Rabu, 01 September 2021

Ini bukti Imam Syafi'i memuji para Sufi

Beberapa pihak yang tidak suka tasawuf, -umumnya orang-orang Wahhabi,- kerap kali melakukan penipuan dan pemelintiran mengenai pendapat Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengenai tasawuf. Padahal faktwanya, Imam Syafi’i banyak memuji ahli tasawuf (sufi), bahkan menganjurkan umat Islam untuk menjalani tasawuf.

Salah satu pendapat Imam Asy-Syafi’i yang sering disalah pahami adalah apa yang disebutkan oleh Imam al-Baihaqi di dalam Manaqib Imam al-Syafi’i. Pembenci tasawuf, bahkan dengan sengaja mengutip dalam kitab Imam al-Baihaqi secara tidak utuh demi menyembunyikan kebenaran dan mengedepankan hawa nafsu syaithoniyah. Komentar Imam al-Syafi’i dalam kitab Imam Al Baihaqi tersebut adalah:

“Kalau seorang menganut ajaran tasawuf (tashawwuf) pada awal siang hari, tidak datang waktu zhuhur kepadanya melainkan engkau mendapatkan dia menjadi dungu".

Berikut penjelasan lengkap beserta sanadnya dalam kitab Manaqib al-Syafi’i lil-Imam Al Baihaqi:

“Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdillah al Hafizh, berkata: Aku telah mendengar Abu Muhammad; Ja’far ibn Muhammad al Harits berkata: Aku telah mendengar Abu Abdillah al Husain ibn Muhammad ibn Bahr, berkata: Aku telah mendengar Yunus ibn Abd al A’la berkata: Aku telah mendengar asy-Syafi’i berkata: “Jika ada seseorang bertasawwuf di pagi hari maka sebelum datang zhuhur aku sudah mendapatinya telah menjadi orang dungu".

Dan telah memberitakan kepada kami Abu Abdurrahman as-Sullami, berkata: Aku telah mendengarJa’far ibn Muhammad al Maraghi, berkata: Aku telah mendengar al Husain ibn Bahr, berkata: (Lalu mengatakan apa yang dinyatakan oleh Imam Syafi’i di atas).

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad ibn Abdullah, berkata: Aku telah mendengar Abu Zur’ah ar-Razi, berkata: Aku telah mendengar Ahmad ibn Muhammad ibn as-Sindi, berkata: Aku telah mendengar ar-Rabi’ ibn Sulaiman, berkata: “Aku tidak pernah melihat seorang -yang benar-benar sufi kecuali Muslim al-Khawwash."

Aku (Al-Bayhaqi) katakan: “Sesungguhnya yang dimaksud -oleh Imam Syafi’i-: adalah orang yang masuk dalam kalangan sufi yang hanya mencukupkan dengan “nama” saja sementara dia tidak paham makna intinya, dia hanya mementingkan catatan tanpa mendalami hakekatnya, hanya duduk dan tidak mau berusaha, ia menyerahkan biaya hidup dirinya ke tangan orang-orang Islam, dia tidak peduli dengan orang-orang Islam tersebut, tidak pernah menyibukan diri dengan mencari ilmu dan ibadah, sebagaimana maksud ucapan Imam Syafi’i ini ia ungkapkan dalam riwayat lainnya”, yaitu riwayat yang telah dikabarkan kepada kami oleh Abu Abdirrahman al-Sullami, berkata: Aku telah mendengar Abu Abdillah ar-Razi berkata: Aku telah mendengar Ibrahim ibn al Mawlid berkata dalam meriwayatkan perkataan asy-Syafi’i: “Seseorang tidak akan menjadi sufi hingga terkumpul pada dirinya empat perkara; pemalas, tukang makan, tukang tidur, dan tukang berlebihan”.

Sesungguhnya yang beliau ingin cela adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun siapa yang bersih kesufiannya dengan benar-benar tawakkal kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan menggunakan adab syari’ah dalam mu’amalahnya kepada Allah Azza wa Jalla dalam beribadah serta mummalah mereka dengan manusia dalam pergaulan, maka telah dikisahkan dari beliau (Imam As Syafi’i) bahwa beliau bergaul dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka.



… telah mengabarkan kepada kami Abu Abdirrahman al-Sullami, berkata: aku mendengar Abdullah bin al-Husain Ibnu Musa al-Sullami, mengatakan: aku mendengar Ali bin Ahmad, mengatakan: aku mendengar Ayyub bin Sulaiman, mengatakan: aku mendengarkan Muhammad bin Muhammad bin Idris al-Syafi’i mengatakan: aku mendengarkan ayahku mengatakan: “Aku telah bersahabat dengan para sufi selama sepuluh tahun, aku tidak memperoleh dari mereka kecuali dua huruf ini,”Waktu adalah pedang” dan “termasuk kemaksuman, engkau tidak mampu” (maknanya, sesungguhnya manusia lebih cenderung berbuat dosa, namun Allah menghalangi, maka manusia tidak mampu melakukannya, hingga terhindar dari maksiat)”.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (ulama wahabi) mengutip ucapan Imam al-Syafi’i didalam kitabnya:


ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﺻﺤﺒﺖ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻓﻤﺎ ﺍﻧﺘﻔﻌﺖ ﻣﻨﻬﻢ ﺇﻻ ﺑﻜﻠﻤﺘﻴﻦ ﺳﻤﻌﺘﻬﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺳﻴﻒ ﻓﺈﻥ ﻗﻄﻌﺘﻪ ﻭﺇﻻ ﻗﻄﻌﻚ ﻭﻧﻔﺴﻚ ﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﺸﻐﻠﻬﺎ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺇﻻ ﺷﻐﻠﺘﻚ ﺑﺎﻟﺒﺎﻃﻞ . ﻗﻠﺖ – ﺃﻱ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ – : ﻳﺎ ﻟﻬﻤﺎ ﻣﻦ ﻛﻠﻤﺘﻴﻦ ﻣﺎ ﺃﻧﻔﻌﻬﻤﺎ ﻭﺃﺟﻤﻌﻬﻤﺎ ﻭﺃﺩﻟﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻮ ﻫﻤﺔ ﻗﺎﺋﻠﻬﻤﺎ ﻭﻳﻘﻈﺘﻪ ﻭﻳﻜﻔﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻠﻰ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻫﺬﺍ ﻗﺪﺭ ﻛﻠﻤﺎﺗﻬﻢ

“Imam Syafi’i berkata: “Aku berteman dengankaum sufi dan tidaklah aku mendapat manfaat dari mereka kecuali dua kalimat yang aku dengar dari mereka yaitu, “Waktu itu adalah pedang jika kamu mampu memutusnya, jika tidak maka waktu itu yang akan memutusmu. Dan nafsumu jika tidak disibukkan dengan kebenaran, maka akan disibukkan dgn kebathilan”.


Aku katakan (Ibnul Qoyyim): “Aduhai sangatlah manfaat dan mencangkup dua kalimat tersebut dan sangat menunjukan atas tingginya semangat dan ketajaman pikiran orang yang mengatakan dua kalimat tersebut, dan cukuplah hal ini sebagai pujian Imam Syafi’i pada mereka…” (Madarij As-Salikin juz 3 hal; 129).

Imam Syafi’i didalam kitab Diwan-nya:
ﻓﻘﻴﻬﺎً ﻭﺻﻮﻓﻴﺎً ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻓﺈﻧــﻲ ﻭﺣـﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻳـﺎﻙ ﺃﻧﺼﺢ
ﻓﺬﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺬﻕ ﻗﻠﺒﻪ ﺗﻘــﻰ ﻭﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ

“Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawwuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu. # Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik “. (Diwan Imam Syafi’i hlm: 19).

Imam Asy-Syafi’i Memuji Ulama Sufi
Bahkan di satu kesempatan, Imam As Syafi’i memuji salah satu ulama ahli qira’ah dari kalangan sufi. Ismail bin At Thayyan Ar-Razi pernah menyatakan,”Aku tiba di Makkah dan bertemu dengan Asy-Syafi’i. Ia mengatakan,’Apakah engkau tahu Musa Ar-Razi? Tidak datang kepada kami dari arah Timur yang lebih pandai tentang Al Qur`an darinya.


Maka aku berkata,’Wahai Abu Abdillah sebutkan ciri-cirinya’. Ia berkata,’Berumur 30 hingga 50 tahun datang dari Ar Ray’. Lalu ia menyebut cirri-cirinya, dan saya tahu bahwa yang dimaksud adalah Abu Imran As-Shufi. Maka saya mengatakan,’Aku mengetahunya, ia adalah Abu Imran As-Shufi. Asy-Syafi’i mengatakan,’Dia adalah dia.’” (Adab Asy-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 164).

Itulah sebagian kecil pandangan para ulama ahlussunnah wal jama’ah yang benar mengenai apa itu tasawuf dan sufi. Hanya dari kelompok menyimpang saja yang membenci dan menuduh sesat pengikut tasawuf/ sufi. Kelompok dari paham yang membenci tasawuf atau kaum sufi bisa dipastikan bukan bagian dari ahlussunnah wal jama’ah, karena tasawuf adalah bagian dari ahlussunnah wal jama’ah. [ab]

Source: Ichwanul

Kamis, 12 Agustus 2021

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ :Kehebatan Basmallah

Kehebatan "BISMILLAAH" yang diucapkan seorang Muslim yakni akan mendapat perlindungan, keberkahan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala, dalam melakukan pekerjaan.

Lafadz بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ```BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM``` Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jika sesuatu pekerjaan tidak diawali dengan membaca "Basmallaah" maka tertolak atau setidaknya kurang baik.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bacaan "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM" (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang), maka perkara itu kurang sempurna".

Dalam riwayat lain disebutkan dengan makna serupa namun redaksinya sedikit berbeda:
Segala urusan penting yang tidak diawali "BISMILLAAH" maka akan berkurang (atau bahkan hilang) keberkahan nya. (HR. Ibnu Hibban)

Beberapa kehebatan "BISMILLAAH" yang perlu diucapkan Muslim saat mengawali pekerjaan/ kegiatan:

1. DEKATDENGAN ALLAH

Imam Abu Muhammad Abdurrahman ibnu Abu Hatim mengatakan di dalam kitab Tafsir-nya:

Dari Ibnu Abbas, bahwa Usman bin 'Affan bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang "BASMALLAAH."Beliau menjawab: BASMALLAAH merupakan salah satu dari nama-nama Allah; antara dia dan asma "Allahu Akbar" jaraknya tiada lain hanyalah seperti antara bagian hitam dari bola mata dan bagian putihnya karena saking dekatnya.*_ ---

2. AYAT ISTIMEWA

Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Abu Buraidah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang belum pernah diturunkan kepada seorang nabi pun selain Sulaiman ibnu Daud dan aku sendiri, yaitu "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM" (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).

3. DIBERKATI ALLAH

Ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula berikut sanadnya melalui Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa ketika diturunkan kalimat berikut: ->Dengan nama Allah YangMaha Pemurah lagi Maha Penyayang, Maka seluruh awan lari ke arah timur, angin hening tak bertiup, sedangkan lautan menggelora, semua binatang mendengar melalui telinga mereka, dan semua setan dirajam dari langit.

Pada saat itu Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah dengan menyebut keagungan dan kemuliaan-NYA, bahwa tidak sekali-kali Asma-NYA (yang ada dalam bismillaah) diucapkan terhadap sesuatu melainkan DIA pasti memberkati nya.

4. DISELAMATKAN DARI MALAIKAT ZABANIYAH

Waki' mengatakan dari Al-A'masy, dari Abu Wa'il, dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa barang siapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari Malaikat Zabaniyah yang jumlahnya sembilan belas (Zabaniyah adalah juru penyiksa neraka), hendaklah ia membaca: "Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

5. DIBUATKAN SURGA

Allah akan menjadikan sebuah surga baginya pada setiap huruf dari "BISMILLAAH" untuk menggantikan setiap Malaikat Zabaniah. Hal ini diketengahkan oleh Ibnu Atiyyah dan Al-Qurtubi, diperkuat dan didukung oleh Ibnu Atiyyah dengan sebuah hadits yang mengatakan:

"Sesungguhnya aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berebutan (mencatat) perkataan seorang lelaki yang mengucapkan, "Rabbana walakal hamdu hamdan katsiran tayyiban mubarakan fihi" (Wahai Tuhan kami, bagi-Mulah segala puji dengan pujian yang sebanyak-banyaknya, baik lagi diberkati).

6. SETAN AKAN menjadi KECIL

Imam Ahmad ibnu Hambal di dalam kitab Musnad-nya mengatakan bahwa:
Dari Asim yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Abu Tamim yang menceritakan hadits dari orang yang pernah membonceng Nabi shallallahu alaihi wasallam. Yang membonceng menceritakan: Unta kendaraan Nabi shallallahu alaihi wasallam terperosok, maka aku mengatakan, "Celakalah setan."

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kamu katakan, "Celakalah setan" karena sesungguhnya jika kamu katakan demikian, maka ia makin membesar, lalu mengatakan: Dengan kekuatanku niscaya aku dapat mengalahkannya. Tetapi jika kamu katakan, "DENGAN NAMA ALLAH" niscaya si setan makin mengecil hingga bentuknya menjadi sebesar lalat.

7. TERHINDAR DARI GODAAN SETAN

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui hadits Bisyr ibnu Imarah, dari Abu Rauq, dari Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa hal yang mula-mula dibawa turun oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. ialah: "Hai Muhammad, katakanlah, 'Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.

Kemudian Malaikat Jibril berkata, "Katakanlah "BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM" (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). "Jibril berkata kepadanya: Hai Muhammad, sebutlah Asma Allah, bacalah dengan menyebut Asma Allah , Tuhanmu, dan berdiri serta duduklah dengan menyebut "Asma Allah" 

Dengan menyebut Asma-MU yaa Allah...Yang Maha Pengasih Pelimpah kasih...
Yang Maha Penyayang Pencurah sayang...Yaa Allah, Yaa Tuhan kami...Terima lah amalan kami, berilah kesejahteraan kepada kami, maafkanlah kesalahan kami, dan berilah pertolongan kepada kami untuk ta'at dan bersyukur kepada-MU. 
ILAAHI Mahabesar kuasa-MU.. Mahatinggi kedudukan-MU... Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dengan segala Puji-MU. Yaa Rabb.. , Melalui kemuliaan-MU, kami mengharap kan kasih-MU.. Limpahilah kami dengan Rahmat-MU.. Jadikanlah lidah-lidah kami selalu bergetar menyebut nama-MU.. Memuji dan Mensyukuri nikmat-MU. آمِـــيْنَ يَارَبَّالْعَالَمِــــيْنَ...

Senin, 19 Juli 2021

Tatacara Shalat Idul Adha di Rumah


VIDEO DAKWAH PRODUKSI MASJID AL MUHAJIRIN, RW-10, ANTAPANI BANDUNG.
SILAHKAN BANTU SEBAR DAN DAPATKAN PAHALA JARIYAH.

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

(Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya). 
( H.R Muslim imarah No. 1893, H.R Tirmidzi al-ilmu No. 2673 )

Kamis, 01 Juli 2021

Berqurban itu Setahun Sekali atau Sekali Seumur Hidup?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga kita dimampukan untuk istiqamah dalam kesabaran, mensyukuri segala NikmatNYA dan semoga Allah senantiasa melimpahkan anugerah berkah, rahmat, taufik, hidayah, kesehatan dan lindunganNya pada kita semua serta mengabulkan
doa2 kita.

امين يا الله يا مجيب السائلين

Bismillah, Washalatu Was Salamu 'ala Rasulillah, ama ba'du...




QURBAN SETIAP TAHUN ATAU SEKALI SEUMUR HIDUP?

Di desa kami, ketika kami ajak untuk berqurban, maka biasa yang ia ucapkan,
“Saya kan sudah pernah berqurban.”

Ada pula yang berkata, “Saya sudah berqurban tahun lalu.”

Yang perlu diketahui bahwa para ulama memberikan syarat dalam berqurban adalah muslim, mampu (berkecukupan), sudah baligh (dewasa) dan berakal.
Walaupun memang tidak diwajibkan untuk berqurban, namun baiknya setiap tahun tetap berqurban apalagi mampu, kaya atau berkecukupan.

Hukum berqurban yang tepat memang sunnah (dianjurkan) menurut kebanyakan ulama.

● Imam Nawawi dalam *Al Minhaj (3: 325)* berkata,
“Qurban itu tidak wajib kecuali bagi yang mewajibkan dirinya untuk berqurban (contoh: nadzar).”

● Dalam Al Majmu’ (8: 216), Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut madzhab Syafi’i dan madzhab mayoritas ulama, hukum qurban adalah sunnah muakkad bagi yang mudah (punya kelapangan rezeki) untuk melakukannya dan itu tidak wajib.”

● Di kitab lainnya, Imam Nawawi mengatakan, “Para ulama berselisih pendapat mengenai wajibnya qurban bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki. Menurut mayoritas ulama, hukum berqurban adalah sunnah. Jika seseorang meninggalkannya tanpa udzur (tidak berdosa), ia tidaklah berdosa dan tidak ada qadha’ (tidak perlu mengganti).”
(Syarh Shahih Muslim, 13: 110).

Artinya, apa yang dikatakan Imam Nawawi bahwa siapa yang punya kemampuan (kelapangan rezeki) setiap tahun untuk berqurban tetaplah berqurban.

Nasehat Untuk Berqurban

  • Jangan sampai enggan berqurban karena takut harta berkurang.
  • Jangan sampai enggan berqurban karena khawatir akan kurang modal usaha.
  • Jangan sampai enggan berqurban karena khawatir tidak bisa hidupi lagi keluarga.
  • Justru dengan berqurban harta semakin berkah, usaha semakin dimudahkan, segala kesulitan terangkat, lebih-lebih kesukaran di akhirat.
  • Juga terbukti, berqurban dan bersedekah tidak pernah menjadikan orang itu miskin.
  • Atau ada yang pernah lihat ada orang yang jatuh bangkrut dan miskin gara2 ikut qurban?
  • Justru yang pelit dengan hartanya yang biasa merugi dan jatuh pailit.(Noted:Tetap dasari semuanya ikhlas meraih ridha Allah).
Ingatlah yang Allah janjikan,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”
(QS. Saba’: 39).

Ingatlah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”_
(HR. Muslim no. 2558).

Hanya Allah yang memberi taufik.
(Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal)

Serial Tasawuf-22 al-Jailani: "Tazkiyatun Nafs, Menyucikan Cermin Hati dari Debu Dunia"

Leaderline: Tahun 545 Hijriah. Usia Syekh Abdul Qadir al-Jailani telah menginjak senja. Jenggotnya memutih. Punggungnya mulai membungkuk. Te...