Kamis, 24 November 2011

Menyoal Keunggulan Bersaing


Apapun alasannya, kebijakan transformasi perusahaan, sejatinya harus tetap sejalan dengan strategi tingkat korporasi. Cakupannya meliputi penetapan sasaran perusahaan, portfolio bisnis, kebijakan alokasi sumberdaya, serta bentuk perlakuan bisnis.

Penyusunannya dilandasi oleh asumsi bahwa TELKOM sebagai perusahaan terbuka multi bisnis (multi life cycle).

Tantangan lingkungan usaha, memang mengharuskan berbuat banyak. Apalagi kini, Pemerintah selaku regulator secara bertahap dan mulai intens menghasilkan pelbagai regulasi di sektor telekomunikasi. Demikian halnya sebagai dampak percepatan teknologi, tingginya demand, serta perkembangan di bidang sosekpol, menuntut perusahaan semakin jeli dan lebih cepat bertindak.

Tampaknya  tak perlu lagi terjadi sebuah ironi, dimana kita selalu kalah satu langkah dari kompetitor. Atau terlambat dibanding kecepatan perobahan (response slower than speed of change). Walaupun mungkin, beban yang ditanggung perusahaan  masih terhitung sangat berat. Misalnya, tak hanya jumlah SDM yang masih terlalu banyak atau belum ideal, namun juga mungkin karena beban berat anak perusahaan yang masih belum mampu memberi kontribusi signifikan bagi pendapatan induk perusahaannya.

Jika itu yang terjadi, akibatnya memang cukup fatal. Kita bisa menjadi begitu berat melangkah. Padahal dalam kondisi kompetisi saat ini, tak hanya dituntut untuk melangkah cepat atau berlari, namun juga harus lebih gesit menari.

Namun keunggulan bersaing seperti apa yang diharapkan. Seperinya telah ada kesepakatan, bahwa keunggulan itu mencakup dan mengarah pada penyediaan produk/jasa yang lebih murah dan didapatkan dengan mudah. Selain itu tentunya perlu memiliki produk dan jasa yang lebih bernilai tambah (value added) serta yang lebih fokus dalam menggarap pasar.

Tak cuma itu, produk dan jasa itu pun perlu tersegmentasi secara tepat dan akurat. Serta kecepatan dan kemampuannya dalam menyesuaikan dengan kondisi industrinya. Bahkan tak hanya harus lebih cepat lebih baik, namun juga harus lebih tepat dan produktif.

Nah untuk mencapai keunggulan bersaing seperti itu, maka mengharuskan terjadinya perobahan perlakuan...perobahan perilaku dan perobahan pelayanan.......Ya, terhadap apapun dan siapapun......(N425).