Dalam sunyi kusebut nama-Mu
Bagai kasturi semerbak di kalbu
Rindu ini membara tak terpadu
Bagai gurun dahaga akan biru...
Di malam buta kudamba cahaya-Mu
Seperti kuntum melati pohon rindu
Angin berbisik membawa wangi syahdu
Namun tetap kucari wajah-Mu yang satu...
Wahai kekasih sejati yang abadi
Jangan biarkan hamba sendiri menanti
Ruh ini layu tanpa sentuhan ilahi
Bagai bumi tandus menanti hujan suci...
Kutunggu fajar di balik jingga senja
Namun gelap terus menyergap nyata
Sampai kapan rindu ini menggejala?
Hanya nama-Mu jadi obat yang nyata...
Ya Rabbi, ampuni dahaga yang melampau
Bukan maksud hati menguji cinta-Mu
Hanya kerinduan yang tak sanggup berpura-pura
Bahwa tanpa-Mu, hidup hampa belaka...
