Rabu, 04 Januari 2012

Mengapa Kamsuy ke dokter mata



Kali ini Kamsuy tidak lagi pergi ke dokter kulit dan prikitiew. Kini dia mengunjungi dokter bagian mata di Yakes Telkom. Tidak jelas mengapa Kamsuy nyeri panon alias sakit mata. Ada yang menduga Kamsuy terlalu banyak bermain mata untuk berkongkalikong dengan mitra vendor. 

Ada yang menengarai akibat dari suka ngintip orang mandi di sungai, mungkin juga akibat sering bermain mata dengan istri tetangga. Malah ada yang mengira-ngira jadi penghianat dengan memata-matai rahasia perusahaan untuk kepentingan kompetitor. Tapi tentunya itu semua cuma dugaan. Kejadian sebenarnya masih gelap.

Mata Kamsuy memang sudah berubah warna. Kini yang sudah berwarna merah tua metalik itu harus segera diobati . Cuma herannya, ketika dokter memperlihatkan duit segepok dari lacinya, warna mata Kamsuy tiba2 berubah  menjadi ijo.

Setelah dapat panggilan ia pun menghadap dokter mata atau dokter dagadu.

Dokter: “Sdr. Kamsuy kena apa dengan matanya?”
Kamsuy: (masih pake kacamata item) “Maaf, dokter ini, laki-laki atau perempuan yah?”
Dokter: “Saya laki2 Kamsuy, memangnya kenapa. Oh karena matanya sakit ya jadi ga bisa lihat dengan jelas?”
Kamsuy: “Och, saya kira dokter perempuan, soalnya suara dokter cempreng kayak dokter boy. Maaf, yah...”
Dokter: “Ya, gapapa. Buka saja kacamatanya. Coba ceritakan bagaimana awalnya sampai matanya merah dan bengkak gitu?”
Kamsuy: “Begini dok, saya itu biasa janjian ketemuan dengan pacar saya tiap sabtu sore di taman depan kantor.”
Dokter: “Koq janjian di taman depan kantor, napa ga sekalian aja janjian di telepon umum?”
Kamsuy: “Pernah juga sich, tapi pacar saya marah dan nyubit tangan sampe biru dok. Soalnya pacar saya anak orang Telkom?”
Dokter: “Napa bisa begitu, bukannya sampean juga orang Telkom?”
Kamsuy: “Iya sich. Saya cuma bilang: 'Nanti sore ditunggu ya di depan telepon umum yang hancur amburadul yang di alun2'. Ech, dia marah dok, katanya jangan menghina bapak saya yah, bapak saya kerja di bagian telepon umum.”
Dokter: “Kisah tragis. Ya, udah, kalau begitu lanjutkan saja cerita yang tadi...”
(pikir Kamsuy ini dokter pasti hobinya ngrumpi nich...)
Kamsuy: “Begini dok, seperti biasanya pacar saya yang datang duluan dan duduk di kursi taman. Dan sudah menjadi tradisi kalau saya suka merangkul pacar saya dari belakang, begitu dok...”
Dokter: “Terus apa hubungannya dengan matamu yang merah dan bengkak itu?”
Kamsuy: “Waktu sabtu kemarin saya salah rangkul dok. Yang saya rangkul dan dekap dari belakang ternyata istri orang.”
Dokter: “Terus...terus...apa yang terjadi?”
Kamsuy: “Turas terus turas terus...masa dokter kagak ngerti sich. Ya, wanita itu langsung nonjok persis kena kedua mata saya. Ya, beginilah hasilnya dok...”
Dokter: (dengan suara cempreng2 centil) “Kamsuy...Kamsuy...Terus pacarnya kemana? Datang ga waktu itu?”
Kamsuy: “Wallahu'alam dok, sampai cerita ini diturunkan blom ketemu lagi tuch...!!!”
===N425

Pesan moral: "Jangan sok akrab dengan orang, apalagi melalui tindakan yang berlebihan, efeknya bisa tidak menguntungkan."