Gejala-Gejala Paparan "Virus Wahabi" memiliki ciri-ciri seperti Penampilan Fisik dengan melakukan perubahan gaya berpakaian meniru model Timur Tengah (jenggot, celana cingkrang, cadar).
Pola Pikir (Inti Utama), yakni terlalu mudah mengkafirkan atau membid'ahkan orang yang berbeda pandangan. Aanya klaim kebenaran mutlak (menganggap diri paling benar).
Dalam melakukan pemahaman teks agama dilakukan secara tekstual/harfiah/saklek tanpa konteks.
Sedangkan sikap sosialnya bersifat eksklusif, sulit menghargai tradisi lokal yang sudah mengakar . Bahkan agresif dalam menyebarkan pendapat dan melabeli amalan umum (seperti tahlilan, ziarah kubur) sebagai "sesat".
Mengapa Ini Perlu Dipahami?
Pola pikir seperti ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat. Jika dibiarkan, sikap eksklusif dan mudah menyalahkan orang lain dapat mengikis kerukunan antar umat beragama, terutama di tengah kemajemukan Indonesia.
Di beberapa daerah, masyarakat dan pemerintah lokal bahkan telah mengambil sikap tegas karena ajaran ini dinilai mengancam stabilitas dan tradisi keagamaan yang sudah mapan.
Apa kata Denny Siregar tentang Virus Wahabi
Kalau kalian melihat model Islam dengan cara-cara yang tidak Islami seperti tidak mensholatkan jenazah pendukung kafir, itulah yang dinamakan virus Wahabi.
Wahabi atau Wahabisme adalah aliran dalam Islam yang puritan. Diambil dari nama tokohnya Muhammad bin abdul Wahab. Paham Wahabi adalah paham yang dianut kerajaan Saudi Arabia dan disebarkan ke seluruh dunia.
Jadi jangan kaget jika mereka yang terkena virus itu menjadi sumbu pendek dan gagal paham akut. Mereka menjadi zombie yang tidak mampu menggunakan logika berfikir dengan benar dan pada tingkat yang lebih parah menjadi tidak manusiawi.
Triliunan rupiah dana disebarkan ke seluruh dunia untuk menyebarkan paham ini. Tujuannya membentuk kelompok beragama yang bodoh sehingga mudah dicucuk hidungnya. Dengan begitu mereka akan mudah disetir untuk merusak negara dari dalam.
Tafsir ayat dan hadis diselewengkan, buku-buku dipalsukan. Mereka adalah senjata penghancur massal yang dibiayai oleh Amerika, Israel dan koalisinya dari negara Timur Tengah.
Tidak perlu senjata nuklir untuk menguasai Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Nigeria. Cukup bentuk organisasi bernama Alqaeda, ISIS, Front al Nusra, Boko Haram dan mereka akan merusak tatanan negara yang ingin dikuasai. Di dalam negeri mereka punya nama lain sendiri.
Ketika satu negara dikuasai, maka sumber daya alam negara itu akan dikeruk habis dan dijual melalui makelar-makelar internasional.
Ada dua keuntungan memelihara Wahabi ini sebagai mesin perang yang murah meriah. Satu, penjualan senjata akan meningkat. Dan dua, harta jarahan yang bisa dijual berlipat.
Indonesia mungkin belum separah negara-negara di Timur Tengah dan Afrika yang luluh lantak, tapi tanda-tanda menuju kesana sudah terlihat jelas. Salah satunya dengan kebodohan berdasarkan fanatisme.
Tanda-tanda lain adalah pemujaan yang tinggi kepada ulama mereka, kebanggaan terhadap golongan, mudah tersinggung, mimpi indah tentang surga (merasa sebagai pemilik kunci surga) dan banyak lagi yang menandakan akal mereka yang lemah. Pengetahuan agama mereka instan dan didapat dari guru mereka yang juga instan.
Ada satu hal yang tampak jelas menandakan kelemahan logika berfikir mereka. Mereka selalu menggaungkan konsep khilafah, tapi memuja negara pendana mereka yang monarkhi. Cacat logika, kan?
