Jumat, 28 Agustus 2009

AMPUTASI

Secangkir Anggur Merah (Edisi-11)

Amputasi kini menjadi sebuah kata yang lumayan populer di lingkungan internal kita. Secara etimologis asal kata a mputasi berasal dari Latin amputate yang berarti pancung.

Secara medis atau dalam ilmu kedokteran kata ini diartikan sebagai pemotongan sebagian anggota tubuh. Dipotong atau dibuangnya bagian anggota tubuh itu karena dipandang sudah tidak berguna lagi. Karena sudah tidak berguna maka bagian organ tubuh itu harus dikubur dalam-dalam agar tidak menimbulkan bau atau menebarkan bibit penyakit.

Amputasi ada yang disebabkan karena penyakit, misalnya diabetes, ada pula akibat musibah kecelakaan. Jadi amputasi disini lebih disebabkan karena kondisi fisik yang sebagian organnya tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. Amputasi jenis ini terjadi dimanapun.

Namun ada juga amputasi yang disebabkan faktor behaviour, misalnya perilaku kriminal. Amputasi jenis ini biasa terjadi di negara Timur Tengah atau di Arab Saudi. Istilah mereka menyebutnya sebagai kishos atau pemotongan atau pemancungan sebagian anggota tubuh (bisa jari, tangan, kaki atau kepala). Kishos dilakukan karena diduga atau terbukti mencuri, tidak terkecuali korupsi.

Yang unik di Indonesia. Amputasi yang terjadi di Indonesia pada umumnya karena penyakit diabetes atau kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja. Istilah kishos memang tidak ada. Hanya saja pencuri sepatu, ayam atau motor bisa digebukin babak belur sampai dibakar massa. Sementara kaum koruptor atau obligor jeblug (pengutang uang negara tak bayar) yang tertangkap boro-boro digebukin apalagi diamputasi, malah diperlakukan istimewa. Tampilannya perlente dengan dikawal beberapa bodigar Kalau kebetulan ada kamera tepe dengan wajah tak berdosa dia pun berjalan bak selebritis. Lengkap dengan senyum dan lambaian tangannya.

Nah, sekarang bagaimana kalau yang harus diamputasi itu bukan bagian anggota tubuh, tapi justru suplai vitamin, gizi dan mineral untuk kebutuhan tubuh. Atau bagaimana kalau yang harus diamputasi itu dalam bentuk kesejahteraan.

Jika kesejahteraan diamputasi maka boleh berarti kesejahteraannya menjadi terpotong. Kalau kesejahteraannya terpotong boleh jadi kebahagiaannya menjadi berkurang. Walaupun kematian seseorang merupakan rahasia Tuhan. Namun para ahli psikologi berpandangan bahwa orang yang kurang bahagia dan kurang bertenga lebih dekat kepada kematian. Walahualam bishawab. (N425).