Jumat, 25 Mei 2012

Perundingan PKB V Resmi Dimulai


Direktur Human Capital & General Affairs (HCGA), Priyantono Rudito, meresmikan dimulainya perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) V periode 2012-2014 di Ruang Burangrang, Telkom Bandung, Kamis (24/5). Kegiatan kick off dihadiri oleh kedua tim perunding, yakni tim Sekar dan tim Manajemen.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Perunding Sekar, Asep Mulyana, dan Ketua Tim Perunding Manajemen, Sofyan Rohidi, memperkenalkan anggota timnya masing-masing yang terdiri dari 18 anggota.

Ketua Umum Sekar, Wisnu Adhi Wuryanto menargetkan, perundingan PKB periode ini akan dilaksanakan secara maraton selama kurun waktu tiga bulan. "Perundingan ini harus rampung sebelum masa PKB IV berakhir  pada 23 Agustus 2012 mendatang," tandasnya.

Namun yang terpenting, lanjut Wisnu, dalam PKB V kesejahteraan harus lebih menyesuaikan pada laju inflasi yang mencapai 6% dengan memperhitungkan pada dua tahun ke belakang dan dua tahun ke depan. "Kedua tim perunding hendaknya tidak terjebak pada wording pasal demi pasal yang rumit. Terpenting lihatlah pada essensinya. Bersyukur jika sudah ada arahan dari direksi," harapnya.

Untuk bisa mencapai target dan harapan itu, Priyantono menanggapi, perundingan ini harus diimplementasikan dengan mengacu pada 3S yakni Solid, Speed, dan Smart.

Menurutnya, speed harus dilakukan terkait masalah waktu. Apalagi  perundingan ini ditargetkan harus rampung sebelum 23 Agustus. Demikian halnya, Smart harus diimplementasikan dengan mengevaluasi perundingan PKB sebelumnya guna mempersiapkan PKB periode selanjutnya. Smart juga berlaku untuk menjaga kerja tim agar tetap pada platform yang ada. Sedangkan unsur solid, harus diimplementasikan ketika menggabungkan kedua tim perunding, baik dari tim Sekar maupun Manajemen.

Kita harus solid secara hati. Jangan sampai bertengkar. Kalau ada perbedaan, itu wajar karena itulah dinamika. Namun yang terpenting niat kita sama ingin memberikan yang sebaik-baiknya bagi seluruh karyawan,” kata Priyantono.

Untuk itu, tambah Priyantono, pendekatan yang digunakan selama ini bersandar pada rasionalitas, tampaknya harus dipikirkan kembali. "Ada kekuatan di balik strategi yaitu spirit. Namun spirit itu sesungguhnya bukanlah tataran yang rasional, melainkan ruh dan rasa yang bernuansa psikologis," tandasnya. 

Terlepas dari itu, Priyantono meyakini, perundingan PKB V periode 2012-2014 ini akan menghasilkan kesepakatan terbaik dan Insyaallah akan menjadi PKB terbaik dari yang pernah ada sebelumnya.***(Portal Telkom, Portal Sekar, red05,06, ferdi,nas)