Kamis, 22 Januari 2009

Nyesel tanya ke si abud dan cecep


Terjadi obrolan santai alias asal cuap-cuap tiga pengurus SEKAR yang kebetulan dari tiga suku berbeda yaitu Mas Wongso (MW), Kang Cecep (KC) dan Abud.

Mas Wongso: "Nuwun sewu Kang, boleh tanya karo sampeyan?"

Kang CeTebalcep: "Oh, mangga silakan atuh mas, mau nanya opo kitu?"

Mas Wongso : "Apa benar orang sunda itu katanya tidak bisa mengatakan dengan benar yang ada huruf "F" nya?"

Kang Cecep : "Ah, tidak betul itu. Tak ada kesulitan kok bagi orang sunda untuk mengatakannya. Itu pitnah. Tidak relepan dan signipikan. tuduhan itu tidak positip dan tidak epektip. Nah, Kalau Si Abud bener tuh ga bisa ngucapin hurup yang ada "P" nya."

Mas Wongso : "Bener bud kamu ga bisa ngucapan huruf "P"???"

Abud: Itu baru fitnah. Ente itu terlalu merendahkan Ane. fercuma Ane sudah lama tinggal di Indonesia. Ente fikir Ane ini siafa. Kalau kedengaran Baba Ane, ente semua bisa dilemfar fake kerangjang samfah. Haraf ente jaga ferkataan ente ya..."

Mas Wongso : (Dalam hati: kalau begini jadinya nyeseel deh gua tanya2...).

(Pesan moral: Latar belakang budaya seseorang yang telah melekat begitu kuat sejak lahir teramat sulit untuk disirnakan begitu saja. Kita harus dapat memakluminya selama substansinya tidak menyimpang.)
===N425===