Senin, 23 April 2012

Satelit Telkom-3 Siap Diluncurkan


Direncanakan meluncur pada 30 Juni 2012

Satelit Telkom-3 telah siap diluncurkan pada 30 Juni 2012. Kesiapan ini disampaikan langsung 
Mr Shilov, 1st Deputy Head of Roscosmos Rusia kepada COO Telkom, Ermady Dahlan dan Dir CRM, Prasetio di kantor Roscosmos Moscow, minggu lalu.

 Satelit Telkom-3 akan meluncur dengan Co-passanger dan Kendaraan Peluncur Satelit serta Manifest Peluncuran Satelit. Dengan demikian  Satelit Telkom-3 secara dual launch dapat dilakukan pada 30 Juni 2012 dengan launch window 10 hari. 

Roscosmos atau Russian Space Agency adalah badan setingkat kementrian yang mengelola seluruh lembaga maupun perusahaan Rusia yang bergerak dalam bidang space program pemerintah dan komersial. 

Pertemuan Moscow ini dihadiri oleh seluruh manajemen  terkait dengan kesiapan teknis dan peluncuran Telkom-3, yaitu: ISS Reshetnev selaku Kontraktor Telkom-3 dan manajemen Khrunichev selaku Subkontraktor penyedia satelit Co-passanger dan kendaraan peluncur. Sedangkan manajemen RSCC Russia selaku pemilik satelit Co-passanger, First Deputy Head of Roscosmos menyampaikan bahwa Telkom-3 akan diluncurkan dengan roket Proton M Breeze M dari cosmodrome Baikonur Kazasktan.

Menurut, Head of Corporate Communication, Eddy Kurnia, peresmian peluncuran Satelit Telkom-3 akan dilakukan di dua lokasi, yakni di Jakarta dan di lokasi peluncuran Baikonur Kazaskstan.

Telkom-3 merupakan satelit Telkom yang kesepuluh sejak satelit pertama diluncurkan tahun 1976 (Satelit Palapa). Satelit Telkom-3 ini merupakan satelit Telkom terbesar dengan kapasitas 42 transponder aktif atau setara dengan 49 transponder standar dengan lebar frekuensi yang beragam. 

Telkom-3 memiliki 24 transponder C-band dengan coverage Asia Tenggara, 8 transponder Extended C-band dan 10 transponder Ku-band dengan coverage Indonesia. Telkom-3, bukan merupakan satelit pengganti satelit Telkom sebelumnya, tidak saja menambah kapasitas transponder Telkom secara signifikan tetapi juga meningkatkan kemampuan Telkom di bisnis jasa satelit dengan dimilikinya transponder di Ku-band. 

Ukuran antena yang kecil dilokasi pelanggan akan meningkatkan daya tawar Telkom dibisnis payTV melalui teknologi DTH (direct to the home). Telkom-3 juga akan merealisasikan layanan broadband via satelit untuk area yang belum tersedia jaringan terrestrial fiber optik. 

Satelit yang menelan investasi US$ 200 juta ini telah dua kali mengalami pengunduran jadwal peluncuran. Awalnya, satelit besutan pabrik ISS-Reshetnev Rusia itu akan diluncurkan pada Agustus 2011. Namun, salah satu mitra lainnya, Thales Aleniaspace, belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (payload). Padahal, perangkat komunikasi ini sangat memegang peranan penting untuk infrastruktur satelit tersebut. Telkom sempat optimistis pada akhir 2011 satelit masih bisa diluncurkan, meski akhirnya terpaksa diundur lagi menjadi triwulan pertama 2012. Akhirnya pada 30 Juni nanti, satelit Telkom-3 siap diluncurkan.

Menurut Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah, tak ada dampak yang ditimbulkan dari pengunduran jadwal peluncuran Satelit Telkom-3 terhadap kualitas layanan yang dimiliki Telkom saat ini. “Tidak ada hubungannya. Ini satelit baru, bukan menggantikan satelit existing,” tegasnya. 


Satelit Telkom-3 akan memperkuat infrastruktur jaringan yang belum terjangkau teresterial serat optik. Satelit ini juga untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT serta memenuhi keperluan pemerintah dalam kaitan pertahanan dan keamanan (militer), maupun mendukung operasional perusahaan-perusahaan milik pemerintah. (Syarif/Wahyu/Nanas).