Sambil menunggu Sesi-3 Wawancara Iamjiner dengan Febrie Adriansyah, kita jeda dulu ke humor antara politisi Indonensia dan Politisi Jepang.
Politisi Indonesia: "Maaf Pak, ekonomi kami tumbuh 5 persen!"
Politisi Jepang: "Bagus. Utangnya?"
Indonesia: "Tumbuh 8 persen."
Jepang: "Kok, lebih cepat dari pertumbuhan ekonominya, ya."
Indonesia: "Itu namanya percepatan pembangunan, Pak."
Jepang: "Kalau di kami, itu namanya percepatan kiamat."
Indonesia: "Tapi jangan salah, kami punya bonus demografi!"
Jepang: "Lah, kami punya bonus robot."
Indonesia: "Tapi di tempat kami punya banyak janji politik."
Jepang: "Kalau di Jepang banyak perusahaan yang menepati janji."
Indonesia: "Bedanya apa?"
Jepang: "Kalau janji kami tidak ditepati, bosnya minta maaf dan mundur. Kalau janji di tempat Anda tidak ditepati?"
Indonesia: "Kami bilang itu bagian dari proses demokrasi."
Jepang: "Ah, budaya kalian memang kaya."
Indonesia: "Maksudnya kaya apa?"
Jepang: "Kaya alasan..."
2. Edisi Korupsi
Politisi Indonesia: "Di tempat kami sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi!"
Politisi Jepang: "Bagus. Sudah berapa yang tertangkap?"
Indonesia: "Banyak sih. Tapi tidak sedikit juga yang pada kabur."
Jepang: "Kabur ke mana?"
Indonesia: "Ke luar negeri, sambil bawa uang rakyat."
Jepang: "Di Jepang, menteri korupsi itu malu, langsung mundur, berarti selesai"
Indonesia: "Di sini juga malu, tapi malu-maluin dulu, baru mundur."
Jepang: "Bedanya apa?"
Indonesia: "Kalau di sini, mundur tidak berarti selesai, tapi persiapan comeback."
Jepang: "Comeback?"
Indonesia: "Iya, nanti muncul lagi jadi caleg. Rakyat lupa, kami untung."
Jepang: "Kalau di Jepang, rakyat tidak pernah lupa."
Indonesia: "Makanya kami bilang, beda budaya, Pak."
Jepang: "Budaya apa?"
Indonesia: "Budaya…lupa."
3. Edisi Lingkungan Hidup
Politisi Indonesia: "Kami memang serius dalam menjaga lingkungan!"
Politisi Jepang: "Bagus. Hutan masih aman?"
Indonesia: "Aman. Cuma berkurang sedikit."
Jepang: "Sedikit berapa?"
Indonesia: "Setara lapangan bola...kali seribu."
Jepang: "Itu bukan sedikit."
Indonesia: "Tapi menurut para politisi, itu namanya pembangunan berkelanjutan."
Jepang: "Maksudnya berkelanjutan apa?"
Indonesia: "Berkelanjutan...sampai hutannya habis dan gundul."
Jepang: "Kalau di kami, lingkungan harus bersih, buang sampah tidak boleh sembarangan dan harus dipilah."
Indonesia: "Di sini juga dipilah, Pak."
Jepang: "Dipilah bagaimana?"
Indonesia: "Sampah plastik ke sungai, sampah organik ke got, sisanya ke laut."
Jepang: "Itu bukan dipilah, itu dipindah."
Indonesia: "Sama saja, yang penting nggak di rumah saya, pak."
Jepang: "Lalu banjir?"
Indonesia: "Itu bukan banjir, Pak. Itu air kiriman dari hulu."
Jepang: "Kalau di Jepang, gak ada istilah air kiriman, sungai itu harus bersih."
Indonesia: "Tapi di sini, sungai itu...fleksibel."
Jepang: "Fleksibel bagaimana?"
Indonesia: "Iya, kadang sungainya berisi air, kadang sampah, kadang proyek."
Jepang: "Maksud proyek?"
Indonesia: "Ya, proyek normalisasi. Cuma yang rada aneh yang dinormalisasi hanya anggarannya."
