Kamis, 05 November 2026

Skandal Penyadapan Ilegal (3): "Apakah Berkaitan dengan Gang Oslo/"


(Secangkir Anggur Merah, Edisi-77)

Narasi Pemicu: Apakah drama penyadapan ini berkaitan dengan “Geng Oslo”? Jawaban singkatnya: Tentu saja ada kaitan erat dalam ranah spekulasi politik dan analisis. Namun belum menjadi kesimpulan hukum yang resmi. Untuk memahami kaitannya. Kita perlu membedah dua hal. Siapa sebenarnya yang dimaksud dengan “Geng Oslo”. Dan bagaimana nama itu terseret ke pusaran kasus penyadapan.

Siapa Itu “Geng Oslo”?

Istilah “Geng Oslo” bukanlah nama resmi sebuah organisasi. Melainkan julukan yang berkembang di ruang publik.

Istilah ini merujuk pada jejaring kekuasaan yang erat kaitannya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Julukan ini sering digunakan secara bergantian atau bersamaan dengan istilah “Geng Solo” untuk mengidentifikasi faksi politik. Yang dianggap sebagai pusat pengaruh Jokowi beserta orang-orang dekatnya di dalam dan di luar pemerintahan.

Titik Temu dengan Skandal Penyadapan

Kaitan antara penyadapan dan “Geng Oslo” muncul bukan dari bukti formal. Melainkan dari analisis dan tuduhan yang beredar di ruang publik. Berikut beberapa titik temunya:

Pertama, Kedekatan Tersangka Utama dengan Jokowi: 

Tersangka kunci dalam kasus ini adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP). Publik dan analis mengaitkannya dengan “Geng Oslo” karena LSP dikenal sebagai mantan Kapolri yang dekat dengan Jokowi. Dan kariernya berlanjut di era Prabowo sebelum akhirnya diganti. Spekulasi yang beredar menyebut LSP sebagai “orang”-nya Geng Oslo.

Kedua, Narasi Pengkhianatan dan Makar: 

Analis politik seperti Pangi Syarwi Chaniago menilai penyadapan ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Melainkan operasi makar.

Ia menyebut “Geng Solo” (yang sering dipertukarkan dengan Geng Oslo) sebagai pihak yang “tidak loyal” dan menjadi “pengkhianat” terhadap Presiden Prabowo.

Tuduhan ini membingkai penyadapan sebagai upaya politik untuk melemahkan pemerintahan yang sah.

Ketiga, Dugaan Perintah dari Jokowi: 

Ada pula dugaan yang lebih jauh. Seperti yang dilontarkan Jerry Massie. Yang menduga penyadapan dilakukan atas perintah Jokowi dan merupakan bagian dari skenario untuk melemahkan Prabowo.

Dugaan ini secara langsung menarik garis dari peristiwa penyadapan menuju pusat jaringan yang dijuluki “Geng Oslo”.

Status: Spekulasi, Bukan Kesimpulan Hukum

Penting untuk digaris-bawahi bahwa kaitan ini belum menjadi kesimpulan hukum.

Pihak berwenang (Polri) dalam pernyataan resminya tidak pernah menyebut “Geng Oslo” atau Jokowi sebagai aktor di balik penyadapan.

Penyidikan masih berfokus pada tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka perwira tinggi.

Dengan demikian, “Geng Oslo” berfungsi sebagai lensa politik untuk membaca skandal ini. Sebuah kerangka naratif yang digunakan untuk memahami mengapa penyadapan terjadi. Siapa yang diuntungkan. Dan siapa yang mungkin berada di baliknya.

Namun, dalam ranah hukum. Kaitan tersebut masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Mari kita dalami lebih jauh tentang bagaimana analisis makar ini dibangun. Dan bagaimana dampak politisnya bagi posisi Jokowi dan Gibran.

Mohon ditunggu ulasan berikutnya...

Skandal Penyadapan Ilegal (3): "Apakah Berkaitan dengan Gang Oslo/"

( Secangkir Anggur Merah, Edisi-77) Narasi Pemicu : Apakah drama penyadapan ini berkaitan dengan “Geng Oslo”? Jawaban singkatnya: Tentu saja...