Kamis, 19 Januari 2012

Keponakan Kamsuy bikin tepok jidat



Kamsuy ke dokter lagi dengan membawa keponakannya. Kali ini mau ke dokter umum yang prakteknya tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Jempol Bengkak. Walaupun Kamsuy tergolong kurang cakep alias lumayan jelek tapi siapa sangka punya keponakan yang lumayan cantik. Kalau dikira-kira secara kasar sudah gedenya ntu anak bakalan mirip Ayu Tingtong.

Keponakan kamsuy itu namanya Serda (maaf bukan sersan dua) dan baru berumur 7 tahun. Untungnya anak ini masih kecil. Coba kalo umurnya dua puluhan pasti sudah digangguin Kabid OKK, Teguh Herman tuch. Serda tak hanya lumayan agresif dan lumayan centil, tapi juga lumayan ceriwis.

Ceriwis alias cerewetnya Serda seringkali membuat Kamsuy tepok jidat. Soalnya setiap apapun yang terlihat Serda suka langsung diomongin pada orangnya. Coba saja, pernah ketemu seorang mahasiswa yang berkacamata minus tebal. Serda spontan ngomong: “Om...Om...kacamata punya Om tebalnya seperti pantat toples Serda yang di rumah loh Om...”

Sebenarnya Kamsuy agak gusar membawa keponakannya itu. Ya, itu tadi khawatir ketemu orang yang rada aneh, si Serda suka spontan songong. Kamsuy pun sedikit mengancam pada ponakannya, boleh ikut tapi agar bisa menjaga mulutnya dan tidak asal ngomong. Serda pun mengiyakan.

Kamsuy bersyukur ketika berada di ruang tunggu tak ketemu orang aneh. Kini ia mendapat panggilan suster untuk masuk ke ruang periksa. Kamsuy dan ponakannya langsung masuk ke ruang dokter. Begitu menghadap dokter wanita dihadapannya Kamsuy langsung lemas. Soalnya itu dokter, maaf, matanya juling banget. Kamsuy pun buru2 kasi kode pada Serda agar tutup mulut. Serda pun diam setelah memberi anggukan. Cuma yang sudah jadi tradisi Kamsuy tiap berhadapan dan ngomong dengan orang juling, dirinya pun suka ikut2an juling.

Dokter: “Ya, tuan Kamsuy, ada keluhan apa?”
Kamsuy: (ikut terbawa juling) “Ini bu dokter, sepertinya ada gejala yang tidak beres dalam perut saya...”
Dokter: “Maksudnya ada gejala hamil gitu?”
Kamsuy: “Terserah dokter, pokoknya seperti ada yang bergerak-gerak gituh...”
Dokter: “Terus setelah itu apa yang terjadi?
Kamsuy: “Muntah2 dan mencret2 dok..”
Dokter: “Och, itu namanya muntaber. Tadi sarapan pagi dan makan siang dengan apa?”
Kamsuy: “Dengan semur jengki habis satu rantang dok...”
Dokter: “Apa itu?”
Kmsuy: “Hehehe...maksudnya semur jengkol...”
Dokter: “Och, ya udah saya kasi obatnya. Lain kali makan jengki jangan banyak2 yach”
Kamsuy: “Siap dok!!”

Begitu selesai diperiksa...si Serda rupanya sudah tak kuat lagi puasa ngomong dan langsung songong pada dokter: “Tante dokter...tante dokter...Serda punya tante, namanya Tante Santi. Tante Santi juga matanya bisa digituin seperti tante dokter...tapi tante Santi caranya harus dengan naro telunjuk dulu diantara dua mata baru bisa...dah gitu kalo tante Santi ga bisa lama seperti tante dokter. Koq tante dokter bisa lama sich matanya digituin...diajarin di sekolah ya tante..???”=====n4N45

Pesan moral: "Kepolosan, keluguan dan keberanian seorang anak merupakan kepribadian bawaannya. Jangan dimatikan tapi kembangkan dan arahkan dengan benar."