Sabtu, 19 September 2026

Jangan Baper, Ini Cuma Humor Tentang Korupsi


Pengantar: Ini cuma humor satire fiktif. Jadi Jangan baper. Apalagi dilaporin ke KPK. Ini cuma becandaan, kok. Kalau ada yang mirip. Ya, begitulah. Itu kebetulan saja…Atau memang di negeri Konoha ini lagi kena wabah korupsi kali...

1. Korupsi itu mirip olahraga

Gaya Sprint: cepat ambil uang
Gaya Estafet: oper ke rekening handai taulan
Gaya Senam: muter-muter uang biar auditor pusing tujuh keliling
Sampai finish: Ketangkap
Hadiah Utama: Baju oranye gratis.

2. Eufemisme korupsi

Dulu namanya suap
Sekarang jadi:
· biaya pelicin
· dana komunikasi
· biaya operasional
. dana pihak ketiga
· uang tanda terima kasih
. hadiah
. fee.

Rakyat: “Pinjam dulu, dong..!!

Koruptor: "Uenak aja...Sorry Yee..!"

3. Tes Bahasa Inggris

Mahasiswa baru mengikuti OSPEK, dites kemampuan bahasa Inggris oleh Seniornya.

Senior: "Adik-adik, coba apa bahasa Inggisnya, "Seorang pejabat menerima fee dari Rekanan?"
Peserta OSPEK Serentak: "Korupsiii...!"


4. Koruptor ditanya hakim

Hakim: “Kenapa Anda korupsi?”
Koruptor: “Saya tidak korupsi, Yang Mulia. Saya hanya mempercepat perputaran ekonomi.”
Hakim: “Bagus. Sekarang Anda mempercepat perputaran badan ke penjara.”

5. Proyek anggaran

Anggaran: Rp1 miliar.
Realisasi: Rp200 juta.
Sisa: Rp800 juta.
Ditanya: “Ke mana sisanya?”
Jawab: “Biaya siluman, Om.”
Rakyat: “Siluman kok pakai jas dasi dan mobil dinas?”

6. Kenapa koruptor suka matematika?

Karena bisa mengubah angka bim salabim. Contoh:
1 proyek = 3 perusahaan.
3 perusahaan = 5 rekening.
5 rekening = 0 tanggung jawab.

Keren kan. Dalil andalannya = “Gak tau. Kok tanya Saya..”.


Punchline:

Koruptor: “Saya siap bertanggung jawab!”
Rakyat: “Bagus. Kembalikan uang kami.”
Koruptor: “Maksud saya tanggung jawab moral, bukan materi.”
Rakyat: “Ah, Elu, kalo moral, kenape uangnye ilang?”

Pantun korupsi:

Pergi ke pasar beli terasi,
Beli juga buah kedondong.
Uang rakyat jangan dikorupsi,
Bisa pake baju oranye dong.

Sesi-1: Wawancara Imajiner dengan Febrie Adriansyah: "Akhirnya Kami Yang Digergaji"

Catatan Pembuka: Disclaimer. Tulisan ini adalah karya fiksi imajiner. Hasil rekaan Jurnalis dengan tetap mengacu pada data dan fakta yang t...