Jumat, 01 Januari 2010

Merintis Cita-cita

Karakter seorang anak, tak hanya terbentuk dari faktor bawaan. Faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya pada watak si anak yang sudah mulai built-in

Untuk itulah mengapa anak perlu sekolah. Di sekolah potensi anak dapat dikembangkan, baik untuk pengembangan talentanya atau kecerdasannya.

Sementara peran orang tua, tentu saja, sangat dominan sebagai pemberi kontribusi pada watak dan kepribadiannya. Termasuk dalam mengarahkan dan membentuk cita-citanya.

Mungkin saja anak ini punya cita-cita menjadi doker Kulit dan "Prikitiew." Atau mungkin ingin menjadi seorang montir spesial ngutak-atik "barang antik..." milik kaum wanita.

Tuch, lihat saja ekspresinya yang begitu serius dan fokus menyimak sesuatu...

Wooouuww...What are you doing boy...///kgm

Sidang Kosmik Imajiner Sang Koruptor

( Setting Panggung : Ruang sidang cahaya redup abu-abu. Meja dan kursi kayu biasa berbalut asap. Di kursi pesakitan duduk seorang pria berse...