Secangkir Anggur Merah (Edisi-14)
By: Nana Suryana
Ada yang mengatakan mencari sebuah kebenaran gampang-gampang susah. Menurut seorang ilmuwan eksakta 2+1 pasti 3 karena itulah kebenaran. Bagi ilmuwan sosial siapa bilang 2+1 sama dengan 3. Bagi seorang pebisnis 2+1 payah kalau cuma 3, minimal harus menghasilkan 4. Bagi seorang psikolog 2+1 sama dengan mencari masalah baru. Contoh sudah punya istri dua cemburuan ditambah satu istri lagi kan tambah puyeng guys...
Wajar jika seorang filsuf Perancis Jean Bodrillard mengatakan bahwa kebenaran adalah apa yang patut kita tertawakan . Kebenaran adalah huaa...haa...haa.....
Boleh jadi omongan atau gurauan si Jean itu benar. Apalagi di tengah hiruk pikuk persoalan hidup dan kehidupan kita dengan berondongan bencana, kebodohan,dan kemelaratan. Atau bahkan di tengah Pandemik Covid-19 yang serba terpuruk. Atau munculnya RUU HIP yang harus menerima serangkaian hujatan. Atau saling hujat antara Cebong dan Kampret. Kecurigaan Novel Baswedan terhadap Pengadilan. Bahkan saling sikut antara Rezim dan Oposan. Sampai pada saling curiga antar Negara di Laut Cina Selatan, dll.
Ah, itu cuma sandiwara dan kemeriahan dunia. Agar dunia tampak lebih warna-warni. Untuk itu tak ada salahnya bila kita tetap belajar untuk menyungging senyum ketika masalah mendera. Mencoba tertawa ketika problem mengepung. Mencoba sumringah ketika kepedihan menusuk. Dan belajar melepas ngakak ketika mental tertekan.
Jadi sesungguhnya daripada kita sibuk mencari kebenaran hakiki, yang notabene milik Sang Maha Penggenggam Hati ini, maka ada baiknya kita belajar untuk menertawakan kebodohan diri sendiri. Sebab menertawai kebodohan diri akan menjadi lebih punya arti. Dan lebih menusuk ke jantung hati untuk sekadar introspeksi dan tahu diri. Intinya, jangan merasa paling benar sendiri.
Apalagi jika harus dihubungkan dengan nilai spiritualitas kebenaran yang sungguh memiliki dimensi makna dan persepsi yang beragam. Saya sendiri tak paham apa itu spiritualitas kebenaran.
Yang saya fahami spiritualitas kebenaran bagiku saat ini adalah ketika para pensiunan Telkom pra 2002 terangkat kesejahteraannya. Ketika para direksi Telkom peduli pada para pengabdi dan pejuang perusahaan masa lalu. Ketika hadirnya kebijakan Telkom, Telkomsel dan anak perusahaannya untuk bisa berbaik hati mempekerjakan anak2 para pensiunannya. Ketika tak terdengar lagi bahwa ada pensiunan atau janda pensiunan Telkom menjadi pemulung atau antri berdesakan sekadar mendapatkan BLT atau Raskin.
Spiritualitas kebernaran bagiku adalah ketika para elit Telkom berhenti berpikir untuk memperkaya diri sendiri dengan cara tak benar. Ketika para pensiunan didukung Sekar berani berjuang untuk membela haknya untuk hidup sejahtera. Dan ketika perjuangan itu dilakukan dengan penuh keberanian dan kebenaran karena dilandasi kekuatan spiritual. Nah, itu!! (N425)
Minggu, 21 Juni 2020
Sabtu, 20 Juni 2020
Tantangan Fajrin Rashid jadi Direktur Telkom
By: Nana Suryana
Muhammad Fajrin Rasyid, anak muda kelahiran Jakarta berusia 34 tahun ini telah sah menjadi salah satu direksi PT. (Persero) Telekomunikasi Indonesia (Tbk). Alumni Informatika ITB ber-IPK 4 ini, telah mendapat restu menjadi Direktur Digital Business Perseroan dalam RUPST yang gelar Jumat (19/6/20). Ini berarti pria berotak encer yang pernah jualan Mie Ayam ini, merupakan direktur termuda dalam jajaran bod Telkom saat ini.
Walaupun soal usia, ia harus menerima kenyataan bahwa Ir. Willy Munandir lah yang masih tetap memegang rekor sebagai direktur Telkom (Perumtel) termuda. Ir. Willy Munandir lahir di Banyuwangi pada 10 April 1936, kemudian menjadi Direktur Operasi Perumtel pada 27 Desember 1969. Kemudian pada thn 1973 menjadi Dirut Perumtel. Dan malang-melintang memegang jabatan itu selama 12 tahun.
Sesuai yang digadang-gadang
Pria lulusan Teknik Informatika ITB beryudisium Cumlaude ini, memang sejak semula telah santer digadang-gadang akan menjadi salah satu pejabat penting di Telkom. Ini lantaran isu yang sempat dihembuskan Menteri BUMN, Erick Thohir, bahwa di Telkom akan ada direktur muda milenial berusia di bawah 40 tahun.
Karuan saja, kalangan media massa penasaran dan mencari tahu siapa kah gerangan orang dimaksud. Terkaan media massa tak keliru. Yang menjadi sorotan memang terhadap anak muda yang semasa kuliah di ITB, seluruh mata kuliahnya bernilai “A” ini.
Lantas apa yang diharapkan dari Fajrin bagi pengembangan teknologi digital di lingkungan Telkom? Apakah pengalamannya sebagai salah satu Pendiri starup e-commerce Bukalapak dan Konsultan di Boston Counsulting Group bisa bermanfaat bagi Telkom? Lantas mau dibawa kemana teknologi bisnis digital Telkom dalam genggamannya?
Ah, sepertinya tak perlu ada keraguan bagi Telkom terhadap kualifikasinya. Selain kepiawaiannya mengutak-atik bisnis e-commerce, juga dalam hal jenjang pendidikan, Fajrin Rasyid, sempat mengenyam pendidikan di Harvard Business School dan Stanford University Graduate School of Business.
Fajrin memang pernah menjadi konsultan di Boston Counsulting Group selama satu setengah tahun. Setelah hengkang dari sana ia bersama Ahmad Zaki dan Nugoroho Herucahyono mendirikan unicorn Bukalapak. Bahkan berhasil menyabet suntikan dana dengan mengundang investor dalam dan luar negeri.
Bukalapak pun menjadi besar dan sebagai salah satu pebisnis e-commerce terkemuka di Republik ini. Bukalapak menjadi startup unicorn bervaluasi di atas US$.1 miliar. Bahkan menurut CBInsights valuasi Bukalapak sudah tembus US$.2,5 miliar atau setara Rp 42 triliun. Luar biasa bukan?
Selama tujuh tahun Fajrin Rasyid menjabat sebagai Chief Finance Officer (CFO). Lalu pada 2018 ia pun dipercaya sebagai President Bukalapak. Sudah pasti, selaku co-founder, Fajrin Rasyid juga memegang sejumlah saham Bukalapak. Jadi kalau bicara soal fulus, dia termasuk anak muda yang berkelimpahan.
Apa kata ET dan Ririek
Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir dengan disahkannya Co-Founder dan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai Direktur Bisnis Digital Telkom, maka diharapkan di tangannya akan terjadi perubahan pada strategi bisnis Telkom.
"Telkom harus mampu mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya, terutama di era pasca COVID-19 harus semakin maju dan berkembang dalam bisnis digitalnya. Ia merupakan sosok anak muda yang tepat untuk memegang posisi itu," katanya kepada media, sesuai RUPST.
"Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital. Dengan rekam jejak dan pengalamannya, meski masih muda usia, Fajrin adalah figur yang kredibel untuk memimpin pengembangan bisnis digital Telkom," ujarnya.
Sementara menurut Dirut Telkom, Ririek Adriansyah, terpilihnya Fajrin tidak lepas dari rencana pemegang saham yang ingin Telkom bisa terus mengembangkan bisnis dan pelayanannya."Karena itu kami butuh membawa BOD yang memiliki kompetensi di bisnis digital dan yang dipilih pemegang saham adalah Mas Fajrin. Kalau Pak Presiden punya mas Menteri, maka di Telkom kita punya mas Direktur," katanya.
Janji Fajrin dan tantangannya
Apakah Fajrin mampu menggarap bisnis digital Telkom? Kepada awak media ia mengatakan akan terlebih dahulu banyak berkonsultasi dengan anggota BOD lainnya, terutama dengan Direktur Consumer Service. “Sebagai salah satu direktur, tentu saya harus banyak mempelajari kondisi bisnis dan pelayanan perusahaan, tidak terkecuali dalam menangani seluruh keluhan dari pengguna Indihome,” tandasnya.
Namun tentu saja, bisnis digital di Telkom tak hanya menyoal layanan an-sich Indihome wahai bung muda!!
Yang menjadi tantangan terbesar Telkom saat ini adalah bagaimana mengembangkan bisnis big data, dimana posisi Telkom kedodoran. Bahkan masalah ini sempat dikeluhkan dan bikin gerah Menteri BUMN, Erick Thohir. Sampai-sampai beberapa waktu lalu beliau sempat berwacana untuk membubarkan Telkom.
Selain itu, sejak 2017, Telkom terus mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung pembangunan ekonomi digital di Tanah Air. Bahkan Telkom mengajak para mitranya untuk berkolaborasi dan bersinergi mengembangkan layanan digital untuk masa kini dan masa depan. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mencanangkan ekonomi digital Indonesia harus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Hal ini juga sejalan dengan visi TelkomGroup untuk menjadi the King of Digital in the Region. Semua layanan digital ini harus memberikan manfaat yang luas baik bagi perusahaan dan bangsa, sehingga Ekosistem Digital akan tercipta untuk mewujudkan pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia yang berkelanjutan.
Perlu diketahui bahwa, tiga tahun yang lalu, TelkomGroup telah menandatangani kerjasama dengan Cellum International dari Hungaria untuk membangun bisnis digital di sektor fintech untuk pelanggan enterprise. Kemudian untuk memperkaya e-commerce bagi pelanggan enterprise juga ditandatangani kerja sama dengan perusahaan lokal ADW.
Sementara untuk mengembangkan layanan digital bagi pelanggan perorangan, seperti game, video, music hub, dan browser, akan dilakukan oleh anak usaha Telkom, yakni Melon dan Metranet. Melalui Metranet, Telkom Group menggandeng Agate sebagai mitra yang akan membangun ekosistem game dan publisher game international seperti GameLoft dan Garena.
Untuk membangun entertainment hub, Telkom akan membangun video hub berbasis advertising dan subscription, juga menggandeng beberapa mitra penyedia konten video dan musik. Antara lain HOOQ, Muvinow, Goers, dan Finnet.
Untuk itu, melalui Fajrin, diharapkan terjalin ajang tukar pikiran para eksekutif pelaku industri digital, serta kolaborasi penyedia platform dan pemilik konten dengan TelkomGroup. Dengan demikian diharapkan dapat melahirkan layanan-layanan digital yang memiliki manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sejak 2017, TelkomGroup memperkenalkan beberapa layanan digital baru. Untuk segmen enterprise, diperkenalkan layanan “xooply” dan xsight. Xooply merupakan platform B2B marketplace yang memberikan kemudahan kepada perusahaan melakukan transaksi secara online (e-commerce). Xooply.com nantinya merupakan platform B2B e-Marketplace pertama yang mengagregasikan kebutuhan pengadaan maintenance, repair, and operations (MRO) dari BUMN, BUMD, dan K3S. Sedangkan layanan Xsight dapat mempermudah keputusan bisnis perusahaan dan membantu developer membangun aplikasinya.
Di bidang advertising, melalui layanan “Aim Right”, Telkom ingin bertekad guna memudahkan pelanggan korporasi untuk mengirimkan informasi produk berbagai format melalui aplikasi telepon seluler kepada profil pengguna sesuai target penerima informasi. Layanan “Xooply”, ‘Xsight” dan “Aim Right” ini sudah dapat dinikmati pelanggan pada Desember 2017.
Untuk memberikan pengalaman Like Never Before, untuk anak-anak dan keluarga Indonesia, Telkom siap menyediakan USearch, browser terkini yang dikastemisasi untuk melindungi anak-anak dari konten pornografi, cybercrime, rasis dan konten-konten negatif lainnya. TelkomGroup juga memperkenalkan HOOBEX dan OONA yang merupakan layanan “Twin OTT Platform” untuk entertainment.
Hoobex akan memanjakan pelanggan dengan layanan video dan music premium dengan cara berlangganan. Layanan ini dilengkapi dengan OONA yang akan memiliki puluhan atau ratusan kanal TV/linear channel yang bisa dinikmati pelanggan secara gratis dan berbasis programmatic advertising. Dengan inovasinya dalam programmatic advertising, OONA akan mendorong terjadinya industri konten video yang sehat di Indonesia.
Nah itu dia, antara lain, tantangan bisnis digital Tekom saat ini wahai anak muda! Asal anda tahu saja bahwa 60% revenue Telkom saat ini diperoleh dari bisnis ini. Jadi kini saatnya tunjukkan dan buktikan kepiawaian dan kehebatan anda mengelola bisnis digital Telkom. Anda sanggup wahai bung muda..!!!//**nas
*) Data-data diperoleh dari berbagai sumber media massa
*) Penulis, adalah bekas karyawan Telkom
Muhammad Fajrin Rasyid, anak muda kelahiran Jakarta berusia 34 tahun ini telah sah menjadi salah satu direksi PT. (Persero) Telekomunikasi Indonesia (Tbk). Alumni Informatika ITB ber-IPK 4 ini, telah mendapat restu menjadi Direktur Digital Business Perseroan dalam RUPST yang gelar Jumat (19/6/20). Ini berarti pria berotak encer yang pernah jualan Mie Ayam ini, merupakan direktur termuda dalam jajaran bod Telkom saat ini.
Walaupun soal usia, ia harus menerima kenyataan bahwa Ir. Willy Munandir lah yang masih tetap memegang rekor sebagai direktur Telkom (Perumtel) termuda. Ir. Willy Munandir lahir di Banyuwangi pada 10 April 1936, kemudian menjadi Direktur Operasi Perumtel pada 27 Desember 1969. Kemudian pada thn 1973 menjadi Dirut Perumtel. Dan malang-melintang memegang jabatan itu selama 12 tahun.
Sesuai yang digadang-gadang
Pria lulusan Teknik Informatika ITB beryudisium Cumlaude ini, memang sejak semula telah santer digadang-gadang akan menjadi salah satu pejabat penting di Telkom. Ini lantaran isu yang sempat dihembuskan Menteri BUMN, Erick Thohir, bahwa di Telkom akan ada direktur muda milenial berusia di bawah 40 tahun.
Karuan saja, kalangan media massa penasaran dan mencari tahu siapa kah gerangan orang dimaksud. Terkaan media massa tak keliru. Yang menjadi sorotan memang terhadap anak muda yang semasa kuliah di ITB, seluruh mata kuliahnya bernilai “A” ini.
Lantas apa yang diharapkan dari Fajrin bagi pengembangan teknologi digital di lingkungan Telkom? Apakah pengalamannya sebagai salah satu Pendiri starup e-commerce Bukalapak dan Konsultan di Boston Counsulting Group bisa bermanfaat bagi Telkom? Lantas mau dibawa kemana teknologi bisnis digital Telkom dalam genggamannya?
Ah, sepertinya tak perlu ada keraguan bagi Telkom terhadap kualifikasinya. Selain kepiawaiannya mengutak-atik bisnis e-commerce, juga dalam hal jenjang pendidikan, Fajrin Rasyid, sempat mengenyam pendidikan di Harvard Business School dan Stanford University Graduate School of Business.
Fajrin memang pernah menjadi konsultan di Boston Counsulting Group selama satu setengah tahun. Setelah hengkang dari sana ia bersama Ahmad Zaki dan Nugoroho Herucahyono mendirikan unicorn Bukalapak. Bahkan berhasil menyabet suntikan dana dengan mengundang investor dalam dan luar negeri.
Bukalapak pun menjadi besar dan sebagai salah satu pebisnis e-commerce terkemuka di Republik ini. Bukalapak menjadi startup unicorn bervaluasi di atas US$.1 miliar. Bahkan menurut CBInsights valuasi Bukalapak sudah tembus US$.2,5 miliar atau setara Rp 42 triliun. Luar biasa bukan?
Selama tujuh tahun Fajrin Rasyid menjabat sebagai Chief Finance Officer (CFO). Lalu pada 2018 ia pun dipercaya sebagai President Bukalapak. Sudah pasti, selaku co-founder, Fajrin Rasyid juga memegang sejumlah saham Bukalapak. Jadi kalau bicara soal fulus, dia termasuk anak muda yang berkelimpahan.
Apa kata ET dan Ririek
Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir dengan disahkannya Co-Founder dan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai Direktur Bisnis Digital Telkom, maka diharapkan di tangannya akan terjadi perubahan pada strategi bisnis Telkom.
"Telkom harus mampu mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya, terutama di era pasca COVID-19 harus semakin maju dan berkembang dalam bisnis digitalnya. Ia merupakan sosok anak muda yang tepat untuk memegang posisi itu," katanya kepada media, sesuai RUPST.
"Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital. Dengan rekam jejak dan pengalamannya, meski masih muda usia, Fajrin adalah figur yang kredibel untuk memimpin pengembangan bisnis digital Telkom," ujarnya.
Sementara menurut Dirut Telkom, Ririek Adriansyah, terpilihnya Fajrin tidak lepas dari rencana pemegang saham yang ingin Telkom bisa terus mengembangkan bisnis dan pelayanannya."Karena itu kami butuh membawa BOD yang memiliki kompetensi di bisnis digital dan yang dipilih pemegang saham adalah Mas Fajrin. Kalau Pak Presiden punya mas Menteri, maka di Telkom kita punya mas Direktur," katanya.
Janji Fajrin dan tantangannya
Apakah Fajrin mampu menggarap bisnis digital Telkom? Kepada awak media ia mengatakan akan terlebih dahulu banyak berkonsultasi dengan anggota BOD lainnya, terutama dengan Direktur Consumer Service. “Sebagai salah satu direktur, tentu saya harus banyak mempelajari kondisi bisnis dan pelayanan perusahaan, tidak terkecuali dalam menangani seluruh keluhan dari pengguna Indihome,” tandasnya.
Namun tentu saja, bisnis digital di Telkom tak hanya menyoal layanan an-sich Indihome wahai bung muda!!
Yang menjadi tantangan terbesar Telkom saat ini adalah bagaimana mengembangkan bisnis big data, dimana posisi Telkom kedodoran. Bahkan masalah ini sempat dikeluhkan dan bikin gerah Menteri BUMN, Erick Thohir. Sampai-sampai beberapa waktu lalu beliau sempat berwacana untuk membubarkan Telkom.
Selain itu, sejak 2017, Telkom terus mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung pembangunan ekonomi digital di Tanah Air. Bahkan Telkom mengajak para mitranya untuk berkolaborasi dan bersinergi mengembangkan layanan digital untuk masa kini dan masa depan. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mencanangkan ekonomi digital Indonesia harus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Hal ini juga sejalan dengan visi TelkomGroup untuk menjadi the King of Digital in the Region. Semua layanan digital ini harus memberikan manfaat yang luas baik bagi perusahaan dan bangsa, sehingga Ekosistem Digital akan tercipta untuk mewujudkan pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia yang berkelanjutan.
Perlu diketahui bahwa, tiga tahun yang lalu, TelkomGroup telah menandatangani kerjasama dengan Cellum International dari Hungaria untuk membangun bisnis digital di sektor fintech untuk pelanggan enterprise. Kemudian untuk memperkaya e-commerce bagi pelanggan enterprise juga ditandatangani kerja sama dengan perusahaan lokal ADW.
Sementara untuk mengembangkan layanan digital bagi pelanggan perorangan, seperti game, video, music hub, dan browser, akan dilakukan oleh anak usaha Telkom, yakni Melon dan Metranet. Melalui Metranet, Telkom Group menggandeng Agate sebagai mitra yang akan membangun ekosistem game dan publisher game international seperti GameLoft dan Garena.
Untuk membangun entertainment hub, Telkom akan membangun video hub berbasis advertising dan subscription, juga menggandeng beberapa mitra penyedia konten video dan musik. Antara lain HOOQ, Muvinow, Goers, dan Finnet.
Untuk itu, melalui Fajrin, diharapkan terjalin ajang tukar pikiran para eksekutif pelaku industri digital, serta kolaborasi penyedia platform dan pemilik konten dengan TelkomGroup. Dengan demikian diharapkan dapat melahirkan layanan-layanan digital yang memiliki manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sejak 2017, TelkomGroup memperkenalkan beberapa layanan digital baru. Untuk segmen enterprise, diperkenalkan layanan “xooply” dan xsight. Xooply merupakan platform B2B marketplace yang memberikan kemudahan kepada perusahaan melakukan transaksi secara online (e-commerce). Xooply.com nantinya merupakan platform B2B e-Marketplace pertama yang mengagregasikan kebutuhan pengadaan maintenance, repair, and operations (MRO) dari BUMN, BUMD, dan K3S. Sedangkan layanan Xsight dapat mempermudah keputusan bisnis perusahaan dan membantu developer membangun aplikasinya.
Di bidang advertising, melalui layanan “Aim Right”, Telkom ingin bertekad guna memudahkan pelanggan korporasi untuk mengirimkan informasi produk berbagai format melalui aplikasi telepon seluler kepada profil pengguna sesuai target penerima informasi. Layanan “Xooply”, ‘Xsight” dan “Aim Right” ini sudah dapat dinikmati pelanggan pada Desember 2017.
Untuk memberikan pengalaman Like Never Before, untuk anak-anak dan keluarga Indonesia, Telkom siap menyediakan USearch, browser terkini yang dikastemisasi untuk melindungi anak-anak dari konten pornografi, cybercrime, rasis dan konten-konten negatif lainnya. TelkomGroup juga memperkenalkan HOOBEX dan OONA yang merupakan layanan “Twin OTT Platform” untuk entertainment.
Hoobex akan memanjakan pelanggan dengan layanan video dan music premium dengan cara berlangganan. Layanan ini dilengkapi dengan OONA yang akan memiliki puluhan atau ratusan kanal TV/linear channel yang bisa dinikmati pelanggan secara gratis dan berbasis programmatic advertising. Dengan inovasinya dalam programmatic advertising, OONA akan mendorong terjadinya industri konten video yang sehat di Indonesia.
Nah itu dia, antara lain, tantangan bisnis digital Tekom saat ini wahai anak muda! Asal anda tahu saja bahwa 60% revenue Telkom saat ini diperoleh dari bisnis ini. Jadi kini saatnya tunjukkan dan buktikan kepiawaian dan kehebatan anda mengelola bisnis digital Telkom. Anda sanggup wahai bung muda..!!!//**nas
*) Data-data diperoleh dari berbagai sumber media massa
*) Penulis, adalah bekas karyawan Telkom
Kamis, 18 Juni 2020
Jangan biarkan Telkom Mati Suri

Secangkir Anggur Merah (19)
By: Nana Suryana
Tahukah anda bahwa Telkom sering menerima penghargaan atau Award? Ah, rasanya bukan lagi rahasia yang mengundang misteri. Konon, berbagai penghargaan (award) yang diperoleh Telkom itu tidak kurang dari 10 sd 15 kali per tahun. Apalagi jika ditambah dengan yang diterima oleh seluruh unit bisnis dan atau anak perusahaannya, wow, ini tentu saja jauh lebih melimpah ketimbang yang diterima instansi atau perusahaan lain di republik ini. Dalam hal raihan reward atau award, Telkom memang paling unggul dan termasuk jagonya.
Dari rilis yang disampaikan Telkom, dalam bulan ini saja (Juni 2020), Telkom kembali dinobatkan sebagai peringkat pertama dalam peringkat 100 Most Valuable Brand 2020 atau perusahaan paling bernilai di Indonesia yang dirilis Brand Finance bekerjasama dengan Majalah SWA pada awal Juni 2020. Dengan demikian, ini menjadi keenam kalinya Telkom meraih pencapaian yang gemilang sekaligus mengungguli merek-merek top Indonesia lainnya sejak tahun 2015. Hebat gak tuch!
Hasil riset dan penilaian yang dilakukan Brand Finance tersebut juga mencatat, besaran nilai merek (Brand Value/BV) Telkom berdasarkan data kinerja bisnis tahun 2019 adalah USD 4,76 miliar, atau naik 3% dibandingkan besaran BV tahun sebelumnya, USD 4,61 miliar. Adapun proporsi nilai merek terhadap nilai enterprise (Enterprise Value) Telkom sebesar 14%.
Adapun besaran Enterprise Value Telkom mencapai USD 33,93 miliar dengan Brand Rating Triple A (AAA). Selain mengalami peningkatan pada indikator BV, merek BUMN yang listing di bursa New York ini juga mengalami kenaikan dari indikator Brand Strengh Index (BSI) dibandingkan tahun sebelumnya, yakni kenaikan sebesar 2% dengan pencapaian skor BSI 87,45 atau naik dari sebelumnya sebesar 85,54.
Indonesia’s Most Valuable Brand 2020 merupakan pemeringkatan 100 merek perusahaan yang dilaksanakan secara tahunan oleh lembaga riset independen internasional Brand Finance bekerja sama dengan Majalah SWA. Pemeringkatan brand value dilakukan dengan memperhitungkan brand strength index, brand royalty rate, dan brand revenue. Selain itu yang diperhatikan dalam penilaian ini mencakup corporate brand dan product brand.
Apa kata dirut
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan Telkom memandang bahwa nilai merek yang tinggi tidak diperoleh hanya dengan upaya membangun merek semata. Namun Telkom fokus pada peningkatan kualitas layanan prima yang dirasakan oleh pelanggan serta peningkatan kinerja bisnis perusahaan.
“Nilai merek merupakan tolok ukur persepsi pelanggan, investor serta stakeholder lainnya terhadap kualitas layanan yang dirasakan pelanggan dan performansi perusahaan. Dengan kualitas layanan yang baik dan performansi bisnis yang cemerlang, maka nilai merek perusahaan tentunya juga akan meningkat,” kata Ririek
Dikatakan Ririek, Telkom tengah bertransformasi dan memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital. Hal tersebut diharapkan menjadi kekuatan bagi Telkom ke depan sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik demi meningkatkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan serta stakeholders lainnya.
Meski tantangan menghadang ada sejumlah peluang yang muncul, untuk itu Telkom terus memperkuat kapabilitas bisnis digital melalui pertumbuhan pendapatan bisnis digital yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan serta didukung oleh investasi pada infrastruktur broadband yang berkelanjutan. Menurut Ririek, hal ini juga merupakan upaya Telkom untuk membangun dan meningkatkan merek perusahaan secara kontinyu.
Sepanjang tahun 2019 Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57 trilliun tumbuh positif sebesar Rp 4,78 triliun (3,7%) dibanding tahun 2018. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Perseroan tahun 2019 tercatat Rp 64,83 triliun dengan Laba Bersih sebesar Rp 18,66 triliun, atau masing-masing tumbuh 9,5% dan 3,5%. Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan.
Selain pemeringkatan brand di Indonesia, Brand Finance juga membuat pemeringkatan Brand Finance Global 500 2020 dengan Telkom berada di posisi 434 (naik dari posisi 446) dan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam daftar merek paling bernilai di pentas global.
Tidak hanya itu, dalam pemeringkatan brand telekomunikasi yang paling kuat dan bernilai atau Telecom 150, Telkom berada di posisi pertama di Asia Tenggara dan peringkat 33 di dunia, naik dari sebelumnya di peringkat 36.
“Pencapaian ini menjadi kalibrasi bagi Telkom dan memastikan bahwa kami sudah berada di jalur yang tepat. Tentunya apresiasi Most Valuable Brand ini menjadikan Telkom semakin percaya diri dalam meningkatkan kualitas dan nilai brand-nya demi memantapkan posisi Telkom sebagai operator kelas dunia,” ungkap Ririek.
Menyelami makna Award
Namun ada pertanyaan nih, sejauh mana berbagai reward atau Award yang diterima itu itu dapat dikelola secara efektif sehingga mampu mengubah sikap, perilaku dan cara pandang stakeholders terhadap Telkom?
Ada kesepakatan bahwa di alam kompetisi yang sangar ini apapun yang diraih dan dimenangkan haruslah tetap diperoleh dengan cara terhormat. Artinya, jangan sampai ada upaya rekayasa, mengada-ada atau penuh dusta. Misalnya untuk mendapat Award tertentu harus mengeluarkan sejumlah dana kepada si pemberi award.
Tentu saja, sebuah Award bukanlah cerita fiksi bagai sebuah dongeng. Keberadaannya tak boleh dibuat-buat atau dipaksa harus ada. Award harus benar-benar ada karena memang ada prestasi dan sejumlah data yang diakui kevalidannya.
Reward atau penghargaan dalam bentuk Award, seperti the best ini dan itu tentunya akan lebih bermakna lagi manakala realita kualitas manajerial, produk dan layanan itu sudah sesuai standar dan harapan. Namun hingga kini aspek yang satu ini sepertinya masih menyimpan bad news walaupun tidak seburuk dulu. Apalagi dari hasil studi menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara menurunnya kualitas manajerial, produk dan layanan dengan penurunan pendapatan perusahaan.
Rujukan kredibel
Dari sisi karyawan pun sama, yaitu pemeliharaan reputasi membutuhkan keterbukaan informasi dan kejujuran dalam mengelola perusahaan. Sebuah prestasi kiranya dapat dipandang sebagai cermin penilaian obyektif pihak luar terhadap kinerja Telkom. Rujukannya mesti. pada kriteria komprehensif yang biasa digunakan perusahaan-perusahaan besar di dunia.
Misalnya merujuk pada kriteria IQA Foundation yang menggunakan tujuh kriteria Malcolm Baldridge untuk menilai performansi sebuah BUMN, yang meliputi:
(1) Leadership; (2) Strategic Planning; (3) Customer & Market Focus; (4) Measurement, Analysis and Knowledge Management; (5) Human Resource Focus; (6) Process Management; dan (7) Results. Apalagi sejak tahun 2000, Telkom telah menggunakan 7 kriteria Baldrige dimaksud sebagai frame untuk Telkom Quality Management System yang menjadi basis untuk membangun sistem manajemen mutu Telkom.
Nah, apakah di pemberi reward itu sudah merujuk ke arah sana? Harapan kita, tentu saja, semoga serangkaian penghargaan yang diterima itu benar-benar 100% mencerminkan reputasi perusahaan. Pada intinya berarti, tak hanya telah mencerminkan citra dan performansi terbaik, namun juga diharapkan benar-benar telah menunjukkan kepiawaian direksi dan manajemen dalam mengelola perusahaan.
Secara tidak langsung sesungguhnya mencerminkan pula kompetensi, kerjasama dan kebersamaan segenap jajaran TELKOM yang telah menunjukkan jerih payahnya melalui pengerahan tenaga dan pikiran serta optimalisasi sumberdaya lainnya, sehingga Telkom menunjukkan reputasinya, baik secara nasional maupun dalam skala global.
Kenali posisi diri
Kiranya raihan sejumlah reward itu akan semakin memotivasi seluruh jajaran Telkom untuk bekerja lebih produktif. Atau setidaknya memacu menjadi lebih tahu posisi Telkom saat ini menurut perspektif pihak luar. Baik dalam hal manajerial, maupun kualitas dan profesionalisme dalam mengelola perusahaan. Pengetahuan mengenai posisi ini, memang, penting sebagai dasar bagi manajemen untuk melakukan peningkatan mutu demi mewujudkan visinya menjadi operator terdepan di tingkat regional.
Selain itu berbagai prestasi yang berhasil diukir Telkom selama ini diharapkan pula mampu menginspirasi guna mewujudkan obsesi menjadi role model bagi seluruh BUMN di Indonesia. Tidak terkecuali role model bagi seluruh korporasi di Indonesia dan regional pada umumnya. Sehingga mampu menunjukkan bahwa Telkom sebagai the real champion di sektornya.
Jangan biarkan mati suri
Namun yang terpenting adalah makna dibalik semua penghargaan itu. Kata orang bijak bahwa keberhasilan adalah hasil dari kerja keras yang tidak berkesudahan. Berusaha lebih giat setiap hari maka akan ada hari esok yang membawa berkah dan keberhasilan. Keberhasilan itu bukan sekadar didasarkan pada obsesi, namun juga butuh imajinasi, daya kerah dan ketulusan bekerja.
Kini semuanya terpulang pada seluruh jajarannya. Maukah untuk senantiasa mengoptimalisasi segala daya dan upaya. Sanggupkah setiap individu karyawan lebih peduli untuk merespon segala keluhan kastamer di memdia sosial. Atau pada saatnya, setelah terbebas dari Covid-19, relakah untuk turun ke jalanan untuk menyatu dengan market dan kastamer. Relakah atau ikhlaskah untuk mengoptimalkan kendaraan dinas untuk memonitor market dan kastamer. Lalu, sudikah seluruh jajarannya untuk mencurahkan segala cipta, rasa dan karsa untuk kemajuan perusahaan. Atau setidaknya lebih sadar dan peduli pada nasib perusahaan terkini dan mencintainya dengan penuh ketulusan??
Kalau warga perusahaan masih ogah-ogahan dan tetap bermain pamrih-pamrihan pada perusahaan. Kalau masih menjual gengsi dan tak sudi merespon keluhan pelanggan di media sosial. Atau meneteskan keringat dan berdesakan untuk sekadar menyapa kerumunan kastamer tentang produknya. Kalau masih ngotot jaga prestise dan tak berani hengkang dari zona nyaman (comfort zone). Atau kalau masih suka planga-plongo alias bengong bersaksi atas hebat dan lincahnya manuver kaum competitor lokal dan asing. Maka lebih baik biarkanlah perusahaan ini mengerdil hingga mati suri.
Atau biarkanlah label the real champion itu menjadi impian berkepanjangan. Lalu biarkanlah visi agung yang kerap didengang-dengungkan itu menggantung di langit tertinggi menjadi kelap-kelip fatamorgana. Kemudian biarkanlah itu menjadi mimpi-mimpi indah hingga pensiun atau pendi menyapa. Karena merasa bahwa problem perusahaan itu bukan urusannya. Duh, please dech!! (nana suryana).
Rabu, 17 Juni 2020
Serial Kamsuy (18): Bunyi Lonceng ala Kamsuy
Jelek2 gitu juga Kamsuy sebenarnya termasuk sayang pada istrinya.
Baginya bunyi jam 12 siang dengan jam 12 malem ada perbedaan yang sangat mencolok.
Kalau tanya sama dia, "Kamsuy bagaimana bunyi jam 12 siang?" Maka dia akan cepat menjawab dengan menirukan bunyi lonceng: "neng, neng, neng…"
"Terus kalau jam 12 malem bunyinya gimana Kamsuy?"
Kamsuy pun menirukan: “Neeeng...neeeng… pintunya bukain neeeng…Akang kedinginan neng..." hehehe...//n425
Pesan moral: "Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” (Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat)
Baginya bunyi jam 12 siang dengan jam 12 malem ada perbedaan yang sangat mencolok.
Kalau tanya sama dia, "Kamsuy bagaimana bunyi jam 12 siang?" Maka dia akan cepat menjawab dengan menirukan bunyi lonceng: "neng, neng, neng…"
"Terus kalau jam 12 malem bunyinya gimana Kamsuy?"
Kamsuy pun menirukan: “Neeeng...neeeng… pintunya bukain neeeng…Akang kedinginan neng..." hehehe...//n425
Pesan moral: "Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” (Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat)
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemangkasan Ratusan BUMN: "Penyembuhan atau Suntik Mati?"
(Secangkir Anggur Merah Edisi-28) Pengantar : Ada sebuah pertanyaan yang menggantung di udara bagai kabut pagi yang bergelayut di angkasa. K...
-
Islam (Arab: al-islām, الإسلام : "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama in...
-
1. Apakah orang yang sedang sekarat dapat melihat malaikat? 2. Kapankah manusia dihimpit di alam kuburnya dan apakah semua manusia akan me...


