*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*
*بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم*
Pengantar AI: Hikmah paska Lebaran adalah kembalinya manusia ke fitrah (suci) dengan mempertahankan ketakwaan, konsistensi ibadah, dan peningkatan kepedulian sosial. Bukan sekadar perayaan seremonial. Ini momentum menjaga kesalehan individu dan sosial yang telah ditempa selama Ramadhan, seperti silaturahmi, sedekah, serta puasa Syawal.
Berikut adalah poin-poin hikmah utama setelah Lebaran:
- Menjaga Konsistensi (Istiqomah) Ibadah: Melanjutkan kebiasaan baik seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan sedekah yang dilakukan selama Ramadhan.
- Puasa Syawal: Dianjurkan puasa enam hari di bulan Syawal, yang pahalanya seperti berpuasa setahun penuh, sebagai bentuk syukur dan latihan istiqomah.
- Merawat Silaturahmi: Mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan dengan saling berkunjung dan memaafkan, yang membersihkan hati dari dendam.
- Peningkatan Kepedulian Sosial: Menjaga semangat berbagi yang dimulai dari zakat fitrah hingga berlanjut ke sedekah rutin kepada sesama, terutama yang membutuhkan.
- Pengendalian Diri: Menerapkan disiplin diri dalam menahan hawa nafsu dan menghindari perilaku berlebihan setelah sebulan penuh dilatih.
- Refleksi Diri dan Keikhlasan: Menjadikan hati yang bersih setelah Ramadhan sebagai motivasi untuk bekerja dan beramal dengan lebih jujur dan ikhlas.
- Perubahan Jiwa: Menjadi manusia baru yang lebih bertakwa, menyebarkan kedamaian, dan lebih dekat kepada Allah.
Ramadhan Telah Pergi
Apa dan bagaimana yang harus kita lakukan usai Ramadhan?
1. Bersyukur
Mari kita men-syukuri karena Allah telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dan memudahkan kita berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.(QS. Al Baqarah: 185)
Bersyukur bukan hanya dengan kata-kata tetapi* hakekat syukur adalah dengan tiga hal, dengan hati, dengan lisan dan dengan anggota badan.
Yakinlah dengan syukur kepada Allāh, niscaya Allāh akan menambahkan nikmatNya kepada kita.
2. Istighfar
Walau kita sudah berusaha maksimal mungkin di bulan Ramadhan, tapi kita harus mengakui bahwa kita masih banyak kekurangan dan kekhilafan.
Oleh karenanya, *orang beriman selalu merasa bahwa amal mereka sedikit dan mereka khawatir jika amal mereka tidak diterima di sisi Allah.
Perhatikanlah bagaimana Nabi usai menjalankan shalat beliau istighfar. Selesai bermajlis membaca doa kaffaratul majlis yang isinya istighfar dan di penghujung malam senantiasa istighfar.
Hasan Al Bashri* berkata: "Seorang mukmin itu menggabung dua hal; amal kebaikan dan rasa takut. Berbeda dengan munafiq, dia menggabung dua hal; amal keburukan dan merasa aman".(Jami'ul Bayan 17/68 oleh Ath Thabari).
3. Berdoa
Doa adalah kunci kebaikan dunia. Marilah kita berdoa agar Allah ﷻ berkenan menerima amal ibadah kita yang sedikit ini. Itulah kenapa, dulu para sahabat usai shalat hari raya mereka saling mendoakan:
تقبل الله منا ومنكم
Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
4. Mengambil ibrah dari ramadhan
Ramadhan adalah madrasah keimanan bagi kita. Jadi, jangan biarkan dia berlalu tanpa bekas. Jangan jadikan ramadhan semacam musim yang datang dan berlalu begitu saja. Marilah kita mengambil pelajaran dan ibrah yang banyak sekali dari bulan Ramadhan. Di antaranya membentuk pribadi yang bertaqwa dan berakhlak mulia.
5. Istiqomah beramal ibadah
Walaupun Ramadhan sudah berlalu meninggalkan kita bukan berarti amal ibadah telah terputus sampai di situ saja, tetapi masih terbuka lebar pintu-pintu kebaikan lainnya ba'da Ramadhan, hingga akhir hayat kita.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).* (QS. Al-Hijr: 99)'
Bila di bulan Ramadhan ada sholat tarawih maka ingatlah bahwa di sana masih ada sholat malam (witir dan tahajud). Bila di bulan Ramadhan kita berpuasa ingatlah bahwa setelahnya ada puasa-puasa sunnah seperti senin kamis, puasa ayyamul bidh dan sebagainya, bahkan di bulan ini setelah Ramadhan, Nabi ﷺ menganjurkan agar kita mengiringinya dengan puasa Syawal, selama enam hari.
Beliau bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَْتبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.”* (HR. Muslim)
Demikian pula ibadah-ibadah lainnya seperti sedekah, membaca Al-Qur'an, berdoa dan lain sebagainya, hendaknya tetap kita lakukan sekalipun Ramadhan sudah usai.
Waffaqaniyallahu wa iyyakum.
Segala puji bagi Allāh ﷻ yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Aamiin ya Rabbal'alamiin.
