Rabu, 30 November 2016

Tips menentukan lama angsuran


Untuk Anda yang cash flow keuangannya belum terlalu kuat, bisa menggunakan cara yang akan dibahas kali ini. Kenapa memilih jangka waktu KPR paling lama? Sebab, Anda akan merasa lebih ringan dalam membayar cicilan per bulannya. Bayangkan jika Anda membeli rumah seharga Rp 1-2 miliar.

Jika dibeli dengan uang tunai (cash), tentu akan memberatkan atau sangat memusingkan kepala. Sebab, uang Anda akan terbenam dalam bentuk rumah begitu saja. Padahal, seharusnya uang tersebut bisa diputarkan kembali dan bisa membeli beberapa unit rumah lagi. Namun, jika Anda memang tidak ada masalah dengan keuangan dan Anda memiliki kekayaan yang beriimpah itu lain cerita.

Selain itu, keuntungan membeli rumah dalam tenor yang paling lama adalah sebagai berikut.
Cicilan setiap bulannya semakin kecil. Sebaliknya, cicilan yang besar bisa menganggu arus kas anda. Strategi ini sangat ampuh karena nilai rumah semakin meningkat setiap waktunya. Sementara cicilan rumah relatif tetap. 

Dengan menggunakan strategi ini, Anda masih bisa berlomba dengan waktu hingga bisnis Anda benar benar berjalan dengan arus kas yang stabil dan sehat. Jika bisnis Anda telah berjalan dengan lancar, bahkan Anda bisa membeli lebih banyak properti lainnya.
Jika Anda sebagai karyawan, cara ini juga menguntungkan pada saat awal-awal kredit dimulai. Biasanya, cicilan akan sangat memberatkan. Akan tetapi, seiring peningkatan gaji dan tunjangan maka beban cicilan pun akan semakin ringan.

Memiliki masa kredit (tenor) yang panjang, hingga 15 atau 20 tahun, jangan dikhawatirkan. Kenapa harus khawatir? Apalagi, jika Anda sudah mampu membiayai cicilannya sendiri. Tentulah tidak ada alasan untuk mengkhawatirkannya. Selain membuat pikiran Anda lebih tenang, cicilan dengan tenor paling panjang juga dijamin (garansi) oieh asuransi.

Kalaupun hal buruk terjadi dengan rumah Anda atau diri Anda sendiri, kerugiannya pasti akan ditanggung asuransi kebakaran. Jika Anda meninggal dum‘a maka rumah Anda pun akan dilunasi oleh asuransi. Keluarga Anda akan tetap bisa memilik rumah tersebut. Jadi, kenapa harus khawatir? (memulaibisnisproperti.com)