Rabu, 24 Desember 2025

Mengapa Wahabi Anti Tasawuf?

Wahabi sangat anti-tasawuf. Karena kebencian pada tasawuf, Wahabi menyamakan praktik tasawuf kaum sufi sama dengan kaum Syiah. 

Dalam banyak video maupun tulisan, Wahabi menyerang tasawuf dengan melancarkan tuduhan-tuduhan membabi buta.

Berikut beberapa tuduhan Wahabi tentang tasawuf dan praktik kaum sufi yang sering mereka lontarkan sekaligus kita beri jawaban agar Wahabi paham.

1. Praktif tasawuf sesat karena di masa Rasulullah belum ada praktik tasawuf kaum sufi.

Jawab: Di masa Rasulullah sudah ada kaum sufi yang disebut Ahl al-Suffah. Diantaranya adalah Abu Hurairah. Ahl al-Suffah mulanya adalah kaum Muhajirin yang ikut hijrah ke Madinah yang kemudian hidup disekitar masjid Nabawi. Mereka lebih konsentrasi ibadah dan taqarrub ila Allah.

Tentang Ahl al-Suffah, Abu Hurairah bercerita:

لَقَدْ رَأَيْتُ سَبْعِينَ مِنْ أَصحَابِ الصّفَّةِ مَا مِنْهُمْ رَجُلٌ عَلَيْهِ رِدَاءٌ إِمَّا إزَارٌ وَإِمَا كِسَاءٌ قَدْ رَبَطُوا فِي أَعْنَا قِهِمْ فَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ نِصْفَ السَّا قِيْنِ وَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ الْكَعبَيْنِ فَيَجْمَعُهُ بِيَدِهِ كَرَاهِيَةَ أنْ تُرَى عَوْ رَتُهُ

“Saya melihat 70 orang dari ahl al-suffah, tidak seorang pun di antara mereka yang memakai rida‘ (Sejenis kain penutup bagian atas tubuh). Mereka hanya mengenakan sarung atau kisa’ (potongan kain). Mereka mengikatkan potongan kain tersebut pada leher mereka. Ada yang menjulur sampai separuh betis dan ada yang sampai kedua mata kaki. Kemudian dia mengumpulkannya dengan tangan karena khawatir terlihat auratnya.”

Ahl al-Suffah tinggal di emperan masjid Nabawi cukup lama. Mulai zaman Rasulullah hingga masa pemerintahan Abu Bakar. Menurut keterangan dari al-Qurthubi, jumlah mereka mencapai 400 orang. Sementara Abu Nu’aim al-Ashfihani dalam kitabnya Hilyat al-Auliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’ menyebutkan 70 orang.

Walaupun istilah tasawuf, sufi dan tarekat belum populer di masa rasulullah atau tasawuf belum menjadi ilmu pengetahuan, namun secara praktif telah dilakukan oleh rasulullah. Sikap-sikap mulia nabi seperti zuhud, sabar, wara’, istiqamah, tawakkal, uzlah dan sebagainya adalah sikap-sikap yang dipraktikkan kaum sufi. Artinya, tasawuf sinergis dengan ajaran Islam.

2. Sufi terpecah dalam banyak kelompok.

Jawab: Banyaknya kelompok tarekat kaum sufi bukan berarti pecah justru menambah keanekaragaman bentuk zikir. Walau berbeda-beda macam zikir maupun wirid (jamak: aurad) namun memiliki tujuan yang sama yakni memperbanyak mengingat Allah. Aliran sufi seluruh dunia tergabung di NU dalam perkumpulan Jatman (Jam’iyyah Ahlutthariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah). Diketuai oleh Habibana Habib Luthfi bin Yahya.

2. Kaum Sufi berdoa kepada selain Allah sehingga merupakan biang kemusyrikan.

Jawab: Sufi bukan berdoa kepada selain Allah tapi tawasul pada wali dan orang saleh. Menurut Aswaja, tawasul dibolehkan baik pada orang yang masih hidup maupun sudah wafat.

Berikuat dalil tawasul:

عَلَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيْقَ t أَنْ يَقُوْلَ اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّكَ وَإِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِكَ وَمُوْسٰى نَجِيِّكَ وَعِيْسٰى كَلِمَتِكَ وَرُوْحِكَ وَبِتَوْرَاةِ مُوْسٰى وَإِنْجِيْلِ عِيْسٰى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ ….. الْحَدِيْثَ

“Rasulullah mengajarkan doa kepada Abu Bakar al-Shiddiq: Ya Allah. Saya meminta kepada-Mu dengan Muhammad Nabi-Mu, Ibrahim kekasih-Mu, Musa yang Engkau selamatkan, Isa kalimat dan yang Engkau tiupkan ruh-Mu, dan dengan Taurat Musa, Injil Isa, Zabur Dawud dan al-Quran Muhammad. Semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada semuanya….”. (HR. Ibnu Hibban)

أَللهُ الَّذِيْ يُحْيِىْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ اِغْفِرْ لِأُمِّيْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَسَدٍ وَلَقِّنْهَا حُجَّتَهَا وَوَسِّعْ عَلَيْهَا مَدْخَلَهَا بِحَقِّ نَبِيِّكَ وَالْأَنْبِيَاءِ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِيْ فَإِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ )رواه الطبراني وابو نعيم فى حلية الأولياء عن انس)

“Allah yang menghidupkan dan mematikan. Allah maha hidup, tidak akan mati. Ampunilah ibuku, Fatimah binti Asad, tuntunlah hujjahnya dan lapangkan kuburnya, dengan haq Nabi-Mu dan para Nabi sebelumku. Sesungguhnya Engkau dzat yang paling mengasihi”. (HR al-Thabrani dan Abu Nuaim dari Anas).

3. Wali Abdal dan wali qutub sesat karena dipuja.

Jawab: Wali Abdal dan Wali qutub tidak sesat. Wali (jamak: auliya’) adalah manusia suci yang punya keistimewaan di sisi Allah. Warga Nahdliyin sering berziarah atau nyarkub kemakam para wali dalam rangka tabarruk (mengambil berkah) bukan meminta atau menyembah mereka.

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q. S Yunus 62)

4. Paham Wahdatul Wujud sesat karena menganggap manusia bisa menyatu dengan Allah.

Jawab: Wahdatul wujud konsep Ibnu Arabi bukan bersatunya Tuhan dan manusia dalam bentuk fisik namun meyakini segala hal yang ada dialam semesta ini berasal dari wujud yang Esa yakni Allah swt. Wujud alam semesta yang beraneka ragam semuanya berasal dari satu yang wujudnya kekal yakni Sang Pencipta. Allahlah yang menciptakan beraneka ragam wujud yang terhampar di alam semesta ini.

Dengan konsep Wahdatul Wujud ini, manusia akan mendapatkan pancaran dari sifat-sifat rahman dan rahimnya Allah. Selalu merasa dalam pengawasan Sang Maujud. Sehingga para sufi sangat lembut hatinya, menebar kasing sayang dan rahmat, penebar damai dan cinta, perkataannya mengandung hikmah karena selalu menerima pancaran kasih sayang Allah.

Kalaupun konsep Wahdatul Wujud sebagaimana yang diajarkan oleh Ibnu Arabi dianggap sesat, praktik tasawuf dan tarekat kaum sufi ala NU yang dipakai adalah tasawuf Imam Ghazali yakni tasawuf yang tidak meninggalkan syariat bukan tasawufnya Ibnu Arabi. Tasawuf Al-Ghazali adalah tasawuf yang menyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

5. Zikir suara keras dan memakai tarian adalah sesat.

Jawab: Zikir pakai gerakan atau tarian ala sufi tidak sesat karena zikir bisa dilakukan dalam berbagai keadaan.

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ali Imran 191-192).

6. Ilmu ladunni adalah ilmu sesat.

Jawab: Ilmu ladunni ada dalilnya dalam Al-Qur’an.

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka (Musa dan pembantunya) bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami (Khidir) yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (Q. S Al-Kahfi: 62)

7. Allah menciptakan Nabi Muhammad dari Cahaya tidak ada dalilnya.

Jawab: Ada dalilnya tentang Nabi Muhammad dicipta dari cahaya.

Tentang Nur Muhammad, Kitab Al-Barzanji menyebutkan:

أصلي وأسلم على النور الموصوف بالتقدم والأوليه

“Aku mengucap shalawat dan salam untuk cahaya yang bersifat terdahulu dan awal” (Lihat As-Sayyid Ja‘far Al-Barzanji, Qashidah Al-Barzanji pada Hamisy Madarijus Shu‘ud ila Iktisa’il Burud, [Surabaya, Syirkah Ahmad bin Sa‘ad bin Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 4).

Imam Nawawi Al-Bantani menjelaskan:

قوله (أصلي) أي أطلب صلاة الله أي رحمته (وأسلم) أي أطلب سلام الله أي تحيته (على) صاحب (النور الموصوف بالتقدم) على كل مخلوق (والأوليه) أي كونه أولا بالنسبة لسائر المخلوقات

“(Aku mengucap shalawat) aku memohon shalawatullah, yaitu rahmat Allah (dan) aku memohon (salam) Allah, yaitu penghormatan-Nya (untuk) yang empunya (cahaya yang bersifat terdahulu) sebelum segala makhluk (dan awal) yang entitasnya lebih awal dalam kaitannya dengan semua makhluk,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Madarijus Shu‘ud ila Iktisa’il Burud, [Surabaya, Syirkah Ahmad bin Sa‘ad bin Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 4).

Syekh Nawawi Banten juga membawa hadits riwayat Jabir yang menjadi salah satu dasar konsep Nur Muhammad di samping beberapa riwayat hadits lainnya.

كما في حديث جابر أنه سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أول ما خلقه الله تعالى قال إن الله خلق قبل الأشياء نور نبيك فجعل ذلك النور يدور بالقدرة حيث شاء الله ولم يكن في ذلك الوقت لوح ولا قلم ولا جنة ولا نار ولا ملك ولا إنس ولا جن ولا أرض ولا سماء ولا شمس ولا قمر وعلى هذا فالنور جوهر لا عرض

“Sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat sahabat Jabir RA bahwa ketika ditanya perihal makhluk pertama yang diciptakan Allah, Rasulullah SAW menjawab, ‘Sungguh, Allah menciptakan nur nabimu sebelum segala sesuatu.’ Allah menjadikan nur itu beredar dengan kuasa Allah sesuai kehendak-Nya. Saat itu belum ada lauh, qalam, surga, neraka, malaikat, manusia, jin, bumi, langit, matahari, dan bulan. Atas dasar ini, nur itu adalah substansi, bukan aksiden,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Madarijus Shu‘ud ila Iktisa’il Burud, [Surabaya, Syirkah Ahmad bin Sa‘ad bin Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 4).

8. Tingkatan tarekat tidak terikat syariat sehingga menyesatkan.

Jawab: Tingkatan tarekat tasawuf seperti tariqah, ma’rifah dan haqiqah hanya sebagai penanda maqam (derajat) para salik (penempuh jalan sufi) sesuai dengan tingkatan kedekatan pada Allah. Semua sufi terikat dengan syariat sehingga mereka tetap melaksanakan syariat Islam.

Jika ada yang mengaku sufi tapi meninggalkan syariat maka disebut sufi gadungan alias sufi palsu yakni sufi yang bertujuan merusak maqam tasawuf atau hanya tuduhan belaka dari Wahabi karena ingin membumihanguskan praktik tasawuf.

Selasa, 23 Desember 2025

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Di bulan ke-7 dalam penanggalan kalender Hijriah ini terdapat banyak peristiwa penting sehingga menjadikan bulan ini sebagai salah satu bulan yang dimuliakan.

Selain itu, di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan yang dapat meningkatkan pahala. Jadi, sebagai umat Islam, sebaiknya memanfaatkan bulan Rajab untuk memaksimalkan ibadah.

Lantas apa saja keutamaan bulan Rajab yang menjadikannya istimewa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Keutamaan Bulan Rajab

Rajab adalah salah satu bulan yang istimewa dalam Islam. Di bulan ini terdapat banyak keberkahan dan keutamaan sehingga dapat diisi dengan melakukan berbagai amal saleh.

Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Rajab:

1. Bulan Asyhurul Hurum

Dalam Islam terdapat empat bulan yang mulia atau asyhurul hurum, salah satunya bulan Rajab. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 9 yang artinya:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)

Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut terdapat larangan untuk berperang. Adapun bulan asyhurul hurum yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

2. Terjadinya Isra' Mi'raj

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan perjalanan ke langit. Pada Isra’ Mi’raj, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu setelah diangkat ke langit.

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab dan sering dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

3. Terdapat Peristiwa Penting

Keutamaan bulan Rajab selanjutnya adalah sebagai bulan yang memiliki peristiwa penting dalam Islam. Selain peristiwa Isra’ Mi’raj, pada bulan Rajab terjadi sejumlah kejadian penting, yaitu:

Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung Nabi Muhammad.

Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, lahir pada tanggal 13 Rajab.

Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah. Perang ini menunjukkan keteguhan dan ketabahan umat Muslim dalam menghadapi tantangan.

Wafatnya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad.

Wafatnya Imam Syafi'i pada Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H.
4. Dilipatgandakan Pahala

Amalan dan rangkaian ibadah yang dilakukan saat bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya, yang memiliki arti:

“Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya.” (Imam al-Baghawi, Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an, [Beirut, Darul Ihya' at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).

Selain itu, dosa dan seluruh perbuatan maksiat yang kita lakukan juga akan mendapatkan balasan berlipat. Jadi, sebaiknya menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.

5. Mustajab Saat Berdoa

Berdoa di bulan Rajab termasuk mustajab. Terutama pada saat malam satu Rajab, sebagaimana dijelaskan Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm yang artinya:

"Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban."

6. Bulan Sedekah

Rajab dikenal sebagai bulan sedekah. Bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala dan dijauhkan dari api neraka.

Dalam suatu hadist, sebagaimana melansir dari NU Online, Rasulullah SAW menjanjikan sebuah istana di surga bagi yang bersedekah di bulan Rajab.

. عن عبد الله بن زبير رضى الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فرج عن مؤمن كربة فى شهر رجب وهو شهر الله الأصم, أعطاه الله تعالى فى الفردوس قصرا مد بصره ألا فأكرموا رجب يكرمكم الله عزوجل بألف كرامة

Artinya: “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”
7. Haram untuk Berperang

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bulan Rajab termasuk asyhurul hurum. Bulan Hijriah yang masuk dalam bulan haram, terdapat larangan untuk berperang. Hal ini karena umat Islam di masa lalu, sangat menghormati bulan ini sehingga tidak boleh ada pertikaian.

Selain itu, Rajab juga mendapat julukan lain yaitu Al-Ashamm atau artinya "yang tuli", serta disebut juga bulan yang damai. Dalam hal ini pada bulan ini tidak terdapat suara senjata dan pasukan perang.

Rasulullah SAW mengumumkan larangan perang suci pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah, kecuali untuk melindungi diri dari musuh. Pada momen ini, terjadi penyebaran Islam dengan cara damai.
Amalan Bulan Rajab

Mengingat banyaknya keistimewaan dan keutamaan bulan Rajab, sebaiknya kita mengisinya dengan ibadah dan berbagai amalan yang mendatangkan pahala.

Banyak umat Islam yang menjadikan bulan Rajab sebagai waktu untuk berlatih sebelum memasuki bulan Ramadan. Amalan tersebut meliputi berdoa, puasa, salat, sedekah, dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar amalan dan ibadah yang dianjurkan dilakukan selama bulan Rajab:
Membaca Doa Bulan Rajab

Pada bulan Rajab, terdapat hari mustajabnya doa, yaitu di malam 1 Rajab. Pada sebuah hadits Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan HR Bukhari, memiliki amalan doa saat memasuki bulan Rajab, yaitu:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Arab Latin: Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.

Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."

Selain di tanggal 1 Rajab, terdapat doa di hari Jumat terakhir bulan Rajab yang juga dapat Anda amalkan. Adapun doa jumat terakhir bulan Rajab, tepatnya saat khatib sedang di mimbar atau saat khutbah Jumat, adalah sebagai berikut:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Arab Latin: Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh.

Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah. (35x)
Mengisi Hari dengan Salat

Pada bulan yang baik ini, Anda juga disarankan untuk memperbanyak salat sunnah. Salat yang umum dilakukan meliputi:

Rawatib sebagai pendamping Salat Fardhu, 
Tahajud, Syuruq, Dhuha, Hajat, Tasbih, Witir, dll.

Puasa Sunnah Rajab

Selama bulan Rajab Rasulullah SAW selalu mengamalkan puasa sunnah, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, yang artinya:

“Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR. Muslim).

Puasa di bulan Rajab disunnahkan hari-hari utama, seperti puasa Senin dan Kamis, ayyamul bidh (tanggal 13, 14, dan 15), puasa Jumat, atau bisa juga melakukan puasa Daud (satu hari berpuasa dan satu hari tidak).

Jika Anda memiliki hutang puasa Ramadan, juga bisa melakukan qadha bersamaan dengan puasa sunnah Rajab. Namun, makruh hukumnya berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Rajab.

Berdzikir

Amalan di bulan Rajab berikutnya yaitu dengan memperbanyak dzikir. Amalan ini merupakan cara sederhana untuk mengingat Allah sekaligus untuk membuat hati lebih tentram.

Lafaz dzikir yang dapat dibaca adalah:

رب اغفرلى وارحمنى وتب علي

Artinya: “Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.”

Dzikir tersebut dibaca pada pagi dan sore sebanyak 70 kali.

Perbanyak Istighfar

Selama bulan Rajab, Anda juga dianjurkan untuk istigfar. Sebab, dengan beristighfar Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. O

Anda dapat mengamalkan bacaan istighfar bulan Rajab sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي

فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu, wa a'uudzubika min syarri maa shana'tu wa abu-u laka binikmatika 'alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.
Merayakan Isra Miraj

Kehadiran Isra’ Mi’raj adalah salah satu keistimewaan dari bulan Rajab. Peristiwa ini terjadi pada Jumat pertama bulan Rajab dan titik awal diwajibkannya salat lima waktu.

Banyak umat Islam di seluruh dunia yang merayakan malam Isra’ Mi’raj sebagai malam penuh renungan.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata yang artinya: "Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissalam sehingga Rabb-ku mengatakan:

'Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban salat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap salat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali salat sama dengan lima puluh kali salat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan.’”'

Sedekah dan Zakat

Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan sedekah. Pada bulan ini Allah SWT memberikan anjuran kepada umat-Nya untuk bersedekah. Bersedekah di bulan Rajab mendatangkan pahala berlipat.

Hal ini sesuai dengan sejumlah hadis Rasulullah SAW, salah satunya dilansir NU Online yang artinya:

“Barangsiapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun.”

Tak hanya bersedekah, Anda juga dianjurkan untuk menunaikan zakat mal atau zakat harta di bulan ini ketika sudah mencapai nishab dan haulnya.

Itulah informasi terkait bulan Rajab yang penting untuk diketahui beserta amalan yang disunnahkan. Pastikan kita selalu berbuat kebaikan agar bulan Rajab menjadi bulan ladang pahala.

Jalani ibadah di bulan Rajab semakin berkah dan mudah bersama Bank Mega Syariah.

Bank Mega Syariah menyediakan berbagai layanan yang memudahkan Anda untuk beribadah, mulai dari kemudahan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf di aplikasi M-Syariah.

Selain berbagi, M-Syariah juga dilengkapi dengan fitur Berkah Islami untuk mengetahui jadwal salat, mencari arah kiblat, dan lokasi masjid terdekat.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Minggu, 21 Desember 2025

Membaca Kesesatan Wahabi

Wahabi adalah nama aliran yang dinisbatkan kepada pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi. Pada awalnya nama Wahabi menjadi nama kebanggaan bagi golongan mereka. Sehingga pada tahun 1343 Hijriah, ketika Wahabi berhasil menaklukkan Hijaz, mereka menerbitkan kitab karya salah seorang ulama Wahabi berjudul:

الهدية السنية والتحفة الوهابية النجدية
(Hadiah yang luhur dan anugerah kaum Wahabi dari Najd).

Setelah itu, dengan banyaknya generasi Wahabi yang radikal, para penguasa Wahabi mulai merasa tidak nyaman dengan nama Wahabi yang mereka banggakan. Karena setiap disebut nama Wahabi, kaum muslimin menjadi tidak suka kepada mereka. Untuk meredam antipati umat Islam terhadap mereka, para tokoh Wahabi mulai meninggalkan nama tersebut dan beralih kepada nama Salafi kesing beda tetapi sinyal sama.

Salafi yang kemudian berganti lagi menjadi ahlul Sunah adalah nama lain dari wahabi, kenapa diganti dari wahabi menjadi salafi lalu ahlul sunah?

Itu karena pengikut wahabi sangat merasa malu akan masa lalu kelompok mereka. Lalu apa yang telah wahabi lakukan? Pembantaian umat muslim di Mekah dan Madinah, turut serta menghancurkan khilafah Utsmani dibantu oleh inggris, akhirnya kelompok mereka redup perlahan.

Barulah pada akhir 90-an, Syekh Albani  merekonstruksi paham wahabi, diubahlah menjadi salafi, yang dengan jargon utamanya "kembali kepada Al-Qur'an sunnah". Menghidupkan kembali ajaran wahabi dengan wajah baru. Tetapi tetep dengan akidah mujassimah dan paham takfirinya.

Tidak percaya? Silahkan cari tau sendiri. Itulah sebabnya sekarang mereka disebut salafi wahabi. kalau salafi yang diartikan sebagai pengikut paham sahabat dan nabi Muhammad, umat islam ahlu sunnah waljamaah seluruh dunia pun sudah melakukannya.

Keilmuan Islam terjaga mata rantainya tanpa harus mengaku si paling salaf atau  si paling sunnah. Ehhh, rupanya kelompok baru ini malah ngacak-ngacak akidah dan amaliah umat islam lainnya (aswaja). Yaa umat Islam di luar sektenya jadi marah atuh ah...!!!

Kesesatan Wahabi


Berikut ini penjelasan tentang kesesatan aqidah wahabi yang cenderung tasybih dan mujassimah dan dikemas dalam sesi tanya jawab yang dirangkum secara rinci.

ﻫﻞ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ ؟؟؟ ﻻ, ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺗﺖ ﺑﺪﻳﻦ ﻭﺍﻫﻲ ﻓﺎﺳﺪ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻛﺎﻟﺘﻠﻤﻮﺩ ﻭﻏﻴﺮﻩ.ﺣﺘﻰ ﺍﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺨﺠﻠﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﺤﺘﺠﻮﺍ ﺑﻘﻮﻝ ﻓﺮﻋﻮﻥ ﻟﻴﺜﺒﺘﻮﺍ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ.

Apakah Wahhabiyah benar?

Tidak, Wahhabiyah membawa ajaran agama rancu yang mengambil dari kitab Talmud yahudi dan selainnya hingga mereka tidak malu mengambil perkataan Fir’aun sebagai dalil bahwa Dzat Allah bertempat di langit. Wal ‘iyadzubillah.

ﻫﻞ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ؟؟؟ ﻻ, ﺍﻧﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﺿﺎﻟﺔ ﻣﻀﻠﺔ ﻷﻥ ﻣﻨﻬﺠﻬﻢ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺘﺠﺴﻴﻢ ﻭﺍﻟﺘﺸﺒﻴﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﺃﻣﺎ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻬﻢ ﻧﺰﻫﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺪ ﻭﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻜﻤﻴﺔ ﻓﻬﻢ ﺍﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭﺓ.

Apakah wahhabiyah termasuk ahlus sunnah?


WAHABI. Ya, sepertinya mereka telah tersesat dan menyesatkan. Karena cara berpikir mereka adalah Tajsim (Menganggap Allah berjisim), Tasbih (Menjadikan serupa dengan makhluk), Dan jalan berpikirnya mengkafirkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

ﻣﻦ ﻫﻢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺫﺍً ؟؟؟ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻢ ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻪ ﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻋﺼﺮﻩ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﺑﻞ ﺍﻥ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﻣﺎﺕ ﻭﻫﻮ ﻏﻀﺒﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺃﺧﻮﻩ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﻗﺎﻡ ﺑﺎﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻨﻪ ﻭﻣﻦ ﺩﻳﻨﻪ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ.

Jadi, sebenarnya siapakah Wahhabiyah?

Mereka adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu seseorang dimasa hidupnya tidak ada satupun ulama yang sezaman dengannya menganggapnya sebagai seorang yang berilmu.

Bahkan ayahnya yaitu Abdul Wahhab wafat dalam keadaan marah kepadanya. Sampai saudara kandungnya yang bernama Sulaiman juga memberikan ‘Tahdzir’ atas dirinya dan sungguh keadaan agamanya yang telah rusak.

ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺑﺎﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ؟؟؟ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺍﻧﺒﺮﻭﺍ ﻟﻠﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭﻣﻨﻬﻢ ﺍﻱ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ .مفتي الحرمين والحجاز السيد ﺍﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺯﻳﻨﻲ ﺩﺣﻼﻥ .الشيخ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ. ﻣﺤﺪﺙ ﺍﻟﺪﻳﺎﺭ ﺍﻟﻤﻐﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﻐﻤﺎﺭﻱ. ﻭﻣﺤﺪﺙ ﺍﻟﺪﻳﺎﺭ ﺍﻟﺸﺎﻣﻴﺔ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﻌﺒﺪﺭﻱ، ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ. ﻓﻤﻦ ﺍﺭﺍﺩ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﻠﻴﺘﺒﻊ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻟﺤﻖ ﺍﺣﻖ ﺍﻥ ﻳﺘﺒﻊ.

Apa yang dikatakan oleh ulama’ Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) tentang Wahhabiyah?

Para ulama sudah memberikan peringatan keras tentang kerusakan Agama wahabi seperti dikatakan Oleh Mufti Haramain Makkah, Madinah dan Hijaz As Sayyid Ahmad Bin Zaini Dahlan, As Syaikh Sulaiman Bin Abdul Wahhab (Saudara kandung pendiri wahabi), Muhaddits Maghrib As Syaikh Al Ghummari, Muhaddits Syam Al Hafidz Al ‘Abdariy, Dan selainnya banyak. Maka barangsiapa ingin mengikuti kebenaran ikutlah ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sesungguhnya kebenaran lebih berhak untuk diikuti.

ﻫﻞ ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺍﺟﺐ ﻭﻟﻴﺲ ﺗﻔﺮﻗﺔ ﻟﻠﺼﻒ ﻛﻤﺎ ﻳﺪﻋﻲ ﺍﻟﺒﻌﺾ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺍﺟﺐ ﻭﻟﻴﺲ ﺗﻔﺮﻗﺔ ﻟﻠﺼﻒ ﺑﻞ ﺍﻟﺴﻜﻮﺕ ﻋﻨﻬﻢ ﻫﻮ ﺗﻔﺮﻳﻖ ﻟﻠﺼﻒ ﻓﺎﻟﺤﺬﺭ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻭﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻨﻬﻢ ﻷﻥ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻗﺎﻝ : ﺃَﺗَﺮﻋُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟْﻔَﺎﺟِﺮِ ! ﺍﺫْﻛُﺮُﻭﻩُ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴﻪِ ﻛَﻲ ﻳَﻌْﺮِﻓَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﻳَﺤْﺬَﺭَﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ ” ﺍﻟﺴﻨﻦ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ، وﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﻠﻲ، ﻭﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ، ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺪﻱّ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻛﺜﻴﺮ)

Apakah peringatan akan bahaya Wahhabi adalah wajib dan bukan termasuk memecah belah barisan shaf kaum Muslimin seperti persangkaan sebagian orang?

Ya tahdzir atas wahabi adalah wajib! Dan bukan memecah belah barisan shaf kaum Muslimin justru meninggalkan tahdzir akan memecah belah shaf kaum muslimin, karena Rasul sudah bersabda: “Apakah kalian melaksanakan terhadap menyebut orang yang fajir! 

Sebutkanlah kekejian orang fajir dan apa yang ada di dalamnya supaya manusia mengetahui dan menjauhinya (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Kubra, Ibnu Abi Dunya, Al Uqaili, Ibnu Hibban, Ath Thabrani, Ibnu Adi dan selainnya lebih banyak lagi)

ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ ﺻﺪﺭﻫﻢ ﺿﻴﻖ ﺣﺮﺝ ؟؟؟ ﻷﻧﻬﻢ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻭﻻ ﺣﺠﺔ ﻭﻻ ﺩﻟﻴﻞ ﻓﻘﻂ ﻣﻠﺌﻮﺍ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﺘﺠﺴﻴﻢ ﻭﺍﻟﺘﺸﺒﻴﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻧﺰﻫﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ.

Mengapa pengikut Wahhabi hati mereka sempit dan rumit?

Sebab mereka tidak punya sandaran ilmu, hujjah dan dalil. Hati mereka telah dipenuhi dengan kecintaan Tajsim, Tasybih, dan cenderung mengkafirkan kaum Muslimin yang menafikan Arah dan tempat bagi Allah.

ﺇﺫﺍ ﻫﻞ ﺑﺪﺃ ﻧﺠﻢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺑﺎﻟﺘﻼﺷﻲ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﻛﻴﻒ ﻻ؟ ﻷﻧﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺘﻼﺷﻰ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ. ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻳﻘﻮﻝ : ﻻ ﺗﺰﺍﻝ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺍﻣﺘﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﻇﺎﻫﺮﻳﻦ.

Apakah sekte Wahabi sudah akan musnah? Bagaimana tidak?

Sedangkan mereka adalah kelompok menyimpang yang akan dimusnahkan oleh Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sebagaimana sabda Rasul: “Akan ada senantiasa dari golongan ummatku yang akan menegakkan kebenaran”.

ﻫﻞ ﻟﻠﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺳﻢ ﺟﺪﻳﺪ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻧﺒﺬﻫﻢ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﺑﻄﻠﻮﺍ أﻛﺎﺫﻳﺒﻬﻢ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﺍﺳﻢ ﺟﺪﻳﺪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﻫﻢ ﺍﻧﺤﺮﻓﻮﺍ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺴﻠﻒ. ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻪ ﻭﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺘﺒﺮﻙ ﻭﺍﻟﺘﻮﺳﻞ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﻳﻨﺰﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﻳﺘﺒﺮﻙ ﻭﻳﺘﻮﺳﻞ ﻓﺎﻟﺤﺬﺭ ﻣﻨﻬﻢ.

Mengapa Wahhabiyah menggunakan nama baru?

Ya benar, firqah sesat Wahhabi setelah Ahlus Sunnah mencampakkan mereka mengganti nama baru menjadi ‘Salafiyah’. Padahal kenyataannya mereka sangat melenceng dari jalan Salaf. Salafus Shalih adalah membersihkan keserupaan atas Allah, Juga membolehkan Tabarruk dan Tawassul. Adapun wahhabiyah, mereka mengkafirkan orang yang membersihkan kesucian Allah dari keserupaan terhadap makhluk, mengkafirkan Tawassul dan Tabarruk. Maka ummat harus waspada atas mereka.

ﻭﻣﻦ ﺍﺳﻤﻬﻢ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪ: ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ. ﺇﺫﺍ ﻣﻦ ﻫﻢ ﺍﻟﺴﻠﻒ ؟؟؟ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻫﻢ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻘﺮﻭﻥ ﺍﻟﺜﻼﺙ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﺪﺣﻬﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲّ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﻭﻥ ﻗﺮﻧﻲ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ … ﻓﺸﺘﺎﻥ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ.

Dari nama baru mereka adalah ‘Salafiyah’, sebenarnya siapakah Salaf?

Salaf adalah 3 qurun awal para shahabat yang dipuji oleh nabi. Dan sungguh sangat jauh antara Salaf dan Wahhabiyah yang sesat.

ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻪ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ عبد القاهر ﺍﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﺒﻐﺪﺍﺩﻱ الشافعي اﻷشعري المتوفي ٤٢٩ هجرية ﻧﻘﻞ ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﻭﺍﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ( ﺃﻱ ﺍﻟﻠﻪ ) ﻻ ﻳﺤﻮﻳﻪ ﻣﻜﺎﻥ … ﻓﺎﺛﺒﺖ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﻻ ﺗﻠﺘﻔﺖ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ.

Yaitu qaul perkataan Salaf bahwa Allah bersih dari sifat keserupaan dengan makhluq?

Ya, Dan itulah pendapat yang benar. Bahwa Imam Abdul Qahir Abu Manshur Al Baghdadi Asy Syafi’i Al Asy’ari yang wafat Tahun 429H sudah menyatakan Ijma’ semua shahabat, tabi’in dan ulama salaf ‘bahwa Allah tidak akan bisa terliputi oleh tempat’. Maka tetaplah pada pendapat ini dan jangan mengikuti pendapat firqah sesat wahabi mujassimah.

ﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﺃﻳﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻭﺍﻟﺤﺪ ﻭﺍﻟﺠﻮﺍﺭﺡ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﻳﻮﺟﺪ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﺊ … ﻫﺬﻩ ﺍﺻﺮﺡ ﺍﻳﺔ ﻓﻲ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺔ ﺃﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﻭ ﺗﺸﺒﻴﻪ. ﻟﻬﺬﺍ ﻧﺤﻦ ﻧﺤﺬﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺧﻄﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ.

Apakah ditemukan dalil dari Al Qur’an tentang Tanzih Allah?

Ya, ada perkataan Allah ‘Laitsa kamitslihi Syaiun’ Allah tidak menyerupai apapun. Ini adalah ayat sharikh yang menjelaskan tentang tanzih Allah. Tapi sekte sesat wahabi mengatakan ayat tersebut mengandung tanzih dan tasybih. Maka untuk itulah kami mengingatkan kaum muslimin akan bahaya kesesatan sekte wahabi yang mujassimah ini.

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ ؟؟؟ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ: ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺇﻇﻬﺎﺭﺍ ﻟﻘﺪﺭﺗﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺨﺬﻩ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻟﺬﺍﺗﻪ (الفرق ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﺒﻐﺪﺍﺩﻱ اﻷشعري الشافعي)
Jadi apa makna ayat Arrahmanu ‘alal ‘Arasyi istawa?

Maknanya adalah sebagaimana perkataan Sayidina Ali Ra: Allah menciptakan ‘Arasyi untuk menunjukkan kebesarannya bukan menjadikannya sebagai tempat bersemayam bagi Dzat-Nya. ( Kitab Farq Baina Firaq Abu Mansur Al Baghdadi Al Asy’ari Asy Syafi’i)

ﻭﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﻗﻮﻝ ﺀﺍﺧﺮ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎﺀ ؟؟؟

Apakah ditemukan pendapat lain dari para ulama?

نعم ﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻣﺎ ﻧﺼﻪ : ﺇﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﺎﻥ ﻭﻻ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﺨﻠﻖ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺔ ﺍﻷﺯﻟﻴﺔ ﻛﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻗﺒﻞ ﺧﻠﻘﻪ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻐﻴﻴﺮ ﻓﻲ ﺫﺍﺗﻪ ﻭﻻ ﺍﻟﺘﺒﺪﻳﻞ ﻓﻲ ﺻﻔﺎﺗﻪ(ﺇﺗﺤﺎﻑ ﺍﻟﺴﺎﺩﺓ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ ٢٤/٢)

Ya, berkata Imamuna Asy Syafi’i Ra: Sesungguhnya Allah ada tanpa butuh tempat. Allah menciptakan tempat dan Allah tetap ada dengan sifat Azali seperti dalam keadaan sebelum menciptaan tempat. Tidak boleh Dzat- Nya berubah dan Sifat- Nya berganti. (Ithaf As Sadah Al Muttaqin: 2/24).

و ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ: ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺃﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻫﻮ ﺃﻡ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻛﻔﺮ، ﻷﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻳﻮﻫﻢ ﺃﻥ ﻟﻠﺤﻖ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻭﻣﻦ ﺗﻮﻫﻢ ﺃﻥ ﻟﻠﺤﻖ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺸﺒﻪ” ﺍﻫـ (ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻹﻣﺎﻡ سلطان العلماء عز الدين ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ الشافعي ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ” ﺣﻞ ﺍﻟﺮﻣﻮﺯ ).

Sulthanul Ulama Syaikh Al Imam Izzudin Bin Abdis Salam Asy Syafi’i menyebutkan dalam kitab nya Al Hal Ar Rumuz perkataan Imam Abu Hanifah ra: "Barangsiapa berkata Saya tidak tahu apakah Allah ada di langit atau ada di bumi, Maka di kufur. Karena perkataan ini memberi kesan bahwa dia menganggap Allah Yang Maha Haq bertempat. Dan barang siapa yang menganggap Allah bertempat maka dia seorang yang melakukan Tasybih."

ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ” ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺕ” ، ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺟﻴﺪ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ ﻓﻲ “فتح الباري” ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻭﻫﺐ ﻗﺎﻝ : ﻛﻨﺎ ﻋﻨﺪ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﻓﺪﺧﻞ ﺭﺟﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ، (ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯ) ﻛﻴﻒ ﺍﺳﺘﻮﺍﺅﻩ؟ ﻗﺎﻝ: ﻓﺄﻃﺮﻕ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺧﺬﺗﻪ ﺍﻟﺮﺣﻀﺎﺀ ﺛﻢ ﺭﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻘﺎﻝ (ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯ) ﻛﻤﺎ ﻭﺻﻒ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻻ ﻳﻘﺎﻝ ﻛﻴﻒَ ﻭﻛَﻴْﻒَ ﻋﻨﻪ ﻣﺮﻓﻮﻉٌ، ﻭﺃﻧﺖ ﺭﺟﻞ ﺳﻮﺀ ﺻﺎﺣﺐ ﺑﺪﻋﺔ ﺃﺧﺮﺟﻮﻩ، ﻗﺎﻝ: ﻓﺄﺧﺮﺝ ﺍﻟﺮﺟﻞ. ﺍﻫـ

Sudah datang riwayat dari Imam Al Baihaqi yang menurut Al Hafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqoaani Asy Syafi’i dalam Fathul Bari Syarakh Ash Shohih Al Bukhari, Tentang perkataan Imam Malik bin Anas Ra dari jalan Abdullah bin Wahb, dia berkata: Kita ada di majlis Imam Malik bin Anas Ra saat datang seorang laki -laki dan berkata: "Wahai Aba Abdillah (Nama Kunyah Imam Malik) Arrahmanu ‘Ala Al Arsyi Istawa, Bagaimana Istiwa’ Allah?"

Lalu Imam Malik menundukkan kepalanya dan menyeka keringatnya karena panas dengan isi pertanyaan. Setelah mengangkat kepala Imam Malik berkata: (Arrahmanu Ala Arsy Istawa) Seperti Allah sudah mensifati sendiri. Sedangkan Kaif bagi Allah itu tidak diketahui. Dan kamu adalah seorang yang su’ Shahibu Bid’ah. Keluarkan dia! Maka laki -laki itu dikeluarkan dari majlis Imam Malik karena bertanya tentang tempat bagi Allah dan itu pertanyaan Ahli Bid’ah karena Allah tidak butuh tempat.

ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻻﺳﺘﻮﺍﺀ ﻓﻘﺎﻝ: ” ﺍﺳﺘﻮﻯ ﻛﻤﺎ ﺃﺧﺒﺮ ﻻ ﻛﻤﺎ ﻳﺨﻄﺮ ﻟﻠﺒﺸﺮ” ﺍﻫـ. ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻓﻲ ” ﺣﻞ ﺍﻟﺮﻣﻮﺯ “اي ﺍﺳﺘﻮﺍﺀ ﻣﻨﺰﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻠﻮﺱ ﻭﺍﻹﺳﺘﻘﺮﺍﺭ الي مكان.

Ditanyakan kepada Imam Ahmad Bin Hanbal Ra tentang Istiwa’ bagi Allah. Maka Imam Ahmad Bin Hanbal menjawab Istiwa sesuai dengan apa yang sudah disampaikan dari kabar Al Qur’an dan tidak seperti apa yang terbersit dalam pikiran atau hati manusia. (Perkataan ini disebutkan oleh Imam Syaikh Sulthanul Ulama Izzuddin Bin Abdissalam Asy Syafi’ie dalam kitab Al Khal Ar Rumuz bahwa Istiwa Bagi Allah Tanzih dan bersih dari unsur duduk dan Istiqrar yang butuh tempat).

فما حكم المجسم. هل كفر أم ﻻ؟؟؟ نعم، المجسم كفر. ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻟﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ” (ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻦ ﺍﻟﻤﻌﻠﻢ ﺍﻟﻘﺮﺷﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻧﺠﻢ ﺍﻟﻤﻬﺘﺪﻱ ﻭﺭﺟﻢ ﺍﻟﻤﻌﺘﺪﻱ، ﺹ 155)

Maka bagaimana hukum mujassim?

Apakah kufur atau tidak? Ya, Hukum mujassim adalah kafir. Imam Asy Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah duduk di atas ‘Arasy, maka ia kafir” (Riwayat Ibn al Mu’allim al Qurasyi dalam kitabnya “Najm al Muhtadi wa Rajm al Mu’tadi” , Hal.155).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺤﺪﻭﺙ ﺻﻔﺔ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺷﻚ ﺃﻭ ﺗﻮﻗﻒ ﻛﻔﺮ” ( ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻮﺻﻴﺔ)

Imam Abu Hanifah Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa salah satu sifat dari sifat- sifat Allah baru, atau ragu atau diam, Maka ia telah kafir” (disebutkan dalam kitabnya al Washiyyah).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ ﻛﻔﺮ” (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺑﺪﺭ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺰﺭﻛﺸﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺗﺸﻨﻴﻒ ﺍﻟﻤﺴﺎﻣﻊ)

Imam Ahmad bin Hambal Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda-benda maka ia telah kafir” (Riwayat al Hafizh Badrud Din az-Zarkasyi dalam Tasyniif al Masaami’).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺑﻦ ﺍﻟﻬﻤﺎﻡ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ: “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ ﻛﻔﺮ” (ﺫﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻘﺪﻳﺮ، ﺑﺎﺏ ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻷﻭﻝ)
Syekh al Kamal bin al Humam al Hanafi Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda- benda maka ia telah kafir” (disebutkan dalam kitabnya Fath al Qadir, bab al Imamah , jilid.1).

ﻗﺎﻝ صاحب المذهب اهل السنة والجماعة ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻷﺷﻌﺮﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: “ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻓﻬﻮ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﺭﻑ ﺑﺮﺑﻪ ﻭﺇﻧﻪ ﻛﺎﻓﺮ ﺑﻪ” (ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻨﻮﺍﺩﺭ)

Pemimpin mazhab Aswaja Al Imam Abu al Hasan al Asy’ariy Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah adalah benda, maka ia tidak mengenal tuhannya dan ia kafir kepada- Nya” (disebutkan dalam kitabnya an-Nawadir).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻧﻈﺎﻡ ﺍﻟﻬﻨﺪﻱ : “ﻭﻳﻜﻔﺮ ﺑﺈﺛﺒﺎﺕ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻟﻠﻪ ” ( ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻬﻨﺪﻳﺔ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)

Syekh Nizham al Hindiy berkata: “Dan kafir orang yang menetapkan tempat bagi Allah” (disebutkan dalam kitabnya al Fatawa al Hindiyyah, jilid 2).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺑﺪﺭﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﺑﻠﺒﺎﻥ ﺍﻟﺪﻣﺸﻘﻲ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ: “ﻓﻤﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻜﺎﻥ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻜﺎﻓﺮ” (ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﻹﻓﺎﺩﺍﺕ، ﺹ 489)

Imam Muhammad bin Badruddin bin Balban ad-Dimasyqiy al Hambaliy berkata: “Orang yang meyakini atau berkata bahwa Allah dengan Dzat-Nya berada di setiap tempat atau di tempat tertentu, maka ia kafir” (disebutkan dalam kitabnya Mukhtashar al Ifaadaat, hal. 489).

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻳﻀﺎ: “ﻭﻻ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻻ ﻳﺸﻴﻬﻪ ﺷﻰﺀ، ﻓﻤﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﺑﺸﻰﺀ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ ﻛﻤﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪﻩ ﺟﺴﻤﺎ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ” (ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﻹﻓﺎﺩﺍﺕ، ﺹ 490).

Ia juga berkata: “Allah tidak menyerupai sesuatupun dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya, maka orang yang menyerupakan Allah dengan sesuatu dari makhluk-Nya maka ia telah kafir seperti halnya orang yang meyakini bahwa Allah adalah benda, atau juga mengatakan bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda-benda” (disebutkan dalam kitabnya Mukhtashar al Ifaadaat, hal. 490).

ﻧﻘﻞ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ محي الدين ابو زكريا بن شرف ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ الشافعي ﻋﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ” ﺃﻥ ﻣﻦ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻻﺗﺼﺎﻝ ﻭﺍﻻﻧﻔﺼﺎﻝ ﻛﺎﻥ ﻛﺎﻓﺮﺍ ” (ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻟﻌﺎﺷﺮ، ﺹ 15).

Al Hafizh Muhyiddin Abu Zakaria bin Syaraf an-Nawawi Asy Syafi’iy menukil dari Imam al Mutawalli asy-Syafi’iy: “Sesungguhnya orang yang menyifati Allah dengan menempel (ittishal) atau terpisah (infishal) adalah orang kafir” (disebutkan dalam kitab Raudlatul ath-Thalibin, jilid 10, hal. 15).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻣﺤﻤﺪ ﺧﻄﺎﺏ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ : ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺟﻤﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ ﺇﻥ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺟﻬﺔ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ” (ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺇﺗﺤﺎﻑ ﺍﻟﻜﺎﺋﻨﺎﺕ).

Syekh Mahmud Muhammad Khaththab as-Subkiy berkata: “Banyak ulama salaf dan khalaf menegaskan bahwa orang yang meyakini Allah berada di suatu arah, maka ia kafir” (disebutkan dalam kitabnya Ithaf al Ka-inaat).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻔﺴﺮ فخر الدين ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ: “إﻥ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻟﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺃﻭ ﻛﺎﺋﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻴﻪ ﺗﺸﺒﻴﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﻭﻫﻮ ﻛﻔﺮ”.

Al Mufassir Fahruddin ar-Razi berkata: “Sesungguhnya keyakinan bahwa Allah duduk di atas ‘Arasy atau ia berada di langit, adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan keyakinan tersebut adalah kufur”.

ﻗﺎﻝ ﺷﻴﺦ ﺍﻷﺯﻫﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺳﻠﻴﻢ ﺍﻟﺒﺸﺮﻱ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻲ: “ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﻣﻤﺎﺱ ﻟﻠﺴﻄﺢ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻜﺮﺍﻣﻴﺔ ﻭﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﻫﺆﻻﺀ ﻻ ﻧﺰﺍﻉ ﻓﻲ ﻛﻔﺮﻫﻢ” ( ﻧﻘﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺳﻼﻣﺔ ﺍﻟﻘﻀﺎﻋﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ “ﻓﺮﻗﺎﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ” ، ﺹ 100).

Syekh Salim al Bisyri al Maliky –guru besar Universitas al Azhar Mesir berkata: “Orang yang berkeyakinan bahwa Allah adalah benda atau Ia menyentuh bagian atas ‘Arasy –dan ini adalah keyakinan kelompok al Karramiyyah juga orang-orang yahudi- mereka ini tidak diragukan kekufurannya” (dinukil oleh Syekh Salamah al Qudla’i dalam Furqan al Qur’an, hal. 100).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ” ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﻛﺎﻓﺮ” (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻷﺷﺒﺎﻩ ﻭﺍﻟﻨﻈﺎﺋﺮ، ﺹ 488).

Imamuna Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini Allah adalah benda (al Mujassim) adalah kafir” (Riwayat al Hafizh as-Suyuthi dalam kitabnya al Asybah wa an-Nazhair, hal. 488).

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺣﻤﺪﺍﻥ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ [ 695 ﻫـ] ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻧﻬﺎﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺋﻴﻦ ﻓﻲ ﺃﺻﻮﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ: ” ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﻮﻫﺮ ﻭﻻ ﻋﺮَﺽ ﻭﻻ ﺟﺴﻢ ﻭﻻ ﺗـﺤﻠﻪ ﺍﻟﺤﻮﺍﺩﺙ ﻭﻻ ﻳـﺤﻞ ﻓﻲ ﺣﺎﺩﺙ ﻭﻻ ﻳﻨﺤﺼﺮ ﻓﻴﻪ .” ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ “: ﻫﻮ ﺍﻟﻐﻨﻲ ﻋﻦ ﻛﻞ ﺷﻰﺀ، ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻐﻨﻲ ﻋﻨﻪ ﺷﻰﺀ، ﻭﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻻ ﻳﺸﺒﻬﻪ ﺷﻰﺀ، ﻭﻣﻦ ﺷﺒَّﻬﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ، ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻦ ﺟﺴَّﻢ، ﺃﻭ ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﺎﻷﺟﺴﺎﻡ، ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ .” ﺍﻫـ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻜﺎﻥ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻜﺎﻓﺮ.” ﺍﻫـ

Berkata Ibnu Hamdan Al Hambaliy Ra (Wafat 695 H) dalam kitabnya ‘Nihayah Al Mubtadi’in Fii Ushul Ad Diin ‘Allah bukanlah Jauhar, Bukan Sesuatu benda, Bukan Jism tubuh, Tidak bisa meliputinya sesuatu apapun perkara yang baru, Tidak terliputi perkara baru, dan tidak mencakup didalamnya. Beliau berkata: Dia tidak butuh terhadap apapun tapi apapun itu butuh terhadap -Nya. Dia tidak serupa dengan sesuatu dan sesuatu apapun tidak ada yang serupa denganNya. Barangsiapa yang menyerupakanNya dengan makhlukNya dia Kafir. Inilah Nash dari Imam Ahmad Bin Hanbal.

Begitu juga kafir orang menjismkan Allah seperti tubuh. Begitu pula kafir orang yang menganggap Allah Jisim tapi tidak seperti Jism Jism yang lain. Sebagaimana riwayat perkataan Imam Ahmad Bin Hanbal dari Al Qhadhi. Kemudian beliau berkata: “Barangsiapa yang mengatakan Allah dalam Dzat-Nya ada di manapun tempat atau disuatu tempat maka dia kafir. (Selesai perkataan Imam Ibnu Hamdan Al Hambaliy).

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻹﺳﺘﻮﺍﺀ ﻓﻲ ﻟﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺏ ؟؟؟ ﺍﻹﺳﺘﻮﺍﺀ ﻟﻬﺎ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ١٥ ﻣﻌﻨﻰ ﻓﻬﻲ ﺗﺄﺗﻲ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﻗﻬﺮ ﻭﺑﻤﻌﻨﻰ استعلى وبمعني نضج وبمعنى استقام وبمعنى تم وبمعنى استقر ﻭﺑﻤﻌﻨﻰ ﺣﻔﻆ ﻭ ﺍﺑﻘﻰ و قصد وﺃقبل وتماثل وتساوى واعتدل وتمكن وتملك وغير ذلك . ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ استقر فوق ﺑﺎﻟﻘﻌﻮﺩ ﻭﺍﻟﺠﻠﻮﺱ فقط. ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻗﺎﺳﻮﺍ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺨﺎﻟﻖ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻕ.

Sebenarnya apa makna استوى ?

Makna استو bahasa arab ada lebih dari 15 makna. Ada yang bermakna قهر ada makna استقام ada makna تم ada makna استعلى ada makna نضج ada makna استقر ada makna حفظ ada makna , ابقى, قصد ,ﺃقبل, تماثل, تساوى ، تملك ،اعتدل, تمكن dan yang lain. Namun sekte wahhabiyyah mujassimah hanya memaknai استوى dengan بالفوق استقر dengan makna duduk. Mereka menyamakan sifat Allah yang kholik dengan sifat makhluknya. Wal’iyadzubillah!

ﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﺀﺍﻳﺎﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﺳﺘﻮﻯ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﻳﻮﺟﺪ كثير كما في ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺫﻭ ﻣﺮﺓ ﻓﺎﺳﺘﻮﻯ .. ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻠﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﺍﺷﺪﻩ ﻭﺍﺳﺘﻮﻯ.. وقوله تعالى ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪ.

Apakah ditemukan ayat yang lain dengan lafadz استوى ?

Yang ditemukan banyak, Seperti firman Allah ﺫﻭ ﻣﺮﺓ ﻓﺎﺳﺘﻮﻯ firman yang lain ﻓﻠﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﺍﺷﺪﻩ ﻭﺍﺳﺘوى، dan juga firman Allah ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪ. ِﻓﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﺕ؟ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ … ﻋﻠﻰ : ﺃﻱ ﻓﻮﻕ ؟؟؟ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺳﺨﻒ ﻋﻘﻮﻟﻬﻢ ﻭﺳﻮﺀ ﻓﻬﻤﻬﻢ ﻭﺣﺒﻬﻢ ﻟﻠﺘﺠﺴيم. وﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻠﻴﺘﻮﻛﻞ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ. ﻫﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ ﻓﻮﻕ ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ.

Lalu apa yang dikatakan Wahhabiyah dengan ayat الرحمن على العرش استوى adalah bermakna Allah ada di atas? Atas Mana?

Inilah kelemahan akal mereka, dan keburukan kefahaman mereka serta kecintaan mereka terhadap Tajsim. Sekarang apa yang akan mereka katakan dengan ayat ‘ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻠﻴﺘﻮﻛﻞ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ ‘ ? Apakah diartikan orang -orang yang bertawakkal ada diatas Allah? Wal’iyadzubillah.

ﺧﺴﺌﻮﺍ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﻛﺬﺑﻮﺍ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺑﺎﻟﺠﺎﺭﺣﺔ ؟؟؟ ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻻ ﺗﻨﻜﺮ ﺍﻧﻬﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺗﻨﺴﺐ ﺍﻟﺠﺎﺭﺣﺔ ﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭ ﺟﻞ ﻭﺗﻨﺰﻩ ﻋﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻮﻥ ﻋﻠﻮﺍ ﻛﺒﻴﺮﺍ ﺃﻧﻈﺮ ﺍﻟﻰ ﻛﺘﺒﻬﻢ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺷﻜﻞ ﺍﻟﻠﻪ … ﻭﺃﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ … ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺎﺕ.

Wahhabiyah semakin jauh dari kebenaran dan melakukan kebohongan serta ucapan mereka yang sangat penuh dengan cacat dengan menisbatkan anggota tubuh untuk Allah?

Ya, Mereka tidak mengingkari bahwa Allah Azza Wa Jalla mempunyai anggota tubuh (Maha Suci Allah dari apa saja yang mereka sifatkan). Lihatlah kitab -kitab karangan mereka yang diberi nama dan judul bagaimana bentuk Allah? Di mana Allah? Sungguh sangat buruk cara menisbatkan nama kitab -kitab mereka terhadap Allah.

ﻭﻣﻦ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎﺋﻬﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻬﺬﺍ ؟؟؟ ﻗﺪﻳﻤﺎ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﺍﻟﺤﺮﺍﻧﻲ ﻭﻣﻦ ﺛﻢ ﺍﻟﻀﺎﻝ ﺍﻟﻤﻀﻞ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﻭﻻ ﻳﻐﺐ ﻋﻨﻚ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺎﻝ : ﻟﻠﻪ ﻋﻴﻨﺎﻥ ﺣﻘﻴﻘﻴﺘﺎﻥ … ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺭﺍﺕ ﻭﺍﻹﻋﺘﻘﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﻜﻔﺮﻳﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﺤﺮﻣﻮﻥ ﺍﻹﺳﺘﻌﺎﻧﺔ. والمهم فوق المهم كلهم الثلاثة ليسوا من السلف.

Siapakah ulama -ulama mereka yang berkata seperti ini?

Yang pada awalnya dulu mengatakannya adalah Ibnu Taimiyyah Al Harrani dari dialah Muhammad Bin Abdul Wahhab sesat menyimpang mengambil sumber pedoman dan pendapat. Dan jangan kalian lupakan apa yang dikatakan Al Mujassim Ibnu Utsaimin yang berkata: Allah mempunyai dua mata secara hakiki. Dan berbagai pendapat dan perkataan yang mengandung keyakinan kufur. Wahhabiyah dihalangi dari mendapatkan pertolongan Allah dan yang paling penting lagi adalah ketiga orang ini bukan orang Salaf.

(Penyusun: Muhammad Lutfi Rochman Pengasuh Pondok Pesantren Al Anshory Tulusrejo, Grabag Purworejo Jawa Tengah)
.




begituu

Sabtu, 20 Desember 2025

Apakah Semua Bid'ah Sesat dan Masuk Neraka?

Bid’ah merupakan istilah dalam Islam yang merujuk kepada inovasi atau penambahan sesuatu yang baru dalam agama yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. 

Secara umum, bid'ah dianggap sebagai sesuatu yang tidak diinginkan dalam Islam, karena bisa menyebabkan penyimpangan dari ajaran asli agama Islam. 

Akan tetapi dalam perjalanan Islam, tidak semua bid’ah digolongangkan sesat. Ada beberapa yang dikategorikan sebagai bid’ah yang baik, seperti pembukuan Al-Qur’an dan Hadits, diadakannya shalat tarawih berjamaah dan sebagainya. 

Selain itu juga kita harus menguasai ajaran Nabi saw secara menyeluruh. Bisa dilihat dari berbagai literasi tentang sunnah-sunnah Nabi dengan segala amaliahnya. Karena ada beberapa orang yang sering salah kaprah menuduh amaliah saudara Muslim lainnya sebagai ajaran bid’ah yang menyimpang, padahal ada sumber dan dalilnya.  

Mengutip tulisan dari KH Ma’ruf Khozin yang ditulis di media sosialnya, bahwa ada empat tema yang digolongkan sebagai bahan tuduhan bid’ah. Jika kita menguasai dalilnya dan sejarah para ulama Salaf maka kita bisa mematahkan klaim yang keliru tersebut. 

1. Hadits Dhaif Baca Juga Dzikir-Doa Bersama Setelah Shalat, Apakah Bid'ah? Soal talqin, membaca yasin, membaca Al-Qur’an di makam dan sebagainya selalu dituduh bid’ah karena dianggap hadisnya dhaif. Sesungguhnya cukup dijawab bahwa ulama salaf yang ahli di bidang Hadits pun juga mengamalkan Hadits dhaif.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Qaul Musaddad:

 وقد ثبت عن الإمام أحمد وغيره من الأئمة أنهم قالوا إذا روينا في الحلال والحرام شددنا وإذا روينا في الفضائل ونحوها تساهلنا 

Artinya: Telah tetap dari Imam Ahmad dan imam yang lain, bila kami meriwayatkan dari Nabi tentang hukum halal dan haram, maka kami sangat selektif dalam hal sanad. Jika kami meriwayatkan keutamaan amal dan selain hukum, maka kami tidak selektif (Al-Hafidz Ibnu Hajar, Qaul Musaddad, 1/11). Musnad Ahmad memuat sekitar 6000 dhaif dari 27.688 sebagaimana ditakhrij oleh Syekh Syuaib Arnauth. 

Adab Al Mufrad karya Imam Bukhari mengoleksi hadits dhaif sebanyak 215, seperti ditakhrij oleh Syekh Albani. Demikian pula Muwatha’ Imam Malik dengan 333 riwayat dhaif. Jika mengaku pengikut salaf padahal ulama salaf menerima hadits dhaif, lalu ulama salaf mana yang mereka ikuti? 

2. Dalil Qiyas Dalam fiqih Syafi’i 

Ada metode qiyas sebagai salah satu sumber hukum setelah Al-Qur'an, Hadits dan Ijmak. Jika kita ditanya mana dalil keabsahan qiyas? Maka jawabannya terdapat dalam firman Allah swt:

 قَوْلُهُ : { أَطِيْعُواْ اللهَ وَأَطِيْعُواْ الرَّسُوْلَ } يَدُلُّ عَلَى وُجُوْبِ مُتَابَعَةِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ . قَوْلُهُ : { وَأُوْلِى الْأمْرِ مِنْكُمْ } يَدُلُّ عِنْدَنَا عَلَى أَنَّ إِجْمَاعَ الْأُمَّةِ حُجَّةٌ ... قَوْلُهُ : { فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ } يَدُلُّ عِنْدَنَا عَلَى أَنَّ الْقِيَاسَ حُجَّةٌ 

Artinya: Firman Allah (ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul) menunjukkan kewajiban mengikuti Al-Quran dan Hadits. Firman Allah (dan ulil amri) menunjukkan bagi kita bahwa ijma’ umat Islam adalah sebuah hujjah. Dan firman Allah (jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu...) menunjuk-kan bagi kita bahwa qiyas adalah sebuah hujjah (Tafsir Al-Kabir 5/248-251). 

Dari hasil ijtihad para ulama, bahwa qiyas ini sangat banyak sekali, mulai mengeraskan niat shalat yang diqiyaskan saat Nabi mengeraskan bacaan niat haji.

Hal ini tercantum dalam sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari:

 قَالَ أَنَسٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَبَّيْكَ بِعُمْرَةٍ وَحَجٍّ (رواه مسلم 2195) 

Artinya: Anas berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda (dalam niat Haji dan umrah): "Saya penuhi panggilan-Mu dengan Umrah dan Haji" (HR Muslim, nomor 2195). 

Salah satu imam mazhab empat, Imam Syafi'i pun mengeraskan bacaan niat sebelum salat. Hal tersebut terdapat dalam Al-Mu’jam-nya Ibnu Al-Muqri:

 أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ ، ثَنَا الرَّبِيْعُ قَالَ كَانَ الشَّافِعِي إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ : بِسْمِ اللهِ مُوَجِّهًا لِبَيْتِ اللهِ مُؤَدِّيًا لِفَرْضِ اللهِ عَزَّ وَجَل َّاللهُ أَكْبَرُ 

Artinya: Mengabarkan kepadaku Ibnu Khuzaimah, mengabarkan kepadaku Ar-Rabi’, ia berkata, Imam Syafi’i ketika akan masuk dalam shalat beliau mengucapkan “Bismillah Aku menghadap ke Baitullah, menunaikkan kewajiban kepada Allah, Allahu Akbar (Ibnu Al-Muqri, Al-Mu’jam: 317). 

3. Keabsahan Tradisi dalam Agama 

Bagi yang pernah belajar ilmu ushul fiqih dan kaidah fiqih, maka akan mengerti bahwa tradisi dapat diterima untuk diamalkan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Di antaranya adalah yang dijelaskan oleh Syekh Khatib Asy-Syirbini dalam Mughni al-Muhtaj:

 وَحَكَى الْمُصَنِّفُ فِي شَرْحِ مُسْلِمٍ وَالْأَذْكَارِ وَجْهًا أَنَّ ثَوَابَ الْقِرَاءَةِ يَصِلُ إلَى الْمَيِّتِ كَمَذْهَبِ الْأَئِمَّةِ الثَّلَاثَةِ ، وَاخْتَارَهُ جَمَاعَةٌ مِنْ الْأَصْحَابِ مِنْهُمْ ابْنُ الصَّلَاحِ ، وَالْمُحِبُّ الطَّبَرِيُّ ، وَابْنُ أَبِي الدَّمِ ، وَصَاحِبُ الذَّخَائِرِ ، وَابْنُ أَبِي عَصْرُونٍ ، وَعَلَيْهِ عَمَلُ النَّاسِ ، وَمَا رَآهُ الْمُسْلِمُونَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ حَسَنٌ 

Artinya: Al-Nawawi menyebutkan suatu pendapat Syafiiyah dalam Syarah Muslim dan Adzkar bahwa pahala bacaan al-Qur’an bisa sampai kepada mayit, seperti tiga mazhab yang lain. Pendapat ini dipilih oleh ulama Syafiiyah diantaranya Ibnu Shalah, Muhib al-Thabari, Ibnu Abi ad-Dam, pengarang al-Dzakhair, Ibnu Abi Ashrun. Inilah yang diamalkan umat Islam. Apa yang dilihat baik oleh umat Islam, maka baik pula bagi Allah (Mughni al-Muhtaj 11/220). 

Di bagian ini kita sering distigma dengan kalangan Tradisionalis Aswaja, atau sering disingkat Asli Warisan Jawa, dan lainnya. Sekali lagi, tradisi bisa diterima asalkan tidak ada unsur keharaman di dalamnya. Apakah semua bentuk kesamaan tradisi dengan agama lain tidak boleh dilakukan dalam Islam? 

Tidak demikian cara memahami dalil tasyabuh, tetapi harus ada kriterianya seperti yang disampaikan oleh Ibnu Najim dari Mazhab Hanafi:

 ثُمَّ اعْلَمْ أَنَّ التَّشْبِيهَ بِأَهْلِ الْكِتَابِ لَا يُكْرَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ وَإِنَّا نَأْكُلُ وَنَشْرَبُ كَمَا يَفْعَلُونَ إنَّمَا الْحَرَامُ هُوَ التَّشَبُّهُ فِيمَا كَانَ مَذْمُومًا وَفِيمَا يُقْصَدُ بِهِ التَّشْبِيهُ كَذَا ذَكَرَهُ قَاضِي خَانْ فِي شَرْحِ الْجَامِعِ الصَّغِيرِ فَعَلَى هَذَا لَوْ لَمْ يَقْصِدْ التَّشَبُّهَ لَا يُكْرَهُ عِنْدَهُمَا 

Artinya: Tasyabbuh (serupa) dengan Ahli Kitab tidak makruh dalam segala hal. Kita makan dan minum. Mereka juga sama. Haram tasyabbuh jika (1) tercela (2) sengaja tasyabbuh. Jika tidak sengaja maka tidak makruh (Al-Bahr al-Raiq, 4/74). 

4. Ibadah Mahdhah​​​​​​​

Di poin keempat inilah yang paling banyak mendapat tuduhan bid’ah. Semua ibadah dianggap sama sehingga setiap ada ijtihad di dalam agama dituduh bid’ah. Bagi fiqih Syafi’i khususnya, ada ibadah mahdhah yang secara tuntunan dan pengamalan sudah final dari Nabi, sehingga tidak ada peluang ijtihad karena dalilnya sudah jelas dan gamblang, misalnya jumlah rakaat salat. 

Tidak ada cerita bahwa umat Islam, terkhusus pengikut ulama Aswaja menambah rakaat shalat Subuh menjadi 5 rakaat, jumatan jadi 10 rakaat dan lainnya. Selain ibadah mahdlah, ada juga ibadah ghairu mahdhah, yakni ibadah yang dalil umumnya ada tetapi teknis pelaksanaannya terjadi beda pendapat di kalangan ulama, misalnya jumlah rakaat Tarawih. Mayoritas mengatakan 20 rakaat, ada yang mengatakan 8 rakaat, bahkan ada yang lebih banyak, seperti dalam mazhab Maliki. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Bidayat al-Mujtahid:

 وَذَكَرَ ابْنُ الْقَاسِمِ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ كَانَ يَسْتَحْسِنُ سِتًّا وَثَلَاثِيْنَ رَكْعَةً وَالْوِتْرُ ثَلَاثٌ … وَذَكَرَ ابْنُ الْقَاسِمِ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ اْلأَمْرُ الْقَدِيْمُ : يَعْنِي الْقِيَامَ بِسِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ رَكْعَةً 

Artinya: Ibnu Qasim menyebutkan dari Imam Malik bahwa beliau menilai baik (salat Tarawih) 36 rakaat dan witir 3 rakaat… Ibnu Qasim menyebutkan dari Imam Malik bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang dahulu, yakni Tarawih 36 rakaat (Bidayat al-Mujtahid, 1/312). 

Contoh lain dari hal serupa, adalah anjuran melakukan shalat sunnah sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan. Maka Imam Ahmad selaku ulama salaf, pernah salat 300 rakaat setiap hari padahal tidak ada contoh dari Nabi saw:

 قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ كَانَ أَبِي يُصَلِّي فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثَلاَثَ مِئَةِ رَكْعَةٍ Artinya: Abdullah bin Ahmad berkata: Bapak saya (Ahmad bin Hanbal) melakukan salat dalam sehari semalam sebanyak 300 rakaat (Mukhtashar Tarikh Dimasyqa, Ibnu Rajab al-Hanbali, 1/399).

Demikian pula Imam Bukhari, beliau menentukan sendiri waktu shalat istikharah padahal tidak ada ketentuan dari Nabi, yaitu saat menulis kitab Sahihnya:

 قَالَ الْفَرْبَرِي قَالَ لِي الْبُخَارِي: مَا وَضَعْتُ فِي كِتَابِي الصَّحِيْحِ حَدِيْثاً إِلاَّ اغْتَسَلْتُ قَبْلَ ذَلِكَ وَصَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ 

Artinya: Al-Farbari berkata bahwa Al-Bukhari berkata, saya tidak meletakkan satu Hadits pun dalam kitab sahih saya, kecuali saya mandi terlebih dahulu dan saya salat 2 rakaat (Siyar A’lam an-Nubala’, 12/402). 

Pada ranah ini juga, pendapat Mufti Saudi membenarkan amalan Tarawih di Makkah padahal tidak dilakukan oleh Nabi saw:

 هذا عمل حسن فيقرأ الإمام كل ليلة جزءا أو أقل ... وهكذا دعاء الختم فعله الكثير من السلف الصالح ، وثبت عن أنس - رضي الله عنه - خادم النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه فعله ، وفي ذلك خير كثير والمشروع للجماعة أن يؤمنوا على دعاء الإمام رجاء أن يتقبل الله منهم 

Artinya: Khataman Al-Qur’an saat shalat Tarawih ini adalah amal yang bagus. Juga membaca doa khatam sudah diamalkan oleh banyak ulama salaf, Anas bin Malik. Bagi makmum dianjurkan membaca amin (Majmu’ Fatawa Bin Baz 11/388). Demikianlah beberapa amalan umat Islam, khususnya kalangan Ahlussunnah wal Jamaah yang masih dilakukan hingga saat ini, akan tetapi kadang amalan ini sering dianggap bid’ah dan tidak mendasar dari sesama saudara semuslim yang juga berbeda pendapat.​​​​​​​

Maka diharapkan kita sebagai umat Islam harus benar-benar mempelaari ilmu dalam agama Islam secara menyeluruh (komprehensif) dan mendetail. Jangan sampai mempelajarinnya hanya sepotong-sepotong, karena dikhawatirkan akan merasa benar sendiri. (Yudi Prayoga/lampung.nu.or.id)


Jumat, 12 Desember 2025

Tasawuf di Era Modern: Relevansi dan Transformasi

Tasawuf (sufisme) sebagai dimensi spiritual Islam terus berkembang di era modern dengan tantangan, adaptasi, dan bentuk baru yang relevan dengan konteks zaman.

Berikut adalah tinjauan mendalam tentang dinamika tasawuf modern:

1. Tantangan Modernitas terhadap Tasawuf

· Materialisme dan Konsumerisme: Budaya materialistik mengalihkan perhatian dari kehidupan batin.
· Individualisme Ekstrem: Mengurangi ikatan komunal yang penting dalam tradisi tarekat.
· Skeptisisme terhadap Otoritas: Kritik terhadap hierarki spiritual dan potensi penyalahgunaan.
· Gaya Hidup Serba Cepat: Kontras dengan praktik kontemplatif dan kesabaran sufistik.

2. Transformasi dan Adaptasi Tasawuf Modern

A. Pendekatan yang Terbuka dan Inklusif:

· Penekanan pada esensi spiritual universal yang bisa diakses semua kalangan.
· Dialog dengan psikologi modern, neurosains, dan filsafat.

B. Sufisme tanpa Tarekat (Non-Tariqa Sufism):

· Banyak pencari spiritual mengikuti ajaran sufi tanpa ikatan formal pada tarekat tertentu.
· Sumber belajar dari buku, ceramah online, atau kelompok studi independen.

C. Digitalisasi dan Sufisme:

· Konten Online: Ceramah, kursus, dan musik spiritual (sama') tersedia di platform digital.
· Komunitas Virtual: Grup meditasi, zikir, atau kajian tasawuf melalui Zoom/sosial media.
· Aplikasi Spiritual: Panduan zikir, doa, dan kontemplasi.

D. Sufisme dan Gerakan Sosial:

· Sufisme Aktif: Mengintegrasikan spiritualitas dengan aktivisme sosial, lingkungan, dan perdamaian.
· Contoh: Pesantren modern yang menggabungkan tasawuf dengan pendidikan karakter dan pemberdayaan masyarakat.

E. Psikologi dan Kesehatan Mental:

· Konsep sufistik seperti muhasabah (introspeksi), sabar, syukur, dan ikhlas diadopsi dalam psikoterapi dan mindfulness.
· Praktik meditasi sufi (muraqabah) digunakan untuk mengurangi stres dan kecemasan.

3. Tokoh dan Gerakan Sufisme Modern:

· Hamza Yusuf: Menggabungkan tradisi sufi dengan wacana kontemporer.
· Syekh Nazim al-Haqqani: Menyebarkan ajaran Naqsyabandiyah secara global dengan pendekatan adaptif.
· Haeri (The Milleminum Sufi): Pendekatan sufisme yang minimalist dan rasional.
· Pusat Studi Sufi: Seperti The Threshold Society (AS) atau Institut Studi Tasawuf Modern di berbagai universitas.

4. Kritik dan Kontroversi

· Sufisme "Instan": Komodifikasi spiritualitas menjadi produk self-development.
· Dilema Otoritas: Banyak guru "self-proclaimed" tanpa sanad keilmuan yang jelas.
· Politik Identitas: Sufisme dijadikan alat untuk melawan ekstremisme, terkadang didukung pemerintah dengan motif politik.

5. Relevansi Tasawuf di Era Modern

· Jawaban atas Krisis Makna: Tasawuf menawarkan kedalaman spiritual di tengah kehidupan yang dangkal.
· Moderasi dan Toleransi: Ajaran cinta (mahabbah) dan perdamaian sufisme menjadi penyeimbang narasi keagamaan yang keras.
· Ekologi Spiritual: Konsep khalifah dan penghormatan terhadap alam selaras dengan gerakan lingkungan.
· Etika Global: Tasawuf menawarkan etika universal berbasis kasih sayang (rahmah).
---
6. Masa Depan Tasawuf

· Akan terus berkembang dalam bentuk hibrid (tradisi-digital).
· Lebih banyak terlibat dengan isu kesehatan mental, ekologi, dan dialog antaragama.
· Tantangan untuk menjaga autentisitas tanpa menjadi eksklusif.

Kesimpulan:

Tasawuf di era modern bukanlah fenomena usang, melainkan tradisi yang hidup dan beradaptasi. Ia menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk mentransformasikan spiritualitas Islam menjadi kekuatan yang relevan bagi manusia modern yang haus makna, di tengah dunia yang semakin kompleks dan terfragmentasi. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara keteguhan pada esensi (tauhid, akhlak, dan cinta Ilahi) dengan fleksibilitas dalam metode dan ekspresi. (deepseek/1225)

Selasa, 09 Desember 2025

WAHABI SALAFI BUKAN BAGIAN DARI AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

Muktamar Ulama AhlusSunnah Wal Jamaah sedunia yang digelar di Chechnya (2019), menolak dan mengeluarkan sekte Wahabi Salafi bentukan Saudi Arabia dari AhlusSunnah Wal Jamaah. Kenapa ini terjadi?

Muktamar akbar itu dihadiri ulama-ulama besar AhlusSunnah diantaranya, Syaikh al-Azhar, DR. Ahmad Thayyib, Ulama Yaman Habib Umar Bin Hafidz, Mufti Mesir Syaikh Syauqi Alam, Habib Ali Al Jufri, Syaikh Usamah al-Azhari, Mantan Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumah dan lebih dari 200 ulama AhlusSunnah sedunia.

Salah satu kutipan dari 11 rekomendasi yang dikeluarkan muktamar menyebutkan bahwa muslim AhlusSunnah adalah mazhab Asyairah dan Maturidiyyah dan mengeluarkan sekte Wahabi dari kelompok Islam Sunni.

Shaikh al-Azhar menyebut kelompok Takfiri Wahabi telah menyebarkan berbagai penyakit dan cacat moral serta kebebasan yang kacau dalam menguasai Timur Tengah. “Kelompok-kelompok Takfiri melakukan tindakan tercela yang tidak ada kaitannya dengan AhlusSunnah Wal Jamaah,” tandasnya.

Wahabi menisbatkan dirinya kepada sunnah untuk menyebarkan kedengkian dan kebencian. Dalam pandangan Seikh, ucapan pengafiran Wahabi menjadi sebab utama pertumpahan darah dan saling bunuh antar sesama kaum muslim dengan dalih berjihad melawan orang-orang kafir.
Sejarah Turki Utsmani Hancurkan Wahabi Ibn Sa’ud

Kekhalifahan Islam Turki Utsmani berhasil menumbangkan pasukan Muhammad ibn Sa’ud tahun 1815. Akibat Kekalahan itu, Ibn Sa’ud dan sejumlah anggota keluarganya ditawan di kota Kairo, kemudian dipindahkan ke Konstantinopel, Turki. Muhammad ibn Sa’ud didakwa sebagai dalang pemberontakan dan pembunuhan ribuan muslim Ahlussunnah Wal Jama’ah di jazirah Arab. Kekejaman Ibn Sa’ud dalam menebarkan mazhab Wahabi Salafi telah memusnahkan ribuan nyawa kaum muslim.

Tahun 1902 cucu Muhammad ibn Sa’ud yaitu Abdul Aziz bin Abdurrahman ibn Sa’ud berusaha untuk mengembalikan kejayaan Wahabi Salafi Klan Sa’ud. Klan As-Sabah di Kuwait ikut mendukung Klan Sa’ud dan Inggris ikut terlibat.

Wakil kerajaan Inggris Percy Cox membuat traktat dengan Klan Sa’ud melalui pemimpin Wahabi tanggal 13 Juni 1913. Dalam Isi perjanjian yang terdokumentasi itu, seorang pemimpin Wahabi mengatakan, “Dan dengan melihat perasaan cintaku kepada kalian, aku sangat berharap hubunganku dengan kalian seperti hubungan-hubungan yang telah lama terjalin antara kalian dengan para leluhurku, sebagaimana aku sangat berharap hubungan itu tetap terjalin (baik) antara aku dengan kalian”.

Dalam Muktamar di Al-Aqir tahun 1927 M atau 1341 H di distrik Ahsaa ditandatangani perjanjian resmi antara Wahabi dan Pemerintah Inggris. Dalam perjanjian itu, pimpinan Wahabi mengatakan, “Aku berikrar dan mengakui 1000 kali kepada Sir Percy Cox wakil Britania Raya, tidak ada halangan bagiku (sama sekali) untuk memberikan Palestina kepada Yahudi atau yang lainnya sesuai dengan keinginan Inggris, yang mana aku tidak akan keluar dari keinginan Inggris sampai hari kiamat“. Pada tahun 1953 Muhammad Ibnu Sa’ud mati dan digantikan Raja Sa’ud dan berlanjut ke Raja Faisal.
Wahabi dan Israel

Pada Juni Tahun 1967, Israel melakukan perang terbuka dengan sebagian negara-negara Timur Tengah dan mendapat dukungan Amerika dan Eropa Barat. Ketika perang berkobar, para pemimpin Wahabi menyampaikan pidato, “Wahai saudara-saudaraku, aku baru saja datang dari saudara-saudara kalian di Amerika, Britania, dan Eropa. Kalian mencintai mereka, dan mereka pun mencintai kalian“.
- Advertisement -


Tahun 1969, koran Washington Post mewawancarai salah satu pimpinan Wahabi. Mereka mengakui memiliki kedekatan khusus dengan Zionis Israel, “Sesungguhnya kami dengan bangsa Yahudi adalah sepupu. Kami tidak akan rela melemparkan mereka ke laut sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, melainkan kami ingin hidup bersama mereka dengan penuh kedamaian“.

Pakar sejarah Wahabiyah telah menemukan bukti bahwa untuk memurnikan tauhid Wahabi, diciptakanlah jargon-jargon dan dipropagandakan kepada kaum muslim atas perintah Kerajaan Inggris. Jargon yang dibuat bersifat indoktrinasi yaitu muslim Ahlussunnah Wal Jama’ah harus dipaksa menjadi boneka-boneka perang mereka dan dipaksa untuk menerima paham Wahabi.

Untuk mendukung misi tauhid Wahabi ini, Inggris dan beberapa negara Eropa Yahudi mengirimkan berbagai keperluan operasional, logistik, tentara bayaran dan instruktur-instruktur tentara militer untuk mendukung gerakan Wahabi yang dimotori Muhammad Ibnu Sa’ud dan Muhammad ibnu Abdil Wahhab untuk melakukan pemberontakan terhadap kekhalifahan Turki Ottoman yang sah. Tujuan mereka ialah untuk mengadu domba umat muslim dengan menebarkan mazhab Wahabi yang menurut mereka paling benar.

Selain itu, mereka juga berniat mendirikan Haikal Sulaiman di tanah al-Haramain. Namun, gerakan mereka tertangkap basah oleh kekhalifahan Turki Ottoman. Tetapi, mereka yang tertangkap membantah bila dituduh ingin merebut kekhalifahan Turki Ottoman dan menerbarkan mazhab Wahabi salafi.

Bantahan mereka disertai dengan penyebaran fitnah keji terhadap kekhalifahan Turki Ottoman. Mereka mengatakan, “Kami memberontak karena kekhalifahan Turki Ottoman korup, banyak kemaksiatan yang terjadi, negara sudah tidak stabil”. Banyak ucapan fitnah lainnya yang mereka buat untuk menghalalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan melanggar kewajiban yang diperintahkan Allah SWT.
Waspadai Pesantren Wahabi

Para orang tua yang menginginkan anaknya belajar agama Islam di pesantren harus waspada dan hati-hati karena sekitar 33 pondok pesantren diduga kuat telah tercemar mazhab Wahabi Salafi. Seperti dikutip dari media online muslimoderat.net (03/7/2017) sejumlah pondok pesantren Wahabi Salafi itu telah menyebar ke seluruh Indonesia.

Untuk menarik minat peserta didik, mereka mengiming-imingi beasiswa khusus, gratis biaya pembelajaran selama beberapa tahun atau tawaran lainnya.

Sebaiknya para orangtua tidak tergiur dengan janji mereka dan melakukan konsultasi dengan PBNU untuk mendapatkan pesantren yang berkualitas bagi anak-anak Anda.

Sumber:

http://www.muslimoderat.net/2017/07/hati-hati-memondokkan-anak-inilah.html#ixzz5sSDN7r3l

1.http://mahkota77.hexat.com/beritaku/__xtblog_entry/11229669-arab-saudi-bukan-negara-islam-tapi-pedagang-dan-juragan-islam?__xtblog_block_id=12. https://web.telegram.org/#/im?p=@arrahmahnews.com

http://www.ruwaqazhar.com
https://www.islampers.com
http://www.muslimoderat.net

Dengan demikian bahwa wahabi salafi itu bukan bagian dari AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH dan sudah keluar dari ahlus sunnah wal jama'ah bukan secara ijtihad saja tetapi juga secara AQIDAH.

Karena wahabi salafi aqidah nya merujuk kepada pemahaman MUJASIMAH / TASYBIAH (paham bahwa allah sepeti makhluk).

Sementara ahlus sunnah wal jama'ah menolak paham tajsim (menyerupai Allah seperti makhluk).

Paham ahlus sunnah wal jama'ah mengambil paham TANJIH yaitu menjauhkan dan membersihkan sifat Allah seperti MAKHLUK.

Kelompok mujasimah sudah ada semenjak jaman para ulama salaf. Dan kelompok MUJASIMAH ini adalah kelompok yang dianggap sesat dan menyesatkan oleh para ulama AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH...

Dengan demikian WAHABI SALAFI adalah kelompok yang berdusta atas nama SALAF. Dengan menggunakan nama SALAF yang tujuannya untuk menarik jama'ah agar mengikuti paham nya. Banyak yang ikut masuk kedalam paham tersebut adalah orang-orang yang baru melek agama atau pada dasarnya memang tidak mengenal agama sebelumnya, sehingga terdokrin bertaqlid BUTA. (wagroup/noname/1125).

Minggu, 07 Desember 2025

Sikap Keras dan Kaku Wahabi

Berikut Beberapa Penyimpangan Salafi-Wahabi:

1. Sikap Keras dan Kaku

Wahabisme sering digambarkan sebagai paham yang sangat keras, kaku, dan tidak mengenal kompromi dalam penerapannya, yang dinilai melampaui batas kewajaran beragama.

2. Praktik Takfir (Mengkafirkan Sesama Muslim)

Kecenderungan para pengikutnya untuk dengan mudah memvonis sesama Muslim yang tidak sejalan dengan paham mereka sebagai sesat atau bahkan kafir (takfir), terutama mereka yang mempraktikkan hal-hal yang dianggap bidah.

3. Definisi Tauhid yang Sempit

Kelompok ini memiliki definisi tauhid yang sangat sempit, menyebabkan banyak amalan tradisional umat Islam dianggap syirik atau bidah.

4. Penolakan terhadap Tradisi dan Ijtihad

Kelompok ini cenderung menolak akulturasi budaya dan menutup rapat ruang ijtihad, serta membuang praktik mengikuti hukum-hukum dari mazhab tertentu (taqlid buta) yang dianggap bidah. Mereka membatasi sumber rujukan agama hanya pada ulama salaf (tiga generasi awal Islam), memutus mata rantai keilmuan mayoritas ulama.

5. Menganggap Segala Sesuatu Setelah Abad ke-3 H Bidah

Paham Wahabi memandang segala perbuatan yang muncul setelah abad ke-3 Hijriah sebagai bidah yang tercela.

6. Pendekatan Tekstual (Saklek)

Mereka menjalankan syariah Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah secara tekstual (saklek), yang dianggap tidak menyisakan ruang untuk penafsiran kontekstual.

7. Kontroversi Tokoh dan Hadis

Beberapa ulama Salafi Wahabi, seperti Muhammad Nashiruddin al-Albani mengubah status (derajat) hadis, yang menurut ulama hadis lainnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
(wagroup/noname/2025)


Kepada Siapa Kita Harus Berakhlak

Dalam Islam, seorang Muslim diperintahkan untuk berakhlak mulia (berperilaku baik) kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Berikut adalah...