Senin, 09 Januari 2012

Sepakbola Eksekutif (Episode Imajiner-4)

Pertandingan sepakbola eksekutif babak kedua antara Sekar Vs Manajemen segera dilanjutkan. Wasit Ipung telah meniup terompet pertanda pertandingan harus segera dimulai (hehehe maklum pertandingannya digelar pada malam tahun baru bung). 

Rupanya terompet yang ditiup wasit tidak berhasil mengeluarkan para pemain dari ruang peristirahatannya. Berkali-kali wasit meniup terompet, herannya para pemain tak juga nongol. Wasit resah, penonton gelisah.

Selidik punya selidik rupanya bukan para pemain yang budek tapi terompet wasit kalah bising oleh suara riuh rendah penonton yang mulai melolong disertai tiupan terompet yang membahana. Kembang api mulai dibakar penonton dari berbagai tempat menjadikan lapangan sepakbbola Training Center Geger Kalong Hilir yang remang-remang menjadi terang benderang. Bahkan tampak ada penonton yang rela buka baju dan membakarnya. 

Dari sekian banyak penonton, tampak salah seorang pengamat bola, mantan Ketua Pengurus DPW Wilsus, Januar, yang sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan. Melihat gelagat seperti itu Ferdi Rosman cukup peka dan mulai nyamperin Januar untuk wawancara.

Ferdi: “Dari tadi saya lihat bung gelisah sekali. Melihat ke kiri dan kanan seperti ada sesuatu yang dicari. Atau ada apa sebenarnya?”

Januar: “Och, iya, disini dingin sekali bung. Saya lupa bawa jaket. Dari tadi saya cari teman yang bawa jaket. Maksudnya saya mau pinjam jaket gituch...”

Ferdi : “Och, ini pake jaket saya saja. (Ferdi pun meminjamkan jaket). Saya ingin komentar anda bagaimana suasana pertandingan malam ini?”

Januar: “Begini. Tapi sebentar saya akan tenangkan dulu penonton. Saudara2 sekalian mohon perhatian saudara2 dan teman2 semua untuk tenang dulu. Mohon untuk tenang sebentar saja karena saya akan diwawancara. Terimakasih atas kerjasamanya. (lucunya penonton tiba2 tenang, suasana jadi sunyi, penonton seperti ingin mendengar isi wawancara). Jadi begini, bung, yang saya rasakan, penonton sepertinya tidak puas dengan permainan ini....”

Ferdi : “Tidak puas kena apa kah?”

Januar : “Anda lihat sendiri, gawang Sekar digempur habis2an tim Manajemen. Tujuh pemain Manajemen terus2an menendang bola ke gawang Sekar. Sementara 10 pemain Sekar termasuk kiper cuma menjadi garda belakang mempertahankan gawang. Permainan macam apa ini. Lihat saja sudah ada 3 pemain Sekar yg kena tendangan dan diamankan di tempat istirahat. Ada yg kena mukanya hingga giginya rontok, ada yg ketampol kepalanya hingga gegar otak ringan, bahkan ada yang pingsan terkena burungnya yg dibawah puser. Saya prihatin dengan permainan Sekar kali ini.”

Ferdi : “Jadi harapan bung, permainan Sekar harus bagaimana?”

Januar : “Sekar harus berani nyerang bung. Maju dan serang lawan! Sekar harus maju terus pantang mundur bung! harus tunjukan permainan cantik dan elegan bung! Jangan cuma bertahan yang megundang banyak korban bung!! Ini Sekar bung!! Bukan sekumpulan anak mamih yg culun bung!!”

(Penonton yang mendengar isi wawancara yang disiarkan via sound system itu mulai menyambutnya dengan teriakan2: “Setujuuuuuu...setujuuuu...Sekar majuuuu...jangan impoteeeennnnn....).
====N425

Pesan moral: "Keunggulan paling tinggi terjadi ketika Anda mampu menghentikan perlawanan musuh tanpa pertempuran.” (Sun Tzu, penulis dan petinggi militer China, lahir pada 500 SM”)