Minggu, 28 Februari 2010

Wanita Dari Kacamata Matematika


Benarkah bahwa wanita identik dengan problem alias pembawa masalah? Setidaknya itulah pandangan seorang mahasiswa matematika berdasarkan rumus-rumus yang dikuasainya.

Hebatnya, si dosen malah membenarkannya dengan memberi nilai A (+). Sepertinya antara si mahasiswa dengan dosen matematikanya pernah merasakan dibuat tak nyaman oleh wanita.

Mungkin saja pernah dikuras dompetnya dengan hasil cinta yang nihil. Boleh jadi pernah kenalan dg wanita di super market sampe ngebelanjain, pas keluar dari kasir ditunggu suaminya dan ditinggal begitu saja.

Atau malah bertepuk sebelah tangan padahal pengorbanan untuk si buah cinta sudah ampun2an. Mulai dari biaya parfum, ojek, ongkos taksi, hingga oleh2 roti bakar.

Guratan nasib yang kerap gagal bercinta pada gilirannya ditumpahkan lewat rumus matematika seperti yang tertulis itu. Coba saja simak dengan baik analisanya, begitu logis bukan? Tapi sepertinya ada yang tidak beres nich dengan rumus ini. Tapi dimana yaakkkk...Ach, daripada pusing2 mikirin rumus matematika, mending terima mentah2 saja...Wanita=Problem=Racun Dunia...hehehe ga denk...//kgm

Minggu, 21 Februari 2010

Calon Presiden


“Kusampaikan Salam prikitiew buat anda...
Aku memang terlahir dari kejenuhan lingkungan dan kegarangan dunia. Tak pernah kurasakan kasih sayang orang tua atau rasa iba para tetangga. Aku adalah bocah yang sepi dan terbiarkan. Maka wajar jika otakku lumayan tulalit, sikapku lumayan kacau balau dan tindakanku lumayan acakadut. Daripada meradang meratapi nasib kurang mujur, akupun mulai berkompensasi. Yang paling gampang, ya,  menjadi ahli hisap dan penenggak mbir...”

Barangkali begitulah suara batin si bocah ini. Mungkin kelak anak ini akan menjadi seorang penjahat kakap atau seorang anti sosial paling meresahkan. Yah, minimal menjadi seorang bandar narkoba lah...

Eits, tapi tunggu dulu. Kecuali jika datang hidayah dan mujizat dari Yang Maha Kuasa, maka mungkin saja ia menjadi seorang komisaris sebuah perusahaan besar. Atau menteri. Atau malah menjadi presiden...Sapa tau ya gaakkk...qiqiqiqi...//kgm

Kamis, 18 Februari 2010

Orasi Ketua DPD Co 2007-2010

MENJELANG MUSDA KE-4 SEKAR DPD CO (CORPORATE/KANTOR PERUSAHAAN )
BANDUNG, PEBRUARI 2010

PUJI SYUKUR MARILAH KITA PANJATKAN KE HADIRAT ILLAHI ROBBI, TUHAN YANG MAHA KUASA, KARENA ATAS LIMPAHAN RAHMAT, KARUNIA DAN PERLINDUNGANNYA, KITA MASIH DIBERIKAN KESEMPATAN UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN SELURUH ANGGOTA SEKAR DPD CO MENJELANG MUSDA KE-4 DPD KANTOR PERUSAHAAN YANG AKAN BERLANGSUNG BESOK 1 PEBRUARI 2011.

SAUDARA-SAUDARAKU SEKARIS YANG SAYA HORMATI;

SEIRING DENGAN BERJALANNYA WAKTU, KEPENGURUSAN SEKAR TELKOM DPD KANTOR PERUSAHAAN MASA BAKTI 2007-2010 AKAN SEGERA BERAKHIR DAN AKAN DIGANTIKAN OLEH KEPENGURUSAN SEKAR DPD KP YANG BARU MASA BAKTI 2010 -2013.

MUSDA KE-4 TAHUN INI TENTU SAJA MERUPAKAN FORUM TERTINGGI YANG SELAIN AKAN MENGHASILKAN KEPENGURUSAN BARU, JUGA AKAN MELAHIRKAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS YANG AKAN MEMBERI MANFAAT BAGI BANGSA, NEGARA, PERUSAHAAN, SERTA SELURUH STAKEHOLDER, KHUSUSNYA BAGI KARYAWAN DALAM UPAYA MENJAGA DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN, KESEJAHTERAAN DAN KESEJAHTERAAN.

TENTU SAJA KEPENGURUSAN SEKAR DPD CO YANG BARU NANTI DIHARAPKAN DAPAT MEMBAWA AMANAH DENGAN SEMPURNA. DAN KONSISTEN TERHADAP GARIS PERJUANGAN SEKAR. SEBUAH AMANAH YANG TAK HANYA HARUS DIPERTANGGUNGKAWABKAN KEPADA SELURUH ANGGOTANYA, NAMUN JUGA KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA.

UNTUK ITU MARILAH KITA TURUT BERPARTISIPASI UNTUK SUKSESNYA KEGIATAN INI. DUKUNGAN DARI SELURUH ANGGOTA SEKAR LAKSANA BENTANGAN ALIRAN MUARA MENUJU LAUTAN TUJUAN SEKAR.

SEKARIS BENTENG PERUSAHAAN,

SEBAGAIMANA KITA KETAHUI BAHWA SEKAR MERUPAKAN SALAH SATU UNSUR STAKEHOLDER PERUSAHAAN YANG MEMPUNYAI PERAN SANGAT STRATEGIS. SELAMA INI SEKAR TELAH MENUNJUKKAN KARYA DAN KIPRAHNYA DI ARENA PERJUANGAN DALAM MEMBELA KEPENTINGAN PERUSAHAAN. HASILNYA PUN TAK MENGECEWAKAN DAN TELAH SAMA-SAMA KITA RASAKAN. KARENA ITULAH SEKAR TETAP DIPANDANG SANGAT PENTING KEBERADAANNYA. BAHKAN PENGAKUAN MANAJEMEN PADA SEKAR SEBAGAI MITRA KONSTRUKTIF MANAJEMEN DAN BENTENG PERUSAHAAN ACAPKALI TERLONTAR DARI BOD KITA.

MEMANG, SELAMA INI SEKAR TELAH SECARA AKTIF TURUT MENGKRITISI SEKALIGUS MENGAMANKAN PERUSAHAAN DARI PENGARUH NEGATIF PIHAK EKSTERNAL. SEBUT SAJA, MUNCULNYA BERBAGAI REGULASI YANG KERAPKALI TIDAK MENGUNTUNGKAN BAHKAN MENYUDUTKAN POSISI TELKOM.

PADA AWALNYA KITA SEPERTI TIDAK SADAR TERHADAP TEKANAN DEMI TEKANAN PIHAK REGULATOR INI. BERKALI-KALI KITA HARUS MENERIMA DENGAN LAPANG DADA, PENUH KEPASRAHAN WALAU DIBUMBUI RASA KHAWATIR BAHKAN PENUH KETAKUTAN. ISU TERBARU YANG DIHADAPI SEKAR ADALAH RENCANA DILAKUKANNYA MERGER FLEXI DAN ESIA. DENGAN SEKUAT DAYA DAN UAPAYA SEKAR MENENTANGNYA DENGAN MELAKUKAN PENOLAKAN TANPA SYARAT.

ALHAMDULILLAH PERKEMBANGAN TERAKHIR MERGER FLEXI-ESIA DIBATALKAN.
KITA TIDAK MAU TERTIPU DAN DIKADALIN LAGI SEPERTI KEBIJAKAN KSO, FLEXI COMBO, TARIF INTERKONEKSI SAMPAI KETIKA MUNCUL KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KODE AKSES SLJJ YANG MEMAKSA KITA HARUS MEMBUKANYA DLL, PADA SAAT ITU KITA MULAI MERASAKAN DAN SEPERTI BARU SADAR KALAU SELAMA INI KITA MEMANG TELAH DIBOKONG, DITINDAS DAN DIZOLIMI PIHAK REGULATOR.

SEKARIS YANG TULUS MENCINTAI PERUSAHAAN;

MELIHAT KENYATAAN SEPERTI ITU, DEMI TUHAN YANG JIWA SEKAR BERADA DALAM GENGGAMANNYA, SEKAR AKAN MENGGELIAT BANGKIT DAN TIDAK BOLEH LAGI GAMPANG MENERIMA KEBIJAKAN YANG SANGAT TIDAK ADIL. SEKAR TAK BOLEH LAGI TINGGAL DIAM, SEKAR TAK BOLEH TERBELENGGU DALAM KEBUNGKAMAN JIKA ADA PIHAK MANAPUN YANG AKAN MENGGANGGU SURVIVAL DAN SUSTAINABILITY PERUSAHAAN.

DEMI TUHAN YANG NASIB TELKOM BERADA DALAM TAKDIR-NYA, SEKAR HARUSLAH BERGERAK DAN BERGERAK TERUS UNTUK MELAWANNYA. TAK BOLEH LAGI ADA KATA TAKUT BAGI SEKAR UNTUK TETAP MEMBANGKANG DAN MENGHADANGNYA. WALAUPUN TENTU SAJA SEKAR DITUNTUT UNTUK TETAP BERSIKAP CERDAS DAN ELEGAN. NAMUN JIKA TERPAKSA, SEKALI LAGI JIKA TERPAKSA WAHAI SEKARIS, JIKA TERPAKSA....SEKAR AKAN TURUN KE JALANAN UNTUK MENYUARAKAN ASPIRASI YG DIYAKINI SEBAGAI SEBUAH KEBENARAN....SEKKAAARRRRR....

SEKARIS BERDARAH PEJUANG;

KITA TAK PERLU SINIS ATAU TIDAK SEPATUTNYA UNTUK MELIHAT SEKAR DENGAN SEBELAH MATA. TAK PERLU DIPUNGKIRI KALAU SEKAR TELAH TURUT ANDIL DAN TELAH BERHASIL MERAIH BEBERAPA KEMENANGAN. KATAKAN, KETIKA MEMBEBASKAN DIRI DARI PENGARUH PARA KAPITALIS ASING YANG BERNAUNG DALAM KSO. ATAU KEBERHASILAN MEMERDEKAKAN DIVRE IV JAWA TENGAH & DIY KETIKA INDOSAT INGIN MENCAPLOKNYA DARI TELKOM TERMASUK PERJUANGAN BARU-BARU INI UNTUK MELAKUKAN PENOLAKAN TERJADINYA MERGER FLEXI-ESIA.

KITA PUN TAK PERLU BERBOHONG KALAU SEKAR JUGA TELAH BERHASIL MENELURKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA UNTUK YG KEEMPAT KALINYA YANG SEBAGIAN BESAR ISINYA MEMBERI PORSI PERHATIAN YANG BEGITU BESAR BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN. ALHAMDULILLAH DARI PKB-III KE PKB-1V THP KITA TELAH MENGALAMI KENAIKAN SEBESAR 11%. APABILA DALAM PKB-III THP KITA SEBESAR 23,14 KALI PER TAHUN MAKA DALAM PKB-IV MENINGKAT MENJADI 25,25 KALI PER TAHUN.

BERBAGAI KEBERHASILAN ITU SESUNGGUHNYA TELAH SEMAKIN MEMBESARKAN NAMA SEKAR TELKOM, BAHKAN SECARA LANGSUNG JUGA TURUT MENGHARUMKAN NAMA PERUSAHAAN, DAN DALAM SKALA YANG LEBIH LUAS TURUT MENJAGA ASET DAN NAMA BAIK BANGSA.
SEKARIS PENCINTA KEBENARAN,

SEKAR DAN MANAJEMEN PADA UMUMNYA MEMILIKI KESAMAAN TUJUAN, YAITU UNTUK MEMAJUKAN PERUSAHAAN DAN MENYEJAHTERAKAN KARYAWANNYA. KESAMAAN TUJUAN INILAH YANG SESUNGGUHNYA TELAH MENJADI MODAL DASAR KITA UNTUK SELALU BERTEKAD MEMBAWA SUASANA KERJA KITA PADA IKLIM YANG LEBIH KONDUSIF. BAHKAN KESAMAAN TUJUAN ITU PULA YANG DIJADIKAN ARGUMENTASI KUAT KALAU SEKAR DAN MANAJEMEN HARUS SENANTIASA MELAKUKAN SINERGI POSITIF.

DENGAN SINERGI. SEKALI DENGAN SINERGI, AKAN MENJADI SUATU KEKUATAN DAHSYAT UNTUK MENGHADANG SELURUH TANTANGAN YANG DATANG DARI LUAR DAN DARI DALAM. TAK AKAN ADA KEKUATAN MANAPUN YANG DAPAT MELEMAHKAN KITA APALAGI MENGHANCURKANNYA. DAN SINERGI INI HARUS HARUS MERAMBAH KE SELURUH ORGAN ANAK PERUSAHAAN MENJADI KEKUATAN SINERGI TELKOM GROUP.

NAMUN TENTU SAJA SINERGI SEKAR DAN MANAJEMEN ITU HARUS TETAP DILAKUKAN SECARA PROFESIONAL DAN PROPORSIONAL. SINERGI ITU HARUS DISELARASKAN DENGAN FUNGSI DAN TUGASNYA. DALAM ARTI HARUS TETAP BERLANDASKAN PADA HAK DAN KEWAJIBANNYA SEBAGAIMANA YANG DIATUR DALAM PERJANJIAN KERJA BERSAMA.

SEKARIS YANG RINDU KEMAPANAN;

SEKAR YANG SEPERTI APA SESUNGGUHNYA YANG DIHARAPKAN SAAT INI DAN KE DEPAN? JAWABANNYA ADALAH SEKAR YANG MEMILIKI VISI DAN MISI YANG JELAS, SEKAR YANG MEMILIKI LEADERSHIP YANG KUAT, SEKAR YANG MAMPU MENYALURKAN ASPIRASI DAN KOMUNIKASI DENGAN LANCAR, TRANSPARAN DAN BERTANGGUNG JAWAB SERTA MAMPU MENJALANKAN FUNGSI KONTROLNYA SECARA PROPORSIONAL. FUNGSI KONTROL DALAM TAKARAN YANG TEPAT UNTUK TURUT PENGAWAL GOOD CORPORATE GOVERNANCE.

KAITAN FUNGSI KONTROL SEKAR ADALAH DALAM KAPASITAS SEKAR SEBAGAI STAKEHOLDERS YANG NOTABENE ADALAH PEMILIK SAHAM JUGA, MAKA SEKAR MEMILIKI HAK UNTUK MELAKUKAN FUNGSI KONTROL. TERUTAMA TURUT MENGKRITISI BERBAGAI KEBIJAKAN PERUSAHAAN TERUTAMA YANG BERDAMPAK PADA PENURUNAN KINERJA PERUSAHAAN SERTA KESEJAHTERAAN DAN KARIER KARYAWAN.

REKAN-REKAN SEKARIS;

PERSAINGAN DI BISNIS INFOKOM KINI TELAH BERLANGSUNG SEMAKIN BRUTAL DAN GANAS, HANYA KEKUATAN SOLID DAN SINERGI LAH YANG AKAN MENGANTARKAN TELKOM SELALU MENJADI PEMENANG.

UNTUK ITU KITA TIDAK BOLEH TERPANCING ATAS UPAYA OKNUM-OKNUM TERTENTU YANG INGIN MEMBUAT KEKACAUAN DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN. KITA HARUS MAMPU MEMBENTENGINYA, MEREDAMNYA SEKALIGUS MENYADARKANNYA.
DALAM KONDISI PERUSAHAAN SEPERTI SEKARANG INI, DITENGAH HENTAKAN GELOMBANG KOMPETISI YANG SEMAKIN KERAS DAN MENGANCAM. TAK ADA CARA LAIN BAGI KITA SELAIN HARUS BERSATU PADU, SALING PERCAYA DAN SALING BAHU-MEMBAHU UNTUK MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN.

SEKARIS YANG SAYA BANGGAKAN,

MELALUI MUSDA DPD SEKAR TELKOM KANTOR PERUSAHAAN, JABATAN KETUA ORGANISASI INI INSYA-ALLAH AKAN SEGERA BERALIH DARI PANGKUAN SAYA KE PEMANGKU YANG BARU. REGENERASI INSYA-ALLAH AKAN SEGERA BERGULIR DAN KITA SAMA-SAMA INGIN SEGERA MENYAKSIKAN BAGAIMANA DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN PERIODE 2010-2013 INI MENJADI SEMAKIN SOLID DAN PROFESSIONAL.
HARUS DIAKUI, TIDAK SELURUH PERSOALAN SANGGUP KAMI CARIKAN JALAN KELUAR TERBAIKNYA, BANYAK DIANTARANYA YANG MUNGKIN AKAN TETAP MENJADI TANTANGAN BERAT BAGI KEPENGURUSAN BERIKUTNYA. KAMI PERCAYA, PARA PENGURUS BARU YANG TERPILIH NANTI AKAN MAMPU MENGATASI BERBAGAI PERSOALAN SECARA LEBIH CERDAS DAN LEBIH BIJAKSANA DIBANDING APA YANG SANGGUP KAMI LAKUKAN.

SEJAK SEMULA, SAYA SADAR SESADAR-SADARNYA BAHWA MENJADI “NAHKODA SEBUAH ORGANISASI DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN BUKAN SAJA TIDAK MUDAH, TETAPI JUGA BANYAK MENGANDUNG RESIKO. RESIKO TEKANAN DARI MANAJEMEN, RESIKO KARIER BAHKAN RESIKO DIMUTASI TANPA PROMOSI.

AGAKNYA PERBEDAAN CARA PANDANG BERPOTENSI MELAHIRKAN SIKAP YANG SALING BERSEBRANGAN. DAN, BERDIRI DALAM POSISI YANG BERSEBRANGAN SERING BERARTI PENGORBANAN, NAMUN PENGORBANAN SERING PULA MENJELMA SEBAGAI SESUATU YANG INDAH TATKALA DIDASARI KEYAKINAN YANG KUAT BAHWA ITULAH PILIHAN YANG SECARA MORAL PALING BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

SEJUJURNYA KAMI TIDAK PUNYA KEBERANIAN UNTUK MENGKLAIM APAKAH SELAMA KEPENGURUSAN KAMI, DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN TELAH BERHASIL ATAU TIDAK MENJALANKAN FUNGSI DAN PERANNYA. SEPENUHNYA PENILAIAN ITU MENJADI HAK KONSTITUEN.

PENGELOLAAN DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN MEMPUNYAI NILAI STRATEGIS KARENA SELURUH ATURAN YANG TERKAIT DENGAN KEBIJAKAN KARYAWAN, BAIK DARI MANAJEMEN MAUPUN DPP SEKAR AKAN TURUT TERLIBAT LANGSUNG DALAM MENYUSUN KEBIJAKAN, YANG NOTA BENE ITU ADALAH PARA ANGGOTA SEKAR DPD KANTOR PERUSAHAAN.

SEHUBUNGAN HAL TERSEBUT DISARANKAN KEPADA PANITIA MUSDA IV DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN UNTUK ;

PERTAMA, AGAR MEMILIH PENGURUS YANG MEMPUNYAI PENGETAHUAN YANG CUKUP TENTANG PERUSAHAAN SERTA MEMPUNYAI INTEGRITAS YANG TERUJI TERUTAMA FIGUR DARI KETUA YANG LOYAL TERHADAP ORGANISASI SERTA PEDULI PADA MASALAH KARYAWAN.

KEDUA, AGAR MENETAPKAN PROGRAM KERJA YANG BERBASIS KESEJAHTERAAN KARYAWAN DAN PENGELOLAAN PERUSAHAAN YANG GCG SERTA DAPAT MENERUSKAN PROGRAM KERJA KAMI SEBELUMNYA.

SEKARIS YANG BAIK;

PADA KESEMPATAN INI, PERKENANKAN SAYA MENYAMPAIKAN PESAN-PESAN TERAKHIR SAYA DALAM KAPASITAS SEBAGAI KETUA DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN PERIODE 2007-2010. PERTAMA-TAMA SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA SELURUH PENGURUS PERIODE 2007-2010 BESERTA SELURUH ANGGOTA SEKAR ATAS DUKUNGANNYA YANG LUAR BIASA BESAR DAN TULUS KEPADA SAYA DALAM MENGEMBANG AMANAT SELAKU KETUA DPD SEKAR KANTOR PERUSAHAAN.

KEDUA, SAYA JUGA DENGAN TULUS MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA BILA SELAMA MASA KEPEMIMPINAN SAYA, ADA DI ANTARA REKAN-REKAN BAIK MANAJEMEN, ANGGOTA MAUPUN PENGURUS, BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG, DISENGAJA MAUPUN TIDAK DISENGAJA, MERASA TERSINGGUNG, MERASA TERUGIKAN, ATAU MERASA TERZHOLIMI, TERUTAMA OLEH SEGALA TINDAK TANDUK SERTA TULISAN DAN UCAPAN SAYA. BUKALAH PINTU MAAF ATAS KEKHILAFAN SAYA ITU.

AKHIR KATA, SEBAGAI MANUSIA BERAGAMA, SAYA MENYADARI SEMUA HAL BISA TERJADI KARENA KEHENDAK-NYA. MARILAH SELURUH PERJUANGAN SEKAR KITA ARAHKAN UNTUK TETAP MENDAPATKAN RIDHONYA.

SELANJUTNYA SIAPAPUN YANG AKAN TERPILIH NANTI UNTUK MENJADI KETUA SEKAR DPD CO PERIODE BERIKUTNYA MARILAH KITA SUPPORT DENGAN PENUH SEMANGAT DAN KETULUSAN.

AKHIRUL KATA.....
WABILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH.
WASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
SEKAR…..SEKAARRR……SEKKAAAAAARRRRRR……

BANDUNG, PEBRUARI 2010
TTD
NANA SURYANA
KETUA DPD CO PERIODE 2007-2010




Selasa, 09 Februari 2010

Inti Pelajaran TASAWUF


Begitu banyak pendapat ulama tasawuf yang menjelaskan tentang arti tasawuf yang hakiki. Ada ratusan pendapat bahkan ribuan yang berupaya mengupasnya. Al Junaid, misalnya, yang menyatakan bahwa tasawuf adalah kebenaran yang mesti engkau tegakkan dalam hidup dan matimu. Sedangkan orang yang mengamalkan ilmu tasawuf disebut sebagai SUFI.

Menurut Basyar bin Al Harits, sufi ialah orang yang bersih hatinya dan selalu mengingat Allah SWT. Menurut Umar bin Utsman Al Makky, hendaknya setiap orang memperhatikan waktu, mengutamakannya dan memanfaatkannya dengan bijak. Menurut Ruwaim, tasawuf itu dibangun diatas tiga amalan, yakni menerima kefakiran, berlaku murah hati dan keramahan dan tidak banyak keinginan (terhadap dunia).

Sedangkan menurut Sahal, Sufi ialah orang yang bersih hatinya dari kotoran batin. Ia senantiasa berfikir dan berzikir. Baginya, emas dan batu koral adalah sama, karena yang diutamakan hak Allah daripada hak manusia.

Tentang amalan terbaik

Di kota Madinah pernah berdiam seorang ahli hikmat dan sufi mengagumkan. Setiap ucapannya  memancarkan mutiara cemerlang dan bermutu manikam tinggi. Beliau adalah Abu Darda R.A.

Ia senantiasa menyampaikan pertanyaan kepada masyarakat di sekelilingnya: "Wahai, maukah anda sekalian, aku kabarkan amalan-amalan terbaik. Amalan bersih di sisi Allah yang dapat meninggikan derajat anda. Suatu amalan yang lebih baik daripada memerangi musuh dengan menebas batang lehernya. Serta lebih baik dari uang mas dan perak?"

Para pendengarnya tertegun lalu merapat ke muka Abu Darda karena keingintahuannya. Mereka bertanya: "Apakah itu wahai Abu Darda?" Lalu Abu Darda mulai menyampaikan wejangannya dengan wajah berseri-seri. Abu Darda menjawab: "Dzikrullah...." Menyebut serta mengingat nama Allah: "Wa-ladzikrullahi akbar..." Dan sesungguhnya dzikir kepada Allah itu lebih utama.

Abu Darda r.a. ahli hikmat yang besar di zamannya. Beliau adalah seorang insan yang telah dikuasai kerinduan yang amat sangat untuk melihat dan menemukan hakikat. Dan sungguh ia telah dapatkan dan temukan. Ia telah mendapatkan kunci untuk iman dan taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya dengan iman dan taqwa yang kuat nan kokoh. Keimanan itu beliau jadikan jalan utama dan satu-satunya guna mencapai hakikat.

Abu Darda senantiasa mampu melawan hawa nafsunya dan mengekang diri untuk memperoleh mutiara batin yang sempurna demi mencapai tingkatan tertinggi. Yaitu tingkatan tafani rabbani dengan memusatkan fikiran, perhatian dan amaliahnya hanya kepada Allah. Menjadikan seluruh kehidupannya semata bagi Allah Rabbul'alamin.

Kini marilah kita belajar pada ahli hikmat itu! Kesuciannya tampak dari sinar cahaya di sekeliling keningnya. Bau semerbak tertiup dari arahnya. Sebagai cerminan cahaya hikmat dan harumnya iman. Beliau adalah seorang laki-laki yang senantiasa merindukan bertemu dengan Tuhannya. Suatu pertemuan bahagia. Kebahagiaan yang tiada taranya.

Pernah ibu Abu Darda ditanya orang, tentang amalan apa yang paling di senangi sang Sufi ini. Lalu ibunya menjawab: "Ia gemar bertafakur, berdzikir dan mengambil i'tibar atau pelajaran dari kehidupan dan segenap ciptaan Allah SWT!"...Wallohu'alam bishawab...

Minggu, 24 Januari 2010

Persahabatan Sejati



Dua binatang yang berbeda karakter ekstrim bisa bersahabat. Padahal dia hanya bertindak dengan nalurinya. Mestinya, naluri si monyet lari tunggang langgang ketika melihat si macan yang terkenal garang. Dan si macan mengaum seraya menunjukkan taringnya agar si monyet enyah dari pandangan.

Tapi ini tidak. Mereka begitu akrab saling mengasihi, menjaga dan mengayomi. Memang benar menuju persahabatan sejati tak terjadi dalam sekejap. Terciptanya keharmonisan tak lantas tercipta dalam sehari. Diperlukan masa dan proses adaptasi. Dibutuhkan tekad dan penggalangan sejak dini.

Lantas mengapa warga manusia yang bertindak berdasarkan akalnya tak belajar dari mereka. Padahal manusia tak hanya memiliki naluri, namun juga akal sebagai pelengkap kesempurnaan yang dianugerahkan Tuhan Maha Pencipta. Tapi mengapa manusia kerap terjebak pada permusuhan dengan sesama. Bahkan lebih jauh bertindak mulai dari saling benci hingga saling bunuh?

Setidaknya ada empat penyebab. Pertama, adanya ketersinggungan. Kedua, pudarnya citarasa dalam berkasih sayang. Ketiga, adanya iri dengki dendam kesumat. Dan keempat, akibat keserakahan duniawi dengan menghalalkan segala cara.

Persahabatan sejati dua binatang itu memberi pelajaran pada kita wahai warga manusia...!!!//kgm

Minggu, 10 Januari 2010

Mancing Paling Berbahaya

Yang namanya sudah hobi emang sulit ditinggalkan.

Bagi seorang penggila  mancing, misalnya, setiap ada air tergenang, di otaknya selalu terbersit pertanyaan: "Ni air ada ikannya ga yach...".

Masabodo kalo air itu ada di laut, di kolam, di sungai, di selokan, di sumur, di bak mandi, di gelas, hingga adanya genangan air di jalan raya.

Contohnya si bapak itu tuch yang rasa penasarannya, rupanya sudah mulai menohok ke ubun-ubun. Ia pun nekad nongkrong di tengah jalan untuk memulai aktivitas hobinya memancing pada genangan air.

Baginya tak jadi soal ga dapat ikan. Yang penting kenikmatan memancing dapat terpuaskan. Bila perlu nyawa taruhannya. Kabarnya itu bpk sudah ditabrak bajay sampe tiga kali. Tapi malah bajajnya yang dibawa ke rumah sakit....hahaha...//kgm

Hehehe...aya-aya wae...Namun inti pesan kritis yang sesungguhnya ingin disampaikan si pemancing  kepada Pemerintah: "Ealah, ngurus jalan aja ga becus, apalagi ngurus rakyaaatttt...."

Sabtu, 09 Januari 2010

Quantum Ikhlas


Di masa lalu ada seorang guru bijak yang selalu menyelenggarakan kuliahnya di bawah sebuah pohon yang tinggi dan besar menjulang ke langit. Dan suatu hari ketika kelas sepi anak laki-laki dan guru itu bertanya pada ayahnya dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. 

Kemudian sang ayah memintanya mengambil satu buah yang sudah kering dan banyak terserak di bawah pohon besar itu, memintanya untuk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak itu menemukan sebuah biji kering di dalamnya, sang ayah memintanya untuk terus membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa biji itu ternyata kosong, hampa, tidak berisi apa-apa. Sang ayah kemudian menjelaskan kepada anaknya bahwa seperti pohon raksasa yang sudah berusia ratusan tahun itu, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bermula dari sesuatu yang tidak ada, kosong, dan hampa.

Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak.
Semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang
tidak bisa dilihat.

Kesuksesan hidup yang ingin kita raih dan sering digambarkan dalam bentuk rumah mewah, mobil baru, perhiasan mahal, harta-benda, keluarga harmonis, tubuh sehat, serta status dan jabatan tinggi adalah segala sesuatu "yang terlihat". Lalu dari manakah itu semua berasal? Apakah bentuk yang "tak terlihat" dari wujud kesuksesan itu? Benarkah hanya ada satu cara "kerja keras" untuk mewujudkannya? Ataukah ada cara yang Iebih cerdas dan elegan untuk meraih semua itu?

Lalu apa hubungannya semua hal ini dengan usaha kita untuk meraih sukses dan kebahagiaan? Sangat erat. Oleh karena untuk meraih kesuksesan lahir-batin dengan Teknologi Quantum Ikhlas kita akan menggunakan kekuatan pikiran dan perasaan yang meru­pakan "benda kuantum yang tak terlihat".

Seperti terigu yang menjadi bahan dasar semua jenis roti atau air yang menjadi bahan dasar semua jenis minuman. ilmuwan fisika kuan­tum juga menjelaskan bahwa getaran-getaran energi terhalus yang dinamakan quark, string, atau biasa disebut quanta yang "tak tampak" perwujudannya ternyata merupakan bahan-baku dasar dari semua benda yang "tampak" wujudnya. Energi quanta ini secara menyeluruh dan built-in menyelimuti dan merasuki semua benda yang tampak maupun tak tam­pak. 

Quanta adalah "bahan baku" semua benda di alam semesta. 
Dan luar biasanya, quanta bukanlah sembarang benda tetapi lebih merupakan 
vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran yang hidup.

Semua 'benda' terbuat dari unsur quanta
Benda padat merupakan kumpulan dari molekul. Sementara molekul itu berasal dari semua atom dan partikelnya. Dan partikel subatom yang sangat kecil itu berasal dari suatu energi alam vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel adalah "benda yang bisa dilihat". Sementara quanta yang terdapat di alam energi adalah "vibrasi kuantum yang tak terlihat".

Segala sesuatu di seluruh semesta ini merupakan bagian dari ener¬gi quanta yang luar biasa cerdas ini. Semua orang, semua binatang, semua tumbuhan, semua bintang, semua planet, dan semua mikro-organisme, betapa pun kecil ataupun besarnya terbuat dari energi ini. Semua benda yang Anda lihat di sekitar Anda seperti rumah, mobil, televisi, dan Iain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerjanya (baca: keterbatasan) pikiran. Sebab, jika semua benda ini diinvestigasi dari dekat dengan mikroskop nuklir misalnya maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga "terlihat" padat oleh indra penglihatan kita dan "terasa" padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak ter-pisah. Seperti tidak terpisahnya udara di ruang tamu Anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur Anda. Masing-masing ruang "terlihat" berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari satu udara yang sama. Seperti film yang tampak bergerak di layar sinema padahal se¬benarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24 frame per detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan. Seperti kata Einstein ini :

Semua kenyataan yang terlihat sesunggubnya hanyalah ilusi, sebuah tipuan mata 
yang sangat kuat dan sulit dihapuskan.

Kebanyakan orang meyakini bahwa dalam hidup ia harus ber-juang meraih semua keinginannya dengan berusaha keras, memban-ting tulang hingga tetes darah penghabisan. Padahal tuntunan agama menjanjikan berbagai kemudahan atau kesuksesan akan datang meng-hampiri jika dalam ikhtiarnya manusia berhasil bersyukur, menik-mati prosesnya, dan menyerahkan seluruh urusan dan kepentingan hanya kepada Tuhan. Inilah kompetensi ikhlas.

Ikhlas sebagai keterampilan atau skill, yang lebih bercirikan silent operation dari pikiran dan perasaan yang "tak tampak" namun sangat powerful itu. Ikhlas yang bukan hanya diucapkan di bibir atau dipikirkan di kepala, melainkan keterampilan untuk menciptakan "peristiwa keikhlasan" di dasar hati yang terdalam. Di tingkat kuantum. Oleh karena hanya dengan kualitas keikhlasan yang benar-benar terasa di hati dan terukur secara objektif inilah kita akan mampu mengarungi kehidupan dengan penuh keyakinan. Dengan suatu kepastian sukses yang melampaui rasio pikiran, namun "terdengar" begitu jelas di hati. 

Jadi, sebelum Anda tergesa melakukan sesuatu untuk mengubah nasib menuju yang lebih baik, 
ada baiknya untuk sejenak bertafakur merenungkan apa sebenarnya unsur quanta 
dari kondisi nasib yang ingin Anda ubah itu.

Nasib seseorang mencerminkan karakternya. Sementara karakter orang itu berasal dari semua kebiasaan serta tindakannya. Dan tindakannya berasal dan pikirannya yang bermuara dari perasaannya. Nasib, karakter, kebiasaan, dan tindakan adalah sesuatu "yang tampak". Sementara pikiran dan perasaan adalah energi kuantum "yang tak tampak".

Kenyataan kuantum ini mengatakan: Anda bisa "mengatur" perasaan Anda unruk mengubah nasib Anda. asal dari rasa percaya terhadap diri sendiri dan Tuhan adalah salah satu unsur utama ikhlas. Sehingga aplikasinya tentu akan mengaktivasi gerakan kekuatan kuantum yang memiliki daya dorong, daya pukul, dan tenaga yang sangat dahsyat, menuju tercapainya tujuan secara cepat.

Arti Quantum Ikhlas
Ketika manusia benar-benar ikhlas, saat itulah doa atau niatnya "berjabat tangan" melakukan kolaborasi dengan energi vibrasi quanta. Sehingga, melalui mekanisme kuantum yang tak terlihat, kekuat¬an Tuhanlah yang sebenarnya sedang bekerja. Jika sudah demikian, siapakah yang mampu menghalangi-Nya?
Itulah Arti Sebenarnya dari Quantum Ikhlas.

Seperti diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al Bihar:

"Apa-bila seorang hamba berkata, 'Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah' maka Allah menjawab, 'Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhlas berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya."

Lalu masih perlukah kita ngotot untuk meraih sukses dan kebahagiaan?

Manusia Sebagai Khalifah
Manusia yang memiliki kesadaran tinggi {kbalifatullah) sadar bahwa meskipun selalu berusaha dengan tekun sepenuh hati, ia lebih mengandalkan kekuatan doa di hatinya dibandingkan kekuatan pikirannya apalagi ototnya. Dengan kata lain, ia menyadari bahwa realitas hidupnya lebih ditentukan oleh kualitas pikiran dan perasaannya ketimbang action-nya.

Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang dipenuhi tindakan dalam mengejar goal, target, dan Iain-lain, sering tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan, sementara mereka yang senantiasa berikhtiar dengan tekun, tenang, dan bahagia karena percaya bahwa Tuhan selalu memenuhi kebutuhannya tampak lebih sukses dan diberkahi.

Seperti kebanyakan orang, dulu saya sering bertanya apa hubungan antara taat beribadah dengan tingkat kesuksesan dan kebahagiaan kita. Saya merasa, meskipun sudah berusaha untuk menjadi orang baik dan selalu taat beribadah dan berdoa, kesuksesan dan kebahagiaan seper-tinya selalu menjauhi hidup saya. Sementara itu, kita pun diingatkan bahwa banyak ibadah kita sia-sia dan hanya memberikan rasa lelah, lapar, dan haus semata.

Jawabannya saya peroleh kemudian, bahwa ternyata saya lupa untuk "mengajak" hati dalam melakukan semua itu. (Jalaluddin Rumi).


















Minggu, 03 Januari 2010

Si Ular Pintar...

Rupanya tak hanya manusia yang punya naluri seksual. Ular pun sepertinya punya naluri sama. Apalagi daya cium ular, konon, amat sensitif.

Dimana ada bebauan...maka kesitu lah dia nyosor...

Contohnya ular ini nich. Pasti dia mencium aroma sesuatu...Walaupun tidak jelas bau apakah gerangan....Paling banter kita hanya bisa menduga-duga saja...Kata tetangga saya, tak semuanya beraroma terasi...hehehe...//kgm

Jumat, 01 Januari 2010

Merintis Cita-cita

Karakter seorang anak, tak hanya terbentuk dari faktor bawaan. Faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya pada watak si anak yang sudah mulai built-in

Untuk itulah mengapa anak perlu sekolah. Di sekolah potensi anak dapat dikembangkan, baik untuk pengembangan talentanya atau kecerdasannya.

Sementara peran orang tua, tentu saja, sangat dominan sebagai pemberi kontribusi pada watak dan kepribadiannya. Termasuk dalam mengarahkan dan membentuk cita-citanya.

Mungkin saja anak ini punya cita-cita menjadi doker Kulit dan "Prikitiew." Atau mungkin ingin menjadi seorang montir spesial ngutak-atik "barang antik..." milik kaum wanita.

Tuch, lihat saja ekspresinya yang begitu serius dan fokus menyimak sesuatu...

Wooouuww...What are you doing boy...///kgm

Minggu, 18 Oktober 2009

Arwin: "Tanpa Product Costing, Telkom Terbelakang"


Banyak yang bertanya apa hubungannya share buy back dengan pembangunan infrastruktur. Tentu saja, share buy back dengan pembangunan infrastruktur merupakan dua hal yang sangat berbeda. Share buy back sama sekali tidak akan mengganggu pembangunan infrastruktur atau pengembangan di bisnis Infocom, namun lebih ditujukan pada upaya memperbaiki struktur utang.

Kan lebih baik kalau dana itu dimanfaatkan untuk membeli saham daripada tetap menjadi utang. Dan upaya ini telah mendapat sambutan hangat dan dukungan dari para investor. Efeknya juga akan lebih menguntungkan, tak hanya bagi investor dan share holder, namun juga bagi peningkatan reputasi perusahaan,” demikian kata Arwin Rasyid (AR) dalam suatu kesempatan wawancara.

Menurut AR, share buy back juga akan mampu mendongkrak harga saham. Sebuah perusahaan yang membeli sahamnya kembali yang beredar di publik menunjukkan bahwa perusahaan itu sehat dan memiliki reputasi. Jadi tidak perlu khawatir dengan rencana manajemen ini, karena tak akan mengganggu pengembangan bisnis atau pembangunan infrastruktur. ”Apalagi jika dikaitkan dengan akan suramnya bisnis telekomunikasi di masa depan, akibat tiadanya pilihan teknologi baru, tidak betul itu,” kata AR.

Setiap produk TELKOM tidak seharusnya diluncurkan hanya untuk sekadar mengejar status pionir. Untuk itu, apapun yang diluncurkan TELKOM harus telah memperhitungkan unsur product, service, dan delivery. Jika ketiga unsur itu ternyata belum siap, lebih baik tidak jadi pionir daripada membuat pelanggan kecewa dengan produk yang sebenarnya belum siap diluncurkan.

Business model merupakan mekanisme dimana bisnis benar-benar diperhitungkan dapat mendorong pendapatan dan memberikan profit. Desain bisnis ini memaparkan bagaimana rencana sebuah perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada calon pelanggannya.

Kalau punya tiga itu, luncurkan. Terlalu dangkal jika pemikirannya bahwa dengan jadi pionir maka kita sudah berhasil memenangkan bisnis. Semua ini namanya business model, kalau business modelnya tidak baik maka akan muncul problem dari produk kita,” jelas AR.

Lebih lanjut AR mengatakan, masalah yang muncul dari ketidaksiapan business model itu hanya akan menambah banyak daftar pelanggan yang kecewa, dan calon pelanggan yang semakin tidak percaya. Dalam era persaingan seperti ini, orang-orang yang kecewa itu akan mudah memilih dan mempengaruhi orang lain untuk memilih kompetitor daripada kita.

Untuk itu, TELKOM harus pula menyiapkan cost allocation untuk setiap produknya. Jika melihat revenue secara umum, seperti setingkat Divre atau Corporate, memang akan kelihatan bagus. Tetapi semestinya kita tahu berapa product costing dari setiap produk yang dikelola oleh TELKOM. Ketidakadaan product costing itu, menurut AR, menunjukkan TELKOM yang selama ini dipandang sebagai perusahaan canggih sebenarnya masih terbelakang.

Kita belum siap di bidang ini, dan ini harus segera diwujudkan. Kita tidak bisa menunggu, time is our enemy. Kita tidak bisa meminta kompetisi untuk menunggu kita siap dulu. Kompetisi akan jalan terus, dan jika kita tidak siap, tidak tahu berapa product costing-nya maka kita akan terlibas oleh kompetitor. Ini adalah prioritas,” tegas AR.

AR juga melihat fungsi Plasa TELKOM masih merupakan bad cost bagi TELKOM. AR yang memiliki pengalaman cukup panjang di bidang perbankan ini melihat fungsi Plasa TELKOM selama ini lebih sekadar loket pembayaran rekening telepon. Sayang jika gedung sebagus Plasa TELKOM hanya memiliki fungsi seperti itu, yang sebenarnya bisa dilakukan lewat jalur lain seperti internet banking, mobile banking, autodebet, dll.  Harus ada inovasi lain dalam memanfaatkan ruang Plasa TELKOM agar mampu memberikan revenue baru bagi TELKOM.

Meski begitu, AR memiliki keinginan untuk menyediakan 1.000 Plasa TELKOM, namun dengan ruangan yang kecil saja dan terletak di pusat-pusat keramaian seperti mall. Tidak perlu sumberdaya banyak untuk mengoperasikan Plasa TELKOM yang kecil namun banyak dan menyebar seperti itu. Sementara Plasa TELKOM megah yang ada selama ini diharapkan mampu memberikan layanan yang membantu TELKOM mewujudkan goals-nya.

Beberapa kali dalam ceramahnya AR mengajak peserta SUSPIM untuk mencoba melihat pandangan sebagai seorang investor. AR menilai, Bad Debt kita atas produk TELKOM Speedy dan TELKOM Flexi yang telah mencapai jumlah hampir 1 Triliun merupakan suatu pelajaran yang terlalu mahal. Setiap product costing yang kita keluarkan harus diperhitungkan secara cermat. Hal inilah yang harus segera kita benahi.

Sebagaimana ceramah kepada peserta SUSPIM, Dirut juga mengingatkan kembali tentang perlunya bagi TELKOM untuk mempunyai bisnis model (business model) yang jelas. Business model merupakan suatu mekanisme tentang bagaimana suatu bisnis dibangun dan bagaimana cara memperoleh profit atas mekanisme tersebut. Dalam business model dijelaskan secara komprehensif bagaimana proses suatu produk dibuat, service yang diberikan, sampai bagaimana delivery sistemnya. Unsur product, service, dan delivery ini merupakan sistem yang integrated secara keseluruhan. Jika perusahaan belum memiliki business model yang integrated, maka perusahaan tersebut akan kalah dalam battle field kompetisi yang semakin ketat.

Mempersamakan persepsi, tentu tak bisa datang dengan sendirinya, namun perlu dilakukan melalui komunikasi yang intens dan terbuka. Oleh karena itulah masalah komunikasi terbuka ini telah dijadikan sebagai salah satu kebijakan perusahaan yang harus terimplementasi ke seluruh jajaran..

Dirut juga memberikan penekanan tersendiri pilar paradigm shift. "Perubahan paradigma adalah sesuatu yang yang sangat urgent. Baik dalam hal budaya, etika dan pelayanan. Pergeseran paradigma ini sebagai suatu hal yang sangat mendasar dari empat pilar strategic initiative tadi.

Dikaitkan dengan kebijakan transformasi perusahaan, manajemen c.q. Direksi telah sepantasnya memberikan jaminan tidak boleh ada pemutusan hubungan kerja (PHK/Rasionalisasi). "Transformasi tak ada kaitan dengan PHK. Kebijakan ini dilakukan karena kita berkeinginan agar perusahaan ini dapat beroperasi secara efisien serta lebih fokus dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (customer centric)," jelas Dirut.

Terkait dengan masalah paeningkatan kesejahteraan karyawan, dirut meyambutnya dengan sangat antusias. Menurut AR, bahwa masalah kesejahteraan ini telah menjadi bagian concern direksi, karena ini merupakan good cost. Namun demikian, lanjut Dirut, bahwa permasalahan ini perlu dilihat dari dua fase. Pertama, fase cara bekerja dan kedua fase cara berpikir. Kedua fase ini pada intinya mengacu pula pada empat stretegic initiatif tadi. Yang pada gilirannya dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

SEKAR mempertanyakan pula tentang nasib para pensiunan TELKOM yang relatif tidak menggembirakan atau cenderung menderita. Dirut tak menampik kondisi ini, namun direksi tetap akan memberikan perhatian secara proporsional. Walaupun perlu dipertimbangkan pula bahwa jumlah para pensiunan ini pada suatau saat nanti akan bertambah dan jumlahnya akan lebih besar dari jumlah karyawan.

Melihat kondisi itu tampaknya perlu pertimbangan dan kebijakan yang harus dilakukan secara hati-hati. Apalagi data menunjukkan biaya untuk THP para pensiunan itu cukup signifikan mencapai lebih dari Rp. 700 milyar per tahun.

Butuh kapal kapal cepat

Kalaulah TELKOM diibaratkan sebagai sebuah kapal yang besar, maka keberadaannya kini tengah keberatan muatan. Sehingga beberapa sekoci perlu diturunkan. Sekoci-sekoci atau kapal-kapal kecil itu harus berjalan cepat dan lincah sehingga mampu mengawal atau mendampingi kapal induknya. Mengapa? Karena ternyata pertumbuhan operating revenue (OR) kita tengah mengalami stagnan.

Kapal-kapal kecil ini merupakan perumpamaan dari unit-unit bisnis kita yang harus mampu beroperasi secara cepat, lincah, dan bisa menghasilkan revenue baru (new revenue generator). Misalnya, Flexi, Speedy, Multimedia dan TELKOMVision yang harus mampu menghasilkan pendapatan baru bagi perusahaan secara signifikan.

SEKAR pun sempat mempertanyakan komitmen AR selaku CEO dalam memperjuangkan kesejahteraan karyawan TELKOM. Pertanyaan ini diresponse AR, bahwa menjadi seorang leader itu memang membutuhkan kiat tersendiri. Namun bahwa untuk menjadi leader itu, tak boleh sekedar mencari popularitas. Jangan hanya menjadi time keeper, namun jadilah clock builder. Dalam arti tak hanya bisa menikmati apa yang ada dan sudah tersedia, namun juga harus mampu menciptakan dan membangun sesuatu yang baru dan bermanfaat melalui pelbagai terobosan baru.

Tentu saja menjadi pemimpin pun, tandas AR, harus pula oleh suatu kesisteman yang bagus dan benar-benar harus berjalan secara konsisten. Untuk itu, ajak AR, marilah kita bersama-sama untuk membangun bersama, berjuang bersama. Marilah kita untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan, menjaga agar cost tidak membengkak serta menghindari bad cost dan ugly cost yang sangat merusak dan mengganggu kinerja perusahaan ini. (*nas)

Senin, 14 September 2009

Menertawakan kebodohan diri

Secangkir Anggur Merah (Edisi-14)

Ada yang mengatakan mencari sebuah kebenaran gampang-gampang susah. Menurut seorang ilmuwan 2+1 pasti 3 karena itulah kebenaran. Bagi seorang pebisnis 2+1 payah kalau 3, minimal harus menghasilkan 4. Bagi seorang psikolog 2+1 sama dengan mencari masalah baru. Contoh sudah punya istri dua ditambah satu lagi kan tambah repot coy....he..he...

Wajar jika seorang filsuf Perancis Jean Bodrillard mengatakan bahwa kebenaran adalah apa yang patut kita tertawakan . Kebenaran adalah huaa...haa...haa.....

Boleh jadi omongan atau gurauan si Jean itu benar. Apalagi di tengah hiruk pikuk persoalan hidup dan kehidupan kita dengan berondongan bencana, kebodohan, kemelaratan. Atau bahkan di tengah harus menerima serangkaian hujatan. Misalnya, saling hujat antara Ahok dan Anggota DPRD DKI, saling curiga antara Ruki dan Pegawai KPK, saling "sikut" antara POLRI dan KPK, tidak terkecuali saling lontar kritikan pedas kepada rezim Jokowi.

Untuk itu tak ada salahnya bila kita tetap belajar untuk menyungging senyum ketika masalah mendera. Mencoba tertawa ketika problem mengepung. Mencoba sumringah ketika kepedihan menusuk. Dan belajar melepas ngakak ketika mental tertekan.

Jadi sesungguhnya daripada kita sibuk mencari kebenaran hakiki, yang notabene milik Sang Maha Penggenggam Hati ini, maka ada baiknya kita belajar untuk menertawakan kebodohan diri sendiri. Sebab menertawai kebodohan diri akan menjadi lebih punya arti. Dan lebih menusuk ke jantung hati untuk sekadar introspeksi dan tahu diri. Jangan merasa benar sendiri.

Apalagi jika harus dihubungkan dengan nilai spiritualitas kebenaran yang sungguh memiliki dimensi makna dan persepsi yang beragam. Saya sendiri tak paham apa itu spiritualitas kebenaran.

Yang saya tahu spiritualitas kebenaran bagi saya saat ini adalah ketika para pensiunan Telkom terangkat kesejahteraannya. Ketika para direksi Telkom peduli pada para pengabdi perusahaan masa lalu. Ketika hadirnya kebijakan Telkom, Telkomsel dan anak perusahaannya untuk bisa berbaik hati mempekerjakan anak2 para pensiunannya. Ketika tak terdengar lagi bahwa ada pensiunan atau janda pensiunan Telkom menjadi pemulung atau antri berdesakan sekadar mendapatkan BLT atau Raskin.

Spiritualitas kebernaran bagi saya adalah ketika para elit Telkom berhenti berpikir untuk memperkaya diri sendiri dengan cara tak benar. Dan tentu ketika para pensiunan didukung Sekar  berani berjuang untuk membela haknya untuk hidup sejahtera. Dan ketika perjuangan itu dilakukan dengan penuh keberanian dan kebenaran karena dilandasi kekuatan spiritual. Nah, itu!! (N425)

Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

* بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ* * السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه* * اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى س...