Selasa, 10 April 2012

Telkom Raih Dua Penghargaan Internasional

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berhasil meraih dua penghargaan internasional sekaligus.  Masing-masing sebagai The Best Environmental Responsibility dan The Best Investor Relations Professional. Penghargaan diberikan oleh Majalah Corporate Governance Asia yang berkedudukan di Hong Kong dalam ajang “2nd Asian Excellence Recognition  Award 2012” di Hong Kong, pada 30 Maret 2012.


Menurut Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia, penghargaan bertaraf internasional ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang menunjukkan keberhasilan Telkom dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Penghargaan dari Majalah Corporate Governance Asia menunjukkan bahwa implementasi GCG di tengah-tengah iklim bisnis yang sangat kompetitif mendapatkan perhatian dan apresiasi dari publik,” kata Eddy Kurnia.


Menurut Eddy, sebagai perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki publik, Telkom dituntut memiliki pengelolaan investor berstandar internasional yang menjamin keterbukaan dan transparansi kepada pemegang saham sehingga terbentuk kepercayaan dan dukungan kepada perusahaan dalam mengembangkan bisnis. Predikat terbaik di Indonesia diberikan berdasarkan survey yang dilakukan media berbasis di Hong Kong itu kepada sekitar 11.000 korporasi dari 14 negara Asia selama kurun waktu Maret-September 2011


Adapun korporasi yang menjadi responden adalah fund managers, investment funds, serta korporasi-korporasi besar lain di Asia. Kriteria yang menjadi penilaian mencakup aksi-aksi korporasi perusahaan dan kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir.


Penghargaan tersebut diberikan kepada Agus Murdiyatno selaku VP Investor Relations Telkom yang terpilih sebagai The Best Investor Relations Professional. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen Investor Relations Telkom menjadi yang terbaik dan menyisihkan sekitar 40 korporasi domestik yang hampir seluruhnya berstatus perusahaan terbuka.


"Perusahaan menyadari tanpa adanya transparansi informasi yang cepat dan akurat dalam setiap proses bisnis, investor sulit mengukur kapabilitas Telkom dalam mengeksekusi rencana dan merealisasikan potensi bisnis ke depan," jelas Eddy seraya menambahkan bahwa transparansi merupakan salah satu prinsip dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG sebagai landasan utama proses transformasi Telkom. 


Namun, tentu saja transparansi yang kami terapkan di Telkom tetap berada dalam koridor hukum yang menjadi acuan bisnis kami," kata Eddy Kurnia. Dukungan investor yang kuat pada perusahaan terlihat pada Laporan Keuangan 2011 yang baru saja diumumkan. 


Sepanjang 2011 Telkom mencatatkan kinerja keuangan yang sangat memuaskan, yaitu meraih pendapatan Rp 71,3 triliun, naik 3,8% dibanding pendapatan 2010.


"Pencapaian tersebut menyiratkan selalu adanya pertumbuhan positif atas kinerja Telkom di tengah-tengah persaingan yang semakin tajam. Keterbukaan dan akuntabilitas justru mendorong berbagai inovasi di dalam segmen layanan Telkom,” demikian Eddy Kurnia. (www.telkom.co.id)