Minggu, 22 Juli 2012

Mutiara Ramadhan (2)


Mu'adz bin Jabal r.a berkata, "Aku pernah berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.”

Beliau menjawab, "Engkau menanyakan sesuatu yang besar, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah Swt. Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan- Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.”

Kemudian beliau bersabda, "Inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.

Kemudian beliau membaca surat As-Sajdah ayat 16, '”Tatajaafaa junuubuhum 'anil madhaaji'i.. ..hingga ya'maluun” (lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas).

Kemudian beliau bersabda, "Inginkah kalian kuberitahukan pokok dari segala urusan dan puncak mahkotanya?"
Aku menjawab, "Ingin, wahai Rasulullah.
Beliau bersabda, "Pokok dari segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.”
Lalu beliau bersabda, "Maukah kalian kuberitahu kunci dari semua itu?"
Aku menjawab, "Mau, wahai Rasulullah.”

Maka beliau menunjuk lidahnya seraya bersabda, "Kendalikan ini.”
Aku bertanya, "Wahai Nabiyullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban dengan apa yang kami katakan?"
Beliau bersabda, "Celakalah engkau hai Mu'adz! Bukanlah yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka dengan wajah tersungkur adalah akibat lidah mereka?" (HR Tirmidzi)