Senin, 20 Februari 2012

TelkomCloud Jembatani UMKM Modernisasi Bisnisnya

Elaborasi teknologi informasi (TI) pada bisnis UMKM ternyata bisa berdampak besar: menekan capex (biaya investasi),tingkatkan produktivitas usaha,menjawab tantangan bisnis,serta memiliki daya saing tinggi di pasaran. Telkom Sigma sendiri punya cukup alasan mengapa layanan komputasi awan TelkomCloud mereka belakangan ini terus dipush ke segmen Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM). 


Pada 2010,jumlah UMKM di Indonesia mencapai 51,3 juta unit usaha,terbesar di ASEAN. Sedangkan peran UMKM juga teramat penting: menjaga ketahanan ekonomi negara karena meliputi 20% cadangan devisa Indonesia.Dengan peran yang amat penting itu tentu UMKM perlu fondasi kuat. Perlu sebuah proses bisnis yang efektif dan efisien sehingga produk yang dihasilkannya memiliki daya saing tinggi. Caranya,menurut Presiden Direktur PT Sigma Cipta Cara (Telkomsigma) Rizkan Chandra adalah dengan memodernisasikan diri,mengelaborasi serta mendorong pemanfaatan TI dalam lini bisnis.


Menurut Rizkan,tantangan UMKM untuk berkembang adalah kemampuannya dalam mengontrol biaya produksi dan meningkatkan produktivitas usaha.Ketidakmampuan menjawab tantangan menimbulkan risiko berupa tingginya biaya produksi,hilangnya kesempatan bisnis,serta berujung pada menurunnya kinerja bisnis.”Melalui optimalisasi IT UMKM diharapkan dapat merencanakan, menjalankan,mengontrol, serta mengevaluasi aktivitas bisnisnya secara akurat dan cepat,” ujarnya. 


TelkomCloud sendiri menjadi salah satu pilar solusi cloud computing guna meningkatkan performa bisnis UMKM di masa depan. Dengan menggunakan TelkomCloud, menurut Rizkan,ada pergantian capexmenjadi opex.Karena UMKM tidak perlu lagi mengeluarkan biaya investasi besar. Sebagai gantinya, UMKM hanya membayar biaya operasional, bisa per bulan atau per tahun (tergantung kesepakatan),serta biaya IT yang dibayar sesuai kebutuhan dan kemampuan UMKM itu sendiri. 


Layanan cloud TelkomSigma sendiri meliputi SaaS (Software as a Service) dan IaaS (Infrastructure as a Service).IaaS dapat digunakan jika UMKM tersebut sudah memiliki aplikasi sendiri,jadi hanya infrastruktur (data center, jaringan,tenaga ahli) yang akan disiapkan.Sedangkan SaaS dapat digunakan jika UMKM tersebut membutuhkan infrastruktur,aplikasi, jaringan,dan lainnya. 


TelkomCloud,menurut Rizkan, mampu menjawab kebutuhan IT UMKM guna menjalankan bisnisnya melalui penyedian jaringan luas (dukungan Telkom), data center yang menjamin keandalan serta keamanan,aplikasi yang tersedia sesuai kebutuhan unit usaha,serta SDM terpercaya.Beberapa bentuk layanan TelkomCLoud,antara lain e-Toko, e-Koperasi,e-Sekolah,e-Apotik,e- Radio,e-Puskesmas,e-Campus (SIA),dan e-Bengkel.


Menurut Rizkan,semua layanan tersebut masih terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Beberapa solusi yang siap kepasar dan sudah digunakan oleh klien TelkomSigma adalah M force, Project Management tools system,V-Machine,V-Datacenter, hingga private cloud.Menurut Rizkan,layanan cloud TelkomSigma sendiri sudah digunakan oleh UMKM sejak awal 2010 melalui layanan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) “Satu”.


Aplikasi untuk BPR dan koperasi ini sudah digunakan oleh 25 unit BPR dan koperasi dari seluruh Indonesia. Di layanan BPR dan Koperasi, yang tentunya tergolong sebagai UMKM,Telkomsigma masih memegang market share terbesar, untuk kategori BPR yang perkiraan valuasi asset di atas Rp30 miliar,yakni 500 outlet (57 BPR) dari 1000 outlet (250 BPR).


Bisnis model yang ditawarkan ini menjadi sangat menguntungkan bagi BPR yang memiliki keterbatasan biaya investasi untuk melakukan implementasi IT,karena setiap BPR yang telah menjadi anggota Satu akan dapat menggunakan berbagai komponen IT ( perangkat / infrastruktur , aplikasi,network dan datacenter) dengan cara membayar secara bulanan.”Tahun ini adalah tahun cloud computing. 


Layanan ini menjadi blue chip services yang terus menerus dikembangkan oleh Telkomsigma yang bersinergi dengan Telkom untuk memberikan additional value service kepada semua klien,”paparnya. (Harian Seputar Indonesia)