Jumat, 24 Februari 2012

Olahraga Cara Si Oma


Setiap perbuatan biasanya punya tujuan. Tapi melihat tingkah polah si nenek itu, terus terang sampai detik ini saya masih bingung. Kira-kira gi ngapain ya si Oma itu. Mau ngukur tinggi tiang dengan kaki kah? Mau ngeliat bulu kaki yang mulai memutih kah? Mau liat sepatu karena nginjek sesuatu kah? Atau, oh ya, barangkali si nenek itu sedang melakukan aksi olahraga. Luar biasa.

Kalau begitu persoalannya, memang, American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar kita bisa olahraga secara intens setidaknya 75 s.d 150 menit per minggu atau cukup jogging 10 s/d 30 menit setiap pagi. Tujuannya, tentu saja untuk kebugaran, selain guna menurunkan resiko penyakit jantung atau kardiovaskular. Boleh juga dengan jenis olahraga dengan intensitas sedang sampai tinggi seperti jalan cepat, berkebun, melakukan pekerjaan rumah tangga, berenang, hiking, bersepeda, dan tenis.

Sementara hasil penelitian di New York Columbia University dan Florida University of Miami, melaporkan bahwa orang yang tidak berolahraga teratur memiliki resiko lebih tinggi terserang silent stroke daripada orang yang aktif berolahraga secara teratur sampai usia manula. Silent stroke adalah stroke yang tidak diawali dengan gejala-gejala stroke pada umumnya, seperti sakit kepala yang parah, pusing, kesulitan berbicara, dan kelumpuhan. Silent stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah dan mengakibatkan masalah pada memori yang berakibat kehilangan ingatan. Hal ini sangat berbahaya karena tanpa adanya gejala awal stroke, tanpa disadari penderita dapat kehilangan ingatan seketika.

Tapi mengingat umur, jangan pula olahraga kayak si nenek itu. Begitu atraktif dan demonstratif. Soalnya kalau kaki sampe copot, duh, urusannya bisa jadi berabe tante...!!!//kgm