Kamis, 19 April 2012

Kamsuy Kecil Kejepit HP...


Bagi orang yang tengah putus asa, terutama orang Sunda, HP sering dijadikan akronim sebagai Hayang Paeh (Ingin Mati). Bagi wanita yang sering disakiti alias diselingkuhin, HP adalah singkatan Hidupku Pedih. Bagi kaum mistis, HP singkatan dari Hantu Penasaran. Bagi kaum politisi HP adalah Hentikan Penghianatan. Bagi Petinju HP adalah Hajar Palanya. Dan bagi saya HP adalah Habis Perkara.

Memang. HP kini telah menjadi alat komunikasi paling penting dalam kehidupan manusia. Seorang kawan pernah bilang, “lebih baik ketinggalan istri di pasar daripada ketingalan HP di rumah.” Bahkan orang yang HP-nya tertinggal di rumah, seringkali menunjukkan gejala psikologis seperti: Resah, gelisah, khawatir, cemas, kalut, tidak percaya diri, dan omongannya suka ngelantur, karena sebagian otak dan perasaanya ada di HP.

Intisarinya, HP kini sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan kita. HP telah menjadi kebutuhan primer untuk berkomunikasi dengan sesama. Bahkan anak2 balita pun kini sudah mulai diperkenalkan dengan HP. Tidak terkecuali bagi si Kamsuy kecil. Tujuannya tentu saja agar otak anak itu, tak cukup kudu waras, namun juga harus cerdas. Artinya sejak kecil anak harus diajari untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Cuman, ya, namanya juga anak. Kalau dikasih HP terlalu dini, ya gituh, dia belum tau aspek pengamanannya. Contohnya si Kamsuy Kecil tuch. Blom pake celana sudah dikasi HP yang model flip tutup buka. Karena kecerobohan anak, HP ngejepit bagian “tralala” atau titit nya. Karuan saja Kamsuy bingung, mengapa itu HP bisa menggantung di ujung “prikitiew”-nya. 

Akhirnya Kamsuy pun sejadi-jadinya menangis memanggil mamahnya sambil menatap HP yang tergantung. “Emaaaakkk...tatiiiit...,” tangis si Kamsuy.//kgm