Jumat, 19 April 2019

Pengertian, Dasar Akhlak Tasawuf, Persamaan dan Perbedaannya dengan Moral dan Etika

A.Pengertian

1.Pengertian Akhlak, Etika dan Moral

a.Pengertian Akhlak

Kata akhlah berasal dari bahasa Arab khuluq yang jamaknya akhlaq.Menurut bahasa akhlak adalah perangai, tabiat, dan agama. Dinamakan khuluq karena etika bagaikan khalqah (karakter) pada dirinya. Dengan demikian khuluq adalah etika yang menjadi pilihan dan diusahakan seseorang. Adapun etika yang sudah menjadi tabiat bawaannya dinamakan al-khaym.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akhlak diartikan sebagai budi perkerti, watak, dan tabiat.

Berkaitan dengan pengertian khuluq yang berarti agama, Al-Fairuzzabadi berkata, “ketahuilah, agama pada dasarnya adalah akhlak. Barang siapa memiliki akhlak mulia, kualitas agamanya pun mulia. Agama diletakkan di atas landasan akhlak utama, yaitu kesabaran, memelihara diri, keberanian, dan keadilan.”

Secara sempit, pengertian akhlak dapat diartikan dengan:

1.Kumpulan kaidah untuk menempuh jalan yang baik

2.Jalan yang sesuai untuk menuju akhlak

3.Pandangan akal tantang kebaikan dan keburukan.

Pengertian akhlak menurut istilah, Menurut imam Al-Ghozali “akhlak adalah daya kekuatan (sifat) yang tertanam dalam jiwa yang mendorong perbuatan-perbuatan yag spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran.

Jadi, akhlak merupakan sikap yang melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan.

b.Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti kebiasaan (perbiatan).netika adalah teori tentang perbuatan manusia dilihat dari baik dan buruknya. Etika memurut filsafat adalah ilmu yang menyelidiki perbuatan baik dan perbuataan buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh dapat diketahui oleh akal pikiran.

c.Pengertian Moral

Moral berasal dari bahasa latin mores. Kata Jama’ dari mos yang berarti adat kebiasaan. Menurut istilah moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia. Yang baik dan wajar, sesuai dengan ukuran tindakan yang oleh umum diterima, meliputi kesatuan social atau lingkungan tertentu.

B, Pengertian Tasawuf

1.Pengertian Tasawuf Secara lughawi

Secara lughawi pengertian tasawuf dapat dilihat menjadi beberapa macam pengertian, seperti di bawah ini.

Pertama tasawuf berasal dari kata ahlu suffah ا هل ا لصفة yang berarti sekelompk orang pada masa Rasulullah SAW, yang hidupnya berdiam di serambi-serambi masjid, mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kedua tasawuf berasal dari kata shafa ( صفا ء) berarti “bersih” atau “suci” maksudnya adalah orang-orang yang menyucikan dirinya di hadapan Tuhan-Nya.

Ketiga tasawuf berasal dari kata shaf ( صف)artinya orang-orang yang ketika shalat selalu berada di saf paling depan.

Keempat, istilah tasawuf dinisbahkan kepada orang-orang dari bani Shufah.

Kelima, tasawuf berasal dari kata saufi (سو فئ ) yang berarti kebijaksanaan.

Keenam, tasawuf berasal dari kata shaufanah yaitu sebangsa buah-buahan kecil yang berbulu dan banyak yang tumbuh di padang pasir di tanah arab.

Ketujuh, tasawuf berasal dari kata shuf ( صو ف) yang berarti bulu domba atau wol.

2.Pengertian tasawuf secara istilah

Pengertian tasawuf secara istilah adalah ilmu yang mengajarkan kepada manusia untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah.pada bingkai global, urgensi tasawuf yang disajikan bagi kalangan intelektual muda, seperti para mahasiswa, adalah upaya positif untuk sadar dan mengenal pada eksistensi dirinya, sehingga ia akan sampai pada eksistensi Tuhannya. Konsep pendidikan tasawuf yang terkenal adalah : “ barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya”.

Menurut Muhammad Ali Al-Qossab, tasawuf adalah akhlak yang mulia, yang timbul pada masa yang mulia dari seorang yang mulia ditengah-tengah kaum yang mulia.

Menurut Al-Junaid ai-Baghdadi mendefinisikan tasawuf sebagai berikut: “hendaknya kita berhubungan dengan al-Haqq tanpa perantara (wasilah)” dan dikitab lain dia juga mendefinisikan tasawuf adalah “hendaknya hidup dan matimu diserahkan kepada al-Haqq”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari usaha membersihkan diri, berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan ma’rifat menuju keabadian, saling mengingatkan antar manusia, serta berpegang teguh pada janji Allah SWT dan mengikuti syari’at Rosulullah SAW dalam mendekatkan diri dan mencapai keridhoan-Nya.

C.Dasar-Dasar Tasawuf Dalam Al-Qur’an dan Hadis

Kajian tentang tasawuf semakin banyak diminti orang. Sebagai bukti, misalnya, semakin banyaknya buku yang membahas tasawuf yang banyak kita temui telah mengisi berbagai perpustakan terutama di Negara-negara yang berpenduduk muslim, juga Negara-negara barat sekalipun yang mayoritas masyarakatnya adalah nonmuslim.

Tingkat ketertarikan mereka tidak dapat diklaim sebagai sebuah penerimaan bulat-bulat terhadap tasawuf. Ketertarikan mereka terhadap tasawuf dapat dilihat pada dua kecenderungan, yaitupertama karena kecenderungan terhadap kebutuhan fitrah atau naluriah;

Kedua, karena kecenderungan pada persoalan akademis. Kecenderungan pertaman mengisyaratkan bahwa manusia membutuhkan sentuhan-sentuhan spiritual atau rohani. Kecenderungan kedua mengisyaratkan bahwa kajian tasawuf menarik untuk dikaji secara akademis-keilmuan.

Untuk melihat dasar-dasar tentang tasawuf, dalam kajian ini penulis akan mengetahkan landasan-landasan naqli dari tasawuf. Landasannaqli yang kami maksudkan adalah landasan Al-Qur’an dan Al-Hadis. Kami memandang perlu menyajikan kedua landasan ini karena Al-Qur’an dan Al-Hadis merupakan kerangka acuan pokok yang selalu dipegang umat islam.

1.Landasan Al-Qur’an

Tasawuf pada awal pembentukannya adalah akhlak atau keagamaan, dan moral keagamaan ini banyak diatur dalm Al-Quran dan As-Sunnah. Jelaslah bahwa sumber pertamanya adalah ajaran-ajaran islam. Sebab tasawuf ditimba dari Al-Quran dan As-Sunnah, dan amalan-amalan serta ucpan para sahabat. Amalan serta ucapan para sahabt itu tentu saja tidak keluar dari ruang lingkup Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan begitu, justru dua sumber utama tasawuf adalah Al-Quran dan As-Sunnah.

Al-Quran merupakan kitab Allah SWT. Yang di dalamnya terkandung muatan-muatan ajaran Islam, baik akidah , syariah, maupunmuamalah .ketiga muatan tersebut banyak tercermin dalam ayat-ayat yang termaktub dalam Al-Quran. Ayat-ayat Al-Quran itu, di satu sisi memang perlu dipahami secara tektual-lahiriah, tetapi di sisi lain, ada juga yang perlu dipahami secara kontektual-rohaniah. Sebab jika dipahami hanya secara lahiriah, ayat-ayat Al-Quran akan terasa kaku, kurang dinamis, dan tidak mustahil akan ditemukan persoalan yang tidak dapat diterima secara psikis.

Secara umum. Ajaran islam mengatur kehidupan yang bersifat lahiriah dan batiniah. Pemahaman terhadap unsur kehidupan yang bersifat batiniah pada gilirannya melahirkan tasawuf. Unsur kehidupan tasawuf ini mendapat perhatian yangcukup besar dari sumber ajaran Islam. Ak-Quran dam As-Sunnah, serta praktik kehidupan Nabi Muhammmad SAW dan para sahabatnya. Al-Quran antara lain berbicara tentang kemungkinan manusia dapat saling mencintai (mahabbah ) dengan Tuhan. Hal itu misalnya difirmankan Allah SWT dalam Al-Quran.

Artinya: wahai orang-orang yang beriman ! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan merekanpun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya ), Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Ma’idah [5]:54)

Dalam Al-Quran, Allah SWT pun memerintahkan manusia agar senantiasa bertobat, membersihkan diri, dan memohon ampunnan kepada-Nya sehingga memperoleh cahaya dari-Nya.

2.Landasan Hadits

Dalam hadis Rasulullah SAW banyak dijumpai keterangan yang berbicara tentang kehidupan rohaniah manusia. Berikut ini beberapa matan hadis yang dapat dipahami dengan pendekatan tasawuf.

Artinya “barang siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya”

Hadis ini di samping melukiskan kedekatan hubungan antara Tuhan dan manusia, sekalipun mengisyaratkan arti bahwa manusia dan Tuhan adalah satu. Jadi barang siapa yang ingin mengenal Tuhan cukup mengenal dan merenungkan perihal dirinya sendiri.

Dasar-dasar tasawuf baik Al-Quran , Al-Hadis, maupun teladan dari para sahabat, ternyata merupakan benih-benih tasawuf dalam kedudukannya sebagai ilmu tentang tingkatan (maqomat) dan keadaan ( ahwal). Dengan kata lain, ilmu tentang moral dan tingkah laku manusia terdapat rujukannya dalam Al-Qura, bahwa pertumbuhan pertamanya, tasawuf ternyata ditimba daro sumber Al-Quran.

D.Perbedaan dan Persamaan antara Akhlak, Etika, dan Moral

1.Persamaan Antara Akhlak, Etika, dan Moral

Ada beberapa persamaan antara akhlak, etika, dan moral, yaitu sebagai berikut:

a.Akhlak, etika, dan moral mengacu pada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat, dan perangai yang baik.

b.Akhlak, etika, dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk mengukur martabat dan harkat kemanusiaannya.

c.Akhlak, etika, dan moral seseorang atau sekelompok orang tidak semata-mata merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap dan konstan, tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang.

2.Perbedaan Antara Akhlak, Etika, dan Moral

Akhlak merupakan istilah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Nilai-nilai yang menentukan baik dan buruk, layak atau tidak layak suatu perbuatan, kelakuan, sifat, dan perangai dalam akhlak yang bersifat universal dan bersumber dari ajaran Allah SWT. Sedangkan etika sendiri merupakan filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai-nilai, dan kesusilaan tentang baik dan buruknya.

E.Tujuan dan Manfaat Akhlak Tasawuf

Pada dasarnya, tujuan pokok akhlak adalah agar setiap muslim berbudi pekerti, bertingkah laku, berperangai atau beradat-istiadat yang baik sesuai dengan ajaran islam. Ibadah-ibadah inti dalam islam juga memiliki tujuan pembinaan akhlak mulia. 

Misalnya, shalatbertujuan mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela; zakat disamping bertujuan menyucikan harta juga bertujuan menyucikan diri dengan memupuk kepribadian mulia cara membantu sesama; puasa bertujuan mendidik diri untuk menahan diri dari berbagai syahwat. 

Dengan demikian, tujuan secara umum adalah membentuk kepribadian seorang muslim yang memiliki akhlak mulia, baik secara lahiriyah maupun batiniah.
(Penulis: Dhia Syarafana Islamy/Kompasiana)
sumber:
Anwar, Rosihon. 2010. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
Sultoni, Ahmad. 2007. Sang Maha-Segalanya Mencintai Sang Maha-Siswa. Surabaya: Temprina Media Grafika.
Tamrin, Dahlan. 2010. Tasawuf Irfani. Malang: UIN-Maliki Press.

Sabtu, 16 Februari 2019

Dahsyatnya dzikir sirr

Jika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dzikir (mengingat) lisan.

Namun jika Nama Allah diingat dengan hati, maka itu akan sebanding dengan dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan (dzikir) lisan. Itulah dzikir hati atau dzikir sirr.

Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh, dan semua terhubung ke jantung. Jika Nama Allah diucapkan bahkan sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan juga.

Rasulullah saw bersabda, “Wahai Abu Dzarr! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir khamilan!”,

Abu Dzarr bertanya “Apa itu khamilan?”

Sabda Rasul : “Khafi (dalam hati)” (Mizan al-Hikmah 3 : 435)

TAHAP pertama zikir adalah zikir lisan. Kemudian zikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan.

Selanjutnya, zikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan.

Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.

Inilah rahasia dari sabda Nabi saw :

”Siapa ingin bersenang – senang di taman surga, perbanyaklah mengingat Allah”

TANDA bahwa sebuah zikir sampai pada sirr (nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah ketika pelaku zikir dan objek zikirnya lenyap tersembunyi.
Zikir Sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya.

Tandanya, apabila engkau meninggalkan zikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.

Zikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu).

Salah satu tandanya, zikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah–olah tertarik oleh rantai.

Indikasinya, zikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.

Namun, engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala.

Zikir yang masuk ke dalam sirr terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku zikir seolah–olah lisannya tertusuk jarum.

Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.

Jumat, 15 Februari 2019

Fadhilah luar biasa dzikrullah


Dzikrullah, memiliki fadhilah sangat luar biasa dalam aktivitas spiritual, khususnya dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketawaan  kepada Allah Shubhanahu Wata'ala. Atau bagi yang sedang melakukan perjalanan spiritual (salik) menuju CahayaNya. Bahkan keutamaannya melebihi dari do'a dan berjihad. Berikut hadits-hadits Shahih mengenai Fadhilah Dzikir.

1. DZIKIR ADALAH AMAL TERBESAR

2. DZIKIR LEBIH UTAMA DARIPADA JIHAD

Alloh Ta’ala menegaskan: وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ (العنكبوت : 45)

“Sungguh dzikir kepada Alloh adalah paling besar.

Hadits shahih berikut ini cukup menjadikan kita paham terhadap ayat di atas, yaitu:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Dari Abu Ad Darda` radliallahu ‘anhu ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka berkata; ya. Beliau berkata: “Berdzikir kepada Allah ta’ala.” Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu berkata2; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. HR Tarmidzi 3299, shahih.

3. DZIKIR LAKSANA RUH

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” HR Bukhari 5928.

4. DZIKIR MEMBENTENGI DIRI DARI SETAN

عَنِ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا عَلَيْهِمَا السَّلَام بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهِنَّ وَأَنْ يَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهِنَّ وَكَادَ أَنْ يُبْطِئَ فَقَالَ لَهُ عِيسَى إِنَّكَ قَدْ أُمِرْتَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ تَعْمَلَ بِهِنَّ وَتَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهِنَّ فَإِمَّا أَنْ تُبَلِّغَهُنَّ وَإِمَّا أَنْ أُبَلِّغَهُنَّ فَقَالَ يَا أَخِي إِنِّي أَخْشَى إِنْ سَبَقْتَنِي أَنْ أُعَذَّبَ أَوْ يُخْسَفَ بِي قَالَ فَجَمَعَ يَحْيَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ حَتَّى امْتَلَأَ الْمَسْجِدُ فَقُعِدَ عَلَى الشُّرَفِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ
 

Dari Al Harits Al Asy’ari sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Allah ‘Azzawajalla memerintahkan Yahya bin Zakariya ‘alaihissalam dengan lima kalimat agar diamalkan, dan memerintahkan Bani Isra`il agar mereka mengamalkannya. Namun Yahya hampir saja memperlambatnya. 

Lalu ‘Isa berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya kamu kamu diperintahkan dengan lima kalimat, agar kamu mengamalkannya, juga kamu perintahkan kepada Bani Isra`il mengamalkannya. Sekarang kamu yang menyampaikan, atau saya yang menyampaikannya.’ Lalu dia berkata; ‘Wahai saudaraku, sesungguhnya saya takut jika kamu mendahuluiku niscaya saya akan disiksa atau ditenggelamkan’.” (Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) bersabda: “lalu Yahya mengumpulkan Bani Isra`il di Baitul Maqdis, sampai masjid itu menjadi penuh, dia duduk pada tempat imam, memuji Allah kemudian berkata:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَنِي بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ أَعْمَلَ بِهِنَّ وَآمُرَكُمْ أَنْ تَعْمَلُوا بِهِنَّ أَوَّلُهُنَّ أَنْ تَعْبُدُوا اللَّهَ لَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ مَثَلُ رَجُلٍ اشْتَرَى عَبْدًا مِنْ خَالِصِ مَالِهِ بِوَرِقٍ أَوْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ يَعْمَلُ وَيُؤَدِّي غَلَّتَهُ إِلَى غَيْرِ سَيِّدِهِ فَأَيُّكُمْ سَرَّهُ أَنْ يَكُونَ عَبْدُهُ كَذَلِكَ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَكُمْ وَرَزَقَكُمْ فَاعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

‘Allah ‘Azzawajalla telah memerintahkan kepadaku agar mengamalkan lima hal dan agar kalian juga mengamalkannya. Yang pertama adalah: kalian menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. 

Permisalan hal itu adalah sebagaimana seseorang yang membeli seorang budak dari hartanya dengan sejumlah uang atau dari emas, sialnya budak itu bekerja dan mengerjakan pekerjaanya kepada selain tuannya, maka siapa yang merasa senang dengan hal itu?. Sesungguhnya Allah ‘Azzawajalla telah menciptakan kalian, memberi rizki kepada kalian, sembahlah Dia dan janganlah kalian menyekutukan dengan sesuatupun.

وَآمُرُكُمْ بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْصِبُ وَجْهَهُ لِوَجْهِ عَبْدِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ فَإِذَا صَلَّيْتُمْ فَلَا تَلْتَفِتُوا

Saya perintahkan kepada kalian untuk shalat. Sesungguhnya Allah ‘Azzawajalla menghadapkan wajah-Nya kepada wajah hamba-Nya, selama dia tidak menoleh. Jika kalian shalat, janganlah kalian menoleh.

وَآمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ مَعَهُ صُرَّةٌ مِنْ مِسْكٍ فِي عِصَابَةٍ كُلُّهُمْ يَجِدُ رِيحَ الْمِسْكِ وَإِنَّ خُلُوفَ فَمِ الصَّائِمِ عِنْدَ اللَّهِ أَطْيَبُ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Saya perintahkan kepada kalian untuk berpuasa, permisalah hal itu adalah sebagaimana seseorang yang membawa sebotol minyak wangi pada sekelompok orang semunya merasakan bau wangi tersebut. Bau harum mulut orang yang sedang berpuasa di sisi Allah itu lebih harum daripada bau kasturi.

وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ فَشَدُّوا يَدَيْهِ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوهُ لِيَضْرِبُوا عُنُقَهُ فَقَالَ هَلْ لَكُمْ أَنْ أَفْتَدِيَ نَفْسِي مِنْكُمْ فَجَعَلَ يَفْتَدِي نَفْسَهُ مِنْهُمْ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ حَتَّى فَكَّ نَفْسَهُ

Saya perintahkan kepada kalian untuk bersedekah. Sesungguhnya permisalan hal itu adalah seseorang yang ditawan musuh, lalu dia mengikatnya kedua tangannya pada lehernya, dan diletakkan di hadapannya untuk dibunuh. Lalu dia mengajukan penawaran, ‘Apakah kalian mau jika saya menebus diri saya dari kalian? ‘ Lalu dia menebus dirinya dengan sesuatu yang sedikit dan yang banyak sehingga dirinya bisa bebas.

وَآمُرُكُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كَثِيرًا وَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ طَلَبَهُ الْعَدُوُّ سِرَاعًا فِي أَثَرِهِ فَأَتَى حِصْنًا حَصِينًا فَتَحَصَّنَ فِيهِ وَإِنَّ الْعَبْدَ أَحْصَنُ مَا يَكُونُ مِنْ الشَّيْطَانِ إِذَا كَانَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Saya perintahkan kepada kalian untuk berdzikir kepada Allah ‘Azzawajalla yang banyak. Permisalan hal itu adalah sebagaimana seseorang yang musuhnya mengejarnya dengan cepat lalu dia mendapatkan benteng yang kokoh, dijadikannya benteng itu untuk tempat berlindung. Sesungguhnya seorang hamba lebih dapat terjaga dari setan jika dia dalam keadaan berdzikir kepada Allah ‘Azzawajalla.”

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ بِالْجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَالْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Saya perintahkan kalian dengan lima hal yang Allah telah perintahkan kepadaku: jama’ah, mendengar, taat, hijrah dan jihad di jalan Allah.” HR Ahmad 16542, shahih.

الْفُضَيْل يَقُولُ: ” خَيْرُ الْعَمَلِ أَخْفَاهُ، وَأَمْنَعُهُ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَأَبْعَدُهُ مِنَ الرِّيَاءِ “

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Amal terbaik adalah yang paling tersembunyi, paling mampu mencegah dari setan, dan paling jauh dari riya`.” Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6495.

DZIKIR MERUPAKAN HIASAN BAGI MAJLIS

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا قَامُوا عَنْ مِثْلِ جِيفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum bangkit dari tempat duduknya, dan mereka tidak menyebut nama Allah dalam majlis tersebut, melainkan mereka seperti bangun dari tempat yang semisal dengan bangkai himar, dan kelak menjadi penyesalan baginya (di akhirat).” HR Abu Dawud 4214, shahih.

5.  DZIKIR ADALAH PENYELAMAT TERKUAT DARI ADZAB

عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَيَّاشِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا قَطُّ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Dari Ziyad bin Abu Ziyad budak ‘Abdullah bin ‘Ayyasy bin Abu Robi’ah, bahwasanya ada yang menyampaikan padanya dari Mu’adz bin Jabal berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh seorang manusia yang lebih bisa menyelematannya dari adzab Allah melebihi dzikir.” HR Ahmad 21064, dinilai shahih oleh Syaikh Albani (Shahihul Jami’ 5644)

6. DZIKIR MENENANGKAN HATI

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ .الرعد : 28

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan dzikir kepada Alloh. Ingatlah, hanya dengan dzikrullah hati-hati menjadi tenang.”

7. DZIKIR MEMBEBASKAN DARI LA’NAT ALLOH

أَبو هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terlaknat dan segala isinya pun juga terlaknat, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim atau orang yang belajar.” HR Tarmidzi 2244, hadits shahih.

8. SELAIN DZIKIR BERARTI SIA-SIA

عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ : رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ وَجَابِرَ بْنَ عُمَيْرٍ الأَنْصَارِيَّيْنِ يَرْمِيَانِ ، فَمَلَّ أَحَدُهُمَا فَجَلَسَ فَقَالَ الآخَرُ : كَسِلْتَ ؟ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ فَهُوَ لَغْوٌ وَلَهْوٌ إِلاَّ أَرْبَعَةَ خِصَالٍ : مَشْيٌ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ ، وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ ، وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ ، وَتَعْلِيمُ السَّبَّاحَةِ

Dari ‘Atha` bin Abi Rabah berkata, “Aku melihat Jabir bin ‘Abdillah dan Jabir bin ‘Umair yang keduanya Anshari, sedang memanah. Lalu salah satu dari keduanya duduk, maka ditegur oleh yang lain: Kau telah malas? Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Segala sesuatu yang tidak termasuk dzikir kepada Alloh, maka itu sia-sia dan permainan belaka, selain 4 hal yaitu: berjalan antara dua sasaran panah (tempat berlatih memanah), melatih kudanya, mula’abah (sendau gurau) dengan istrinya, dan mengajari berenang.” HR Nasa`i dalam al-Kubra 8891, shahih.

9. DZIKIR ADALAH AMAL YANG RINGAN

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Dari ‘Abdullah bin Busr radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; wahai rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at Islam telah banyak yang menjadi kewajibanku, maka beritahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan sebagai pegangan! Beliau bersabda: “Hendaknya senantiasa lidahmu basah karena berdzikir kepada Allah.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari sisi ini. HR Tarmidzi 3297, shahih.

Hadits ini diriwayatkan juga dengan redaksi lain yaitu bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw: Amal apa yang paling utama? Maka beliau menjawab: أَنْ تُفَارِقَ الدُّنْيَا وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ : “Anda meninggalkan dunia dalam keadaan lidahmu basah dengan dzikir kepada Alloh.” HR Baghawi dalam Syarhus Sunnah 1245, Ibnul Ja’d dalam Musnad–nya 3431, dan Abu Nu’aim 6/1113.

10. AHLI DZIKIR ADALAH WALI ALLOH SWT.

Rasulullah saw bersabda:

أولياء الله تعالى : الذين إذا رءوا ذكر الله تعالى ( الحكيم ) عن ابن عباس ( حسن )

“Para wali Alloh adalah orang-orang yang jika dilihat, (menyebabkan orang yang melihatnya) ingat kepada Alloh Ta’ala.” HR Hakim Tarmidzi dari hadits Ibnu ‘Abbas ra; hadits hasan (Shahihul Jami’ 2557)

11. DZIKIR DI DALAM MASJID

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ وَأَصْحَابُهُ مَعَهُ إِذْ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَصْحَابُهُ مَهْ مَهْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزْرِمُوهُ دَعُوهُ ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ الْقَذَرِ وَالْبَوْلِ وَالْخَلَاءِ أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هِيَ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَذِكْرِ اللَّهِ وَالصَّلَاةِ

Dari Anas Bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk di masjid dengan para sahabatnya. Tiba-tiba datang orang badui dan kencing di masjid. Para sahabat nabi berujar, “Tahan, tahan!”. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian hentikan, biarkan saja”. Merekapun membiarkannya, lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam hanya mengatakan kepadanya, “Masjid ini, tidak seyogianya dikotori dengan kotoran, kencing dan air besar” -atau sepertinya nabi bersabda- “Hanyasanya masjid diperuntukkan unutk membaca al-qur’an, dzikir kepada Allah dan shalat”. HR Ahmad 12515, shahih.

FADHILAH MELAZIMI DZIKIR

عَنْ كَرِيمَةَ ابْنَةِ الْحَسْحَاسِ الْمُزَنِيَّةِ أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ قَالَتْ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ وَنَحْنُ فِي بَيْتِ هَذِهِ يَعْنِي أُمَّ الدَّرْدَاءِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْثُرُ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ

Dari Karimah binti Al Hashas Al Muzaniyah bahwasanya ia menceritakan kepadanya; Abu Hurairah menceritakan kepada kami ketika kami berada di rumah ini -yaitu rumah Ummu Darda`-, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meriwayatkan dari Rabbnya ‘azza wajalla, Dia berfirman: “Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, dan kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku.” HR Ahmad 10553, dengan isnad shahih4.

FADHILAH DZIKIR DALAM KESEPIAN

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” HR Bukhari 620.

FADHILAH MAJLIS DZIKIR

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ منْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat anak Isma’il. Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari Shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam adalah lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat orang budak.” HR Abu Dawud 3182, shahih.

FADHILAH DZIKIR SAAT ORANG-ORANG LALAI

عن كعب قال إن من خير العمل سبحة الحديث وإن من شر العمل التحذيف قال قلت يا أبا عَبد الرحمن ما سبحة الحديث قال يسبح الرجل والقوم يتحدثون قلت وما التحذيف قال يكون الرجل بخير فإذا سئلوا قالوا بشر.

Ka’b berkata, “Sungguh termasuk amal terbaik adalah subhatul hadits (shalat sunnah saat perbincangan), dan sungguh termasuk amal terburuk adalah tahdzif (menghapus).” Ditanyakan: Wahai Abu ‘Abdir Rahman, apa itu subhatul hadits? Dia menjawab, “Seorang lelaki shalat sunnah sementara orang-orang berbincang-bincang.” Ditanyakan: “Apa itu tahdzif?” Dia menjawab, “Seseorang dalam kondisi sehat/baik, namun saat orang-orang ditanya (tentangnya) mereka jawab: kondisinya tidak baik.” Riwayat Abu Nu’aim 6/21.

FADHILAH MATI DALAM KEADAAN DZIKIR

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ سَمِعَهُ يَقُولُ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ؟ قَالَ: ” أَنْ تَمُوتَ وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ “

Dari Mu’adz bin Jabal, dia bertanya kepada Nabi saw: Amal apa yang paling dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla? Beliau menjawab, “Anda mati dalam keadaan lisanmu basah dengan dzikir kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.” HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman 513, hadits hasan.

Selasa, 12 Februari 2019

Cakra, Tujuh Cahaya Manusia

Banyak yang memperdebatkan apakah cakra manusia itu adalah merupakan sesuatu pembahasan yang ilmiah atau bukan. Karena pada dasarnya cakra adalah sesuatu yang bersifat ilahiah, yakni materi yang pembahasanya belum bisa digapai oleh ke-5 panca indra manusia. Namun pada kenyataanya, tidak sedikit orang yang membenarkan bahwa cakra itu benar adanya dan eksistensi dari cakra itu sendiri sanggup dirasakan oleh beberapa manusia.

Di dunia paramedis, sekarang telah ditemukan alat untuk memotret aura, yakni alat yang bisa melihat beraneka ragam cahaya yang menyelimuti sekujur tubuh manusia. Karena telah ditemukannya alat inilah kemudian penulis mengambil kesimpulan bahwa “aura” sekarang menjadi hal yang ilmiah, karena keberadaanya sekarang telah bisa diukur, dilihat, dan diamati.

Jika kita melangkah lebih dalam, maka akan muncul sebuah pertanyaan, berasal dari manakah aura yang menyelimuti sekujur tubuh manusia tersebut? Beberapa ahli menjawab bahwa aura tersebut berasal dari emosi individunya, karena berdasarkan observasi, warna aura yang menyelimuti manusia berubah berbarengan dengan perubahan emosinya, semisal saat individu merasa tenang, rileks, dan santai maka warna aura yang muncul adalah cenderung kehijauan. 

Kebalikannya, saat individu (yang sama) merasakan marah, jengkel, dan dongkol maka warna aura yang terlihat adalah cenderung merah pekat. Berdasarkan data ini kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah benar bahwa sumber dari aura yang menyelimuti manusia hanya berasal dari emosinya saja?

Setelah mengkaji dari berbagai macam literatur, penulis menemukan sebuah hipotesis baru yakni aura yang menyelimuti tubuh manusia tersebut tempat muaranya adalah apa yang disebut dengan “cakra”. Cakra adalah titik pusat energi yang ada di dalam tubuh bioplasmik manusia. 

Pengetahuan tentang cakra ini sebenarnya berasal dari timur. Negara-negara barat termasuk Eropa pada awalnya tidak menganut keyakinan ini, dengan kata lain mereka tidak percaya dengan adanya cakra. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, baik di bidang kesehatan, kedokteran modern atau bela diri, orang – orang barat mulai banyak yang setuju dengan konsep adanya titik cakra dalam tubuh manusia.

Setelah mengkaji lebih dalam, ternyata dalam Agama Islam, penulis menemukan beberapa sumber yang menggambarkan secara tersirat bahwa ternyata pada hakiatnya manusia diciptakan lengkap dengan cahaya yang berada di dalam dirinya. Seperti yang tertera dalam Al Qur’an bahwa Allah adalah “... nuurun ‘ala nnur..” dan dalam syair sebuah shalawat menyatakan bahwa Muhammad adalah “.. nuurun fauqo nnur ..”. 

Di dalam kajian bahasa Arab kata ‘ala dan fauqo memiliki arti yang sama “di atas” namun memiliki makna yang berbeda. Maka ibarat ada tiga buah benda yakni meja, apel, dan lampu dimana ke-3 nya terletak secara vertikal ke atas, maka apel berada di atas meja dan lampu berada di atas apel dan meja. Kata fauqo menggambarkan posisi apel yang berada di atas (menempel) meja, Sedang ‘ala menggambarkan posisi lampu yang berada di atas (tidak menempel) dengan apel dengan meja. 

Kembali kepada dua penggalan syair dan ayat Quran di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga (3) cahaya yang terletak secara vertikal, yakni cahaya pertama yang terletak paling tinggi di antara semuanya adalah Cahaya Allah, kedua yang terletak di tengah adalah Cahaya Nabi Muhammad, dan dibawah cahaya keduanya terdapat satu lagi cahaya yang tidak pernah dijelaskan dan disebutkan, maka beberapa tokoh menyebutkan bahwa cahaya yang berada dibawah adalah cahaya manusia. 

Dengan demikian maka jelaslah sudah bahwa manusia pada hakekatnya memiliki cahaya, yang dalam dunia timur disebut dengan cakra.

Terdapat 7 sumber titik cahaya (cakra) dalam tubuh manusia yang ke-7 nya memiliki warna dan fungsi yang berbeda-beda seeprti yang dikutip dari buku Membebaskan Kundalini dalam Tubuh (2011) :

1. Chakra Mahkota (Sahasrara)

Warna : Violet

Posisi : di sisi bagian atas kepala, daerah otak dan system syaraf (ubun-ubun).

Elemen : pemikiran

Tanda astro : Capricorn, Pisces

Kelenjar : Pineal (aktif selaras dengan pituitary)

Organ : Cerebral cortex, central nervous system

Fungsi : Integrasi dan Pemahaman

Disfungsi : depresi, mengasingkan diri, ketidakmampuan untuk belajar dan mengerti

Chakra ini adalah pusat masuknya energi Illahi ke seluruh lapisan tubuh & kesadaran. Seseorang yang chakra mahkotanya berkembang secara sempurna akan banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar chakra ini selalu bersih amatlah penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus menerus oleh seluruh tubuh. Apabila chakra mahkota yang terbuka dengan lebar maka seseorang dapat melakukan perjalanan astral dengan lebih mudah. Cara mengaktifkan cakra ini adalah dengan perbanyak beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin banyak manusia dalam beribadah maka akan semakin aktif cakra mahkota yang ia miliki

2. Chakra Mata Ketiga (Ajna)

Warna : Biru indigo (nila)

Posisi : di antara kedua mata (dahi/kening)

Elemen : cahaya

Tanda astro : Sagitarius, Aquarius, Pisces

Kelenjar : Pituary (aktif selaras dengan pineal)

Organ : Mata

Fungsi : Penglihatan, intuisi, penyatuan

Disfungsi : sakit kepala, mimpi buruk, gangguan penglihatan

Chakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung & kelenjar pituitary. Disebut chakra mata ketiga karena chakra yang berkembang aktif & bersih dapat memberikan pewaskitaan (clairvoyance) atau kekuatan psikis lainnya. Selain pewaskitaan, chakra ini merupakan titik pemusatan & pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan duniawi & pengetahuan surgawi (spiritual). Seringkali manusia yang telah mencapai taraf kewaskitaan terpesona oleh sensasi tersebut & lupa akan tujuan utamanya & lama terhambat pada kesadaran di tahap ini.

3. Chakra Tenggorokan (Vishudda)

Warna : Biru muda

Posisi : tenggorokan

Elemen : Ether

Tanda astro : Gemini, Taurus, Aquarius

Kelenjar : Thyroid dan Parathyroid

Organ : leher, bahu, lengan, tangan, telinga

Fungsi : komunikasi, energi ekspresif, kemauan untuk menyatukan symbol-simbol ke bentuk yang ideal (kuasa dan tenaga untuk memilih)

Disfungsi : problem thyroid (gondok), masalah pendengaran, leher, dan kerongkongan

Chakra ini memiliki 16 lembar daun. Secara fisik chakra ini memberikan energi pada kelenjar thyroid & parathyroid. Chakra ini merupakan pusat penciptaan yang lebih tinggi (kreativitas) & hubungan antar manusia. Seseorang dengan chakra tenggorokan yang berkembang akan memiliki pengertian yang mendalam mengenai hubungan antar sesama sehingga mempunyai hubungan yang baik dengan sesamanya. 

Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh chakra ini. Chakra jantung yang yang bersih & terhubung dengan chakra tenggorokan yang bersih pula akan mengakibatkan seseorang akan dapat mengekspresikan seluruh isi hati dengan baik. Sifat-sifat yang berkenaan dengan chakra tenggorokan yang berkembang dengan baik antara lain adalah kepasrahan, keberhasilan, kelimpahan & kesejahteraan serta pengembangan pengetahuan duniawi.

4. Chakra Jantung (Anahata)

Warna : Hijau

Posisi : tengah dada

Elemen : Udara

Tanda astro : Leo, Libra

Kelenjar : Thymus

Organ : jantung, paru-paru, lengan, tangan

Fungsi : mencintai diri, mencintai orang lain, pemenuhan hajat hidup, energi mental, kesadaran dan penyembuhan

Disfungsi : gangguan jantung, asma, dan paru-paru

Chakra ini memiliki 12 lembar daun. Chakra jantung adalah chakra yang amat penting dalam spiritual karena dihubungkan sebagai lambang cinta kasih & penyembuhan. Secara fisik chakra jantung mengatur jantung & kelenjar thymus. Chakra jantung merupakan pusat dari seluruh perasaan halus seperti kasih sayang & cinta kasih. Seseorang dengan chakra jantung yang kecil, kotor atau terhambat akan memiliki kecenderungan egois, sombong, fanatik, tamak/rakus, munafik, & gelisah. Sedangkan chakra jantung yang berkembang dengan baik menyebabkan seseorang penuh dengan rasa cinta kasih & kasih sayang serta dapat berempati terhadap sesama.


5. Chakra Pusar (Manipura)

Warna : Kuning

Posisi : pinggang, perut (pusar/plexus solaris)

Elemen : Api

Tanda astro : Leo, Sagitarius, Gemini

Kelenjar : pancreas, adrenals

Organ : perut, hati, kantong empedu

Fungsi : pertumbuhan, penyembuhan, menerima dan mengeluarkan energi, tenaga bagi kemauan, tenaga personal

Disfungsi : gangguan pencernaan, borok, kencing manis, hypoglycemia, gangguan hati, metabolisme yang menyebabkan kegemukan

Chakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Chakra ini memiliki 10 lembar daun. Chakra pusar berkaitan erat dengan sifat-sifat yang membawa kecenderungan seperti iri hati, rasa malu, tidak puas, murung, benci & takut (kekurangan rasa aman). Seseorang dengan chakra pusar yang berkembang & bersih maka akan dapat mengatasi hal-hal seperti tersebut di atas & mengubahnya menjadi suatu yang positif seperti rasa aman, puas, gembira, nyaman & percaya diri.

6. Chakra Seks (Svadhisthana)

Warna : Jingga

Posisi : di bawah perut, abdomen (pada tulang pelvis)

Elemen : Air

Tanda astro : Cancer, Sagitarius, Scorpio

Kelenjar : ovarium, testicle

Organ : kandungan, alat kelamin, ginjal, kandung kemih, sistem sirkulasi

Fungsi : asimilasi, seksual, kesenangan, keinginan, gaya hidup yang memanjakan emosi

Disfungsi : gangguan kandung kemih dan ginjal, gangguan alat kelamin dan problem seksual, gangguan pinggang

Chakra sex memiliki 6 lembar daun. Chakra seks berhubungan dengan penciptaan atau reproduksi & mempengaruhi aktivitas seksual seseorang. Chakra seks berkaitan erat dengan chakra tenggorokan yang berfungsi dalam penciptaan kreativitas atau ide. Seseorang dengan Chakra seks yang bersih dan aktif akan memiliki pikiran yang lebih positif serta percaya diri. Sebaliknya seseorang akan menjadi tidak perduli, kasar, berpikir negatif (kurang kreatif), termasuk seks menyimpang jika chakra seksnya kotor & terhambat

7. Chakra Dasar (Maludara)

Warna : Merah

Posisi : di antara alat kelamin dan anus (ujung tulang ekor)

Elemen : Tanah

Tanda astro : Aries, Taurus, Scorpio, Capricorn

Kelenjar : adrenals dan suprarenals

Organ : paha, kaki, tulang, usus besar

Fungsi : survival, gaya hidup yang mengutamakan energi fisik

Disfungsi : konstipasi, wasir, kegendutan, penyakit pegal pada pinggang radang sendi, gangguan lutut, anorexia nervos

Chakra dasar mempunyai 4 lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi & keinginan untuk hidup. Chakra dasar yang aktif maka seseorang akan cenderung untuk hidup dengan penuh semangat & motivasi & sebaliknya chakra dasar yang kecil, kotor & terhambat maka akan hidup bermalas-malasan tanpa semangat bahkan memiliki kecenderungan untuk mudah putus asa bahkan bunuh diri.

Demikianlah penjelasan ciri dan fungsi berbagai jenis cahaya dalam diri manusia (cakra). Pembahasan tentang cakra diharapkan dapat dikaji secara bijak, terutama melihat bahwa ilmu dan pengetahuan apapun dan dari manapun itu berasal dari  Tuhan Yang Maha Esa, Allah Shubhanahu Wa Ta'ala. Dan semoga tulisan ini dapat menambah wawasan serta menuntun pembaca untuk beramal lebih baik lagi terhadap sesamanya, lingkungannya maupun kepada diri sendiri (habluminannas), serta terutama dalam upaya menjaga hubungan secara vertikal dengan Allah SWT (habluminallah)...Aamiin.
(Penulis: M. Arief Hidayatullah Putra/Kompasiana)

Potret Carut Marut Pengelolaan Apartemen

Pengantar : Di tengah hiruk-pikuk metropolitan, apartemen berdiri megah bak monumen kapitalisme. Iklannya menjanjikan surga. Seperti, indahn...