Selasa, 09 Juni 2026

Sabar Cara Karta: "BUKANLAH KELEMAHAN YANG PASRAH"



Di suatu senja yang merah menitikkan embun di ujung daun talok, hiduplah seorang tua bernama Karta. Tubuhnya ringkih bagai bilah bambu termakan usia. Namun matanya jernih bagai telaga di kaki gunung yang tak pernah keruh diterpa lumpur. Ia tinggal sebatang kara di gubuk reyot tepian sungai.  Setelah anak dan istrinya pergi meninggalkan luka yang tak pernah sembuh.

Setiap pagi, Karta duduk di atas batu besar menatap aliran sungai yang berliku. Tetangga sering berkata, "Mengapa kau tak meratapi nasib, Karta? Hidupmu penuh duri, tak berbuah manis."Namun Karta hanya tersenyum, bibirnya yang kering mengulum sabar sebagaimana kerbau mengunyah rumput pahit dan mengubahnya menjadi susu.

Pada suatu hari, seorang saudagar kaya lewat di hadapannya. Saudagar itu terheran melihat Karta yang tetap tersenyum meskipun perutnya keroncongan menahan lapar. "Wahai Karta, bukankah sabar itu batasnya ada? Mengapa kau diam saja dihinakan zaman?"

Maka Karta pun berkata dengan suara lirih bagai bisik angin di sela ilalang, "Tuan, lihatlah sungai ini. Ia sabar mengalir, tak pernah memaksa airnya berbalik ke hulu. Namun lihatlah, pada akhirnya ia sampai ke muara dan bertemu samudra yang luas."

Demikian pula sabar, lanjut Karta, ia bukanlah kelemahan yang pasrah, melainkan kekuatan yang tahu kapan harus diam dan kapan harus bergerak. Sabar adalah menanam benih di tengah kemarau, percaya bahwa hujan akan tiba meskipun langit terlihat tebal mendung hitam.

Saudagar itu terdiam. Ia mengambil sebuah kantung berisi emas dan meletakkannya di pangkuan Karta. Namun Karta menolak dengan halus. "Harta akan habis, tuan. Yang saya perlukan hanya ketenangan seperti air sungai ini, yang sabar mengikis batu karang setahun demi setahun hingga suatu hari batu itu akan menjadi pasir."

Maka saudagar itu mengangguk, mendapat pelajaran lebih berharga daripada seribu keping emas. Dan Karta tetap duduk di atas batu, tersenyum, karena ia tahu sabar bukanlah menunggu tanpa tujuan. Sabar adalah keyakinan yang dirawat setiap hari, laksana mutiara yang terbentuk dari butiran pasir yang sabar ditahan dalam kulit kerang, hingga pada waktunya ia memancarkan cahaya yang tak pernah padam..
(enough four:1. Sabar)



Solusi Bijak Kasus Hotman Paris Hina Jurnalis

Kasus dugaan penghinaan yang dilakukan pengacara Hotman Paris Hutapea terhadap wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung pada 17 Juli...