Selasa, 01 April 2014

Bekas karung terigu

Di malam pertama pernikahannya Kamsuy agak grogi. Dengan gemetar dan harap2 cemas Kamsuy pun mulai merayu istrinya dan mulai buka celana panjang. Aksi itu tentu yg disaksikan langsung istrinya.

Namun sungguh diluar dugaan, begitu Kamsuy tinggal bercelana dalam, tanpa basa-basi istrinya langsung melesat lari menuju kamar ibunya.Wajahnya pucat pasi dengan nafas tersengal penuh ketakutan.

Melihat reaksi anaknya seperti itu, tentu saja Ibunya bingung.

“Eh, kamu kenapa masuk kamar ibumu bukannya di kamar pengantin dengan suamimu?” tanya ibunya setengah kaget.

“Anu bu, Ich, takut bu, masa di celana dalam kang Kamsuy ada tulisan berat bersih 25 kg, aku takut bu bisa mati kalo seberat itu bu!” jelas anaknya seraya gemeteran ketakutan.

Ibunya bingung. Ibunya pun ngeloyor pergi menemui Kamsuy di kamar pengantin. Setelah ibunya menemui Kamsuy barulah jelas.

“Eh, nduk, kata mas Kamsuy, maafkan katanya, celana dalamnya itu dibuat dari bekas karung terigu,” kata ibunya sambil menggandeng anaknya masuk lagi ke kamar pengantin. //kgm.


Pesan moral: "Persepsi yang salah bisa berakibat fatal kalau tidak segera diluruskan."