadang menggetarkan. Seringkali pula mengandung misteri. Berikut contohnya:

Ditatap Pelanggan Telkom: "Ya sabar dong mbak/mas, pasti akan dapat giliran pelayanan;

Ditatap Anak: "Ya nak, Mamah/Papah tahu engkau kurang mendapat kasih sayang...sehari-hari engkau hidup dengan pembantu terus..."

Ditatap Guru: "Ealah, beneran pak/bu guru, sumpeh deh daku ini kagak nyontek swear...masih tetep aja curiga!"

Ditatap Ketua Sekar: "Waduh apa salah dan dosaku...naga-naganya mau diinvestigasi neh!"

Ditatap Kekasih: "Ah, sayangku, jantungku sungguh berdebar-debar serasa digedor-gedor" (he..he..digedor hansip ngkali!)

Ditatap Tetangga: "Peace, ah, saudara terdekatku, maaf ya blom bisa bayar hutang!"

Ditatap Pengemis: "Maaf, nggak ada receh!" (yee..masih pelit juga rupanya!)

Ditatap Pembantu bahenol: "Sana menjauh kau Minah! bikin batal puasa saja kau!"

Ditatap Direksi: "Wah, ada apa nich, ada dua kemungkinan...kalo ga dipromosi ya diblack list...ga lah direksi Telkom baek2 koq..."

====( *nanastelkom )

Pesan Mutiara: "Mereka yang berani mengambil risiko kemudian gagal, itu bisa dimaafkan. Mereka yang tak pernah mengambil risiko dan tak pernah gagal, ini adalah kesalahan manusia sepanjang hidupnya.” (Paul Tillich (1886-1965), filsuf dan teolog Amerika Serikat kelahiran Jerman)