Senin, 05 Maret 2012

Duabelas Tahun Sekar Telkom Berkiprah

Kamis, 1 Maret 2012 Sekar TELKOM genap berusia 12 tahun. Walau usianya masih belia namun telah menunjukkan keberadaanya yang relatif lebih dewasa. Jika diibaratkan sebagai manusia, maka angka 12 merupakan usia anak menjelang remaja. Wajar jika ada yang menganggapnya angka 12 sebagai usia yang penuh pancaroba. Semoga dalam usianya yang ke-12 ini Sekar senantiasa membawa makna bagi anggotanya. Semakin memberi arti bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya. Namun yang terpenting semoga  teteap dalam ridho dan perlindungan Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada awalnya keberadaan Sekar memang dibentuk dengan landasan semangat dan cita-cita guna mempersatukan karyawan. Fokus utamanya guna menjaga dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Namun begitu, Sekar Telkom tak hanya memiliki tanggung jawab melekat guna memberikan ekstra manfaat bagi anggotanya. Sekar punya komitmen lain, yakni  turut menjaga dan menyelamatkan perusahaan yang merupakan sawah ladangnya.

Sekar melalui pengurus dan anggotanya akan senantiasa terpanggil untuk turut memelihara dan memupuk sawah ladang ini. Tentu, agar Telkom tetap memiliki reputasi baik, sehat, dan efisien. Walaupun kesejahteraan amat penting, namun tetap reputasi perusahaan lah yang lebih utama. Sebab bagaimana mungkin kesejahteraan dapat diraih kalau perusahaan tidak dalam kondisi prima. Untuk itulah pada momentum HUT Sekar Ke-12 kali ini, SEKAR terus bertekad untuk semakin merapatkan barisan guna menghasilkan karya0-karya terbaiknya melalui pengerahan berbagai kekuatan sumberdaya dan kekuatan soliditas serta solidaritas.

Berserikat tak hanya menjadikan kita semakin kuat, namun juga pada hakekatnya adalah juga bersinergi. Jadi bersinergi bagi SEKAR sesungguhnya telah menjadi darah dagingnya sendiri. Namun begitu, perjuangan SEKAR masih panjang dan membentang kedepan. Apalagi kondisi perusahaan saat ini yang tengah mengalami demam akibat kompetisi. Ia butuh perhatian kita bersama, butuh jamahan pemikiran kita, butuh sentuhan kasih sayang dan rasa memiliki yang tinggi.

Sebagai puncak HUT Sekar ke-12 telah dilaksanakan Apel bersama secara serempak pada seluruh unit kerja Telkom se-Indonesia pada Kamis, 1 Maret 2012. Tanpa mengurangi kekhidmatannya acara HUT Sekar kali ini dikemas dengan lebih sederhana. Ya, sekadar menyesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Awal kelahiran
Kelahiran Serikat Karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau disingkat Sekar TELKOM tidak dapat dipisahkan dari bergulirnya era reformasi pada medio 1998, ketika berkumnadangnya era demokrasi dan era kebebasan berkumpul dan berserikat.

Pembubaran Korps Pegawai Republik Indonesia atau KORPRI PT TELKOM pada tahun 1999 mengawali perjalanan bersejarah lahirnya Sekar TELKOM. Pada akhir Februari 2000, segenap karyawan TELKOM dari seluruh unit kerja di seluruh Indonesia berkumpul di Bandung melaksanakan Musyawarah Karyawan (MUKAR) pembentukan wadah bersatunya karyawan. Sebelum itu, embrio sangat awal dari Sekar Telkom merupakan hasil inisiatif dari segenap karyawan di Kalimantan dalam wadah Serikat Pekerja Telkom Kalimantan (SPTK) pada tahun 1999.

Pada awal kelahirannya nama yang disetujui adalah Paguyuban Karyawan TELKOM (PAKAR). Namun demikian aspirasi dan kebulatan tekad wakil-wakil karyawan yang hadir pada MUKAR tersebut, akhirnya menyepakati sebuah bentuk organisasi wadah karyawan dengan nama Serikat Karyawan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk atau disingkat Sekar TELKOM. Dan karena pendeklarasian Sekar TELKOM jatuh pada tanggal 29 Februari 2000 yang merupakan tahun kabisat, maka MUKAR menetapkan satu hari sesudahnya yaitu 1 Maret 2000 sebagai hari deklarasi Sekar TELKOM. Yang selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Sekar TELKOM yang pertama.

Tiga tahun pertama semenjak kelahiran Sekar TELKOM adalah tahun penuh tantangan dan bahkan ancaman kepada eksistensi TELKOM atau tahun-tahun vivere pericoloso. Gelombang aksi unjuk rasa Sekar TELKOM mewarnai media massa lokal maupun nasional sebagai protes atas buruknya kinerja KSO-3 Jabar dan rencana pengalihan Divre-4 Jateng-DIY kepada Indosat.

Kini perjuangan Sekar TELKOM telah menemukan formatnya dalam bentuk perundingan yang dinamakan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PKB akhirnya telah menjadi sistem hubungan industrial antara karyawan TELKOM dan Manajemen TELKOM yang mengatur siklus ketenagakerjaan di TELKOM mulai dari rekrutmen hingga pensiun.

Sekar TELKOM pun telah memancangkan empat pilar peran kesejarahan sebagai haluan organisasi yaitu : Pertama, sebagai wadah pemersatu karyawan; Kedua, sebagai wadah aspirasi karyawan; Ketiga, sebagai mitra konstruktif manajemen; Dan Keempat, sebagai pengawal dan penegak Good Corporate Governance (Bersih, Transparan dan Profesional).

Sekar TELKOM kini pun telah melengkapi diri dengan perangkat Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), DPP, 10 DPW dan 98 DPD di seluruh Indonesia serta AD/ART organisasi dan Mars Sekar Telkom. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Sekar TELKOM telah membentuk Yayasan Sekar TELKOM (YST) yg telah berkiprah dalam aksi kepedulian sosial berbagai bencana, antara lain bantuan pada tsunami Aceh-Nias Des 2004, banjir di Jember 2005, Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006, tsunami Pantai Selatan Oktober 2006; banjir besar di Jakarta awal Februari 2007, pembangunan TK di Lereng Merapi, bantuan bencana di Sumbar, Mentawai dan dan lain-lain.

Sekar TELKOM menyadari, dalam 12 tahun kiprahnya tentu masih banyak kekurangan. Walau mungkin banyak pula harapan digantungkan kepada Sekar TELKOM. Namun satu hal yang pasti kiprah Sekar adalah sebuah pengabdian kepada karyawan, perusahaan dan masyarakat.

Karena kami percaya, tidak ada perusahaan yang kuat menghadapi tantangan kompetisi tanpa serikat yang kuat. Dan tidak ada serikat yang kuat tanpa soliditas dan solidaritas yang kuat dari anggotanya. Sebagaimana semboyan kami, “ Berserikat Membuat Kita Kuat “.

Tidak berafiliasi
SEKAR memiliki kiprah yang jelas. SEKAR tidak berafiliasi pada partai politik atau LSM tertentu. SEKAR akan tetap bersikap dan berjuang secara independen untuk mencapai kesejahteraan karyawan. Sebagaimana perjuangan SEKAR melalui PKB III yang telah dirasakan manfaatnya. Misalnya, dihasilkannya best deal sebesar 23,14 THP per tahun dan meningkat lagi di PKB-IV menjadi 25,15 THP per tahun. Sekar pun tetap berupaya untuk menjamin tak akan ada hak-hak karyawan yang diamputasi.
Dengan demikian jika ada yang mengatakan bahwa SEKAR adalah tulang sumsumnya TELKOM dan atau SEKAR adalah darah dagingnya TELKOM, agaknya pernyataan itu tidaklah keliru.

Di perusahaan kita ini hanya ada satu SEKAR dan Satu TELKOM. Setiap Unit Kerja yang ingin bergabung dengan SEKAR haruslah melakukan deklarasi dan harus mengucapkan Ikrar Kesetiaan SEKAR TELKOM. Antara lain untuk berbuat yang terbaik bagi SEKAR dengan memegang teguh komitmen bahwa SEKAR adalah Wadah pemersatu karyawan, penyalur aspirasi karyawan, mitra konstruktif manajemen, serta pengawal BTP (bersih, transparan, profesional). Dalam pelaksanaannya haruslah mendahulukan kepentingan SEKAR di atas kepentingan pribadi. Berbuat secara nyata, menjaga kekompakan dan tidak menghianati amanah serta garis perjuangan organisasi. (nanas/bidhal/dpp)