Selasa, 12 Februari 2019

Cakra, Tujuh Cahaya Manusia

Banyak yang memperdebatkan apakah cakra manusia itu adalah merupakan sesuatu pembahasan yang ilmiah atau bukan. Karena pada dasarnya cakra adalah sesuatu yang bersifat ilahiah, yakni materi yang pembahasanya belum bisa digapai oleh ke-5 panca indra manusia. Namun pada kenyataanya, tidak sedikit orang yang membenarkan bahwa cakra itu benar adanya dan eksistensi dari cakra itu sendiri sanggup dirasakan oleh beberapa manusia.

Di dunia paramedis, sekarang telah ditemukan alat untuk memotret aura, yakni alat yang bisa melihat beraneka ragam cahaya yang menyelimuti sekujur tubuh manusia. Karena telah ditemukannya alat inilah kemudian penulis mengambil kesimpulan bahwa “aura” sekarang menjadi hal yang ilmiah, karena keberadaanya sekarang telah bisa diukur, dilihat, dan diamati.

Jika kita melangkah lebih dalam, maka akan muncul sebuah pertanyaan, berasal dari manakah aura yang menyelimuti sekujur tubuh manusia tersebut? Beberapa ahli menjawab bahwa aura tersebut berasal dari emosi individunya, karena berdasarkan observasi, warna aura yang menyelimuti manusia berubah berbarengan dengan perubahan emosinya, semisal saat individu merasa tenang, rileks, dan santai maka warna aura yang muncul adalah cenderung kehijauan. 

Kebalikannya, saat individu (yang sama) merasakan marah, jengkel, dan dongkol maka warna aura yang terlihat adalah cenderung merah pekat. Berdasarkan data ini kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah benar bahwa sumber dari aura yang menyelimuti manusia hanya berasal dari emosinya saja?

Setelah mengkaji dari berbagai macam literatur, penulis menemukan sebuah hipotesis baru yakni aura yang menyelimuti tubuh manusia tersebut tempat muaranya adalah apa yang disebut dengan “cakra”. Cakra adalah titik pusat energi yang ada di dalam tubuh bioplasmik manusia. 

Pengetahuan tentang cakra ini sebenarnya berasal dari timur. Negara-negara barat termasuk Eropa pada awalnya tidak menganut keyakinan ini, dengan kata lain mereka tidak percaya dengan adanya cakra. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, baik di bidang kesehatan, kedokteran modern atau bela diri, orang – orang barat mulai banyak yang setuju dengan konsep adanya titik cakra dalam tubuh manusia.

Setelah mengkaji lebih dalam, ternyata dalam Agama Islam, penulis menemukan beberapa sumber yang menggambarkan secara tersirat bahwa ternyata pada hakiatnya manusia diciptakan lengkap dengan cahaya yang berada di dalam dirinya. Seperti yang tertera dalam Al Qur’an bahwa Allah adalah “... nuurun ‘ala nnur..” dan dalam syair sebuah shalawat menyatakan bahwa Muhammad adalah “.. nuurun fauqo nnur ..”. 

Di dalam kajian bahasa Arab kata ‘ala dan fauqo memiliki arti yang sama “di atas” namun memiliki makna yang berbeda. Maka ibarat ada tiga buah benda yakni meja, apel, dan lampu dimana ke-3 nya terletak secara vertikal ke atas, maka apel berada di atas meja dan lampu berada di atas apel dan meja. Kata fauqo menggambarkan posisi apel yang berada di atas (menempel) meja, Sedang ‘ala menggambarkan posisi lampu yang berada di atas (tidak menempel) dengan apel dengan meja. 

Kembali kepada dua penggalan syair dan ayat Quran di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga (3) cahaya yang terletak secara vertikal, yakni cahaya pertama yang terletak paling tinggi di antara semuanya adalah Cahaya Allah, kedua yang terletak di tengah adalah Cahaya Nabi Muhammad, dan dibawah cahaya keduanya terdapat satu lagi cahaya yang tidak pernah dijelaskan dan disebutkan, maka beberapa tokoh menyebutkan bahwa cahaya yang berada dibawah adalah cahaya manusia. 

Dengan demikian maka jelaslah sudah bahwa manusia pada hakekatnya memiliki cahaya, yang dalam dunia timur disebut dengan cakra.

Terdapat 7 sumber titik cahaya (cakra) dalam tubuh manusia yang ke-7 nya memiliki warna dan fungsi yang berbeda-beda seeprti yang dikutip dari buku Membebaskan Kundalini dalam Tubuh (2011) :

1. Chakra Mahkota (Sahasrara)

Warna : Violet

Posisi : di sisi bagian atas kepala, daerah otak dan system syaraf (ubun-ubun).

Elemen : pemikiran

Tanda astro : Capricorn, Pisces

Kelenjar : Pineal (aktif selaras dengan pituitary)

Organ : Cerebral cortex, central nervous system

Fungsi : Integrasi dan Pemahaman

Disfungsi : depresi, mengasingkan diri, ketidakmampuan untuk belajar dan mengerti

Chakra ini adalah pusat masuknya energi Illahi ke seluruh lapisan tubuh & kesadaran. Seseorang yang chakra mahkotanya berkembang secara sempurna akan banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar chakra ini selalu bersih amatlah penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus menerus oleh seluruh tubuh. Apabila chakra mahkota yang terbuka dengan lebar maka seseorang dapat melakukan perjalanan astral dengan lebih mudah. Cara mengaktifkan cakra ini adalah dengan perbanyak beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin banyak manusia dalam beribadah maka akan semakin aktif cakra mahkota yang ia miliki

2. Chakra Mata Ketiga (Ajna)

Warna : Biru indigo (nila)

Posisi : di antara kedua mata (dahi/kening)

Elemen : cahaya

Tanda astro : Sagitarius, Aquarius, Pisces

Kelenjar : Pituary (aktif selaras dengan pineal)

Organ : Mata

Fungsi : Penglihatan, intuisi, penyatuan

Disfungsi : sakit kepala, mimpi buruk, gangguan penglihatan

Chakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung & kelenjar pituitary. Disebut chakra mata ketiga karena chakra yang berkembang aktif & bersih dapat memberikan pewaskitaan (clairvoyance) atau kekuatan psikis lainnya. Selain pewaskitaan, chakra ini merupakan titik pemusatan & pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan duniawi & pengetahuan surgawi (spiritual). Seringkali manusia yang telah mencapai taraf kewaskitaan terpesona oleh sensasi tersebut & lupa akan tujuan utamanya & lama terhambat pada kesadaran di tahap ini.

3. Chakra Tenggorokan (Vishudda)

Warna : Biru muda

Posisi : tenggorokan

Elemen : Ether

Tanda astro : Gemini, Taurus, Aquarius

Kelenjar : Thyroid dan Parathyroid

Organ : leher, bahu, lengan, tangan, telinga

Fungsi : komunikasi, energi ekspresif, kemauan untuk menyatukan symbol-simbol ke bentuk yang ideal (kuasa dan tenaga untuk memilih)

Disfungsi : problem thyroid (gondok), masalah pendengaran, leher, dan kerongkongan

Chakra ini memiliki 16 lembar daun. Secara fisik chakra ini memberikan energi pada kelenjar thyroid & parathyroid. Chakra ini merupakan pusat penciptaan yang lebih tinggi (kreativitas) & hubungan antar manusia. Seseorang dengan chakra tenggorokan yang berkembang akan memiliki pengertian yang mendalam mengenai hubungan antar sesama sehingga mempunyai hubungan yang baik dengan sesamanya. 

Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh chakra ini. Chakra jantung yang yang bersih & terhubung dengan chakra tenggorokan yang bersih pula akan mengakibatkan seseorang akan dapat mengekspresikan seluruh isi hati dengan baik. Sifat-sifat yang berkenaan dengan chakra tenggorokan yang berkembang dengan baik antara lain adalah kepasrahan, keberhasilan, kelimpahan & kesejahteraan serta pengembangan pengetahuan duniawi.

4. Chakra Jantung (Anahata)

Warna : Hijau

Posisi : tengah dada

Elemen : Udara

Tanda astro : Leo, Libra

Kelenjar : Thymus

Organ : jantung, paru-paru, lengan, tangan

Fungsi : mencintai diri, mencintai orang lain, pemenuhan hajat hidup, energi mental, kesadaran dan penyembuhan

Disfungsi : gangguan jantung, asma, dan paru-paru

Chakra ini memiliki 12 lembar daun. Chakra jantung adalah chakra yang amat penting dalam spiritual karena dihubungkan sebagai lambang cinta kasih & penyembuhan. Secara fisik chakra jantung mengatur jantung & kelenjar thymus. Chakra jantung merupakan pusat dari seluruh perasaan halus seperti kasih sayang & cinta kasih. Seseorang dengan chakra jantung yang kecil, kotor atau terhambat akan memiliki kecenderungan egois, sombong, fanatik, tamak/rakus, munafik, & gelisah. Sedangkan chakra jantung yang berkembang dengan baik menyebabkan seseorang penuh dengan rasa cinta kasih & kasih sayang serta dapat berempati terhadap sesama.


5. Chakra Pusar (Manipura)

Warna : Kuning

Posisi : pinggang, perut (pusar/plexus solaris)

Elemen : Api

Tanda astro : Leo, Sagitarius, Gemini

Kelenjar : pancreas, adrenals

Organ : perut, hati, kantong empedu

Fungsi : pertumbuhan, penyembuhan, menerima dan mengeluarkan energi, tenaga bagi kemauan, tenaga personal

Disfungsi : gangguan pencernaan, borok, kencing manis, hypoglycemia, gangguan hati, metabolisme yang menyebabkan kegemukan

Chakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Chakra ini memiliki 10 lembar daun. Chakra pusar berkaitan erat dengan sifat-sifat yang membawa kecenderungan seperti iri hati, rasa malu, tidak puas, murung, benci & takut (kekurangan rasa aman). Seseorang dengan chakra pusar yang berkembang & bersih maka akan dapat mengatasi hal-hal seperti tersebut di atas & mengubahnya menjadi suatu yang positif seperti rasa aman, puas, gembira, nyaman & percaya diri.

6. Chakra Seks (Svadhisthana)

Warna : Jingga

Posisi : di bawah perut, abdomen (pada tulang pelvis)

Elemen : Air

Tanda astro : Cancer, Sagitarius, Scorpio

Kelenjar : ovarium, testicle

Organ : kandungan, alat kelamin, ginjal, kandung kemih, sistem sirkulasi

Fungsi : asimilasi, seksual, kesenangan, keinginan, gaya hidup yang memanjakan emosi

Disfungsi : gangguan kandung kemih dan ginjal, gangguan alat kelamin dan problem seksual, gangguan pinggang

Chakra sex memiliki 6 lembar daun. Chakra seks berhubungan dengan penciptaan atau reproduksi & mempengaruhi aktivitas seksual seseorang. Chakra seks berkaitan erat dengan chakra tenggorokan yang berfungsi dalam penciptaan kreativitas atau ide. Seseorang dengan Chakra seks yang bersih dan aktif akan memiliki pikiran yang lebih positif serta percaya diri. Sebaliknya seseorang akan menjadi tidak perduli, kasar, berpikir negatif (kurang kreatif), termasuk seks menyimpang jika chakra seksnya kotor & terhambat

7. Chakra Dasar (Maludara)

Warna : Merah

Posisi : di antara alat kelamin dan anus (ujung tulang ekor)

Elemen : Tanah

Tanda astro : Aries, Taurus, Scorpio, Capricorn

Kelenjar : adrenals dan suprarenals

Organ : paha, kaki, tulang, usus besar

Fungsi : survival, gaya hidup yang mengutamakan energi fisik

Disfungsi : konstipasi, wasir, kegendutan, penyakit pegal pada pinggang radang sendi, gangguan lutut, anorexia nervos

Chakra dasar mempunyai 4 lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi & keinginan untuk hidup. Chakra dasar yang aktif maka seseorang akan cenderung untuk hidup dengan penuh semangat & motivasi & sebaliknya chakra dasar yang kecil, kotor & terhambat maka akan hidup bermalas-malasan tanpa semangat bahkan memiliki kecenderungan untuk mudah putus asa bahkan bunuh diri.

Demikianlah penjelasan ciri dan fungsi berbagai jenis cahaya dalam diri manusia (cakra). Pembahasan tentang cakra diharapkan dapat dikaji secara bijak, terutama melihat bahwa ilmu dan pengetahuan apapun dan dari manapun itu berasal dari  Tuhan Yang Maha Esa, Allah Shubhanahu Wa Ta'ala. Dan semoga tulisan ini dapat menambah wawasan serta menuntun pembaca untuk beramal lebih baik lagi terhadap sesamanya, lingkungannya maupun kepada diri sendiri (habluminannas), serta terutama dalam upaya menjaga hubungan secara vertikal dengan Allah SWT (habluminallah)...Aamiin.
(Penulis: M. Arief Hidayatullah Putra/Kompasiana)