1. Korupsi itu mirip olahraga
Gaya Sprint: cepat ambil uang
Gaya Estafet: oper ke rekening handai taulan
Gaya Senam: muter-muter uang biar auditor pusing tujuh keliling
Sampai finish: Ketangkap
Hadiah Utama: Baju oranye gratis.
2. Eufemisme korupsi
Dulu namanya suap
Sekarang jadi:
· biaya pelicin
· dana komunikasi
· biaya operasional
. dana pihak ketiga
· uang tanda terima kasih
. hadiah
. fee.
Rakyat: “Pinjam dulu, dong..!!
Hadiah Utama: Baju oranye gratis.
2. Eufemisme korupsi
Dulu namanya suap
Sekarang jadi:
· biaya pelicin
· dana komunikasi
· biaya operasional
. dana pihak ketiga
· uang tanda terima kasih
. hadiah
. fee.
Rakyat: “Pinjam dulu, dong..!!
Koruptor: "Uenak aja...Sorry Yee..!"
3. Tes Bahasa Inggris
3. Tes Bahasa Inggris
Mahasiswa baru mengikuti OSPEK, dites kemampuan bahasa Inggris oleh Seniornya.
Senior: "Adik-adik, coba apa bahasa Inggisnya, "Seorang pejabat menerima fee dari Rekanan?"
Peserta OSPEK Serentak: "Korupsiii...!"
4. Koruptor ditanya hakim
Hakim: “Kenapa Anda korupsi?”
Koruptor: “Saya tidak korupsi, Yang Mulia. Saya hanya mempercepat perputaran ekonomi.”
Hakim: “Bagus. Sekarang Anda mempercepat perputaran badan ke penjara.”
5. Proyek anggaran
Anggaran: Rp1 miliar.
Realisasi: Rp200 juta.
Sisa: Rp800 juta.
Ditanya: “Ke mana sisanya?”
Jawab: “Biaya siluman, Om.”
Rakyat: “Siluman kok pakai jas dasi dan mobil dinas?”
6. Kenapa koruptor suka matematika?
Karena bisa mengubah angka bim salabim. Contoh:
1 proyek = 3 perusahaan.
3 perusahaan = 5 rekening.
5 rekening = 0 tanggung jawab.
Keren kan. Dalil andalannya = “Gak tau. Kok tanya Saya..”.
Punchline:
Koruptor: “Saya siap bertanggung jawab!”
Rakyat: “Bagus. Kembalikan uang kami.”
Koruptor: “Maksud saya tanggung jawab moral, bukan materi.”
Rakyat: “Ah, Elu, kalo moral, kenape uangnye ilang?”
Pantun korupsi:
Pergi ke pasar beli terasi,
Beli juga buah kedondong.
Uang rakyat jangan dikorupsi,
Bisa pake baju oranye dong.
4. Koruptor ditanya hakim
Hakim: “Kenapa Anda korupsi?”
Koruptor: “Saya tidak korupsi, Yang Mulia. Saya hanya mempercepat perputaran ekonomi.”
Hakim: “Bagus. Sekarang Anda mempercepat perputaran badan ke penjara.”
5. Proyek anggaran
Anggaran: Rp1 miliar.
Realisasi: Rp200 juta.
Sisa: Rp800 juta.
Ditanya: “Ke mana sisanya?”
Jawab: “Biaya siluman, Om.”
Rakyat: “Siluman kok pakai jas dasi dan mobil dinas?”
6. Kenapa koruptor suka matematika?
Karena bisa mengubah angka bim salabim. Contoh:
1 proyek = 3 perusahaan.
3 perusahaan = 5 rekening.
5 rekening = 0 tanggung jawab.
Keren kan. Dalil andalannya = “Gak tau. Kok tanya Saya..”.
Punchline:
Koruptor: “Saya siap bertanggung jawab!”
Rakyat: “Bagus. Kembalikan uang kami.”
Koruptor: “Maksud saya tanggung jawab moral, bukan materi.”
Rakyat: “Ah, Elu, kalo moral, kenape uangnye ilang?”
Pantun korupsi:
Pergi ke pasar beli terasi,
Beli juga buah kedondong.
Uang rakyat jangan dikorupsi,
Bisa pake baju oranye dong.
