Mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah, adab, dan salah satu sebab dikabulkannya doa dalam Islam. Hal ini berdasarkan banyak hadits shahih. Rasulullah ﷺ mencontohkan mengangkat tangan setinggi bahu dengan telapak tangan menghadap ke langit. Bahkan hingga terlihat ketiaknya saat berdoa dengan sungguh-sungguh. Kemduian disunnahkan mengusap wajah setelahnya.
Hadits-hadits Utama Mengangkat Tangan Saat Berdoa:
Adab Berdoa: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Nabi ﷺ bersabda, "Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya." (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud).
Allah Malu Hambanya Tidak Mendapatkan Hasil: "Sesungguhnya Allah itu Maha Hidup lagi Mulia, Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat tangan menghadap kepada-Nya lantas kedua tangan tersebut kembali dalam keadaan hampa dan tidak mendapatkan hasil apa-apa." (HR. Tirmidzi no. 3556, shahih menurut Al-Albani).
Contoh Nabi ﷺ: Sahabat Anas bin Malik Radhiallahu'anhu berkata, "Biasanya Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa (minta hujan). Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih" (HR. Bukhari no. 1031, Muslim no. 895).
Doa Qunut: Rasulullah ﷺ mengangkat tangan saat berdoa qunut (HR. Ahmad, disahihkan oleh An-Nawawi).
Catatan Penting:
Mengangkat tangan adalah tanda kerendahan hati.
Tidak ada keharusan mengangkat tangan terlalu tinggi, cukup setinggi dada atau bahu.
Dicontohkan UAH: Dekatkan kedua telapak tangan dan hubungkan garis di kedua telapak tangan.
