Jumat, 17 Februari 2012

Gadis Bersusu Sapi


Saat ini tidak sedikit ibu-ibu yang ogah menyusui anaknya. Kalau alasannya masuk akal sich no problem. Misalnya, air susunya ora ono alias dilanda musim kemarau sehingga kering kerontang. Atau mungkin puting susu si ibu yang cuma seifrit alias setitik, sehingga si bayi bisa kebingungan dan kepayahan buat nenen.

Namun dari hasil survey yang asal-asalan, bahwa si ibu tak sudi nyusuin jabang bayinya itu lantaran ada kekhawatiran. Kekhawatirannya itu terdiri dari dua perkara. Perkara pertama, tentu saja takut bentuknya rusak. Misalnya, yang tadinya bentuknya lancip ke depan menjadi layu menatap bumi. Atau yang tadinya kekar dan sintal menjadi letoy dan rayud seperti balon dikasi air. Walaupun kekhawatiran seperti itu cuma dicari-cari, tapi tetap aja si ibu mbandel alias keras kepala.

Si ibu sepertinya kurang memperhatikan efeknya. Bayi yang tidak dikasih ASI atau dibiasakan mengkonsumsi susu sapi akibatnya lumayan dahsyat. Si bayi dalam perkembangannya akan melakukan kompensasi dan terus-terusan terobsesi untuk bisa menyusui. Dalam kondisi seperti itu, maka ia tak bisa melihat yang namanya puting susu atau sejenisnya. Biasanya langsung saja disosor untuk dinenen.

Contohnya si Neng Londo Kacrut tuch. Begitu lihat susu sapi langsung saja menyelinap di bawahnya. Dia pun langsung nyosor susu segar dari sumbernya. Masabodo kalo dia dituduh sekadar bersensasi. Bahkan tak ambil pusing kalau apa yang dilakukannya itu mungkin sebagai ajang training persiapan memasuki pernikahannya...hehehe maaf, punten, nuwun sewu kalo agak seronok...//kgm