Rabu, 10 April 2013

Nikmatnya Mengkhayal

Tak ada undang-undang yang melarang orang untuk melamun alias mengkhayal. Kapanpun dan dimanapun orang bebas untuk mengkhayal. Mengkhayal adalah bagian dari hak asasi manusia. Cuma, ya, kalau mengkhayal harus kira-kira. Maksudnya jangan kebangeten. Misalnya pengen jadi Superman atau Supergirl atau orang paling hebat sejagad. Misalnya pengen bisa terbang kayak capung, merayap di tembok kayak Spiderman, berjalan di air, atau mengkahayal yang tidak mungkin, seumpama menghayal menjadi anak pak presiden Jokowi.

Konon, mengkhayal yang ekstra kebangetan bisa menjadikan otak lemah, ingatan berkurang dan menimbulkan tekanan batin, serta terjadinya kerusakan pada sel-sel otak. Ujung2nya bisa mengalami ora waras alias gangguan jiwa.

Menurut penelitian seorang ahli psikologi, ternyata bahwa para pengkhayal cenderung berumur lebih pendek. Hal ini bisa dibandingkan dengan para pemikir yang cenderung berumur lebih panjang. Penelitian membuktikan bahwa para sarjana pengkhayal pada umumnya memiliki masa hidup antara 50 s.d 60 tahun. Bandingkan dengan para profesor dengan masa hidup antara 60 s.d 80 tahun.

Berkhayal agak berbeda dengan berimajinasi. Jika berkhayal melibatkan pikiran secara total, mengawang-awang, dan tidak jelas juntrungannya. Tapi berimajinasi sekalipun melibatkan pikiran di dunia maya, namun lebih realistis dan ada upaya merintis ke arah terwujud khayalannya. Misalnya, berimajinasi menjadi jutawan, menjadi pengusaha properti sukses, menjadi politikus kenamaan, menjadi pengacara handal, atau menjadi artis ibukota, dll.

Nah, kini, tahukah anda apa yang dikhayalkan kedua gadis seperti pada foto kali ini? Kabarnya sih pengen jadi artis hollywood. Ya, boleh saja, sah-sah saja sih. Mengkhayal menjadi artis Hollywood tentu saja nikmat, senikmat jongkok membuang hajat besar di kali. 

"Awas loh, kalau para pembaca pada ngintip, sumpahin bisulan dech matanya" begitu kira2 peringatannya. Idih ngancem nih yee...(KGM/kigempurmudharat)