Kamis, 24 November 2011

Dirut TELKOM Tutup Rakernas IV SEKAR

Makassar, 27 Oktober 2011 – Dari sepuluh operator telekomunikasi di Indonesia hanya tiga operator yang mencetak laba, yaitu Telkom, Indosat dan Exelcomindo (XL). Untuk Telkom sendiri dari sisi pengelolaan bisnis mengalami pertumbuhan sampai Trw-III sebesar 3,4% dari trw-III tahun sebelumnya. Pertumbuhan Telkom lebih banyak disupport dari pertumbuhan internet, seluler dan anak-anak perusahaannya.

Demikian Dirut TELKOM, Rinaldi Firmansyah, saat penutupan Rakernas Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Keempat. Rakernas yang digelar selama dua hari di Makassar ini, difokuskan pada upaya memenangkan Telkom dalam persaingan bisnis telekomunikasi saat ini. Tidak terkecuali bisnis telekomunikasi di Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Pertumbuhan bisnis telekomunikasi, kata dirut, tidak dapat dipisahkan dari perubahan lifestyle, teknologi dan regulasi. Akibatnya akan ada beberapa produk Telkom yang mengalami decline atau penurunan, seperti halnya yang terjadi pada fixed-line atau telepon rumah. “Melihat pada percepatan teknologi, perubahan lingkungan bisnis  dan semakin ketatnya kompetisi menjadikan pengelolaan perusahaan saat ini tidak mudah. Tidak bisa dilakukan lagi seperti dulu saat perusahaan dalam monopolis,” tandas dirut.

Sementara itu Ketua Umum Sekar, Wisnu Adhi Wuryanto, memaparkan hasil Rakernas berupa rekomendasi-rekomendasi, antara lain: Agar pengelolaan perusahaan berjalan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinanTelkom untuk mendapatkan kader terbaik Telkom dengan mempertimbangkan track record dan integritas calon pimpinan Telkom;

Terkait dengan prekrutan tenaga profesional di Telkom, jelas Wisnu, agar merujuk pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IV, sesuai Pasal 8, yang harus diberikan dalam jumlah dan waktu yang terbatas; Selain itu agar direksi (bod) menunjung tinggi etika bisnis dan budaya perusahaan dengan menghentikan praktek bodong, khususnya terkait dengan pelaporan data-data yang tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Rekomendasi lain terkait dengan cost optimization (program efisiensi perusahaan) agar dilakukan melalui tindakan nyata oleh jajaran direksi dan senior leader Telkom; Sedangkan terkait dengan Transformasi Organisasi hendaknya tidak berdampak pada penurunan kesejahteraan karyawan;

Hasil PKB V diharapkan, direkomendasikan agar lebih baik dari PKB sebelumnya dengan pertimbangan untuk mengejar laju inflasi dalam dua tahun terakhir; Sedangkan rekomendasi dalam hal kualitas pelayanan kesehatan kepada karyawan dan pensiunan oleh Yakes Telkom agar dapat lebih ditingkatkan dan tidak boleh terjadi penurunan.

Rakernas kali ini digelar di Makassar mulai tanggal 26 s.d 27 Oktober 2011 dengan mengusung tema ”Dengan Organisasi Sekar yang Solid, Kita Tingkatkan Kolaborasi dan Komunikasi Positif untuk Tumbuhnya Kinerja Real perusahaan dan Peningkatan Kesejahteraan Karyawan.”

Rakernas merupakan forum komunikasi, evaluasi dan konsultasi dalam rangka koordinasi pelaksanaan program organisasi sesuai yang diamanatkan  MUNAS IV sebagai ajang pertemuan bagi seluruh tingkatan organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekar Telkom. Sejumlah pengurus yang hadir di Rakernas ini merupakan representasi dari sekitar 20 ribu anggota Sekar atau 98% dari jumlah karyawan Telkom seluruh Indonesia.

Adapun tujuannya guna mengevaluasi pencapaian kinerja organisasi; Membahas isu-isu penting nasional yang berkaitan dengan misi organisasi, termasuk  kaitan dengan transformasi bisnis dan organisasi TELKOM.

Selain itu Rakernas juga sebagai media konsultasi antara DPP dengan DPW dan DPD. Juga antara organ dewan pengurus dengan organ Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO). Rakernas juga diselenggarakan untuk merumuskan rancangan MUNAS V, terutama dalam rangka memastikan kesinambungan jalannya roda organisasi.

Kegiatan ini diisi dengan diskusi panel yang melibatkan  tokoh nasional, regulator, pakar telekomunikasi dan motivator. Seusai pembukaan, Gubernur Sulsel, Sahrul Yassin Linpo, berkenan menyampaikan kuliah umum dihadapan para peserta Rakernas.

Menurut Sekjen DPP, Asep Mulyana, RAKERNAS ini merupakan agenda penting guna mewujudkan tercapainya misi organisasi dalam upaya memuaskan kebutuhan stake holder secara seimbang serta mewujukan Sekar sebagai role model organisasi serikat di Indonesia dan regional.

Selain itu, kata Asep, ditujukan pula dalam upaya menggapai visi organisasi yakni terwujudnya persatuan dan kesatuan untuk kemajuan serta kelangsungan perusahaan demi meningkatnya kesejahteraan karyawan.

“Melalui kegiatan Rakernas ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada BOD dan Regulator yang tentunya sangat bermanfaat bagi upaya peningkatan peran SEKAR dalam perusahaan dan peran Sekar dalam menghadapi lingkungan strategisnya,” ujar Asep.

Kegiatan Rakernas melibatkan juga perwakilan dari ekternal dan internal. Dari internal Sekar yaitu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SEKAR TELKOM, para pengurus dari 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan para Ketua dari 88 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Seluruh Indonesia.

Jumlah peserta mencapai 150 orang. Sementara dari Manajemen Telkom yang terdiri para BOD dan Senior Leader yang hadir sebanyak 15 orang. Sedangkan dari Ektsternal sebagai undangan kepada para Serikat Kayawan BUMN, Federasi Serikat Karyawan BUMN, dan Pemerintah sekitar 50 orang. (N425)